PENGARUH EMPATI, PERSUASI, DAMPAK KOMUNIKASI .PENGARUH EMPATI, PERSUASI, DAMPAK, KOMUNIKASI TERHADAP

download PENGARUH EMPATI, PERSUASI, DAMPAK KOMUNIKASI .PENGARUH EMPATI, PERSUASI, DAMPAK, KOMUNIKASI TERHADAP

of 13

  • date post

    06-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    227
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of PENGARUH EMPATI, PERSUASI, DAMPAK KOMUNIKASI .PENGARUH EMPATI, PERSUASI, DAMPAK, KOMUNIKASI TERHADAP

Jurnal Ilmu Manajemen ISSN 2302-0199

Pascasarjana Universitas Syiah Kuala 13 Pages pp. 95- 107

95 - Volume 1, No. 2, November 2012

PENGARUH EMPATI, PERSUASI, DAMPAK, KOMUNIKASI

TERHADAP CITRA MEREK DIKALANGAN MAHASISWA

PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH

(STUDI KASUS IKLAN TELEVISI AIR MINERAL MEREK

AQUA)

Yuniar1, Jasman J. Ma'ruf

2, Sulaiman

2

1) Magister Manajemen Pascasarjana Universyitas Syiah Kuala Banda Aceh

2) Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala

Abstract: The aims of this study are to investigate and analyze the influence of empathy, persuasion,

impact and communication on brand image and to identify of Aquas brand on the television ads. The

method of this study employed questionnaires as an instrument. The method to collecting sample

employed Probability random sampling with Proportional random sampling technique. This technique

considers the propotion of sub-population number with a total sample was 150 respondents. In this

study, multiple regression analysis is used to investigate the effect of independent on dependent

variables. The results of this study indicate that independent variables empathy (X1) is significant effect

on brand image, persuasion (X2) is significant effect on brand image, impact (X3) is not significant effect

on brand image and communication (X4) is significant effect on brand image.

Keywords : empathy , persuasion, impact ,communication ,brand image.

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh empati,

dampak persuasi, dan komunikasi pada citra merek dan untuk mengidentifikasi merek Aqua di iklan

televisi. Metode penelitian ini digunakan kuesioner sebagai instrumen. Metode untuk mengumpulkan

sampel sampel Probabilitas bekerja acak dengan teknik sampling random proporsional. Teknik ini

mempertimbangkan propotion dari sub-jumlah penduduk dengan total sampel adalah 150 responden.

Dalam penelitian ini, analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh independen

terhadap variabel dependen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen empati

(X1) pengaruh yang signifikan terhadap citra merek, persuasi (X2) pengaruh yang signifikan terhadap

citra merek, dampak (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap citra merek dan komunikasi (X4) adalah

pengaruh yang signifikan pada citra merek.

Kata kunci : empati, persuasi, dampak, komunikasi, citra merek..

Jurnal Ilmu Manajemen

Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Volume 1, No. 2, November 2012 - 96

Tingginya persaingan dalam dunia bisnis

menuntut suatu perusahaan untuk lebih kreatif

dan memiliki keunggulan kompetitif

(competitive advantage) dibandingkan dengan

perusahaan lain. Hal ini tentu membuat setiap

perusahaan harus memikirkan cara agar

perusahaan mampu bertahan dalam persaingan

dan menjadi pemenang. Menurut Kertajaya

(2005) untuk memenangkan hati konsumen,

perusahaan perlu memahami bahwa persaingan

bukanlah semata-mata antara apa yang di

produksi dalam suatu pabrik melainkan antara

apa yang ditambahkan pada hasil pabrik

tersebut sehingga menciptakan citra merek

(brand image). Salah satu strategi untuk

menciptakan citra merek adalah melalui

periklanan.

Periklanan saat ini sedang mendapat

sorotan tajam semenjak aspek informasi

menjadi wacana penting dalam bisnis terutama

dalam proses membangun citra merek karena

iklan dianggap menjadi kegiatan yang

dipandang efektif mampu menumbuhkan citra

dari sebuah produk yang dihasilkan.

Alasan mengapa sebuah iklan mampu

menumbuhkan sebuah citra pada produk karena

iklan dianggap dapat menceritakan apa yang

ada dalam produk tersebut, baik dari segi

tampilan, kegunaannya, nilainya, dan lainnya.

Terlebih lagi iklan juga dianggap dapat

membuat seseorang percaya akan sebuah

produk yang ditawarkan begitu berkualitas,

menarik, dan layak dijual. Namun yang menjadi

permasalahan apakah setiap perusahaan telah

mendapatkan citra yang diharapkan seperti

yang diutarakan di atas sehingga perusahaan

yang telah mengiklankan produknya perlu

mengkaji apakah iklan tersebut sudah dianggap

efektif dan berhasil.

Maka, dalam rangka pembuatan iklan

yang efektif, banyak model yang dikembangkan

oleh para pakar untuk menganalisa peran iklan

tersebut sejauh mana terpatri dalam benak

konsumen sehingga konsumen mencermatinya

dengan sudut pandang yang benar. Diantara

model model tersebut, salah satunya adalah

EPIC Model. Model ini dikembangkan oleh

A.C Nielsen yang merupakan salah satu

perusahaan peneliti pemasaran terkemuka di

dunia. Model ini mencakup empat dimensi

kritis yaitu:

a) Empathy

Dimensi empathy menginformasikan

keadaan mental ( perasaan ) seseorang terhadap

iklan yang disaksikan.

b) Persuasion

Dimensi persuasion menginformasikan

apa yang dapat diberikan suatu iklan untuk

penguatan karakter suatu merek sehingga

pemasang iklan memperoleh pemahaman

tentang dampak iklan terhadap perubahan sikap

konsumen.

c) Impact

Dimensi impact menginformasikan

dampak yang diinginkan dari hasil iklan adalah

tingkat pengetahuan produk yang dicapai

konsumen melalui tingkat keterlibatan

(involvement) konsumen dengan produk.

Jurnal Ilmu Manajemen

Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

97 - Volume 1, No. 2, November 2012

d) Communication

Dimensi ini memberikan informasi tentang

kemampuan konsumen dalam mengingat pesan

utama yang disampaikan, pemahaman

konsumen, serta kekuatan kesan yang

ditinggalkan pesan tersebut.

Berhubungan dengan EPIC model, maka

media periklanan yang dimaksud adalah media

televisi. Televisi dianggap sebagai media

hiburan yang paling digemari oleh masyarakat

Indonesia dan bahkan dunia, hal ini

dikarenakan iklan televisi mempunyai

karakteristik khusus yaitu kombinasi gambar,

suara dan gerak. Oleh karena itu pesan yang

disampaikan sangat menarik perhatian

penonton. Namun dari pada itu dengan adanya

penambahan stasiun televisi membuat anggaran

dan strategi beriklan semakin diperhatikan agar

iklan yang ditayangkan di televisi efektif dan

konsumen tidak sekedar zapping dalam melihat

iklan. Menurut Darmawan (dalam Masyitah

2008) media televisi menyerap pendapatan

iklan terbanyak. iklan televisi berperan besar

dalam mengkomunikasikan produk kepada

konsumen. Data Nielsen Media Research

(NMR) menyebutkan tentang tren belanja iklan

beberapa tahun terakhir juga menunjukkan

peningkatan secara signifikan tiap tahunnya.

Perhitungan yang dilakukan tanpa

pertimbangan diskon dari berbagai media yang

digunakan, baik media konvensional ataupun

non konvensional tercatat belanja iklan terus

melonjak dari tahun ke tahun.

Pentingnya iklan di televisi untuk

meningkatkan citra merek dalam memasarkan

sebuah produk disadari benar oleh PT Aqua

Golden Misisippi sebagai penghasil air mineral.

Persaingan antar perusahaan air mineral yang

semakin ketat mengharuskan produsen

berlomba-lomba meraih perhatian konsumen.

Hal ini beranjak dari perubahan perilaku

masyarakat yang lebih condong ingin kepada

sesuatu yang bersifat praktis termasuk dalam

mengkonsumsi air minum. Ditambah lagi

pemahaman masyarakat bahwa air adalah salah

satu kebutuhan penting seseorang yang dewasa

ini di persepsikan bukan hanya untuk

menghilangkan rasa haus, namun lebih dari itu

yaitu air minum yang sehat adalah cara menjaga

kondisi tubuh untuk sehat. Maka dari itu, untuk

kategori air mineral tentu saja yang paling

diperlukan adalah sebuah image yang baik.

Pandangan ini lah yang di jadikan pedoman

oleh merek Aqua sehingga Aqua meluncurkan

iklan bertema kesehatan dalam suasana

keakraban kekeluarga yang sangat kental. Iklan

tersebut adalah salah satu cara agar

memenangkan hati audiens sehingga terbentuk

citra yang positif agar Aqua tetap bisa menjadi

leader sebagai penghasil air mineral yang di

terima oleh masyarakat.

Sebagai leader dalam memproduksi air

mineral, Aqua perlu berinovasi pada strategi

beriklannya dengan melihat dan mengkaji

apakah iklan yang telah mereka luncurkan di

televisi sudah cukup berhasil dilihat dari

peranan alat analisis EPIC model. Hal ini

dikarenakan adanya perang iklan antara

Jurnal Ilmu Manajemen

Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Volume 1, No. 2, November 2012 - 98

pemasar air mineral dan munculnya produk air

mineral yang baru yang juga menjanjikan nilai

kesehatan yang sama sehingga di kemudian hari

bisa menggeser posisi Aqua.

Menyangkut dengan hal di atas,

pemahaman mengenai b