Pengantar Sistem Digital: Sistem Kode Bilangan

download Pengantar Sistem Digital: Sistem Kode Bilangan

of 30

  • date post

    23-Jan-2018
  • Category

    Education

  • view

    997
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Pengantar Sistem Digital: Sistem Kode Bilangan

  1. 1. 1 Pengantar Sistem Digital Sistem dan Kode Bilangan
  2. 2. Agenda 1.Konversi Biner ke Desimal 2.Konversi Desimal ke Biner 3.Sistem Bilangan Oktal 4.Sistem Bilangan Heksadesimal 5.Kode BCD 6.Tabel Bilangan 7.Byte 8.Kode Alfanumerik 9.Metode Kesamaan untuk Deteksi Kesalahan 2
  3. 3. Konversi Biner ke Desimal Sistem bilangan biner adalah sistem posisi di mana setiap digit biner (bit) membawa bobot tertentu berdasarkan posisi relatif terhadap LSB. Setiap bilangan biner dapat dikonversi ke bilangan desimal dengan menjumlahkan bobot dari berbagai posisi dalam bilangan biner yang berisi 1. Contoh : 3
  4. 4. Konversi Biner ke Desimal (next) 110112 = (1x24)+(1x23)+(0x22)+(1x21)+(1x20) = 16+8+0+2+1 = 2710 101101012 = (1x27)+(0x26)+(1x25)+(1x24)+ (0x23)+(1x22)+(0x21)+(1x20) = 128+0+32+16+0+4+0+1 = 18110 Untuk menemukan bobot (2) untuk setiap posisi bit yang berisi 1, dan kemudian menambahkannya. MSB memiliki bobot 27 meskipun bit ke-8, karena LSB adalah bit pertama dan memiliki berat 20. 4
  5. 5. Konversi Desimal ke Biner Ada 2 metode : 1.Membalikkan proses konversi biner ke desimal, dimana bilangan desimal sebagai basis 2, kemudian 1 dan 0 ditulis dalam posisi bit yg sesuai, contoh : 4510 = 32+8+4+1 = 25+0+23+22+0+20 = 1011012 7610 = 64+8+4 = 26+0+0+23+22+0+0 = 10011002 5
  6. 6. Konversi Desimal ke Biner (next) 2.Mengkonversi bilangan desimal dengan menggunakan pembagian 2 yang diulang. 6
  7. 7. Konversi Desimal ke Biner (next) 7
  8. 8. Sistem Bilangan Oktal Sistem bilangan oktal sering digunakan dalam pekerjaan komputer digital. Sistem bilangan oktal memiliki basis 8, yang berarti memiliki 8 digit: 0,1,2,3,4,5,6,7. Dengan demikian, setiap digit dari bilangan oktal dapat memiliki nilai 0-7. Posisi digit pada bilangan oktal : 8
  9. 9. Sistem Bilangan Oktal (konversi oktal ke desimal) Bilangan oktal dikonversi ke desimal dengan mengali tiap digit oktal dengan bobot posisi. 3728 = (3x82)+(7x81)+(2x80) =(3x64)+(7x8)+(2x1)=192+56+2 =25010 24.68 = (2x81)+(4x80)+(6x8-1) = 16+4+0.75 = 20.7510 9
  10. 10. Sistem Bilangan Oktal (konversi desimal ke oktal) Sebuah bilangan desimal dikonversi ke oktal dengan menggunakan metode pembagian yg diulang seperti yang kita gunakan dalam konversi desimal ke biner, tetapi dengan faktor pembagian 8 bukan 2. 10
  11. 11. Sistem Bilangan Oktal (konversi oktal ke biner) 11
  12. 12. Sistem Bilangan Oktal (konversi biner ke oktal) 12
  13. 13. Sistem Bilangan Heksadesimal Sistem heksadesimal berbasis 16 angka 0 9 ditambah huruf A F simbol 16 digit. 13
  14. 14. Sistem Bilangan Heksadesimal (konversi heksadesimal ke desimal) Sebuah bilangan heksadesimal dapat dikonversi ke desimal dengan menggunakan setiap posisi digit heksadesimal memiliki bobot basis 16. LSD memiliki bobot 160 = 1; 161 = 16; 162 = 256; dan seterusnya. Contoh 35616 = (3x162)+(5x161) +(6x160)=768+80+6 = 68710 2AF16 = (2x162)+(10x161) +(15x160) = 512+160+15 = 68710 14
  15. 15. Sistem Bilangan Heksadesimal (konversi desimal ke heksadesimal) Konversi desimal ke heksadesimal dengan membagi berulang kali dengan angka 16. 15
  16. 16. Sistem Bilangan Heksadesimal (konversi heksadesimal ke biner) Setiap digit heksadesimal dikonversi ke biner 4 bit. Contoh : 16
  17. 17. Sistem Bilangan Heksadesimal (konversi biner ke heksadesimal) Konversi biner ke heksadesimal, kebalikan dari proses konversi heksadesimal ke biner. Bilangan biner dikelompokkan ke kelompok 4 bit, dan tiap kelompok diubah menjadi digit heksadesimal. Nol (bayangan) ditambahkan, sesuai kebutuhan, untuk menyelesaikan sebuah kelompok 4 bit. Contoh : 17
  18. 18. Sistem Bilangan Heksadesimal (konversi heksadesimal ke oktal) Langkah konversi heksadesimal ke oktal : 1.Konversikan ke biner 2.Hasil biner dikelompokkan ke bentuk kelompok 3 bit 3.Konversikan ke oktal Contoh : B2F16 = 1011 0010 1111 (konversi ke biner) = 101 100 101 111 (kelompok 3 bit) = 5 4 5 78 (konversi ke oktal) 18
  19. 19. Sistem Bilangan Heksadesimal (konversi oktal ke heksadesimal) Langkah konversi oktal ke heksadesimal : 1.Konversikan ke biner 2.Hasil biner dikelompokkan ke bentuk kelompok 4 bit 3.Konversikan ke heksadesimal Contoh : 54578 = 101 100 101 111 (konversi ke biner) = 1011 0010 1111 (kelompok 4 bit) = B 2 F16 (konversi ke heksadesimal) 19
  20. 20. Kode BCD (konversi desimal ke BCD) Jika setiap digit bilangan desimal diwakili oleh biner, hasilnya adalah kode yang disebut Binary Coded Decimal (BCD). Karena digit desimal yg paling besar adalah 9, 4 bit yang diperlukan untuk kode setiap digitnya (kode biner 9 adalah 1001). Contoh: 20
  21. 21. Kode BCD (konversi BCD ke desimal) 21
  22. 22. Tabel Bilangan 22
  23. 23. Byte Kebanyakan mikrokomputer menangani dan menyimpan data biner dan informasi dalam kelompok 8 bit string 8 bit byte. Sebuah byte selalu terdiri 8 bit, dan dapat mewakili berbagai jenis data atau informasi. Contoh : a)String 32 bit = 32/8 = 4 byte b)2 byte = 216 1 = 6535 23
  24. 24. Byte (next) c) Berapa jumlah byte yang diinginkan dari representasi nilai desimal 846569 pada BCD? 3 byte 24
  25. 25. Kode Alfanumerik Selain data numerik, komputer harus mampu menangani informasi nonnumerical. Artinya, komputer harus mengenali kode yang mewakili huruf alfabet, tanda baca, dan karakter khusus lainnya serta angka. Kode-kode itu disebut kode alfanumerik. Sebuah kode alfanumerik yg lengkap akan mencakup 26 huruf kecil, 26 huruf besar, 10 digit angka, 7 tanda baca, & 20-40 karakter lain, seperti +, /, #,%, *, dan sebagainya. 25
  26. 26. Kode Alfanumerik (next) Jadi, kode alfanumerik mewakili semua dari berbagai karakter & fungsi yang ditemukan pada keyboard komputer. Kode alfanumerik yang paling banyak digunakan American Standard Code for Information Interchange (ASCII). Kode ASCII=kode 7 bit=27=128 code groups Ini lebih dari cukup untuk mewakili semua karakter keyboard standar & fungsi kontrol seperti dan . 26
  27. 27. Kode Alfanumerik (next) 27
  28. 28. Kode Alfanumerik (next) Contoh : Berikut ini adalah pesan dikodekan dalam kode ASCII. Apa maksud pesan tersebut? 1001000 1000101 1001100 1010000 Jawab : Mengkonversikan setiap kode 7 bit ke hexadesimalnya, menghasilkan : 48 45 4C 50 28
  29. 29. Metode Kesamaan untuk Deteksi Kesalahan Metode bit yang sama adalah bit ekstra yg dipasangkan ke sebuah kelompok kode yg ditransfer dari satu lokasi ke lokasi lain. Bit yang sama dibuat dengan 0 atau 1, tergantung pada bilangan pertama yang terkandung dalam kelompok kode. 29
  30. 30. Next 30