Pengantar psikologi

of 84 /84
Oleh : Drs.KHOLIDI.S,M.Pd.I PENGANTAR PSIKOLOGI

description

bahan ajar pengantar Psikologi

Transcript of Pengantar psikologi

Page 1: Pengantar psikologi

Oleh : Drs.KHOLIDI.S,M.Pd.I

PENGANTAR PSIKOLOGI

Page 2: Pengantar psikologi

Istilah Psikologi berasal dari kata “ Psyche” yang berarti Jiwa dan “Logos” berarti ilmu pengetahuan.

Psikologi diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa. WJH. Sprott (1949), Psikologi sebagai ilmu yang

mempelajari tingkahlaku manusia.

Singgih Dirgagunarsa, Psikologi, ilmu yang mempelajari tingkahlaku manusia.

Frank J. Bruno, Psikologi dibagi dlm 3 pengertian: Pertama, Psikologi, studi ttg jiwa(psyche); Kedua, Psikologi,

merupakan ilmu pengetahuan ttg kehidupan mental; Ketiga, Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yg mempelajari

perilaku organisme.

Pengertian Psikologi

Page 3: Pengantar psikologi

sambunganMenurut sarlito w.sarwono, psikologi adalah

ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.

Ilmu pengetahuan, suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu.

Perilaku, yang lebih konkret dari jiwa, karena itu akan lebih mudah dipelajari. Perilaku ada dua, yaitu terbuka (overt) dan tertutup (covert)

Manusia, karena manusia paling berkepentingan dengan psikologi.

Page 4: Pengantar psikologi

sambunganLingkungan, tempat dimana manusia itu hidup,

menyesuaikan diri dan mengembangkan dirinya. (Sarlito W.S,2010,h.7-9)

Perbedaan Psikologi dengan Psikiatri. Objeknya sama yaitu Jiwa. Psikologi, mempelajari perilaku pada umumnya. Psikologi Klinis/abnormal, yang menangani masalah yang timbul akibat gangguan jiwa. Teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara mulai dari konsultasi,konseling sampai psikoterapi.

Page 5: Pengantar psikologi

sambunganPsikiatri adalah cabang (spesialis) ilmu

kedokteran yang bidang utamanya juga mengenai penyakit dalam hal ini penyakit jiwa. Psikiater dalam menangani pasien tidak lepas dari teknik pengobatan medik.

Page 6: Pengantar psikologi

Psikologi Dibawah Naungan Filsafat

Plato (427 – 347 SM)

Plato ahli filsafat, sebagai seorang rasionalis. Ajarannya

Yg terkenal yaitu ttg “ Idea”. Idea merupakan isi dari pada gejala rohani dan tempatnya di alam para sensoris.

Kita tidak dapat mengenal idea melalui indera, tetapi harus

melalui “ Pemikiran atau Rasio”.

Plato mengatakan jiwa bersifat Immaterial. Sebelum masuk tubuh ia sudah ada di alam para sensoris (penginderaan)

Dunia idea yg sifat aselinya “Berpikir”.

Sejarah Perkembangan Psikologi

Page 7: Pengantar psikologi

Kehendak dikuasai oleh Akal, sedang keinginan bersifat menentang akal (dikuasai Nafsu).

Plato membagi 3 aspek pada diri manusia, yaitu: berpikir, kehendak dan keinginan. Berpikir di otak; kehendak di dada

dan keinginandi perut. Ketiganya disebut “Tri Chotomi” . Yang mendasari tingkahlaku manusia.

Ada 3 kebajikan menurut Plato, yaitu: Kebijakan bila akal menguasai manusia; Keberanian bila kehendak menguasai

manusia; Penguasaan diri bila keinginan pada akal.

Plato membedakan "kehendak dengan Keinginan.

Page 8: Pengantar psikologi

Aristoteles murid Plato, yg pemikirannya berbeda dg gurunya. Menurutnya dunia Idea harus menempati dalam

dunia materi, krn itu harus berwujud.

Aristoteles membedakan “Hule” dan “Morphe”. Hule, yang terbentuk sedang Morphe yang membentuk.

Aristoteles membagi jiwa 2 tingkatan, yaitu: Kemampuan untuk mengenal dan Kemampuan berkehendak

Yang disebut “Dichotomi”.

Aristoteles membagi tingkahlaku : tk.laku manusia (bernafas,makan,tumbuh,merasa lewat panca

indra,berpikir dll) tk.laku organisme (hewan) dan tk.laku anorganis (benda mati/ tumbuhan).

Aristoteles (384 – 322 SM)

Page 9: Pengantar psikologi

John Locke kebangsaan Inggeris yg menetap di Washinton. Cita2nya ingin jadi Politikus, tapi gagal dan jadi ahli Filsafat.

Ia dikenal dg kajian ttg lingkungan (environment/ pengalaman/empiri) dalam perkembangan anak. Ia peletak

aliran Empirisme.

2 hal penting menurut J.Locke, yaitu: “sensation (penginderaan) dan reflection (refleks).

Unsur terkecil dr jiwa adalah “Simple Idea” yg diperoleh melalui pengalaman. Jika simple idea satu digabung dg yg lain, akan timbul “Complex Idea”. Jika complex idea satu

digabung dg yg lain, akan terbentuk “Compound Idea” yang mungkin melalui “Asosiasi”.

John Locke (1632 – 1704 M)

Page 10: Pengantar psikologi

Jiwa selain dibahas lewat filsafat, juga dibahas oleh para ahli ilmu faal. Mereka mengarahkan penelitian pada fungsi-fungsi syaraf manusia, yg diyakini memiliki hubungan

dengan gejala kejiwaan.

Penelitian/eksprimen lebih diarahkan pada syaraf penginderaan (sensoris), syaraf motoris (penggerak/refleks)

dan hukum yg mengatur bekerjanya syaraf2 itu.

Tokohnya antara lain: “Sir Charles Bell (1744-1842 M)

Lahir di Edinburg (Skotlandia) ahli bedah, ahli anatomi tubuh manusia. Ada 2 syaraf: syaraf sensorik (mengantar

rangsangan dr reseptor ke syaraf pusat) dan syaraf motorik (yg mengantar stimuli dr syaraf pusat ke Efektor.

Psikologi Dibawah Ilmu Faal

Page 11: Pengantar psikologi

Psikologi diakui sebagai ilmu sendiri tahun 1879, Wilhelm Wundt (1832-1920) mendirikan Laboratorium Psikologi

Di Leipziq Jerman.

Dalam penyelidikannya ia menggunakan metode Introspeksi, melalui eksperimen2nya. Introspeksi, org percobaan diminta menceritakan kembali apa yg dialaminya selama eksperimen

berlangsung.

W.Wundt mengungkapkan dlm persepsi banyak dipengaruhi oleh kehendak. Pengamatan dibagi 2 yaitu: “Persepsi

dan Appersepsi/disadari”.

Psikologi Sebagai Ilmu Yang Berdiri Sendiri

Page 12: Pengantar psikologi

Sambungan …Persepsi adalah proses dimana sensasi dan

informasi diubah menjadi kesatuan yang teratur rapi dan berarti.

misalnya, melihat 4 titik pada papan tulis

Page 13: Pengantar psikologi

Psikologi di Indonesia mulai th.1952 oleh Selamet Imam Santoso, Psiatri Kedokteran UI. Ia menceritakan banyak

pasien mengalami Psikosomatis.

Indonesia mengirim orang belajar Psikologi di Belanda dan Jerman. Sekembalinya mereka ditempatkan di pusat kajian

Psikologi Angkatan Darat dan Udara di Bandung. Yang

lain ditempatkan di Fakultas Psikologi UI.

Psikologi mulai dikenal tahun 1964 dg dibukanya FKIP UGM dan juga di UNAIR Surabaya.

Awalnya ditekankan Psikologi Klinis dan Psikoanalisis

untuk tujuan Psikodiagnostik. Tahun 1960 aliran Behaviorisme banyak dimanfaatkan.

Psikologi Di Indonesia

Page 14: Pengantar psikologi

1. 1. Strukturalisme (Structuralism)

2. Aliran ini berkembang mulai tahun 1879, sejalan dg berdirinya Laboratorium Psikologi di Leipzeg Jerman

oleh Wilhelm Wundt (1832-1920)

Menurut W.Wundt jiwa manusia terdiri dari berbagai elemen (sperti: penginderaan, perasaan, ingatan dll).

Objek utama psikologi adalah “Kesadaran”, yang dibagi dua bagian : “penginderaan (sensasi) & perasaan

(feeling).

Penginderaan, penangkapan terhadap stumuli/rangsang yang datang dr luar; Perasaan, suatu yg dimiliki dlm diri kita, yg tidak dipengaruhi langsung oleh stumuli dr luar.

Aliran-Aliran Dalam Psikologi

Page 15: Pengantar psikologi

Aliran ini ditokohi oleh William James (1842-1910) di Amerika Serikat

Aliran ini menggunakan metode introspeksi dan juga metode observasi tingkahlaku. Metode Introspekasi menurut mereka

bersifat subjektif dan sukar di kuantitatifkan, juga banyak dipengaruhi daya khayal seorang.

Aliran Fungsional juga berkembang di Chicago dengan tokohnya “ John Dewey (1859-1952). J.Dewey terkenal

dengan teori “ Learning by doing” belajar sambil melakukan sesuatu.

2. Fungsionalisme (Functional Psychology)

Page 16: Pengantar psikologi

Dalam Thesisnya, ia mengemukakan “ Hukum Efek” Ia mengatakan bahwa hewan mempelajari sesuatu dengan

prinsip “Trial and Error”(mencoba dan salah).

Menurut E.L.Thorndike belajar adalah “Trial and Error”.

Ia berkesimpulan, hewan itu menunjukkan adanya penyesuaian diri sebelum hewan itu dapat melepaskan diri

dari box.

E.L.Thorndike mengajukan 3 macam hukum,yaitu:

1.Hukum kesiapan (the law of readness)

2.hukum latihan (the law of exercise)

3.hukum efek (the law of effect)

Edward Lee Thorndike (1874-1949)Aliran Fungsionalisme di Columbia

Page 17: Pengantar psikologi

Mengenai hukum latihan, Thorndike mengatakan adanya dua aspek, yaitu: The law of use (hukum yg menyatakan

bahwa hubungan atau koneksi antara stimulus dan respons akan menjadi kuat apabila sering digunakan.

The law of disuse (hukum yg menyatakan bahwa hubungan atau koneksi antara stimulus dan respons akan menjadi

lemah, apabila tidak ada latihan.

Hukum Efek, Thorndike berpendapat bahwa memperkuat atau memperlemah hubungan antara stimulus dan respons

tergantung pada hasil dari respons yg bersangkutan.

Tingkahlaku yg sukses dan memberikan kepuasan, akan cenderung diulangi.

Menurut E.L.Thorndike, belajar yg baik harus ada kesiapan .

Page 18: Pengantar psikologi

Aliran ini dipelopori oleh Sigmund Freud (1856-1939)

Ia lulusan fakultas kedokteran, ia masuk kedokteran di latarbelakangi oleh kehidupan keluarga yang miskin.

Dalam praktik ia menemukan penyakit “ Neurose” yang tidak dapat disembuhkan dengan obat medis, karena neurose di

sebabkan faktor kejiwaan.

S.Freud berpendapat, kehidupan manusia dikuasai oleh alam ketidak sadarannya. Untuk mempelajari jiwa seseorang

harus melakukan analisa pada jiwa itu, di psikologinya disebut “Psikoanalisa”/Psikologi Dalam.

3. Aliran Psikoanalisa

Page 19: Pengantar psikologi

Psikologi S.Freud juga disebut “Psikologi Dinamik”

Disebut Psikologi Dinamik, karena di alam ketidak sadaran selalu terdapat pergeseran2, gerakan2 akibat saling

pengaruh-mempengaruhi antara faktor-faktor dalam alam ketidak sadaran tersebut.

Dalam menjelaskan struktur jiwa S.Freud mengumpamakan jiwa dengan gunung Es di tengah laut.

Maka yang nampak hanyalah bagian kecil saja.S.Freud mengatakan dalam diri seorang ada tiga sistem kepribadian, yaitu “ Id atau Es, Ego atau Ich dan Super Ego

atau Uber Ich.

Page 20: Pengantar psikologi

Lanjutan : Id adalah wadah yang berisi dorongan2 primitive.

Id bertugas melaksanakan dorongan primitive agar perasaan senang tercapai, tanpa peduli

akibatnya. Salah satunya dorongan seksuil yang dikenal “ libido “.

Ego bertugas melaksanakan dorongan Id, dan menjaga dorongan primitive tidak bertentangan

dengan kenyataan & tuntutan Super Ego.Super Ego, adalah sistem kepribadian seorang yang berisi “ kata hati “. Super Ego menginginkan

hanya dorongan tertentu saja dari Id yang direalisasikan, yang tidak baik tidak dipenuhi.

Page 21: Pengantar psikologi

Lanjutan…Tuntutan Id dan Super Ego harus ada keseimbangan, kalau gagal maka individu

bersangkutan akan mengalami komplik batin yang akan menjadi “neuroses “.

Dorongan yang belum dilaksanakan perlu disalur kan melalui mekanisme2 pertahanan tertentu (misalnya, mimpi ). Penyaluran ini disebut “

Kanalisasi “Psikoanalisa dikenal sebagai “teknik terapi”

penyakit kejiwaan (neurose). Caranya: cari faktor penyebab neurose melalui evaluasi kepribadian,

lalu hilangkan faktor2 itu.

Page 22: Pengantar psikologi

Lanjutan …Salah satu teknik S.Freud, dengan membina

hubungan baik sama pasien, yang dengan itu akan terjadi “ Catharsis “, yaitu pasien merasa

bebas mengemukakan semua kesukarannya pada dokter/konselor.

Untuk mengungkap gangguan jiwa dari alam ketidaksadaran, S.Freud menggunakan teknik

Asosiasi bebas”, dengan memberikan kata rangsangan pada pasien (misal, kata meja- reaksi kursi, kata ayah-reaksinya jahat/baik, kata orang-

reaksi benci dsbnya).Ia juga menggunakan teknik Hypnose.

Page 23: Pengantar psikologi

BehaviorismeAliran ini mempelajari tk.laku nyata, terbuka dan

dapat diukur secara objektif. Timbul di AS tahun 1913, tokohnya “John Broadus Watson (1878-1958)

Aliran ini disebut juga “ Psikologi S-R “. Sebab menurut aliran ini, proses2 psikologi selalu dimulai dengan adanya rangsangan (stimulus) dan di akhiri dengan suatu reaksi (respon) atau rangsangan itu.

JB.Wetson, mengakui ada tk.laku tertutup dan tk.laku terbuka (overt behavior). Ia lebih menekankan pada tk.laku terbuka (0bjektif)

Page 24: Pengantar psikologi

Sambungan…Berkenaan dengan feeling (perasaan) dan emosi,

J.b.Wetson mengatakan bahwa perasaan senang dan tidak senang adalah tidak lain dari benar-benar peristiwa senso-motoris, di mana rangsang-rangsang sensoris datang dari alat-alat genital (kelamin). Terlepas dari itu J.b.Wetson berpendapat sebagai berikut :

J.B.Wetson tidak menganggap perasaan dan emosi sebagai sesuatu yag misterius

Bilamana perasaan dan emosi merupakan proses-proses senso-motoris, maka juga merupakan tingkah laku, sekalipun bersifat implicit dan hipothetis. (Singgih Dirgagunarsa,1983, 81).

Page 25: Pengantar psikologi

E.L. Thorndike

Dikenal dengan teori “law of effect” untuk belajar Aliran behavior menggantinya dengan “law of

exercise” (hukum latihan).Menurut Wetson, proses belajar merupakan hasil

latihan yang terus menerus, perubahan tk.laku sebagai akibat proses “ conditioning”.

I.P.Pavlov, eksperiment menggunakan anjing. Apabila anjing mendengar bunyi bel lalu

mengeluarkan air liur. Ternyata prilaku itu dapat dibentuk dengan cara memberikan stimulus yang berkondisi (CS) sebelum stimulus alami, secara

berulang-ulang, akhir terbentuk respon bkondisi.

Page 26: Pengantar psikologi

B.F. SkinnerB.F.Skinner menggunakan tikus untuk

percobaan, sedangkan E.L.Thorndike menggunakan kucing

B.F.Skinner, ada dua prinsip berkaitan kondisioning operan, yaitu : (1) tiap respon yang

diikuti oleh reward ini bekerja sebagai reinforcement stimuli – cenderung akan diulangi.

(2) reward /reinforcement stimuli akan meningkatkan kecepatan (rate) terjadinya

respons.

Page 27: Pengantar psikologi

HumanismeHumanisme dimulai di AS tahun 1950 yang di

tokohi oleh Abraham Maslow (1908-1970). Psikologi ini tidak puas dengan Psi. Behavioristik dan Psi. Analisis dan mencari alternatif psikologi

yang fokus pada manusia dengan ciri2 eksistensinya.

Humanistik menolak pendapat S.Freud yang menyatakan kepribadian diatur oleh kekuatan

alam bawah sadar manusia.Begitu pula behaviorisme yang mengatakan

bahwa manusia dikuasai oleh lingkungan.

Page 28: Pengantar psikologi

Lanjutan…Aliran Humanistik mengarahkan pada “

humanisasi” yaitu psikologi yang menekankan pada keunikan manusia.

Menurut aliran ini manusia adalah makhluk kreatif yang dikendalikan bukan oleh kekuatan alam ketidaksadaran (psikoanalisis), melainkan

oleh nilai2 dan pilihan2nya sendiri.A. Maslow cukup di kenal dengan teori

motivasinya. Ia juga mengajukan teori tentang “hierarchy of needs”. Ada beberapa kebutuhan:

Page 29: Pengantar psikologi

Ada beberapa kebutuhan,yaitu:(1) kebutuhan fisiologis, (2) kebutuhan akan rasa

aman, (3) kebutuhan akan rasa cinta & memiliki, (4) kebutuhan akan penghargaan, (5) kebutuhan

untuk aktualisasi diri.Humanisme mengakui bahwa pengalaman masa

lalu mempengaruhi kepribadian, tetapi juga harus diakui pentingnya kedudukan Free Will atau kemauan bebas manusia dalam membuat

keputusan menentukan diri sendiri.Kebutuhan tertinggi bagi manusia adalah “ self

actualization atau aktualisasi diri.

Page 30: Pengantar psikologi

Tujuan Mempelajari PsikologiSecara teoritik tujuan mempelajari psikologi,

sebagai salah satu disiplin ilmu pengetahuan adalah untuk kepentingan pengembangan dan

penemuan teori baru dari ilmu itu sendiri.Sedang secara praktis tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman dan pandangan tentang

mungkinnya dilakukan perubahan tingkah laku atau sikap mental psikologis individu sesuai dengan pola kehidupan yang di kehendaki.

Page 31: Pengantar psikologi

Lanjutan …Sedangkan tujuan lain, adalah sebagai alat bantu

bagi pihak2 tertentu untuk memperoleh pengertian yang mendalam ttg faktor2 psikologis,

yang mempengaruhi tingkahlaku seorang individu serta untuk mendapatkan pengertian

praktis mengenai penyampaian komunikasi secara metodologis kepada sasaran (komunikan)

agar tujuan komunikasi dapat berjalan secara efektif.

Page 32: Pengantar psikologi

Objek Pembahasan PsikologiObjek diartikan sebagai sasaran, target, perkara

yang menjadi pusat pembicaraan. Objek merupakan syarat mutlak bagi suatu ilmu

pengetahuan. Objek matrial dari beberapa ilmu pengetahuan bisa sama, tetapi tidak mungkin

objek formal antara satu ilmu pengetahuan dengan ilmu pengetahuan lain sama.

Objek psikologi sebagaimana ilmu lainnya, juga dibagi dua bagian, yaitu “ objek matrial dan objek

formal.

Page 33: Pengantar psikologi

Lanjutan …Objek matrial, mengenai fakta2 yang diselidiki

suatu ilmu, sedang objek formal adalah suatu sudut pandang yang spesifik pada suatu masalah.

Objek matrial psikologi adalah manusia sebagai makhluk yang berjiwa, sedangkan objek formal psikologi adalah tingkah laku manusia sebagai

kenyataan gejala-gejala jiwa.Menurut Dakir (1993) Objek psikologi adalah

penghayatan jiwa dan tingkah laku manusia. Ruang lingkup penghayatan jiwa adalah “kognitif,

afektif dan konatif .

Page 34: Pengantar psikologi

Pentingnya Mempelajari Psikologi

Psikologi merupakan dasar pengetahuan yang mendasari profesi lain

Psikologi memungkinkan komunikator mengenal berbagai konsep atau perinsif yang dapat

menolong menelaah tingkah laku manusia (kom) dengan lebih kritis dan hal2 yang menimbulkan

tingkah laku ituPsikologi dapat memberikan komunikator keterampilan yang diperlukan untuk mengolah

hasil berbagai kegiatan psikis manusia (ind/sos)

Page 35: Pengantar psikologi

Lanjutan …Manusia sebagai makhluk yang memiliki dua

dimensi, yaitu “ psikis dan psikologis”.Secara psikologis manusia adalah makhluk yang

berpikir, merasa dan berkehendakCara berpikir dan merasanya di pengaruhi oleh

persepsi yang dimiliki. Persepsi itu sendiri tidak terlepas dari pengalaman, pengetahuan yang

dimiliki individu.Untuk itu dalam menghadapi setiap orang

tidaklah sama, tergantung kondisi psikologis yang bersangkutan.

Page 36: Pengantar psikologi

METODE PENYELIDIKAN PSIKOLOGI Metode memiliki kesamaan pengertian dengan

prosedur, tata cara, alat, atau tehnik.Ada beberapa metode, yaitu : Metode Introspeksi, melihat kedalam atau berarti

tehnik untuk melihat gejala psikis pada diri sendiri. Ia lebih bersifat subjektif, karena orang sering tidak jujur menilai diri sendiri.

W.Wund mengatakan istilah Introspeksi kurang tepat yang tepat adalah “ retrospeksi “ atau melihat kembali.

Page 37: Pengantar psikologi

Lanjutan …Metode ekstrospeksi, pengamatan terhadap orang

lain. Kelemahannya terhadap orang dewasaMetode Biografi, riwayat hidup. Kalau ditulis

sendiri disebut “ Outo Biografi “.Metode Pengumpulan Bahan (Projective Test).

Yang dikumpulkan karya si subjek, baik yang konkrit (hasil pekerjaan tangan) maupun abstrak (berupa tulisan, gambaran dsbnya).

Metode Eksperimen.

Wilhelm Wundt merupakan tokohnya, di laboratorium di Leipzig Jerman.

Page 38: Pengantar psikologi

Lanjutan …W.Wundt mengajukan syarat penggunaannya: (1)

pemeriksaan harus dapat menetapkan saat timbulnya kejadian yang hendak di pelajari; (2) pemeriksaan harus mengikuti jalannya kejadian se-teliti2nya, terutama pada proses; (3) tiap-tiap pemeriksaan harus dapat di ulang dalam situasi yang sama.

Kelemahan Eksperimen: (1) eksperimen pada benda hidup sangat berpariasi; (2) tidak semua gejala kejiwaan dapat diselidiki; dalam laboratorium bersituasi tidak wajar; gejala jiwa sukar diukur secara eksak.

Page 39: Pengantar psikologi

Metode TestMetode ini menggunakan soal2, pertanyaan2 atau

tugas lain yang telah di standarisasikan. Syaratnya soal tersebut harus valid (dapat mengukur apa yang hendak diukur) dan reliabel (dapat dipercaya keajekannya)

Kelemahan : (1) test yang dikerjakan sangat tergantung pada situasi yang saling berubah; (2) pribadi manusia adalah utuh dan bukan kumpulan dari berbagai aspek; (3) pengalaman testee sangat mempengaruhi cara mereaksi.

Page 40: Pengantar psikologi

Metode AngketAngket adalah metode untuk mendapatkan data

atau informasi dengan menggunakan pertanyaan tertulis kepada responden.

Angket dan interviu memiliki kesamaan dan perbedaan. Angket dapat dibagi dua, begitu pula interviu.

Metode Observasi. Metode ini dilakukan dengan pengamatan dan

pencatatan dan tidak dengan bertanya. Ada observasi partisipan dan non partisipan.

Page 41: Pengantar psikologi

Metode KlinisMetode ini timbul dalam lapangan klinik untuk

mempelajari keadaan orang-orang yang jiwanya terganggu.

Metodenya dapat dilakukan dengan “ Interviu, teknik proyeksi dengan menggunakan cara-cara tertentu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan hasilnya untuk membuat pertimbangan seberapa jauh kelainan psikis yang dialami si testee/subjek.

Page 42: Pengantar psikologi

Sikap dan FungsinyaSikap merupakan kesediaan bereaksi terhadap

objek tertentu. Sikap merupakan konstelasi komponen kognitif, afektif dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan dan berprilaku terhadap suatu objek.

Sikap di pengaruhi oleh pengalaman. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sikap, yaitu: (1) pengalaman pribadi; (2) kebudayaan; (3) orang yang dianggap penting; (4) media massa; (5) institusi pendidikan dan agama; (6) faktor emosi individu.

Page 43: Pengantar psikologi

Fungsi Sikap1. Fungsi pengetahuan, dengan sikap orang

mampu mengorganisasikan dan menginterpretasi kan berbagai macam informasi yang di terima;

2. Fungsi Ekspresi Diri, individu dapat menyatukan nilai atau keyakinannya.

3. Fungsi sebagai sarana peningkatan harga diri.

Dengan mengetahui fungsi sikap, seorang dapat menentukan strategi komunikasi yang tepat dengan memberikan pesan persuasi yang berisi informasi y g relevan dg fungsi sikap ybs.

Page 44: Pengantar psikologi

Struktur SikapAdapun struktur sikap terdiri dari : (1) komponen

kognitif ( merepresentasikan apa yang dipercayai individu); (2) komponen afektif ( perasaan yang berkenaan dengan aspek emosional); (3) komponen konatif ( aspek kecenderungan berprilaku sesuai dengan sikap).

Ketiga komponen diatas harus selaras dan konsisten. Apabila ketiganya tidak /atau salah satunya tidak konsisten dengan yang lain, maka akan terjadi ketidak selarasan yang menyebabkan timbulnya mekanisme perubahan sikap.

Page 45: Pengantar psikologi

Pengubahan SikapAdanya kesediaan, menerima pengaruh orang

lain, berharap memperoleh anggapan positif.Adanya Identifikasi, apabila individu meniru

prilaku/sikap orang lain, karena sesuai dengan apa yang dianggapnya sebagai hubungan yang menyenangkan pihak lain.

Adanya internalisasi, bila individu menerima pengaruh dan bersedia bersikap menurut pengaruh itu, karena sikap tsb sesuai dengan apa yang ia percayai dan sesuai dengan nilai yg dianutnya.

Page 46: Pengantar psikologi

Sikap Dan Tingkah lakuSikap bukan satu2nya penentu tingkahlaku

seseorang. Ada faktor lain yang mempengaruhi tingkahlaku, yaitu:

(1) prilaku tidak ditentukan oleh sikap umum, tapi oleh sikap yang spesifik terhadap sesuatu; (2) prilaku tidak hanya dipengaruhi oleh sikap, tapi juga oleh norma2 subjektif, yaitu keyakinan kita & norma2 yang berlaku lainnya); (3) sikap terhadap sesuatu prilaku bersama norma2 subjektif membentuk suatu intensi atau niat untuk berprilaku tertentu.

Page 47: Pengantar psikologi

Tingkahlaku ManusiaAl-Ghazali menggambarkan: Nafs di ibaratkan suatu kerajaan.Fisiknya ibarat cahaya (dhiya’)Syahwat ibarat gubernur (waly) yg memiliki sifat

pendusta, egois & senang mengacauGhadhab ibarat menjadi oposan (syahwat) yang

bersifat buruk, suka perang.Kalbu ibarat raja (malik)Akal ibarat perdana menteri (wazir).

Page 48: Pengantar psikologi

Lanjutan …Apabila raja (kalbu) tidak mengendalikan kerajaan, Maka akan diambil alih gubernur (waly) dan

oposan (ghadhab) akibatnya kekacawan. Bila raja mengendalikan kerajaan dan ia musyawarah dg perdana menteri (akal), maka gubernur & oposan mudah diatasi. Ketika hal itu terjadi, maka mereka saling bekerja sama untuk kemakmuran dan kesejahtraan kerajaan yang akhirnya mendatangkan kebahagiaan. (A.Mujib)

Page 49: Pengantar psikologi

Motivasi Motiv adalah merupakan suatu dorongan yang

timbul dalam diri seorang yang menyebabkan orang tersebut mau bertindak untuk melakukan sesuatu.

Motivasi adalah pendorong kepada suatu usaha yang di sadari untuk mempengaruhi tingkah laku seorang agar ia tergerak guna melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.

Salah satu unsur penting berkaitan motivasi adalah adanya tujuan. Kuat lemahnya motivasi individu ditentukan besar-kecilnya keuntungan yang diterimanya.

Page 50: Pengantar psikologi

Fungsi Motivasi(1) sebagai motor penggerak bagi manusia(2) menentukan arah perbuatan(3) mencegah penyelewengan dari jalan yang

harus ditempuh untuk mencapai tujuan(4) menyeleksi perbuatan diri, mana yang harus

dilakukan guna mencapai tujuan.

Tingkah laku seseorang sebenarnya merupakan hasil belajar, melalui pengalaman yang pernah dilalui individu dalam menjalani kehidupan.

Page 51: Pengantar psikologi

Tingkah Laku Psikologis.(a) Pengamatan.

Merupakan suatu bentuk pergaulan seorang dengan dunia sekitar melalui perantara alat indera.

Persepsi , merupakan proses akhir dari mengamati yang menyebabkan kita mempunyai pengertian tentang situasi sekarang atas dasar pengalaman yang lalu.

Attention , merupakan proses permulaan dari mengamat.

Osilasi , perhatian kita beralih-alihHalusinasi , menyangka ada kesan sesuatu, padahal

tidak ada rangsang apapun.

Page 52: Pengantar psikologi

Tanggapan, Ingatan & LupaTanggapan, merupakan hasil pengamatan, yaitu

gambaran jiwa yang menyerupai objek yang diamati.

Tanggapan di dahului adanya objek (benda) yang jadi sasaran, kemudian ada kegiatan mengamat, maka terjadilah tanggapan.

Ada faktor yang mempengaruhi tanggapan:Faktor intern (alat indra, perhatian yg dituju)Faktor ekstrn (rangsang jelas, waktu cukup)

Page 53: Pengantar psikologi

Ingatan Mengingat , mereproduksi sesuatu yang telah di

simpan dalam jiwa atas dasar akibat pencaman.Mencamkan, melekatkan kesan sedemikian rupa

sehingga tersimpan dan dapat direproduksi kembali.

Mereproduksi, suatu keaktipan jiwa untuk membangun kembali kesan-kesan yang telah di terimanya.

Page 54: Pengantar psikologi

Fantasi Fantasi, sebagai kemampuan daya jiwa untuk

membentuk tanggapan baru dengan bantuan tanggapan yang telah ada, dan tidak perlu sesuai dengan kenyataan. Jadi tidak perlu pengamatan.

Berfantasi atau berhayal adalah suatu tindakan manusia yang sangat bebas dalam alam imaginer

Menurut aliran Gestalt, fantasi itu terjadi karena adanya daya jiwa untuk mencipta. Ciptaan mula2 berupa skema yang kurang jelas, lalu skema itu di isi oleh berbagai tanggapan yang telah ada dengan bebas.

Page 55: Pengantar psikologi

Lanjutan …Jadi fantasi dapat terjadi secara tidak disadari,

prosesnya sangat bebas, berubah, tidak dengan pimpinan dan dengan disadari, proses terbentuknya dengan bantuan pimpinan pikiran dan kemauan (fantasi sembarangan, fungsinya untuk berekreasi).

Fantasi yang disadari adalah :Fantasi mencipta, dapat menghasilkan kebudayaan,

tarian, lukisan, patung, dllFantasi tuntutan, berdasarkan hasil fantasi

mencipta/karya orang lain.(baca cerita,lihat lukisan, dengan lagu dsbnya)

Page 56: Pengantar psikologi

Berpikir Berpikir, suatu kegiatan yang melibatkan

penggunaan konsep dan lambang sebagai pengganti objek dan peristiwa.

Berpikir, merupakan manipulasi/organisasi unsur-unsur lingkungan dengan menggunakan lambang2, sehingga tidak perlu langsung melakukan kegiatan yang tampak.

Raqhib al-Asfahani mengatakan, pikiran adalah potensi yang dapat mengantar pengetahuan sampai pada objek yang diketahui, sedangkan berpikir, menggunakan potensi itu sesuai dengan kapasitas intelektualnya.

Page 57: Pengantar psikologi

Berpikir diperlukan untuk:Memecahkan masalahMengambil keputusanMelahirkan sesuatu yang baru

berpikir itu sendiri merupakan proses keempat setelah “ sensasi, persepsi, dan memori yang mempengaruhi hasil penafsiran suatu stimuli. Ini artinya seseorang akan sampai pada berpikir setelah ia melewati ketiga proses di atas (sensasi, persepsi dan memori).

Page 58: Pengantar psikologi

Bentuk Berpikir(1) Berpikir Realistis

Merupakan berpikir yang didasarkan atas realita/kenyataan yang dihadapi.

Berpikir dibedakan pada dua metode, yaitu “deduktif dan induktif, dan berpikir evaluatif (kritis).

Berpikir kritis menunjukkan tingkat intelektualitas seorangBerpikir tidak didasarkan realita disebut berpikir autistic

atau melamun.Cara berpikir untuk memecahkan masalah:

(1) pemecahan masalah dg cara biasa/rutin(2) mencari cara yg efektif pada masa lalu(3) mencoba seluruh kemungkinan yg ada(4) mencoba memahami situasi yang terjadi

Page 59: Pengantar psikologi

(2) Berpikir Kreatifadalah berpikir dengan menggunakan metode

baru, penemuan baru dan seni yg baru pula.Faktor yg ikut menentukan suatu keputusan:

Kognisi , ini berkaitan dg kualitas & kuantitas pengetahuan yg dimiliki

Motif, berupa dorongan yg ada untuk melakukan sesuatu.

Sikap, merupakan bentuk evaluasi dan reaksi perasaan & juga merupakan kesiapan untuk beriaksi/bertindak.

Page 60: Pengantar psikologi

5 Tahap berpikir kreatif (1) orientasi, merumuskan & mengidentifikasi

masalah(2) Preparasi, merumuskan sebanyak mungkin

informasi yg berkaitan dg masalah(3) Inkubasi, berhenti dulu, cooling down dulu,

ketika mengalami kesulitan cari pemecahan(4) Iluminasi, mencari ilham(5) Verifikasi, menguji & menilai secara kritis

pemecahan masalah yg dipikirkan

Page 61: Pengantar psikologi

(3) Berpikir & Bertafakur/merenungAsfahani mengatakan “ pikiran, satu potensi yang

dapat menghubungkan konsep ilmu dg objek.Merenung , pengembangan potensi itu mengikuti

kapasitas akalnya.Intuisi , hasil berpikir yang merupakan

perpaduan antara kerja otak dan kerja hati (mtodis).

Jamaludin Kafi, objek berpikir dibagi 2 (dua):Objek matrial, segala yg dapat dicapai pikiranObjek formal, upaya mencari kebenaran ttg objek

material.

Page 62: Pengantar psikologi

Berpikir Menurut Jamaludin Kafi(1) Berpikir Biasa (an-Nahal. 78)(2) Berpikir Logis (al-Baqarah . 164)(3) Berpikir Ilmiah (ar-Rum . 8)(4) Berpikir Filsafat ( Fushilat. 53)(5) Berpikir Teologis (Ibrahim. 10)

Page 63: Pengantar psikologi

Perasaan atau EmosiPerasaan atau emosi disifatkan sebagai keadaan

yang ada pada individu pada suatu waktu.Perasaan (Chaplin), adalah keadaan individu

sebagai akibat dari persepsi terhadap stimulus, baik internal maupun eksternal. Sedang Emosi merupakan reaksi yang kompleks dan mengandung aktivitas dengan derajat yang tinggi dan adanya perubahan dalam jasmani serta berkaitan dengan perasaan yang kuat.

Para ahli, Emosi, bentuk kompleks dari organisme yg melibatkan perubahan fisik dari karakter yg luas, dalam bernafas, denyut nadi, produksi kelenjar dsb

Page 64: Pengantar psikologi

Lanjutan …Dari sudut mental, emosi adalah suatu keadaan

senang/cemas yang ditandai adanya perasaan yg kuat dan biasanya dorongan menuju bentuk nyata dari suatu tingkah laku.

Darwis Hude, Emosi, suatu gejala psiko-fisiologis yg menimbulkan efek pada persepsi, sikap dan tingkah laku, serta mengejewantahkan dalam bentuk ekspresi tertentu.

Dalam al-qur’an tidak ditemukan kata “Emosi”, tapi yg banyak dibicarakan ttg “prilaku emosi”. Sperti: kondisi bahagia, marah, takut, benci dll

Page 65: Pengantar psikologi

PerhatianPerhatian, keaktifan peningkatan kesadaran

seluruh fungsi jiwa yg dikerahkan dalam pemusatannya pada barang sesuatu, baik yg ada didalam maupun diluar diri kita.

Proses tinmbulnya perhatianAdanya rangsang yg menonjol dari objekRangsang diterima oleh inderaDibawa masuk oleh syaraf ke otakDalam otak diresap oleh persepsi kitaObjek tsb punya arti sesuai dengan persepsi kita

Yg dipengaruhi jenis klamin, umur, lt.belakang, sikap batin

Page 66: Pengantar psikologi

Psikologi PendidikanPsi.pendidikan, suatu cabang psikologi yg secara

khusus mengkaji perilaku individu dalam kaitan dengan situasi pendidikan.

Tujuannya, menemukan berbagai fakta, generalisasi, teori psikologis yg berkaitan dengan pendidikan untuk digunakan dalam upaya melaksanakan proses pendidikan yg efektif.

Page 67: Pengantar psikologi

Peranan Psikologi Dlm BelajarMemahami anak didik sebagai pelajarMemahmi prinsip & teori pemblajaranMemilih metode pembelajaranMenetapkan tujuan pembelajaranMenciptakan situasi pembelajaranMenetapkan isi pengajaranMemilih alat bantu pembelajaranMembimbing perkembangan anak didik

Page 68: Pengantar psikologi

Teori Belajar(1) Teori Behavioristik (E.L.Thorndike, J.Watson)

Belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus & respon

Teori ini tidak mementingkan proses, tetapi hasil dan juga faktor penguat (reinforcement) yang dapat memperkuat timbulnya respon.

(2) Teori Kognitif (Jean Piaget, J.Bruner)teori ini juga mementingkan proses dari pada hasil. Teori ini sering disebut model “perseptual”.

. Menurut teori ini, tingkah laku di tentukan oleh persepsi, serta pemahamannya ttg situasi yang berhubungan dg tujuan belajar.

Page 69: Pengantar psikologi

Teori Humanistik (Carl Rogers)Teori ini tidak saja menyentuh ranah “kognitif”

tetapi juga ranah afektif, yang memfokuskan pada belajar bagaimana belajar (learning how to learn), serta meningkatkan kreativitas dan potensi manusia.

Teori ini juga mengatakan, pendidik harus mengajar anak didik bagaimana belajar, mengevaluasi belajar dan hasil belajar untuk anak didik sendiri.

Teori ini memakai “ opened ended”, dimana anak didik harus memperoleh informasi, membuat keputusan, memecahkan masalah dll.

Page 70: Pengantar psikologi

Lanjutan …Menurut teori huanistik, proses belajar harus di

mulai dan ditujukan untuk keopentingan memanusiakan manusia itu sendiri.

Teori ini lebih bersifat abstrak dan lebih mendekati bidang kajian filsafat, teori kepribadian dan psikoterafi dari pada bidang kajian psikologi belajar.

Teori ini sangat mementingkan isi yang dipelajari dari pada proses belajar sendiri. Teori belajar apapun dapat dimanfaatkan, asal tujuannya untuk memanusiakan manusia. (aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang yg belajar)

Page 71: Pengantar psikologi

Teori Sibernitik/pemrosisan Informasi.Menurut teori ini belajar adalah mengolahan

informasi. Teori ini juga lebih mementingkan proses dari pada hasil belajar. Dan yang juga penting adalah sistem informasi yang di proses dan akan di pelajari anak didik.

Teori sibernitik berpijak atas tiga asumsi :Bahwa stimulus dan respon terdapat suatu seri

tahapan pemrosesan informasi, dimana masing2 tahapan dibutuhkan sejumlah waktu tertentu;

Stimulus yang diproses melalui tahapan tadi akan mengalami perubahan bentuk ataupun isinya;

Page 72: Pengantar psikologi

Lanjutan …(oleh: Erik Berne dll)Salah satu dari tahapan mempunyai kapasitas

yang terbatas.Dari ketiga asumsi tsb. Dikembangkan teori

tentang komponen struktur dan pengatur alur pemrosesan informasi (proses control).

Komponen pemrosesan informasi dipilah menjadi tiga, berdasarkan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta proses terjadinya “lupa”.

Ketiga itu “sensory reseptor,working memory dan long term memory.

Page 73: Pengantar psikologi

JASMANI DAN RUHANI MANUSIALihat (Al-Hijr : 29 )

“dan ketika Aku sempurnakan kejadiannya (manusia), Aku tiupkan RuhKu kedalam dirinya”.

• Lihat (al-An’am : 93)

“ … alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang2 yang zalim dalam tekanan2 sakratulmaut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): “keluarkanlah nyawamu” .

Page 74: Pengantar psikologi

Sambungan…Lihat (Az-Zumar: 42)

“ Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan memegang jiwa orang yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang di tentukan. Yang demikian itu merupakan tanda2 bagi kaum yang berpikir”.

Lihat (At-Takwir : 7)

“ Dan bila Nafs2 dipertemukan (dg tubuh)”.

Page 75: Pengantar psikologi

Lihat (Al-Qiyamah: 26-30)“ sekali-kali jangan, bila nafs telah mendesak

sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepada nya): siapakah yang dapat menyembuhkan, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertautnya betis (kiri) dengan betis (kanan). Kepada Tuhanlah pada hari itu kamu dihalau”.

Page 76: Pengantar psikologi

TAQWA DIBAGI 2:Taqwa batin/mujahadah, menyikapi kenikmatan

dan kelezatan duniawi secukupnya, mengambil apa yang diperlukan (makan,minum,pangkat, jabatan) selebihnya ia berusaha tidak bergelimang dan terjerumus”.

Taqwa Fisik, menjaga segenap anggota tubuh dari berbuat maksiat”.

Page 77: Pengantar psikologi

Sambungan…Cara olah spiritual:

- menjalankan shalat tepat waktu

- sambangilah makam untuk mengingat mati

- datangi lokasi yang ada api membara

- bayangkan bahwa kematian, panasnya api neraka ada di depan anda

- tulis tokoh yang terinspirasi dari sang ayah

(wahidah handasah,Republika,2012)

Page 78: Pengantar psikologi

Percobaan I.P.PavlovAwal anjing diperlihatkan sekerat daging

(rangsang tak terkondisi). Timbul respon tanpa di pelajari. Ini dilakukan berulang kali dan anjing mengeluarkan liur.

Berikutnya ia memasangkan lampu, sebagai stimulus netral saat memunculkan daging. Stelah beberapa kali melihat daging dan nyala lampu anjing mengeluarkan liur

Kemudian dinyalakan lampu tampa daging, anjing tetap mengeluarkan liurnya. Inilah yang di sebut respon terkondisi.

Page 79: Pengantar psikologi

BF. SlinnerSeekor tikus dimasukkan ke kandang. Ketika

lapar tikus dpt mengambil makanan sendiri dari jendela kecil yg disediakan. Oleh Skinner suatu saat ketika tikus lapar dan ingin mengambil makan ternyata kotak kosong. Lalu Kalau ada makanan, bel dibunyikan dan lampu menyala. Akhirnya tikus tidak mau neambil makanan walaupun ia lapar, namun langsung ngambil makanan walaupun ia masih baru makan, kalau bel berbunyi atau lampu menyala.

Begitulah tikus membedakan stimulus yg ada (pengkondisian instrumen)

Page 80: Pengantar psikologi
Page 81: Pengantar psikologi
Page 82: Pengantar psikologi
Page 83: Pengantar psikologi
Page 84: Pengantar psikologi