PENGALIHAN FUNGSI TANAH ADAT MENJADI OBYEK .pengaruh kepariwisataan, ... Dalam pelaksanaan...

Click here to load reader

download PENGALIHAN FUNGSI TANAH ADAT MENJADI OBYEK .pengaruh kepariwisataan, ... Dalam pelaksanaan pengalihan

of 86

  • date post

    05-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENGALIHAN FUNGSI TANAH ADAT MENJADI OBYEK .pengaruh kepariwisataan, ... Dalam pelaksanaan...

i

PENGALIHAN FUNGSI TANAH ADAT MENJADI OBYEK

PARIWISATA DI DESA SUKAWATI KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR

PROPINSI BALI

TESIS

Program Studi Magister Kenotariatan Undip Semarang

Oleh:

NURHAYATI, SH B4B 005 191

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG 2007

ii

PENGALIHAN FUNGSI TANAH ADAT MENJADI OBYEK PARIWISATA DI DESA SUKAWATI KECAMATAN

SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR PROPINSI BALI

TESIS

Oleh:

NURHAYATI, SH B4B 005 191

Telah Dipertahankan di Depan Tim Penguji Pada Tanggal 18 April 2007

Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima

Menyetujui Komisi Pembimbing:

Pembimbing I Pembimbing II Prof. IGN.SUGANGGA, SH SUKIRNO, SH, MSi NIP. 130 359 063 NIP. 131 875 449

Ketua Program Studi

Magister Kenotariatan

H.MULYADI, SH,MS NIP.130 529 429

iii

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan syukur penulis panjatkan hanya kepada Ida Sang

Hyang Widhi Wasa, karena hanya atas rahmat dan karunia Ida Sang

Hyang Widhi Wasa pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan penulisan

Tesis yang berjudul: Pengalihan Fungsi Tanah Adat Menjadi Obyek

Pariwisata Di Desa Sukawati Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar

Propinsi Bali sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Magister

Kenotariatan (M.Kn) pada Program Studi Magister Kenotariatan

Universitas Diponegoro Semarang.

Pada saat penulisan Tesis ini, penulis mendapat banyak bantuan

baik yang berupa bantuan pemikiran maupun bantuan tenaga dan materi

yang tidak ternilai harganya dan tidak mungkin bisa terbalaskan. Namun

sebagai rasa syukur di atas dan sebagai manusia biasa yang serba

keterbatasan dengan segala kerendahan hati, penulis sampaikan banyak

terima kasih kepada:

1. Kepada Bapak Rektor Universitas Diponegoro Semarang;

2. Kepada Bapak Direktur Program Pascasarjana Universitas Diponegoro

Semarang;

3. Bapak H.Mulyadi, SH, MS, sebagai Ketua Program Studi Magister

Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang;

4. Bapak Yunanto, SH, M.Hum, sebagai Sekretaris I Program Studi

Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang;

5. Bapak H.Budi Ispriyarso, SH, M.Hum, sebagai Sekretaris II Program

Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang dan

sebagai Dosen Wali selama penulis menyelesaikan Studi;

iv

6. Bapak Prof.IGN.Sugangga, SH sebagai Dosen Pembimbing I dan

Bapak Sukirno, SH, M.Si, sebagai Dosen Pembimbing II yang telah

memberikan bimbingan, masukkan serta arahan selama penulis

menyelesaikan tesis ini;

7. Bapak dan Ibu Tim penguji tesis yang bersedia meluangkan waktu

untuk menguji dan memberikan saran serta masukkan yang

membangun demi kesempurnaan dan perbaikan tesis ini;

8. Kepada seluruh Dosen dan Staf Pengajaran lain yang tidak bisa penulis

sebutkan satu persatu, yang telah banyak membantu penulis selama

menempuh pendidikan di Program Studi Magister Kenotariatan

Universitas Diponegoro Semarang,;

9. Bapak Made Adnyana, SH Kepala Bagian Sub Tata Usaha Badan

Pertanahan Nasional Kabupaten Gianyar,

10. Bapak Drs. I Made Watha, SH, Camat Kecamatan Sukawati;

11. Bapak Wayan Regik Suartha Perbekel Sukawati, Nyoman Gamia

Bendesa Adat Sukawati, Bapak-Bapak Prajuru Desa Adat Sukawati;

12. Bapak dan Ibu Kandung tersayang, Ibu Mertua yang saya hormati dan

mendukung perjalanan ananda menempuh pendidikan, sehingga

ananda dapat menyelesaikan studi ini dengan hasil yang baik;

13. Untuk suamiku Nyoman Gede Suardika, SE, dan anak-anakku Novanti

Sari Dewi dan Ari Baskara, yang telah sabar menunggu dan memacu

semangat perjuangan istri/ibunya;

14. Kakak dan adik kandung serta kakak dan adik iparku yang juga telah

banyak membantu dalam penyelesaian pendidikan;

15. Seluruh teman-teman seperjuangan kelas Akhir Pekan angkatan

Pertama 2005 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu;

Penulis sadar, di dalam menyelesaikan penyusunan tesis ini

masih banyak kekurangan dan ketidak sempurnaan meski penulis

sudah berupaya semaksimal mungkin. Kesemua ini tidak ada unsur

kesengajaan akan tetapi hanya dikarenakan keterbatasan ilmu penulis

mengenai pengalihan fungsi tanah adat menjadi obyek wisata. Oleh

v

karena itu, penulis berharap adanya masukkan, kritik dan saran yang

sifatnya untuk meningkatkan mutu dan perbaikan tesis ini sehingga

karya ilmiah ini bisa bermanfaat untuk kemajuan ilmu dan wawasan.

Semarang, 18 April 2007

Ttd

PENULIS

vi

PERNYATAAN

Dengan ini penulis menyampaikan bahwa Tesis ini adalah hasil pekerjaan penulis

sendiri dan di dalamnya tidak terdapat karya yang telah diajukan untuk

memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan lembaga pendidikan

lainnya. Pengetahuan yang diperoleh dari hasil penerbitan maupun yang belum

atau tidak diterbitkan, sumbernya telah dijelaskan di dalam tulisan dan daftar

pustaka dari tulisan ini.

Semarang, 18 April 2007

Penulis

NURHAYATI, SH

vii

ABSTRAK Pengalihan Fungsi Tanah Adat Menjadi Obyek Pariwisata Di Desa Sukawati

Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Propinsi Bali

Oleh: Nurhayati, SH B4B 005 191

Bali adalah kota tujuan wisata. Sebagai daerah tujuan wisata, sudah seharusnyanya semua elemen pendukung untuk mencapai tujuan tersebut saling bekerja sama dan saling membantu untuk menata kota. Tidak terkecuali, apakah dari pemerintah ataupun dari masyarakat Bali sendiri, termasuk juga masyarakat desa adat Sukawati, kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar. Sebagai daerah tujuan wisata, maka akan banyak para wisatawan lokal dan asing berdatangan ke propinsi Bali, sehingga akan berpengaruh kepada meningkatnya kebutuhan tanah untuk dijadikan obyek wisata. Dahulu, tanah-tanah di Bali merupakan sesuatu yang sakral dan merupakan suatu kesatuan dengan jiwa masyarakat. Dalam hal pemanfaatan tanah, masyarakat Bali selalu menghubungkannya dengan hal-hal religius dan hanya dipergunakan untuk tempat tinggal serta untuk keperluan adat saja. Akan tetapi, karena kebutuhan tanah semakin meningkat dikarenakan pengaruh kepariwisataan, hal-hal di atas semakin lama semakin ditinggalkan. Apalagi pengaruh kebutuhan ekonomi semakin meningkat dan bergesernya pola pikir masyarakat Bali khususnya di Desa Sukawati. Metode yang dipakai penulis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Yuridis-Empiris dengan metode pendekatan Diskriftif-Analisis. Untuk pengumpulan data dan bahan hukum primer dan sekunder, diteliti melalui pengamatan langsung ke lapangan, melakukan wawancara baik terstruktur maupun tidak terstruktur dan mempelajari dokumen-dokumen hukum dan norma-norma adat serta menggunakan metode observasi. Adapun analisis data, tehnik yang dilakukan secara kualitatif.

Dalam pelaksanaan pengalihan fungsi tanah adat menjadi obyek pariwisata di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar ini, dilakukan dengan cara jual beli atau sewa kepada para investor. Untuk menentukan dialihkan apa tidak harus melalui musyawarah semua perangkat desa..Terjadinya pengalihan fungsi tanah adat ini karena factor ekonomi dan factor perubahan pola pikir masyarakat Akan selalu terjadi, untuk membuat suatu peraturan baru, pasti ada yang setuju dan ada yang tidak setuju dan mendapatkan hambatan. Demikian pula dalam hal pengalihan fungsi tanah adat menjadi obyek wisata di Desa Sukawati, hambatan utama adalah datang dari golongan orang tua yang takut terjadi malapetaka apabila tempat-tempat pemujaan atau tempat sembahyang dipindah atau dibongkar. Akan tetapi, dengan pendekatan dan musyawarah yang baik, hambatan itu dapat ditanggulangi.Namun demikian, ada hal-hal yang memang harus dipertahankan dan tidak boleh dihilangkan, yaitu mengenai tempat-tempat ibadah/pura yang tetap harus dijaga keberadaannya.

viii

ABSTRACT

The Function Conversion of Custom Land to be the Tourism Object in Sukawati Village, Sukawati Sub-District Gianyar Regency, Bali Province

By:

Nurhayati, SH B4B 005 191

Bali is a tourism destination city. As the tourism destination area, its a necessity for entire part of supporting elements to cooperate and participate to manage the city in order to fulfill the purpose. Including all elements of governmental and social order, especially the society members of Sukawati custom village, Sukawati Sub-District, Gianyar Regency. Within the matter, there will be plenty of local and foreign tourists visiting Bali Province, in which the land for tourism purpose would be required more than ever. Years in advance, lands in Bali was considered sacral and as the unity of people soul. Upon the land exploitation, Balinese always relates it with religious matter and only uses it as the shelter and above matters were placed behind. Moreover, the financial pressure increases gradually and the phenomenon of the thinking pattern shifting of Bali society especially in Sukawati Village holds. The research used jurid