Penerapan Good Governance

Click here to load reader

  • date post

    21-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    268
  • download

    1

Embed Size (px)

description

yusran

Transcript of Penerapan Good Governance

PENERAPAN GOOD GOVERNANCE DI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN PANDEGLANGSKRIPSIDiajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosialpada Program Studi Ilmu Administrasi NegaraOleh :AGNES RIMBAWANNIM. 6661062433FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASASERANG BANTEN2012Motto Hidup :TIDAK ADA YANG BISA MENGHENTIKAN LANGKAHKU UNTUK MERAIH APA YANG KU INGINKAN DAN KU PERJUANGKAN, KECUALI TUHAN...Skripsi ini ku persembahkan untukkedua orang tua ku, adik-adik ku, dan teman-temanku seperjuanganku.ABSTRAKAgnes Rimbawan, Penerapan Good Governance di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang. Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Pembimbing I Drs. Hasuri Waseh S.E, M.Si, Pembimbing II Titi Stiawati S.Sos,M.Si.Fokus penelitian ini adalah Penerapan Good Governance di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang. Tujuan diterapkannya Good Governance Dalam rangka menjamin terciptanya pemerintahan yang bersih, jujur dan transparan sesuai dengan undang-undang nomor 32 tahun 2004, diperlukan program pembinaan produk hukum daerah yang dapat menjadi media kontrol & akses masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota termasuk terwujudnya pemerintahan yang amanah. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Agus Dwiyanto, yang terdiri dari enam prinsip yaitu partisipasi, transparansi, akuntabilitas, efektif dan efisien, kepastian hukum, dan responsif. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan oleh peneliti, dalam penerapan good governance di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang tidak berjalan secara maksimal. Hal ini karena dalam proses pelaksanaannya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip good governance yang harus diterapkan seperti Tidak adanya partisipasi dari masyarakat. Bentuk transparansi yang diberikan tidak dapat diterapkan dengan efektif dan menyeluruh. Akuntabilitas yang diberikan kepada masyarakat masih belum maksimal dari hasil kinerjanya. Kurangnya kualitas SDM pegawai yang berpengaruh terhadap kinerja dasn pemberian pelayanan kepada masyarakat tidak efektif dan efisien. Supremasi hukum yang diharapkan tidak berjalan dengan efektif. Tidak responsifnya pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan agar good governance bisa diterapkan dengan efektif maka perlu dilakukan seperti membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat mengenai kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tidak melalui media internet saja, tapi dengan menggunakan media lainnya. meningkatkan pengawasan pada setiap proses pelelangan terhadap pemenangan tender dan dalam pelaksanaan pembangunan, Lebih meningkatkan kualitas SDM pegawai Dinas Pekerjaan Umum. Kata kunci: Penerapan, Good GovernanceABSTRACTAgnes Rimbawan, The Application of Good Governance at the public work office of Pandeglang regency. The Study Program Of Public Studi Administration, The Faculty Of Social And Politics, Sultan Ageng Tirtayasa. The Supervisior I Drs. Hasuri Waseh S.E, M.Si, The Supervision II Titi Stiawati S.Sos,M.Si.The focus of this research is the applicatioan of good governance at the public work office of Pandeglang regency. The purpose of good governance applicatioan is to guarantee the creation of clean. Hones and transparent governance suitable for the regulation number 32 the year of 2004 , it is riquired the program of the program of local law product building which can be the controlling media and the peoples access in caryying out the governance and the building of town included to make believable or trusteeship governance. the theory wich is used in this research is the theory of Agus Dwiyanto which consists of six principles, those are participation, transparency, accountability, effective and efficient, certainty law the responsive. The method which is used by the researcher in this study is the method of case study with of the approach of qualitative. Based on the study result and the data analysis which have been done by the researcher in the application of good governance at the public office Pandeglang regency does not run maximum. it is caused by the procces of implementation which is not suitable with principles of good governance the should be applied seems like wihout peoples participation. the from of tansparency which has been given to the people is less maximum if it is compared with the work ethos. Less quality of the human resources of the employees influences to the work ethos and the public servies is not effective and efficient. The irresponsible employees in giving the services to the public. And that good governance can be implemented effectively it needs to be done as open information as possible to the public on the activities in the implementation of development activities organized by the Public Works office. Outreach to the community not only through internet media, but by using other media. increased scrutiny on any auction process to award the tender and the implementation of development, more to improve the quality of human resources Public Works Offic.Key word : Application, Good GovernanceiKATA PENGANTARBismillahirrahmanirrahimAssalamualaikum Warahmatullahi WabarakatuhAlhamdulillahirabbilalamin. Tiada kata yang layak terucap selain mengucap syukur kepada sang pencipta Allah Swt yang tiada henti memberikan segores tinta semangat dan harapan, hingga akhirnya Skripsi yang sederhana ini dapat terselesaikan sesuai dengan harapan. Terima kasih pula yang sebesar-besarnya kepada Ayahanda, Ibunda, dan Adik-adikku yang selalu kubanggakan. Skripsi ini aku persembahkan untuk kalian yang sangat berarti dalam hidup ini.Ucapan terima kasih juga peneliti sampaikan kepada pihak-pihak yang telah banyak memberikan pengajaran, bantuan, serta dukungan moril dan materil dalam upaya penyelesaian penelitian ini yang berjudul Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang. Untuk itu, peneliti sampaikan banyak terima kasih kepada:1. Prof. Dr. H. Soleh Hidayat, M.Pd., Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.2. Dr. Agus Sjafari, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.3. Kandung Sapto N, S.Sos., M.Si., Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.4. Mia Dwiana, M.Si., Pembantu Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.5. Gandung Ismanto, S.Sos., MM., Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. ii6. Rina Yulianti, S.I.P., M.Si., Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.7. Drs. Hasuri Waseh. M.Si., Pembimbing I yang senantiasa memberikan arahan, motivasi dan semangat bagi peneliti dalam setiap tahapan bimbingan yang telah dilakukan selama ini8. Titi Stiawati, S.Sos., M.Si., Pembimbing II yang senantiasa selalu penuh kesabaran memberikan bantuan, arahan, motivasi, semangat dan selalu mendukung bagi peneliti dalam setiap tahapan bimbingan yang telah dilakukanselama ini9. Listyaningsih, S.Sos. M.Si., Dosen wali Akademik yang senantiasa memberikan arahan, motivasi dan semangat bagi peneliti dalam setiap tahapan dalam perkuliahan.10. Seluruh Dosen dan Staf Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, yang telah membekali peneliti dengan ilmu pengetahuan yang luar biasa selama perkuliahan.11. Keluarga besarku yang begitu besar mendukung dan memotivasi peneliti untuk menyelesaikan Skripsi ini.iii12. Teman-taman seperjuanganku yang selalu setia menemani, di saat suka dan duka. Selain itu, peneliti sebagai penyusun menyadari akan adanya kekurangan-kekurangan yang dimiliki, oleh karena itu peneliti mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak. Disisi lain, peneliti juga berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.Akhir kata peneliti ucapkan terimakasih.Wassalamualaikum wr.wbSerang, April 2012PenulisAgnes RimbawanivDAFTAR ISIHalamanPERSYARATAN ORISIONALITASLEMBAR PERSETUJUANLEMBAR PENGESAHANMOTO DAN PERSEMBAHANABSTRAKABSTRACTKATA PENGANTAR .......... ............................................................................... iDAFTAR ISI ......................... ............................................................................... ivDAFTAR LAMPIRAN ......................... ............................................................... viiDAFTAR TABEL ................... ............................................................................. viiiDAFTAR GAMBAR ........................................................................................... ixBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ....................................................................... 11.2 Identifikasi .... ...................................................................................... 71.3 Pembatasan Masalah............................................................................. 81.4 Perumusan Masalah ............................................................................. 81.5 Tujuan Penelitian . ................................................................................ 9 v1.6 Manfaat Penelitian . ................................................................................ 91.7 Sistematika Penulisan . ........................................................................... 10BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN ASUMSI DASAR2.1 Tinjauan Pustaka ..................................................................................... 152.1.1. Pengertian Penerapan. ..................................................................... 162.1.2. Pemerintahan Yang Baik (Good Governance). .............................. 162.1.3. Prinsip-prinsip Good Governance. ................................................. 22 2.2. Kerangka Berfiki & Asumsi Dasar ...................................................... 242.2.1 Kerangka Berfikir ............................................................................ 242.2.2 Asumsi Dasar .................................................................................. 27BAB III METODOLOGI PENELITIAN3.1. Metode Penelitian .............................................................................. 293.2. Instrumen Penelitian .......................................................................... 303.3. Informan Penelitian ........................................................................... 333.4. Teknik Analisis Data ......................................................................... 343.5. Pengujian Validitas dan Realibitas Data ........................................... 373.6. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................... 38BAB IV PEMBAHASAN4.1 Hasil Penelitian ......................................................................................... 404.1.1. Gambaran Umum Kabupaten Pandeglang. ..................................... 404.1.2. Gambaran Umum Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang. ................................................................. 424.1.3. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pekerjaan UmumviKabupaten Pandeglang. .................................................................. 48 4.1.4 Visi Misi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang ............ 564.1. Deskripsi Data .................................................................................... 584.2.1. Deskripsi Data Penelitian. ............................................................... 584.2.2. Data Informan. ................................................................................ 604.2.3. Penyajian Data. ................................................................................ 614.2.4. Partisipasi. ....................................................................................... 634.2.5. Transparansi. ................................................................................... 674.2.6. Akuntabilitas. .................................................................................. 704.2.7. Efektif dan Efisien. .......................................................................... 764.2.8. Kepastian Hukum. ........................................................................... 854.2.9. Responsif. ........................................................................................ 884.2. Pembahasan Hasil Penelitian ............................................................. 91BAB V PENUTUP5.1. Kesimpulan ...................................................................................................... 98 5.2. Saran ...................................................................................................... 99DAFTAR PUSTAKALAMPIRANRIWAYAT HIDUPviiDAFTAR LAMPIRAN1. Surat Ijin Melakukan Penelitian2. Memberchek3. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 06 Tahun 2008Tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja PerangkatDaerah Kabupaten Pandeglang4. Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum5. Data Pegawai Dinas Pekerjaan Umum6. Foto Penelitian7. Daftar Pertanyaan8. Berita Acara Penelitian9. Riwayat HidupviiiDAFTAR TABEL3.5. Waktu Penelitian ................................................................................... 394.1.2. Jumlah Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang ....... 434.1.3. Tingkat Pendidikan Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang ......................................................................... 354.1.4. Jumlah Pegawai PNS dan NON PNS di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang ......................................................................... 454.1.5. Daftar Informan .................................................................................... 47ixDAFTAR GAMBAR2.2.1 Gambar Kerangka Berpikir . ........................................................................................... 263.4 Gambar Analisis data menurut Miles & Huberman...................................................... 361BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah Sebagaimana diketahui bahwa Bangsa Indonesia pada umumnya, saat ini dihadapkan pada perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis dan mempengaruhi birokrasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Salah satu perubahan lingkungan strategis dimaksud adalah penerapan paradigma Kepemerintahan yang baik (Good Governance ) yang memberikan nuansa peran dan fungsi yang seimbang antara pemerintah, swasta dan masyarakat, dengan prinsip-prinsip yang mendasarinya antara lain adalah transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Apabila keseimbangan peran dari ketiga aktor tersebut dapat diterapkan, maka prinsip dasar dari Good Governance tersebut dapat dirasakan oleh pihak-pihak yang terkait. Hal ini juga memudahkan Instansi Pemerintah dalam melaksanakan pemerintahan dan mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada masyarakat.Kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan hal yang paling mengemuka dalam pengelola administrasi publik dewasa ini. Tuntutan gencar yang dilakukan oleh pemerintah untuk melaksanakan penyelenggaran pemerintah yang baik adalah sejalan dengan meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat di samping adanya pengaruh globalisasi. Pola lama pemerintah tidak sesuai lagi dengan tatanan masyarakat yang telah berubah. Oleh karena itu, tuntutan itu merupakan hal yang wajar dan sudah seharusnya direspon oleh pemerintah dengan 1 2melakukan perubahan-perubahan yang terarah pada terwujudnya penyelenggaraan pemerintah yang baik.Beberapa dekade terakhir, dalam konteks penyelenggaraan pemerintah baikdi level pusat maupun daerah angin perubahan secara deras menghembus untuk menciptakan arus tata pemerintahan pada pelaksanaan konsep pemerintahan yang baik atau dikenal dengan good governance dengan sembilan prinsipnya.Good governance yang dimaksud adalah merupakan proses penyelenggaraan kekuasaan negara dalam melaksanakan penyediaan public good and services disebut governance (pemerintahan atau kepemerintahan), sedangkan praktek terbaiknya disebut good governance (kepemerintahan yang baik). Agargood governance dapat menjadi kenyataan dan berjalan dengan baik, maka dibutuhkan komitmen dan keterlibatan semua pihak yaitu pemerintah, private sector dan masyarakat. Good governance yang efektif menuntut adanya koordinasi yang baik dan integritas, profesional serta etos kerja dan moral yang tinggi. Dengan demikian penerapan konsep good governance penyelenggaraan kekuasaan pemerintah negara merupakan tantangan tersendiri.Dalam rangka menjamin terciptanya pemerintahan yang bersih, jujur dan transparan sesuai dengan undang-undang nomor 32 tahun 2004, diperlukan program pembinaan produk hukum daerah yang dapat menjadi media kontrol & akses masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota termasuk terwujudnya pemerintahan yang amanah. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan menyusun kerangka kebijakan penyelenggaraan pemerintah yang bersih sesuai prinsip-prinsip good governance. Berdasarkan peraturan daerah kabupaten 3pandeglang nomor 06 tahun 2008 tentang pembentukan, susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah kabupaten pandeglang. Bagian keenam Dinas Pekerjaan Umum (paragraf 1) Kedudukan pasal 39, menerangkan bahwa : Dinas Pekerjaan Umum adalah merupakan unsur pelaksana pemerintah kabupaten, dipimpin oleh kepala dinas, yang bertanggung jawab kepada bupati melalui sekertaris daerah. (paragraf 2) Tugas pasal 40, menerangkan bahwa : Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas membantu bupati melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan di bidang kebinamargaan, pengairan dan keciptakaryaan.Konsep pemerintahan yang baik tidak hanya terhenti hanya sebatas tradisi, namun pada gilirannya kelak akan menjadi sebuah peradaban pemerintahan. hal ini tentu tidak terlepas dari makna pemerintahan sebagai bentuk organisasi dengan identitas dinamis dan selalu berubah, seiring dengan waktu yang akan terus menguji dan membuktikan semakin rentannya umur peradaban itu sendiri. untuk mewujudkan hal ini tidak saja mutlak peran dominan dari aparat pemerintahn saja, namun ditemukan sinergis antara tiga komponen dari pemerintah yang baik itu sendiri, yaitu pemetintah, swata dan masyarakat.Kesadaran akan pentingnya kerjasama antara tiga komponen tersebut, merupakan sebuah refleksi dari perubahan masalalu, dimana negara telah gagal menciptakan sebuah ruang dialog, yang menyebabkan ruang komunikasi tertutup, sehingga dalam penyelesaian setiap masalah dan kekerasan menjadi strategi politik dalam mencapai suatu tujuan. 4Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan tuntutan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan serta cita-cita berbangsa dan bernegara. Dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, dan terukur, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Perlu diperhatikan pula adanya mekanisme untuk meregulasi akutabilitas pada setiap instansi pemerintah dan memperkuat peran dan kapasitas parlemen, serta tersedianya akses yang sama pada informasi bagi masyarakat luas.Konsep pemerintahan yang baik, dalam ruang yang ideal dan sangtatlah mustahil untuk di implementasikan dalam suatu pemerintahan secara utuh, tidak memandang apapun atau dimana pun negaranya. Karena memang tidak ada parameter baku dari keberhasilan pemerintahan yang baik itu sendiri. hanya saja, titik tekannya lebih kepada bagaimana nilai-nilai pemerintahan yang baik itu bisa terus dikembangkan oleh pemerintah dan bukan saja untuk mencari kerangka pertama atau sekedar menjadi proses berfikir dari pemerintah saja, namun dari itu jauh lebih penting darai nilai-nilai pemerintahan yang baik akan mejadi tradisi dan membudaya.Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan aparatur pemerintahan telah diadakan pendidikan, penataran/kursus yang menyangkut masalah teknis dan administratif. Hal ini dimaksudkan untuk mengimbangi perkembangan volume tugas yang meningkat dengan pesat. Begitu pula dengan penerapan good governance di pemerintahan Kabupaten Pandeglang yang juga 5membutuhkan upaya peningkatan yang maksimal agar pemerintahan Kabupaten Pandeglang terbentuk pemerintahan yang Good Governance.Berdasarkan hasil observasi awal peneliti dilapangan, ternyata masih banyak permasalahan yang ada terkait dengan penerapan good governance yang berdasarkan pada prinsip-prinsipnya, namun peneliti hanya memfokuskan penelitian pada instansi pemerintah yakni Dinas Pekerjaan Umum Diantaranya adalah :1. Tidak transparannya pemerintah dalam penetapan anggaran yang diberikan kepada setiap Dinas dan penggunaan anggaran yang diberikan. seharunya masyarakat ikut mengetahui setiap anggaran yang berasal dari APBD, khususnya penggunaan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dalam hal pengerjaan proyek infrastruktur. (Hasil wawancara dengan Bpk. Dede dan Ibu siti Nurul/warga).2. Banyak permasalahan dikarenakan kurang responnya aparatur dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, seperti seringnya parakontraktor yang tidak segera di tanggapi ketika membutuhkan informasi mengenai prosedur mengurus tagihan proyek. (Hasil wawancara dengan Bpk. Ahmad Solehudin atau Kontraktor dari PT. Mustika Selat Sunda).3. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang kontraktor (Bpk. Ahmad Solehudin dari PT. Mustika Selat Sunda), bahwa terjadi pungutan liar yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum terhadap pihak ke 3 (kontraktor) yang mengerjakan proyek, dimana terkadang dalam satu proses 6pengajuan kontrak dinas meminta imbalan kepada pihak ke-3 (kontraktor) jika kontrak tersebut ingin diproses cepat.4. Adanya penyalahgunaan wewenang untuk meloloskan tagihan yang diajukan kontraktor yang sebenarnya dari segi kelengkapan kontrak proyek diantaranya adalah (kuitansi pembayaran, surat perintah kerja, berita acara pemeriksaan, berita acara serah terima, berita acara pembayaran, surat keputusan, fakta integritas, invoice, surat setoran pajak, SPM, SPP, surat pengantar, kartu kendali, profil perusahaan, jaminan pemeliharaan, profil ijin perusahaan) belum sesuai atau lengkap, hal ini biasanya terjadi karena adanya unsur kedekatan atau hubungan kekerabatan antara pihak ke-3 (kontraktor) dengan pegawai dinas yang mengurusi kontrak tagihan tersebut, dan pada akhirnya kontrak yang semestinya tidak dapat diproses karena dari segi kelengkapan belum memenuhi aturan, akhirnya tetap diproses walaupun menyalahi aturan. (Hasil wawancara dengan Bpk. Ahmad Solehudin atau Kontraktor dari PT. Mustika Selat Sunda).5. Kontraktor harus menyerahkan sekitar 5% dari jumlah proyeknya yang berhasil didapatkan, biasanya antara dinas dan pihak ke-3 (kontraktor) terdapat kesepakatan dimana jika proyek tersebut berhasil, maka kontraktor harus menyerahkan kurang lebih 5% dari jumlah tagihannya, padahal hal tersebut menyalahi aturan dan tidak ada dasar hukumnya. (Hasil wawancara dengan Bpk. Ahmad Solehudin atau Kontraktor dari PT. Mustika Selat Sunda). 7Maka berdasarkan latar belakang dari permasalahan tersebut di atas penulis di dalam pembuatan penelitian ini tertarik untuk mengetahui lebih mendalam mengenai permasalahan yang sebenarnya tentang Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang .1.2 Identifikasi Masalah dan Batasan MasalahDari uraian di atas mengenai Upaya Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang, dapat dilihat permasalahan yang terjadi di dalamnya yaitu:1. Adanya pungutan liar yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum terhadap pihak ke 3 (kontraktor) yang mengerjakan proyek. (Hasil wawancara dengan Bpk. Ahmad Solehudin atau Kontraktor dari PT. Mustika Selat Sunda).2. Penyalahgunaan wewenang untuk meloloskan kontraktor yang sebenarnya dari segi kelengkapan kontrak proyek belum sesuai. (Hasil wawancara dengan Bpk. Ahmad Solehudin atau Kontraktor dari PT. Mustika Selat Sunda).3. Kontraktor harus menyerahkan sekitar 5% dari jumlah proyeknya yang berhasil didapatkan. (Hasil wawancara dengan Bpk. Ahmad Solehudin atau Kontraktor dari PT. Mustika Selat Sunda).84. Tidak transparannya pemerintah dalam penetapan anggaran yg diberikan kepada setiap dinas dan penggunaan anggaran yang diberikan. (Hasil wawancara dengan Bpk. Dede dan Ibu siti Nurul/warga).5. Kurang responnya aparatur dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat (kontraktor). (Hasil wawancara dengan Bpk. Ahmad Solehudin atau Kontraktor dari PT. Mustika Selat Sunda).1.3 Batasan MasalahPeneliti menyadari bahwa permasalahan yang terdapat pada Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang sangatlah kompleks, akan tetapi dalam penelitian ini peneliti tidak dapat melakukan eksplrolasi terhadap semua masalah pada Hal tersebut, Dalam hal ini peneliti memfokuskan penelitiannya hanya pada Penerapan Good Governance dengan melakukan kajian implementasi dan evaluasi.1.4 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan diketengahkan dalam penelitian ini adalah :1. Bagaimakah Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang ?2. Hambatan hambatan apa saja yang ada dalam Proses Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang?91.5 Tujuan penelitian Berdasarkan masalah di atas, maka penelitian ini mempunyai tujuan untuk, mengkaji lebih dalam Tentang Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang. Bertujuan mengetahui Bagaimanakah Peningkatan Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglangdan apa saja hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses penerapan Good Governance Di Dinas pekerjaan Umum tersebut.1.6 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini terdiri dari manfaat teoritis dan manfaat praktis.a. Manfaat TeoritisDalam penelitian ini diharapkan peneliti dapat mengaplikasikan materi-materi pengajaran mengenai good governance khususnya mengenai penerapan good governance serta dapat memberikan sumbangan pemikiran guna melakukan pengembangan penerapan good governance.b. Manfaat praktis penelitian tentang Upaya Penerapan Good Governance Melalui Pendidikan dan Pelatihan bagi Aparatur Pemerintahan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang adalah memberikan umpan balik (feedback) kepada Pemerintah Daerah dan juga aparat-aparat terkait yang seharusnya melakukan kinerja dengan baik. Juga memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa kualitas Pegawai Negeri Sipil akan sangat memberikandampak langsung bagi masyarakat terutama dalam hal pelayanan,juga 10memberikan kesadaran akan pentingnya partisipasi atau peran aktif masyarakat peningkatan kualitas Pegawai Negeri Sipil.1.7 Sistematika PenulisanSistematika penulisan merupakan garis besar penyusunan skripsi yang bertujuan untuk memudahkan jalan pikiran dalam memahami secara keseluruhan isi dari skripsi. Adapun sistematika penulisan skripsi ini. Penulisan skripsi ini tersusun atas sistematika sebagai berikut:1.1 Latar Belakang MasalahLatar belakang masalah merupakan gambaran tentang ruang lingkup dan kedudukan masalah yang di teliti dalam bentuk uraian secara deduktif, dari lingkup yang paling umum menukik ke masalah yang paling spesifik, yang relevan dengan judul skripsi.1.2 Identifikasi MasalahIdentifikasi masalah menyebutkan permasalahan yang muncul atau yang ada pada obyek yang diteliti. Identifikasi masalah biasanya dilakukan pada studi pendahuluan ke obyek yang diteliti, observasi dan wawancara ke berbagai sumber sehingga semua permasalahan dapat di identifikasi.1.3 Batasan MasalahUntuk mempermudah dan menghemat penelitian, maka peneliti membatasi dan merumuskan masalah. Pembatasan masalah mencakup pembatasan lokus dan fokus penelitian.111.4 Rumusan MasalahPerumusan masalah adalah mendefinisikan permasalahan yang telah ditetapkan berdasarkan desain penelitian. Perumusan masalah disusun dengan memperhatikan maksud dan tujuan penelitian.1.5 Tujuan penelitian Mengungkapkan tentang sasaran yang ingin di capai dengan dilaksanakannya penelitian terhadap masalah yang telah dirumuskan. Isi dan rumusan tujuan penelitian sejalan dengan isi dan rumusan masalah penelitian.1.6 Manfaat PenelitianMenjelaskan manfaat teoritis atau kegunaan terhadap dunia akademik dan manfaat praktis. Sehingga hasil penelitian dapat digunakan sebagaimana mestinya.1.7 Sistematika PenulisanMenjelaskan isi bab per bab dan menjelaskan urutan penulisan skripsi secara keseluruhan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN ASUMSI DASAR2.1 Tinjauan PustakaTinjauan Pustaka memuat hasil kajian terhadap sejumlah teori yang relevan dengan permasalahan dan variabel penelitian sehingga akan memperoleh konsep penelitian yang jelas.2.2 Kerangka BerfikirKerangka berfikir menggambarkan alur pikiran peneliti sebagai kelanjutan dari deskripsi teori. 122.3 Asumsi DasarMerupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang akan diteliti, dan akan diuji kebenarannya.BAB III METODE PENELITIAN3.1 Metode PenelitianMetode penelitian menjelaskan tentang metode apa yang dipergunakan dalam penelitian.3.2 Instrumen PenelitianDalam penelitian ini instrumen yang utama adalah peneliti sendiri, namun setelah fokus penelitian menjadi jelas, mungkin akan dikembangkan instrumen penelitian sederhana, yang diharapkan dapat digunakan untuk menjaring datapada sumber data yang lebih luas, dan mempertajam serta melengkapi data hasil pengamatan dan observasi.3.3 Informan PenelitianInforman penelitian adalah pihak yang memberikan informasi berupa lisan maupun tulisan kepada peneliti. Pemberian informasi biasanya dengan cara wawancara dengan peneliti.3.4 Teknik Analisa DataAnalisa data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri. 133.5 Validitas DataUji validitas data menjelaskan cara untuk menguji keabsahan data penelitian.3.6 Tempat dan WaktuMenjelaskan tentang tempat dan waktu penelitian tersebut dilaksanakan.BAB IV HASIL PENELITIAN4.1 Deskripsi Obyek PenelitianMenjelaskan tentang obyek penelitian yasng meliputi lokasi penelitian secara jelas, struktur organisasi dari populasi yang telah di tentukan serta hal lain yang berhubungan dengan obyek penelitian.4.2 Deskripsi DataMenjelaskan hasil penelitian yang telah diolah dari data mentah yang menggunakan teknik analisis data yang relevan.4.3 PembahasanMerupakan pembahasan lebih lanjut dan lebih rinci terhadap hasil penelitian.BAB V PENUTUP5.1 SimpulanMenyimpulkan hasil penelitian yang di ungkapkan secara singkat, jelas dan mudah dipahami.5.2 SaranBerisi rekomendasi penelitian terhadap tindak lanjut dari sumbangan penelitian terhadap bidang yang diteliti baik secara teoritis maupun praktis.Pada bab ini dijelaskan mengenai; Judul Penelitian, Latar Belakang Penelitian, Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Pendekatan Masalah dan Sistematika Penulisan. 14DAFTAR PUSTAKABerisi daftar referensi yang digunakan dalam penyusunan skripsi.LAMPIRANMemuat lampiran-lampiran yang dianggap perlu dan relevan, tersusun secara berurutan yang dianggap perlu oleh peneliti, yang berhubungan dengan data penelitian, dan tersusun secara berurutan.15BAB IITINJAUAN PUSTAKA DAN ASUMSI DASAR2.1 Tinjauan PustakaDengan penggunaan teori akan ditemukan cara yang tepat untuk mengelola sumber daya, waktu yang singkat untuk menyelesaikan pekerjaan dan alat yang tepat untuk memperingan pekerjaan. Dalam penulisan skripsi dibutuhkan teori-teori yang dapat mendukung dan dapat dijadikan sebagai landasan bagi pelaksanaan praktek penelitian.Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, peneliti menggunakan beberapa istilah yang berkaitan dengan masalah penelitian. Untuk itu pada bab ini peneliti menggunakan beberapa teori yang mendukung masalah dalam penelitian ini. Teori dalam ilmu administrasi mempunyai peranan yang sama seperti ilmu-ilmu lainnya, yaitu berfungsi untuk menjelaskan dan menjadi panduan dalam penelitian. Pada bagian ini dipaparkan teori-teori serta pustaka yang dipakai pada waktu penelitian. Teori-teori ini diambil dari buku literatur. Teori yang dibahas meliputi teori tentang good governance dan prinsip-prinsip good governance. Pada bagian ini pula akan disertakan asumsi dasar peneliti, dimana asumsi dasar tersebut merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang akan diteliti, dan akan diuji kebenarannya.15 162.1.1 Pengertian PenerapanMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian penerapan adalah perbuatan menerapkan. Sedangkan menurut beberapa ahli berpendapat bahwa, penerapan adalah suatu perbuatan mempraktekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya.2.1.2 Pemerintahan yang baik (good governance)Pemerintahan yang baik (good governance) sering disebut pada berbagai event dan pariwisata oleh berbagai kalangan, pengertian good governance bisa berlainan antara satu dengan yang lain. ada sebagian kalangan mengartikan good governance sebagai kinerja suatu lembaga, misalnya kinerja lembaga suatu negara, perusahaan, atau organisasi masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. sebagian kalangan lain yang mengartikan good governancesebagai penerjemahan konkret demokrasi dengan meniscayakan adanya civic culture sebagai penopang sustanaibilitas demokrasi itu sendiri.Menurut Hetifah Sj, Sumarto (2003 : 1) dalam bukunya Inovasi, Partisipasi, dan Good Governance Governance di sini diartikan sebagai mekanisme , praktik , dan tata cara pemerintah dan warga mengatur sumber daya serta memecahkan masalah-masalah publik. Dalam konsep Governance , pemerintah hanya menjadi salah satu aktor dan tidak selalu menjadi faktor paling menentukan. Implikasinya, peran pemerintah sebagai pembangun maupun penyedia jasa pelayanan dan infrastuktur akan bergeser menjadi badan pendorong terciptanya lingkungan yang mampu memfalisitasi pihak lain di komunitas dan sektor swasta untuk ikut aktif melakukan upaya tersebut. 17Masih banyak lagi pengertian good governance yang diberikan oleh berbagai pihak. namun ringkasnya good governance diartikan sebagai pengelolaan pemerintahan yang baik, kata baik disini dimaksudakan sebagai kaidah-kaidah tertentu sesuai dengan prinsip-prinsip dasar good governance.Menurut Mardiasmo (2004 : 24) pengertian Governance :Governance dapat diartikan sebagai cara mengelola urusan-urusan publik.Dan menurut World Bank (1997 : 15) dalam bukunya world development report menjelaskan good governance sebagai :the way state power is used in managing economic and social resources for development of societyDalam hal ini, lebih menekankan pada cara pemerintah mengelola sumberdaya sosial dan ekonomi untuk kepentingan masyarakat.Menurut United Nation Development Program (UNDP) mendefinisikan good governance sebagai :the exercise of political, economic, and administrative authority to manage a nations affair at all levels. Dalam hal ini UNDP lebih menekankan pada aspek politik, ekonomi, administratif, dalam pengelolaan negara. Menurut Gandung Ismanto Good Governance Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Di Daerah (2005 : 3), Good Governance adalah :Good Governance secara istilah merujuk pada kultur dan stuktur pemerintahan yang menjalankan kekuasaan didalam suatu negara, tidak hanya menyangkut lembaga eksekutif, namun seluruh negara yang menyangkut penyelenggaraan kehidupan bernegara.18Menurut Effendi dalam bukunya The Power Good Corporate Governance ( 2009 : 2 )Good Corporate Governance secara singkat dapat diartikan sebagai seperangkat sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah ( valueadded ) bagi para pemangku kepentingan.Menurut Widodo (2001 : 18) dalam bukunya Good Governance pada era desentralisasi dan otonomi daerah :Governance diartikan sebagai mekanisme, praktek dan tata cara pemerintah dan warga mengatur sumber daya serta memecahkan masalah-masalah publik. Secara etimologis governance diartikan sebagai kepemerintahan sehingga masih banyak orang beranggapan bahwa governance merupakan sinonim dari govermant. jika dipahami lebih dalam maka governance dan goverment memiliki pengertian dan pemahaman yang berbeda, kalau goverment mereka sedangkan governance adalah kita.Menurut Leach dan Percy-Smith dalam Widodo (2001 : 18) :Goverment mengandung pengertian seolah hanya politisi dan pemerintahanlah yang mengatur, memberikan sesuatu, memberikan pelayanan, sementara sisa dari kita adalah penerima yang pasif. Sementara Governance meleburkan perbedaan antara pemerintah dan yang diperintah karena kita semua adalah proses governance.Dalam proses Governance tidak selalu berjalan dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat dan ditujukan demi kepentingan serta kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi terdapat penyelewengan dana, penyalahgunaan wewenang, kurang efektif dan efisiennya proses administrasi negara. Hal tersebut yang menyebabkan terjadinya pemerintahan yang buruk. Untuk menciptakan adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia sesuai dengan yang diamanatkan sesuai dengan pancasila pada sila ke- 5, maka diperlukan adanya kesadaran dari seluruh aparat pemerintah dan masyarakat untuk bersatu dan mewujudkan negara yang adil serta sejahtera dalam menciptakan pemerintahan yang baik (good governance). 19Arti good itu sendiri dalam Good Governance, menurut Lembaga Administrasi Negara/LAN dalm Widodo (2001 : 6) mengandung dua pengertian :1. Nilai yang yang menjunjung tinggi keinginan atau kehendak rakyat dan nilai yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam pencapaian tujuan nasional, kemandirian pembangunan berkelanjutan.2. Aspek fungsional dari pemerintahan yang efektif dan efisien dalam pelaksanaaan tugaasnya untuk mencapai tujuan tersebut.Melihat dua aspek yang terdapat dalam pengertian good dalam good governance tersebut maka menurut Lembaga Administrasi Negana/LAN dapat disimpulkan bahwa good governance berorientasi pada ideal negara yang diarahkan pada pencapaian tujuan nasional, dan pemerintahan berfungsi secara ideal yaitu secara efektif dan efisien dalam melakukan upaya mencapai tujuan nasional. Sebagaimana terdapat dalam pengertian Governance pada kata Good governance tersebut Lembaga Administrasi Negara (2001 : 1) memiliki pengertian bahwa governance merupakan proses penyelenggaraan kekuasaan negara dalam melaksanakan penyedian public goods and seviceTjokroamidjojo dalam Widodo (2001 : 34) Governance memiliki arti : pemerintah menguasai, mengurus dan mengelola.Untuk itu dibutuhkan adanya suatu penyelengaraan kepemerintahan yang bertanggung jawab dalam memerintah masyarakat, mengelola pembangunan masyarakat dan mengurus kepentingan masyarakat pula. sehingga terciptanya pemerintahan yang baik sesuai dengan harapan masyarakat serta mampu menjunjung tinggi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.Good Governance Menurut OECD dan World Bank dalam Suhady dan Fernanda (2005 : 49) memberikan pengertian yaitu : 20Penyelenggaraan manajemen yang solid dan bertanggungjawab yang sejalan dengan demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah investasi alokasi yang langka, dan penghindaran korupsi baik secara politik maupun adaministratif, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political frameworks bagi tumbuhnya aktifitas kewirausahaan.Dari beberapa pemaparan mengenai good governance diatas terdapat beberapa unsur penting didalamnya dan saling berkesinambungan. Menurut UNDP dalm Widodo (2001 : 20) menyebutkan bahwa terdapat tiga macam unsur yaitu :1. Negara atau PemerintahSektor negara adalah salah satu unsur governance yang didalamnya termasuk lembaga-lembaga politik dan lembaga-lembaga sektor publik. Institusi pemerintahan memiliki peran penting dalam melindungi lingkungan, pemeliharaan ketentraman sosial, ketertiban dan keamanan, stabilitas ekonnomi, memberikan layanan penyediaan publik dan memberdayakan rakyat sehingga kesejahteraan rakyat rakyat dapat terwujud.2. Sektor SwataPasar dan sektor swasta jelas memberikan peran penting dalam pembangunan pemerintah melalui pendekatan pasar. dengan pendekatan pasar mampu meningkatkan pembangunan dalam bidang ekonomi dan mampu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pasar dan perusahaan itu sendiri.3. MasyarakatTerwujudnya pembangunan manusia yang berkelanjutan bukan hanya tergantung pada negara yang mampu memerintah dengan baik maupun pada sektor swata yang mampu menyediakan pekerjaan dan penghaasilan, akan tetapi juga tergantung pada organisasi masyarakat yang berinteraksi sosialdan politik yang memobilisasi berbagai kelompok di masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas sosial, ekonomi dan politik.Dari unsur Governance tersebut diatas, maka dibutuhkan adanya hubungan yang baik antara ketiga unsur tersebut demi terciptanya good governance. Selain dari ketiga unsur unsur tersebut untuk menciptakan good governance dalam pemerintahan, dibutuhkan pula adanya pelayanan prima bagi masyarakat atau publik. karena dalam hal ini publik memiliki kedudukan yang tinggi dalam 21memperoleh pelayanan dari pemerintah, dan masyarakat berhak memilih diantara dua mana yang lebih baik dan berhak untuk memberikan pendapat atau keluhan terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah. belum lagi dengan adanya budaya patron client yang selama ini menjadi budaya yang melekat dalam pemerintahan, sehingga menyebabkan buruknya sistem pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada publik menjadi berkurang.Berdasarkan teori atau menurut pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa dalam rangka mewujudkan good governance, maka diperlukannya keikut sertaan dari seluruh aparat pemerintah maupun masyarakat serta adanya trasparansi dan pertanggungjawaban dari pemerintah terhadap pelaksanaan penyelengaraan kegiatan publik. Kedua aspek tersebut sebagai mana yang terdapat pada ciri good governance yang kemudian dalam Peraturan Pemerintah No, 101 Tahun 2000 disebut sebagai prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik.2.1.3 Prinsip-prinsip Good GovernanceMenurut Suhady dan Fernanda (2005 : 56) ada delapan prinsip-prinsip good governance yang diantaranya adalah :1. Profesionalitas2. Akuntabilitas3. Transparansi4. Pelayanan Prima5. Demokrasi6. Efisiensi7. Efektifitas8. Supermasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakatSelain dari beberapa prinsip yang telah dikemukakan diatas terkait dengan good governance, terdapat pula karakteristik dalam good governance tersebut. 22Menurut UNDP sebagaimana yang telah dikutip oleh Lembaga Administrasi Negara (2000 : 7) mengajukan karakteristik good governance yaitu :1. Participation, Keterlibatan masyarakat dalam pembutan keputusan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui lembaga perwakilan yang dapat menyalurkan aspirasinya. Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif. 2. Rule of law, kerangka hukum yang adil dan dilaksanakan tanpa pandang bulu3. Tranparancy, dibangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi. Informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik secara langsung dapat diperoleh oleh mereka yang membutuhkan.4. Responsiveness, lembaga-lembaga publik harus cepat dan tanggap dalam melayani stakeholder 5. Consensus orientation, berorientasi pada kepentingan masyarakat yang luas.6. Equity, setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kesejahteraan dan keadilan. 7. Efficiency and effectiveness, pengelolaan sumberdaya publik dilakukan secaraberdayaguna (efisien) dan berhasil guna (efektif). 8. Accountability, pertanggungjawaban kepada publik atas setiap aktifitas yang dilakukan.9. Strategic vision, penyelenggaraan pemerintahan harus dapat memiliki visi jauh ke depan. Sementara itu menurut Agus Dwiyanto dalam bukunya Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik (2008 : 79 ) menyatakan bahwa good governance memiliki enam prinsip sebagai berikut ;1. Partisipasi2. Transparansi3. Akuntabel4. Efektif dan efesien5. Kepastian hukum6. Responsif Adapun pemaparan dari enam prinsip good governance menurut Agus Dwiyanto diatas adalah sebagai berikut : 231. Partisipasi :Warga memiliki hak ( dan mempergunakannya ) untuk menyampaikan pendapat, bersuara dalam proses perumusan kebajikan publik , baik secara langsung maupun tidak langsung.2. Transparansi :Penyediaan informasi tentang pemerintah(an) bagi publik yang di jaminnya kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat.3. Akuntabel :Petanggungjawaban para penentu kebijakan kepada para warga.4. Efektif dan efesien :Terselenggaranya kegiatan instansi publik dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggungjawab. Indikatornya antara lain:pelayanan mudah,cepat,tepat dan murah.5. Kepastian hukum :Hukum diberlakukan bagi siapapun tanpa pengecualian,hak asasi manusia di lindungi,sambil tetap memperhatikan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.6. Responsif :Pekanya para pengelola intansi publik terhadap aspirasi masyarakat.Dari berbagai prinsip di atas dapat di simpulkan bahwa sistem administrasi good governance haruslah melibatkan banyak pelaku, jaringan dan institusi di luar pemerintah untuk mengelola masalah dan kebutuhan publik. Dengan demikian, dalam penyelesaian masalah dan kepentingan publik selalu melibatkan multi-stakebolders dan berbagai lembaga yang terkait dengan masalah dan kepentingan publik itu. stakebolders dalam tata pemerintahan (good governance) tersebut memiliki kedudukan yang setara dan hanya di ikat oleh suatu jaringan dan prosedur 24yang serngaja di ciptakan untuk memfasilitasi mereka dalam perumusan, pelaksanaan, monitoring dan juga evaluasi kebijakan.2.2 Kerangka Berpikir dan Asumsi Dasar2.2.1 Kerangka BerpikirPenelitian tentang Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang ini menggunakan teori Agus Dwiyanto (2008 : 79 ) yang menyatakan bahwa good governance memiliki enam prinsip yang harus diterapkan untuk mencapai good governance, yang diantaranya adalah :1. Partisipasi :Warga memiliki hak dan mempergunakannya untuk menyampaikan pendapat, bersuara dalam proses perumusan kebajikan publik , baik secara langsung maupun tidak langsung.2. Transparansi :Penyediaan informasi tentang pemerintahan bagi publik yang di jaminnya kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat.3. Akuntabel :petanggungjawaban para penentu kebijakan kepada para warga.4. Efektif dan efesien :Terselenggaranya kegiatan instansi publik dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggungjawab. Indikatornya antara lain:pelayanan mudah,cepat,tepat dan murah.5. Kepastian hukum :Hukum diberlakukan bagi siapapun tanpa pengecualian,hak asasi manusia di lindungi,sambil tetap memperhatikan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.6. Responsif :Pekanya para pengelola intansi publik terhadap aspirasi masyarakat.25Dengan mengacunya pada 6 prinsip-prinsip tersebut maka penerapan good governance di Dinas PU akan berjalan dengan baikPrinsip-Prinsip Good governanceAgus Dwiyanto (2008 : 79)1. Partisipasi2. Transparansi3. Akuntabel4. Efektif dan efesien5. Kepastian hukum6. ResponsifMasalah1. Terjadi pungutan liar yang dilakukan Dinas PU terhadap pihak ke 3 yang mengerjakan proyek2. Adanya Penyalahgunaan Wewenang untuk Meloloskan Kontraktor3. Kontraktor harus Menyerahkan 5% dari jumlah proyek yang berhasil4. Tidak transparannya pemerintah dalam penetapan anggaran yg diberikan kepada setiap dinas dan penggunaan anggaran yang diberikan.5. Kurang responnya aparatur dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat (kontraktor).Kunci utama memahami good governance adalah pemahaman prinsip-prinsip didalamnya. Dari prinsip-prinsip ini akan didapat tolak ukur kinerja suatu pemerintahan. Baik buruknya pemerintahan bisa dinilai ia telah bersinggungan dengan semua unsur prinsip-prinsip good governance. Dan kerangka berfikir peneliti dalam penelitian ini dapat digambarkan seperti berikut ini :Kerangka BerfikirGambar 2.2.1262.3 Asumsi Dasar Berdasarkan pada kerangka pemikiran yang telah dipaparkan di atas, peneliti telah melakukan observasi awal terhadap objek penelitian. Maka peneliti berasumsi bahwa penelitian Penerapan Good Governance DiDinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang dalam realitasnya ternyata dapat dikatakan masih belum berhasil. Bila kita lihat dari permasalahan yang telah dipaparkan pada latar belakang masalah, permasalahan yang timbul terhadap penerapan good governance di dinas pekerjaan umum Kabupaten Pandeglang seperti terjadi pungutan liar yang dilakukan dinas PU terhadap pihak ke 3 (kontraktor) yang mengerjakan proyek, adanya penyalahgunaan wewenang untuk meloloskan kontraktor, kontraktor harus menyerahkan 5% dari jumlah proyek yang berhasil, Tidak transparannya pemerintah dalam penetapan anggaran yg diberikan kepada setiap dinas dan penggunaan anggaran yang diberikan. Kurang responnya aparatur dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat (kontraktor).Permasalahan tersebut pun kemudian dikaji dengan cara membandingkan permasalahan tersebut dengan teori yang digunakan, guna mengetahui apakah masalah yang muncul memang benar-benar sebagai masalah yang bertentangan secara prosedural dan teori, kemudian setelah diketahui masalah yang bertentangan dengan teori dan prosedur. Peneliti mencoba mengkaji kembali masalah tersebut untuk kemudian dicarikan solusi yang tepat untuk menghilangkan masalah tersebut. Setelah masalah tersebut mendapatkan solusi diharapkan penerapan good governance bisa berjalan dengan baik, sehingga memberikan feedback yang baik dalam 27peningkatan mobilisasi organisasi. Tentunya kinerja yang dihasilkan diharapkan akan sesuai dengan prosedur dan teori.28BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN3.1. Metode PenelitianDalam penelitian ilmiah, metode penelitian di perlukan sebagai frame dalam melakukan research, analisa data, dan penyajian data sehingga terintegrasi dalam satu garis pemikiran dan tidak bias. Beberapa tipe penelitian antara lain penelitian deskriptif, eksplanatif dan eksploratif. Di samping itu ada beberapa jenis penelitian antara lain penelitian survei, eksperimen, grounded research, kombinasi pendekatan kualitatif dan kuntitatif dan analisa data sekunder (Singarimbun dan Effendi : 1999:13).Metode penelitian menurut Sugiyono adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono 2008:3). Kirk dan Miller dalam Moeloeng, ( 2001 : 3) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannyaMetode penlitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2002:136). Untuk mengetahui sejauhmana Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif.28 29Selanjutnya pendekatan kualitatif menurut Bagdon dan Taylor dalam Moleong (2002:3) adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan prilaku yang diamati. Dalam pendekatan kualitatif data yang dihasilkan berbentuk kata, kalimat dan gambar untuk mengeksplorasi bagaimana kenyataan sosial yang terjadi dengan mendeskripsikan variabel yang sesuai dengan masalah dan unit yang diteliti, dalam hal ini adalah masalah Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang.3.2. Instrumen PenelitianDalam penelitian tentang Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang yang menjadi instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri. Menurut irawan, dalam sebuah penelitian kualitatif yang menjadi instrumen terpenting adalah peneliti sendiri. Irawan, Prasetya. (2006 : 17 ) Sedangkan menurut Moleong pencari tahu alamiah (peneliti) dalam pengumpulan data lebih banyak bergantung pada dirinya sebagai alat pengumpul data. Moleong, Lexy J. (2005 : Hal. 19) Lain halnya dengan pendapat Bogdan & Taylor dalam Furchan, (1992: 33), menurutnya:Sebagai peneliti kualitatif, tugas peneliti adalah menembus pengertian akal sehat (commonsense understanding) tentang kebenaran dan kenyataan. Apa yang kelihatannya keliru atau tidak konsisten menurut perspektif dan logika anda, mungkin menurut subyek anda tidak demikian. Dan, kendati anda tidak harus sependapat dengan pandangan subyek terhadap dunia ini, anda dapat mengetahui, menerima dan menyajikan pandangan mereka itu sebaimana mestinya.30Jenis data yang dikumpulkan merupakan data primer dan data sekunder. Sebagai data primer dalam penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati dari hasil wawancara dan observasi berperan serta. Sedangkan data-data sekunder yang didapatkan berupa dokumen tertulis, gambar dan foto-foto. Adapun alat-alat tambahan yang digunakan dalam pengumpulan datanya terdiri dari; panduan wawancara, alat perekam (tape recorder), buku catatan dan kamera digital. Teknik pengumpulan data yang digunakan merupakan kombinasi dari beberapa teknik, yaitu :a. Wawancara.Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewancara (interview) dan yang diwawancarai (interviewee). Wawancara dalam penelitian kualitatif bersifat mendalam (indept interview). Adapun jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara tak terstruktur. Jika dalam wawancara terstrukur, pewancaraannya menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. Maka wawancara tak terstruktur sangat berbeda dalam hal waktu bertanya dan memberikan respon, yaitu cara ini lebih bebas iramanya. Pertanyaan biasanya tidak disusun terlebih dahulu, tetapi disesuaikan dengan keadaan dan ciri yang unik dari informan, pelaksanaan tanya jawab mengalir seperti dalam percakapan sehari-hari. 31Adapun kisi-kisi wawancara tak terstruktur pada penelitian ini disusun bukan berupa daftar pertanyaan, akan tetapi hanya berupa poin-poin pokok yang akan ditanyakan pada informan dan dikembangkan pada saat wawancara berlangsung. Hal ini dimaksudkan agar proses wawancara berlangsung secara alami dan mendalam seperti yang diharapkan dalam penelitian kualitatif. Poin-poin pokok tersebut terdiri dari:1. Bagaimana penerapan good governance2. Penyalahgunaan prosedur3. Hambatan yang berhubungan dengan penerapan good governanceb. Observasi Observasi atau yang lebih umum dikenal dengan pengamatan menurut Moleong adalah kegiatan untuk mengoptimalkan kemampuan peneliti dari segi motif, kepercayaan, perhatian, perilaku tidak sadar, kebiasaan dan sebagainya. Moleong, (2005:126). Dalam penelitian ini, teknik observasi/pengamatan yang digunakan adalah observasi berperanserta (observation participant). Ada beberapa alasan mengapa dalam penelitian ini memanfaatkan teknik observasi/pengamatan, diantaranya; Pertama, teknik ini didasarkan pada pengalaman secara langsung. Kedua,memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya. Ketiga,memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data. Keempat, sering terjadi ada keraguan pada peneliti, jangan-jangan pada data yang didapatnya ada yang bias. Kelima,memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit, 32karena harus memperhatikan beberapa tingkah laku yang kompleks sekaligus. Keenam, dalam kasus-kasus tertentu dimana teknik komunikasi lainnya tidak dimungkinkan, pengamatan dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat.c. Studi Dokumentasi Dokumen merupakan salah satu sumber data sekunder yang diperlukan dalam sebuah penelitian. Menurut Guba & Lincoln dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film, gambar dan foto-foto yang dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik Moleong, (2005:126). Selanjutnya studi dokumentasi dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan data melalui bahan-bahan tertulis yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga yang menjadi obyek penelitian, baik berupa prosedur, peraturan-peraturan, gambar, laporan hasil pekerjaan serta berupa foto ataupun dokumen elektronik (rekaman). 3.3. Informan PenelitianDalam penelitian mengenai Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang. Penentuan informannya menggunakan teknik Purposive, yaitu merupakan metode penetapan Informan dengan berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu disesuaikan dengan informasi yangdibutuhkan. Suliyanto (2005 : 103 ).33Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini diantaranya adalah :1. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pekerjaan Umum2. Kepala Seksi Pengawasan Jasa Kontruksi Dinas Pekerjaan Umum3. Staf Dinas Pekerjaan Umum4. Kontraktor5. Masyarakat3.4. Teknik Analisis DataDalam penelitian ini teknik analisa data dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Dalam menganalisis selama di lapangan peneliti menggunakan model Miles dan Huberman yang mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai jenuh atau tidak ada lagi pertanyaan.1. Data Reduction (Reduksi Data)Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, di cari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.342. Data Display (Penyajian Data)Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan hubungan antar kategori dan sejenisnya, yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut3. Conclusion Drawing / verification (Penarikan Kesimpulan)Pemeriksaan keabsahan data yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Untuk itu teknik triangulasi yang digunakan oleh peneliti adalah dengan menggunakan teknik triangulasi sumber.Triangulasi sumber menurut paton dalam moleong (2005:330) berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Hal tersebut dapat dicapai dengan cara :1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.2. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi.3. Membandingkan apa yang dikatakan orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.4. membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.35Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman( 1992:15), yang mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus pada setiap tahapan penelitian sehingga sampai tuntas dan datanya sampai jenuh. Aktivitas dalam analisis data dapat dilihat dalam gambar berikut ini:Gambar 3.4Analisis data menurut Miles & HubermanSumber : SugiyonoDari gambar 3.1 dapat dilihat bahwa pada prosesnya peneliti akan melakukan kegiatan berulang-ulang secara terus-menerus. Ketiga hal utama itu tersebut merupakan sesuatu yang jalin-menjalin pada saat sebelum, selama dan sesudah pengumpulan data.Data CollectingData ReductionData DisplayVerification 363.5 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Data Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. Terdapat dua macam validitas penelitian, yaitu validitas internal yang berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai, dan validitas eksternal yang berkenaan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi di mana sampel tersebut diambil.Sedangkan reliabilitas dalam penelitian kualitatif sangat berbeda dengan yang terdapat pada penelitian kuantitatif. Bila dalam penelitian kuantitatif reliabilitas berkenaan dengan konsistensi data, di mana bila terdapat peneliti yang melakukan penelitian pada obyek yang sama, maka akan mendapatkan data yang sama. Maka dalam penelitian kualitatif tidak demikian, suatu realitas (social situation) bersifat majemuk dan dinamis, sehingga tidak ada data yang bersifat konsisten dan berulang seperti semula. Adapun untuk pengujian keabsahan datanya, pada penelitian ini dilakukan dengan satu cara, yaitu triangulasi.Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Terdapat tiga jenis triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Namun dalam penelitian ini hanya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh dari lapangan melalui beberapa sumber. Sedangkan triangulasi teknik 37dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Pengecekan dilakukan dengan mengunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.3.6 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakasanakan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang Yang berlokasi di Jalan Graha Pancasila No.2 Pandeglang. Kode Pos 42213. Yang akan diawali pada bulan Agustus tahun 2011 s/d bulan April 2012 sebagian tergambar pada tabel 3.6 berikut :38Tabel 3.6Jadwal PenelitianNo. KegiatanWaktu PelaksanaanSept 11Okt 11Nov 11Des 11Jan 12Feb 12Mar 12Apr 121.Pengajuan Judul Skripsi2.Pengumpulan Data3.Penyusunan Proposal4.Bimbingan dan Perbaikan Proposal 5.Seminar Proposal6. Revisi Proposal 7.Observasi dan Wawancara8. Analisis Data 9.Penyusunan Hasil Penelitian10. Sidang Skripsi 39BAB IVHASIL PENELITIAN4.1. Deskripsi Objek Penelitian4.1.1. Gambaran Umum Kabupaten Pandeglang1. Kondisi GeoerafisKabupaten Pandeglang merupakan Kabupaten di Provinsi Banten yang berada di ujung Barat Pulau Jawa. Secara geografis Kabupaten Pandeglang terletak di antara 60 21-7010 Lintang Selatan dan 102048-106011 Bujur Timur dengan luasa wilayah sebesar 274.689,91 hektar atau 2.747 Km2, Secara wilayah administratif Pandeglang terbagi dalam 31 kecamatan yang meliputi 13 kelurahan dan 322 desa. Kabupaten Pandeglang termasuk dari salah satu dari 6 Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang pembentukan Provinsi Banten dengan cakupan wilayah sebagai berikut : Kabupaten Serang, Kabupaten Tanggerang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Cilegon dan Kota Tanggerang. Sedangkan batas-batas administratif Kabupaten Pandeglang yaitu sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Serang, sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda, sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lebak.39 402. PemerintahanDiberlakukannya UU No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, terdapat peluang dan tantangan yang sangat besar dengan diberikannya tantangan untuk mengatur kepentingan masyarakat di daerahnya sendiri.Hal yang paling mendasar dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa :Pertama : DPR adalah sebagai Badan Legisltif Daerah dan Pemerintah Daerah adalah sebagai Badan Eksekutif Daerah.Kedua : Pemerintahan Daerah terdiri dari Kepala Daerah beserta Perangkat Daerah lainnya.Berkenaan dengan hal tersebut, Penyelenggaraan Pemerintah, hubungan kerja/koordinasi baik intern dinas, unsur pimpinan daerah, orgnisasi sosial politik dan kemasyarakatan, serta dengan tokoh-tokoh masyarakat, dan sesuai kewenangan daerah Pandeglang telah mengeluarkan sejumlah Perda tentang Pembentukan dan susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang.Dalam pembinaan kemasyarakatan yang meliputi khidupan beragama, pembangunan dan kehidupan sosial, pembinaan pendidikan, kebudayaan, generasi muda, olah raga, dan lembaga swadaya masyarakat terus diupayakan untuk menuju masyarakat yang sejahtera.414.1.2. Gambaran Umum Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten PandeglangGambar 4.1.2Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang terletak di Jalan Graha Pancasila.(Sumber : Penelitian 2012)Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang terletak di jalan Graha Pancasila No.2. Dinas Pekerjaan Umum merupakan unsur pelaksana pemerintah kabupaten, dipimpin oleh kepala dinas, yang bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekertaris Daerah. Dan Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas membantu bupati melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan di bidang kebinamargaan, pengairan dan keciptakaryaan.42Tabel 4.1.2Jumlah Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten PandeglangNo Nama Jabatan Jumlah1 Drs. H. Enan Tosin Kepala Dinas 12 Drs. Ade Surahman, M.Si Sekertaris 13 Maryati Kepala Sub bagian Umum dan Kepegawaian14 Muhadi, S, STP Kepala Sub Bagian Keuangan15 Andri Pramono. S.ST Kepala Sub Bagian Evaluasi Perencanaan & evaluasi16 Wahyudi, SE. MM Kebid Pengairan 17 Amin Fitri Laksa, ST Kasi Pembangunan & Peningkatan18 Hasim, SE Kasi Operasi dan Pemeliharan19 Ir. H. Syarif Hidayat Kepala Bidang Bina Marga110 Dana Mulyana, ST Kasi Rehabilitasi & Pemeliharaan Jalan & Jembatan111 Herdiantoro, BE Kasi Pembangunan Jalan & Jembatan112 H. Mubagyo, ST, M.Si Kebid Perkim 113 Sobri Kasi Perumahan & Jalan Lingkungan114 Beni Leo Hartawan, ST Kasi Air Bersih,Sanitasi & Drainase1 4315 Sehadi, SE Kebid Tata Bangunan116 Mulyadi Kepala Seksi Penataan Bangunan Gedung117 Oom Nurkomah Plt Seksi Pengawasan Jasa Kontruksi118 Nana Mulyana, SE Kepala UPT Workshop119 Mauludinnusi, SE Kasubag TU. UPT Workshop120 Harun Kepala UPT Wil. I 121 Agus Gustiarno, SE Kasubag TU 122 Buhari Kepala UPT Wil. II123 Hikmatullah Kepala UPT Wil. III124 Ahmad Rifai Kepala UPT Wil. IV125 Madsupi Salkawinata, SE Kasubag TU. UPT. Wil IV126 Muslim, S.Sos Kepala UPT Wil. V127 Kasmani Kepala UPT Wil. VI128 TB. Junaedi Kepala UPT Wil. VII129 - Staf/pegawai 254Jumlah 282Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang 2011 44Berdasarkan tabel 4.1.2 diatas dari sumber data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang tahun 2011, jumlah pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang berjumlah 282.Tabel 4.1.3Tingkat pendidikan pegawai Dinas Pekerjaan Umum KabupatenPandeglangNO Tingkat PendidikanJumlah1 S-2 32 S-1 323 D.IV 14 D.III 75 SMA 756 SMK 327 STM 648 ST 89 PAKET C 3010 SMP 2011 MTS 1112 SD 29Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang 201145Berdasarkan tabel 4.1.3 diatas dari sumber data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang tahun 2011, Tingkat pendidikan pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang diantaranya adalah tingkat pendidikan pegawai S2 berjumlah 3 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai setara S1 berjumlah 32 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai D.IV berjumlah 1 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai D.III berjumlah 7 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai SMA berjumlah 75 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai SMK berjumlah 32 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai STM berjumlah 64 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai ST berjumlah 8 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai PAKET C berjumlah 30 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai SMP berjumlah 20 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai MTS berjumlah 11 orang pegawai, tingkat pendidikan pegawai SD berjumlah 29 orang pegawai.46Tabel 4.1.4Jumlah pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang yang PNS dan yang NON PNSNo Pegawai PNS/NON PNS Jumlah1 PNS 1932 TKK 303 TKS 89Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang 2011Berdasarkan tabel 4.1.4 diatas dari sumber data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang tahun 2011, Jumlah pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang yang PNS dan NON PNS diantaranya adalah jumlah pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang yang PNS berjumlah 193 orang pegawai, jumlah pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang yang masih TKK (Tenaga Kerja Kontrak) berjumlah 30 orang pegawai, jumlah pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang yang masih TKS (Tenaga Kerja Sukarela) berjumlah 89 orang pegawai. 471.1.3. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten PandeglangSusunan Organisasi Dinas Pekerjaan Umum, terdiri dari :1. Unsur Pimpinan adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum. 2. Unsur Pembantu Pimpinan adalah Sekertaris yang terdiri dari : a. Sub Bagian Umum dan Bagian Kepegawaian.b. Sub Bagian Keuangan.c. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan.d. Sub Dinas Bina Program, terdiri dari : 1. Unsur Pelaksana adalah Bidang, terdiri dari : 1. Bidang Bina Marga terdiri dari :a. Seksi Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan.b. Seksi Rehabilitasi dan Peningkatan Jalan dan Jembatan.2. Bidang Pengairan terdiri dari :a. Seksi Operasi dan Pemeliharaanb. Seksi Pembangunan dan Peningkatan3. Bidang Tata Bangunan terdiri dari :a. Seksi Pengawasan Gedungb. Seksi Pengawasan dan Jasa Konstruksi4. Bidang Perumahan dan Permukiman terdiri dari :a. Seksi Perumahan dan Jalan Lingkunganb. Seksi Air Bersih, Sanitase dan Drainase 484. Unit Pelaksana Teknis Dinas. 5. Kelompok Jabatan Fungsional.Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintah daerah di bidang Kebinamargaan, Pengairan Tata Banguna,Perumahan dan Pemukiman berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Dinas Pekerjaan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud berdasarkan peraturan daerah kabupaten pandeglang nomor 06 tahun 2008 tentang pembentukan, susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah kabupaten pandeglang yang dimaksud pada ayat (2), menyelenggarakan fungsi :1. Penyusunan perencanaan bidang kebinamargaan, pengairan, tata bangunan, perumahan dan pemukiman.2. Perumusan kebijakan teknis bidang kebinamargaan, pengairan, tata bangunan, perumahan dan pemukiman.3. Pelaksanaan urusan pemerintah dan pelayanan umum bidang kebinamargaan, pengairan, tata bangunan, perumahan dan pemukiman.4. Pembinaan, koordinasi, pengadialan dan pasilitasi pelaksaaan kegiatan bidang kebinamargaan, pengairan, tata bangunan, perumahan dan pemukiman.5. Pelaksanaan kegiatan penatausahaan dinas pekerjaan umum6. Peminaan terhadap unit pelaksaan teknis dinas pekerjaan umum7. Pelaksaan tugas lain yang di berikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. 49Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala dinas pekerjaan umum. Sekretariat dalam melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut :1. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan.2. Penyelenggaraan pengelolaan administrasi perkantoran, administrasi keuangan dan administrasi kepegawaian.3. Penyelenggaraan urusan umum dan perlengkapan, keprotokolan dan hubungan masyarakat.4. Penyelenggaraan ketatalaksaan, kearsipan dan perpustakaan.5. Pelaksanaan koordinasi, pembinaan, pengadilan, evaluasi dan pelaporan pelaksaaan kegiatan unit kerja.6. Pelaksaan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.Sub bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang kepala sub bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada sekretaris dinas pekerjaan umum. Dalam melaksanakan fungsinya Sub bagian Umum dan Kepegawaian adalah sebagai berikut :1. Penyusunan rencana kegiatan urusan umum dan pengelolaan administrasi kepegawaian2. Penyelengaraan urusan umum dan pengelolaan administraasi kepegawaian.3. Pelaksaan pengawasan dan evaluasi kegiatan urusan umum dan pengelolaan administrasi kepegawaian.Rincian tugas sub bagian umum dan kepegawaian adalah sebagai berikut : 501. melaksanakan urusan keprotokolan, hubungan masyarakat , penyiapan rapat-rapat dinas dan pendokumentasian kegiatan dinas.2. melaksanakann pengelolaan kearsiapan dan perpustakaan dinas.3. melaksanakan urusan rumah tangga , ketertiban , keamanan dan kebersihan di lingkungan kerja.4. melaksanakan pemeliharaan dan perawatan kendaraan dinas, peralatan dan perlengkapan kantor dan aset lainnya .5. melaksanakan penyiapan rencana kebutuhan pengadaan sarana dan prasarana di lingkungan dinas.6. melaksanakan pengurusan pengadaan , penyimpanan , pendistribusian dan inventarias barang-barang inventaris. 7. melaksanakan pengelolaan administari perkantoran.8. melaksanakan pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan dan pemeliharaan data dan kartu kepegawaian di lingkungan dinas.9. melaksanakan penyiapan dan pengusulan pegawai yang akan pensiun, serta pemberian penghargaan.10. melaksanakan penyiapan bahan kenaikan pangkat, daftar penilaian pekerjaan, daftar urut kepangkatan, sumpah/janji pegawai, gaji berkala dan peningkataan kesejahteraan pegawai.11. melaksanakan penyiapan pegawai untuk mengikuti pendidikan/pelatihan kepemimpinan, teknis dan fungsional.12. melaksanakan penyiapan rencana pegawai yang akan mengikuti ujian dinas. 5113. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan kepegawaian dan disiplin pegawai.14. melaksanakan penyiapan bahan standar kompetensi pegawai, tenaga teknis dan fungsional.15. melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan subbagian umum dan kepegawaian.16. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Subbagian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum. Dan mepunyai tugas sebagai berikut :1. Melaksanakan kegiatan pembendaharaan, Verivikasi dan pembukuan keuangan anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung.2. Melaksanakan penyusunan realisasi keuangan.3. Melaksanakan penyusunan laporan keuangan semesteran.4. Melaksanakan penyusunan laporan keuangan akhir tahun5. Melaksanakan pengawasan, evaluasi dan pelaporan dalam pengelolaan keuangan.6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.52Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada dibawah dan bertanggungjawab Kepada Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan adalah mempunyai fungsi sebagai berikut :1. Pelaksanaan penyusunan kegiatan program dan kegiatan dinas.2. Pelaksanaan penyusunan rencana kerja dan anggaran serta dokumen pelaksanaan anggaran.3. Pelaksanaan penyusunan pelaporan kegiatan dinas.4. Pelaksanaan pengawasan dan evaluasi kegiatan perencanaan.Rincian tugas Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan adalah sebagai berikut :1. Menyiapkan bahan penyusunan rencana strategis dinas.2. Mengumpulkan bahan-bahan dalam penyusunan program dan kegiatan dinas.3. Melaksanakan pengolahan data dalam penyusunan program tahunan dinas.4. Mengompilasi hasil penyusunan rencana kerja dan anggaran dari masing-masing unit kerja.5. Penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran masing-masing unit kerja.6. menyusun laporan pencapaian kinerja dari ikhtisar realisasi kinerja dinas.7. Melaksanakan pengawasan evaluasi dan melaporkan kegiatan perencanaan.8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. 53Bidang Bina Marga dipimpin oleh seorang kepala bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada dinas pekerjaan umum. Bidang Bina Marga mempunyai tugas pokok melaksanakan dan merumuskan kebijakan teknis survey, investigasi dan desain bina marga, pembangunan prasarana jalan dan pemeliharaan prasarana jalan dan jembatan. Bidang Bina Marga terdiri dari :1. Seksi Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala bidang bina marga. Seksi Pembangunan Peningkatan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis pembangunan jalan.2. Seksi Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada dibawah dan bertangggungjawab kepada kepala bidang bina maraga. Seksi Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan. Bidang Pengairan dipimpin oleh seorang kepala bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepala kepal dinas pekerjaan umum. Bidang Pengairan mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis survey, investigasi dan desain pengairan, pembangunan sarana pra sarana pengairan dan rehabilitasi prasarana pengairan. Bidang Pengairan terdiri dari :1. Seksi Operasi dan Pemeliharaan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala bidang 54pengairan. Seksi Operasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis operasi dan pemeliharaan prasarana pengairan.2. Seksi Pembangunan dan Peningkatan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala bidang pengairan. Seksi Pembangunan dan Peningkatan mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis pembangunan dan peningkatan prasarana pengairan.Bidang Tata Bangunan dipimpin oleh seorang kepala bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala dinas pekerjaan umum. Bidang Tata Bangunan mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis survey, investigasi dan desain tata bangunan, pembangunan gedung, pengawasan dan jasa konstruksi. Bidang Tata Bangunan terdiri dari :1. Seksi Banguanan Gedung dipimpinoleh seorang kepala seksi yang berada dibwah dan bertanggungjawab kepada kepala bidang tata bangunan. Seksi Bangunan gedung mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis pembangunan gedung.2. Seksi Pengawasan Jasa Konstruksi dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala bidang tata bangunan. Seksi Pengawasan Jasa Konstruksi mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan taeknis dan jasa konstruksi.Bidang Perumahan dan Pemukiman dipimpin oleh seorang kepala bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala dinas pekerjaan umum. 55Bidang Perumahan dan Pemukiman mempunyai tugas pokok merumuskan dan meleaksanaan kebijakan teknis penataan perumahaan dan jalan lingkungan, air bersih, sanitasi dan derainase. Bidang Perumahan dan Pemukiman terdiri dari :1. Seksi Perumahan dan Jalan Lingkungan dipimpin seorang kepala seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala Bidang Perumahan dan Permukiman. Seksi Perumahan dan Jalan Lingkungan mempunyai tugas pokok merumuskan dan meleaksanaan kebijakan teknis penataan lingkungan, perumahan dan jalan lingkungan.2. Seksi Air Bersih, Sanitasi dan Drainase dipimpin seorang kepala seksi yang berada dibwah dan bertanggungjawab kepada kepala Bidang Perumahan dan Permukiman. Seksi Air Bersih, Sanitasi dan Drainase mempunyai tugas pokok merumuskan dan meleaksanaan kebijakan teknis pengolahan air bersih, sanitasi dan drainase.4.1.4 Visi dan Misi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang :Visi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten PandeglangDinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang merupakan perangkat daerah yang berusaha mendukung visi Kabupaten. Dengan menetapkan visi Dinas Pekerjaan Umum sebagai cara pandang dalam menentukan kebijakan guna tercapainya visi Kabupaten harus ada dukungan dari semua Stakeholder yang ada di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum.Dalam usaha mencapai visi Kabupaten diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, koordinasi yang baik antara perangkat daerah dan sistem administrasi yang tertib. Untuk itu Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang menetapkan 56visi sementara menunggu visi kabupaten Pandeglang. Visi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang 2010-2015 yaitu Tersedianya Lingkungan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Wilayah yang kondusif, efektif dan efisien, menunjang Visi Kabupaten Pandeglang pada Tahun 2010-2015.Misi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten PandeglangUntuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, selanjutnya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang memiliki misi sebagai berikut :1. Membangun, memelihara lingkungan pemukiman yang sehat, serasi dan seimbang.2. Membangun dan memelihara jalan, jembatan dan sarana irigasi antar kecamatan dan lingkungan pedesaan, termasuk sentra-sentra produksi pertanian dan kawasan wisata.3. Membantu pemerintah desa dalam pembangunan pemukiman , sarana dan prasarana pedesaan.4. Pengelolaan limbah/persampahan dan pemeliharaan pertamanan.4.2. Deskripsi Data 4.2.1 Deskripsi Data PenelitianDeskripsi data merupakan penjelasan mengenai data yang telah didapatkan dari hasil penelitian lapangan. Dalam penelitian mengenai Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang. Data yang peneliti dapatkan lebih banyak berupa kata-kata dan penjelasan yang peneliti dapatkan melalui proses wawancara dan observasi langsung. Dalam penelitian ini, kata-kata dan penjelasan para informan yang 57diwawancarai merupakan sumber data utama. Sumber data utama dicatat dalam catatan tertulis atau melalui alat perekam yang peneliti gunakan selama proses wawancara berlangsung.Selain data berupa kata-kata dan penjelasan dr informan, dalam penelitian ini juga peneliti menggunakan data-data dari dokumentasi, studi pustaka dan juga dokumentasi yang sengaja peneliti ambil sendiri melalui pengamatan langsung. Dokumentasi tersebut bermacam-macam bentuknya, diantaranya adalah Profil Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang, Draf Kebijakan Peraturan Bupati Pandeglang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Rincian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang.Adapun dokumentasi yang peneliti ambil saat melakukan pengamatan berperanserta adalah berupa catatan lapangan peneliti dan foto tempat penelitiandan Aktivitas wawancara peneliti beserta Informan. Alasan peneliti menggunakan data berupa foto adalah karena foto dapat menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan sering digunakan untuk menelaah dan menganalisis obyek yang sedang diteliti melalui segi-segi subyektif.Selanjutnya, karena penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, berdasarkan teknik analisis data kualitatif data-data tersebut dianalisis selama penelitian berlangsung. Data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan melalui observasi, wawancara, narasi, dan studi dokumentasi dilakukan reduksi untuk dapat mencari tema dan polanya serta diberi kode-kode pada aspek tertentu berdasarkan jawaban-jawaban yang sama dan berkaitan dengan 58pembahasan permasalahan penelitian serta dilakukan katagorisasi. Dalam menyusun jawaban penelitian, peneliti memberikan kode yaitu:1. Kode Q1-Q7 menandakan daftar urut pertanyaan.2. Kode I1 I6 menandakan daftar urut informan.3. Kode S1 S5 menandakan status informan.Setelah memberi kode-kode pada aspek tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian sehingga tema dan polanya ditemukan, maka dilakukan katagorisasi berdasarkan jawaban-jawaban yang ditemukan dari penelitian di lapangan dengan membaca dan menelaah jawaban-jawaban tersebut. Mengingat penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tidak menggeneralisasikan jawaban penelitian.4.2.2 Data InformanSeperti yang telah peneliti kemukakan di bab tiga, bahwa dalam penelitian mengenai Penerapan Good Governance Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang. Dalam pemilihan informan penelitiannya, peneliti menggunakan teknik Purposive. Adapun informan-informan yang peneliti tentukan, merupakan orang-orang yang menurut peneliti memiliki informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini, karena mereka (informan) dalam kesehariannya senantiasa berurusan dengan permasalahan yang sedang peneliti teliti. 59Informan dalam penelitian ini adalah semua pihak yang Peneliti anggap mengetahui seluk-beluk masalah yang terjadi di Dinas Pekerjaan UmumKabupaten Pandeglang. Adapun yang terlibat dan menjadi objek dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.Tabel 4.1.5Daftar InformanNoKode InformanPembagian Kode Masing-Masing InformanStatus Informan1 11Ibu Maryati Kepala Sub Bagian Umum dan KepegawaianDinas Pekerjaan Umum2 12Bpk Oom NurkomarKepala Seksi Pengawasan dan Jasa KontruksiDinas Pekerjaan Umum3 13RetnaStaf di Dinas Pekerjaan Umum4 14 Bpk Ahmad SholehudinKontraktor PT.Mustika Selat Sunda5 15(15-1)Pak dedeWarga(15-2)Pa AlamWarga(15-3)Ibu SitiWargaSumber : Penelitian Tahun 20124.2.3 Penyajian DataPembahasan merupakan isi dari hasil analisis data dan fakta yang peneliti dapatkan di lapangan serta disesuaikan dengan teori yang peneliti gunakan.Penerapan Good Governance dalam penelitian ini dilihat berdasarkan prinsip-prinsip yang harus diterapkan untuk mencapai good governance menurut Agus Dwiyanto (2008 :79) yang meliputi beberapa hal yaitu sebagai berikut : 601. Partisipasi yaitu warga memiliki hak dan mempergunakannya untuk menyampaikan pendapat, bersuara dalam proses perumusan kebijakan publik , baik secara langsung maupun tidak langsung. 2. Transparansi yaitu penyediaan informasi tentang pemerintahan bagi publik yang di jaminnya kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat.3. Akuntabel yaitu petanggungjawaban para penentu kebijakan kepada para warga.4. Efektif dan efesien yaitu terselenggaranya kegiatan instansi publik dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggungjawab. Indikatornya antara lain adalah pelayanan mudah, cepat, tepat dan murah.5. Kepastian hukum yaitu Hukum diberlakukan bagi siapapun tanpa pengecualian, hak asasi manusia di lindungi, sambil tetap memperhatikan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.6. Responsif adalah pekanya para pengelola intansi publik terhadap aspirasi masyarakat. Penerapan Good Governance pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang dapat diketahui berjalan dengan baik berdasarkan tujuh prinsip good governance yang telah disebutkan. Urutan prinsip good governance diurutkan berdasarkan prioritas yang peneliti rasa semestinya diutamakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang. Masing-masing prinsip tersebut diuraikan berdasarkan indikator-indikator untuk mempermudah dan memahami aspek-aspek yang diteliti. 614.2.4 Partisipasi Partisipasi merupakan keterlibatan masyarakat dalam pembutan keputusan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui lembaga perwakilan yang dapat menyalurkan aspirasinya. Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi, mengawasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif. Partisipasi adalah salah satu prinsip dari good governance, agar good governancebisa diterapkan dan berjalan. seperti halnya yang terjadi di kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang ini, partisipasi masyarakat yang ikut serta dalam penilaian kinerja pegawai dinas pekerjaan umum tersebut. Foto wawancara dengan Ibu Maryati Kepala Sub bagian Umum & Kepegawaian(6 Februari 2012, Kantor Dinas PU Kabupaten Pandeglang. 09.00 WIB)Berdasarkan hasil penelitian di lapangan bentuk partisipasi masyarakat dalam penilaian kinerja pegawai Dinas Pekerjaan Umum adalah ikut mengawasi kegiatan dan kinerja yang dilakukan pegawai, biasanya dalam proses pembangunan baik jalan, gedung, permukiman, pengairan, dan bentuk pembangunan lainnya yang dilaksanakan dinas PU ini. masyarakat pun bisa melakukan pengaduan langsung pada dinas PU ini, apabila ada pembangunan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan 62Umum yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat atau pembangunan yang dulu telah rusak bisa masyarakat adukan kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk bisa diperbaiki, karena tanpa adanya bantuan dan partisipasi langsung dari masyarakat, pembangunan tidak akan berjalan dengan baik dan tidak akan sesuai dengan apa yang masyarakat harapkan, Seperti yang disampaikan oleh 11 :Biasanya bentuk partisipasi masyarakat terhadap pembangunan yang dilakukan Dinas PU yaitu berupa pengaduan saja, biasanya yang ikut berpartisipasi diantaranya adalah wartawan, LSM, mahasiswa dan masyarakat umum lainnya. Selain itu kami disini juga sudah tentu melibatkan stakeholder dalam semua aktivitas perencanaan pembangunan.(6 Februari 2012, Kantor Dinas PU Kabupaten Pandeglang. 09.00 WIB)Namun keterlibatan masyarakat terhadap proses pembangunan yang diakukan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pandeglang dalam hal ini hanya sebatas bentuk pengaduan saja, dengan kata lain masyarakat terlibat ketika proses pembangunan tersebut sudah berjalan bahkan sudah rampung namun pada tahap proses pengawasan berj