PEMURNIAN MINYAK yang terbentuk dalam minyak mengendap dengan kompak dan cepat. Pengendapan yang...

Click here to load reader

download PEMURNIAN MINYAK yang terbentuk dalam minyak mengendap dengan kompak dan cepat. Pengendapan yang lambat

of 25

  • date post

    03-Feb-2021
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PEMURNIAN MINYAK yang terbentuk dalam minyak mengendap dengan kompak dan cepat. Pengendapan yang...

  • PEMURNIAN MINYAK

  • III. PEMBERSIHAN MINYAK

    1. Pengendapan

    2. Penyaringan

    3. Netralisasi

    4. Pemucatan (Dekolorisasi)

    5. Penghilangan Bau (Deodorisasi)

    MINYAK MURNI

    (siap konsumsi)

  • MESIN PENGOLAHAN KELAPA

  • Refining Pemurnian (refining) minyak meliputi tahapan: netralisasi,

    pemucatan (bleaching) dan penghilangan bau (deodorisasi).

    Netralisasi dilakukan untuk mengurangi FFA; untuk meningkatkan rasa dan penampakan minyak. Asam lemak bebas merupakan pengotor dalam minyak yang harus dihilangkan karena mempunyai stabilitas terhadap oksidasi yang lebih rendah dibandingkan trigliserida sehingga keberadaannya meningkatkan kerentanan minyak terhadap oksidasi ( mudah teroksidasi ).

    Netralisasi dilakukan dengan mereaksikan NaOH dengan FFA sehingga membentuk endapan minyak tak larut yang dikenal sabun (soapstock). Jumlah NaOHyang ditambahkan berkisar 0,1% atau sekitar 1,5 kg NaOH per ton minyak per 1% FFA.

  • Pada netralisasi : jumlah dan konsentrasi alkali yang digunakan harus tepat. Jika jumlahnya berlebihan, kelebihan alkali akan menyebabkan reaksi hidrolisis trigliserida dan membentuk sabun yang berlebihan (over saponifikasi) sehingga dapat menurunkan jumlah atau rendemen minyak hasil pemurnian. Sebaliknya jika jumlah dan konsentrasi alkali kurang, reaksi penyabunan tidak sempurna dan masih banyak asam lemak bebas yang tertinggal

    Tahap netralisasi minyak meliputi tahap pencampuran minyak dengan larutan alkali, hidrasi, dan pemisahan. Pada tahap pencampuran, minyak dengan larutan alkali dicampur dan diaduk

    Setelah alkali dan asam lemak bebas bereaksi dilakukan hidrasi untuk memudahkan pemisahan fraksi tersabunkan dan fraksi tidak tersabunkan, kemudian kedua fraksi tersebut dipisahkan.

    Teknik pemisahan yang dapat dilakukan adalah dengan cara dekantasi (pengendapan) atau sentrifugasi.

  • • Netralisasi juga menghasilkan penghilangan fosfat, gum dan warna dengan cara membentuk emulsi dari sabun yang terbentuk.

    • Reaksi antara asam lemak bebas dengan NaOH adalah sebagai berikut :

    R-COOH + NaOH → RCOONa + H2O

    • Sabun atau emulsi yang terbentuk dapat dipisahkan dari minyak dengan cara sentrifugasi.

    • Komponen minor dalam minyak berupa sterol, klorofil, vitamin E dan karotenoid hanya sebagian kecil dapat dikurangi dalam proses netralisasi.

    • Netralisasi juga akan menyabunkan sejumlah kecil minyak netral

  • Netralizer Cara netralisasi :

    1. Minyak (20-30°C) + Na OH melalui pipa bag. atas 2. Selama pemberian Na OH dilakukan pengadukan 3. Suhu dinaikkan sampai 60°C dan diusahakan

    secepat mungkin ( uap panas melalui pipa spiral dalam tangki)

    4. Mulai terbentuk globula sabun (pengadukan makin pelan)

    5. Globula sabun akan mengendap, pemanasan & pengadukan dihentikan (suhu 80-85°C)

    6. Didiamkan sampai SS mengendap, dilakukan pendinginan SS menjadi lebih lunak dan terpisah dari minyak (tidak terbentuk emulsi)

    7. SS dikeluarkan

  • Netralizer dan Bleacher

  • • Jumlah larutan soda kaustik yang ditambahkan pada minyak pada proses pemurnian biasa dinyatakan sebagai treat.

    • Nilai treat didasarkan pada jumlah NaOH dengan konsentrasi tertentu yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak termasuk kelebihan ( excess ) yang diperlukan. Treat biasanya dinyatakan sebagai persen dengan perhitungan sebagai berikut :

    Keterangan :

    Treat = Persentase (b/b) larutan NaOH yang dibutuhkan untuk pemurnian minyak dengan bobot tertentu

    0,142 = bobot molekul NaOH dan asam oleat

    ALB = kadar asam lemak bebas dinyatakan dalam persen

    Kelebihan = kelebihan larutan NaOH

  • Netralisasi Netralisasi dengan cara lain :

    1. Netralisasi dengan Natrium Karbonat (Na2CO3)

    Keuntungan menggunakan persenyawaan karbonat adalah karena

    trigliserida tidak ikut tersabunkan→ nilai refining factor ˂

    • Netralisasi menggunakan natrium karbonat biasanya disusul dengan pencucian menggunakan kaustik soda encer, sehingga

    memperbaiki mutu, terutama warna minyak → mengurangi jumlah

    absorben

    Kelemahan dari pemakaian senyawa ini adalah karena sabun yang

    terbentuk sukar dipisahkan. Hal ini disebabkan karena gas CO2 yang dibebaskan dari karbonat akan menimbulkan busa dalam

    minyak.

    • Namun, kelemahan ini dapat diatasi karena gas CO2 yang dihasilkan dapat dihilangkan dengan cara mengalirkan uap panas

    atau dengan menurunkan tekanan udara di atas permukaan

    minyak dengan menggunakan pompa vakum.

  • Pada umumnya netralisasi minyak menggunakan natrium karbonat dilakukan di bawah suhu 50oC, sehingga seluruh asam lemak bebas yang bereaksi dengan natrium karbonat akan membentuk sabun dan asam karbonat

    R-COOH + Na2CO3 → R-COONa + NaHCO3

    Cara netralisasi :

    • minyak dinetralkan, dipanaskan pada suhu 35-40oC dengan tekanan lebih rendah dari 1 atmosfir

    • ditambahkan larutan natrium karbonat, kemudian diaduk selama 10-15 menit dengan kecepatan pengadukan 65-75 rpm.

    • Kemudian kecepatan pengadukan dikurangi 15-20 rpm dan tekanan vakum diperkecil selama 20-30 menit.

    Dengan cara tersebut, gas CO2 yang terbentuk akan menguap dan asam lemak bebas yang tertinggal dalam minyak kurang lebih sebesar 0,05%.

    Sabun yang terbentuk dapat diendapkan dengan menambahkan garam, misalnya natrium sulfat atau natrium silikat, atau mencucinya dengan air panas.

  • 2. Netralisasi minyak dalam bentuk “miscella”

    • Cara ini digunakan pada minyak yang diekstrak dengan menggunakan pelarut menguap ( solvent extraction ).

    • Hasil yang diperoleh merupakan campuran antara pelarut dan minyak yang disebut dengan miscella. Asam lemak bebas dalam micelle dapat dinetralkan dengan menggunakan kaustik soda atau natrium karbonat. Sedangkan sabun yang terbentuk dapat dipisahkan dengan cara menambahkan garam, minyak netral dipisahkan dari pelarut dengan cara penguapan.

    3. Netralisasi dengan Etanol Amin dan Amonia

    • Pada proses ini, asam lemak bebas dapat dinetralkan tanpa menyabunkan trigliserida.

    • Ammonia yang digunakan dapat diperoleh kembali dengan cara penyulingan dalam ruangan vakum

  • 4. Cara Penyulingan

    • Cara penyulingan adalah proses penguapan asam lemak bebas, langsung dari minyak tanpa mereaksikannya dengan larutan basa, sehingga asam lemak yang terpisah tetap utuh. Minyak kasar yang akan disuling terlebih dahulu dipanaskan dalam heat exchanger

    • Untuk menghindari kerusakan minyak selama proses penyulingan karena suhu yang terlalu tinggi, maka asam lemak bebas yang tertinggal dalam minyak dengan kadar lebih rendah dari 1% harus dinetralkan dengan menggunakan persenyawaan basa (kombinasi )

    • Pada umumnya, kadar asam lemak bebas dalam minyak setelah penyulingan sekitar 0,1-0,2% , sedangkan hasil kondensasi masih mengandung sekitar 5% trigliserida.

    • Pemisahan asam lemak bebas dengan cara penyulingan digunakan untuk menetralkan minyak kasar yang mengandung kadar asam lemak bebas relatif tinggi, sedangkan minyak kasar yang mengandung asam lemak bebas lebih kecil dari 8% lebih baik dinetralkan dengan penggunaan senyawa basa.

  • 5. Pemisahan asam dengan menggunakan Pelarut Organik

    • Perbedaan kelarutan antara asam lemak bebas dan trigliserida dalam pelarut organik digunakan sebagai dasar pemisahan asam lemak bebas dari minyak.

    • Pyridine merupakan pelarut minyak dan jika ditambahkan air dalam jumlah kecil, maka trigliserida akan terpisah. Trigliserida tidak larut dalam pyridine, sedangkan asam lemak bebas tetap larut sempurna.

    • Minyak dapat dipisahkan dari pelarut dengan cara dekantasi sedangkan pelarut dipisahkan dari asam lemak bebas dengan cara penyulingan.

    Kelemahan dengan menggunakan alkohol sebagai pelarut, kelarutan trigliserida dalam alkohol akan bertambah besar seiring dengan bertambahnya kadar asam lemak bebas, sehingga pemisahan antara asam lemak bebas dari trigliserida lebih sukar dilakukan.

  • Efisiensi netralisasi

    • Efisiensi netralisasi dinyatakan dalam refining factor, yaitu perbandingan antara kehilangan total karena netralisasi dan jumlah asam lemak bebas dalam lemak kasar.

    • Refining Factor : ALB : 3% Hasil : 94%

    Kehilangan = 6 = 2

    ALB 3

    • Makin kecil nilai refining factor, maka semakin tinggi pula nilai efisiensi netralisasinya.

  • NETRALISASI MINYAK

    ❑Netralisasi ialah suatu proses untuk memisahkan asam lemak bebas dari minyak atau lemak, dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dengan basa atau pereaksi lainnya sehingga membentuk sabun (soap stock).

    ❑Pemisahan asam lemak bebas dapat juga dilakukan dengan cara penyulingan yang dikenal dengan istilah de-asidifikasi.

    ❑Tujuan proses netralisasi adalah untuk menghilangkan asam lemak bebas (FFA) yang dapat menyebabkan bau tengik.

  • Reaksi Penyabunan

  • Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih konsentrasi

    larutan alkali yang digunakan dalam netralisasi adalah sbb.:

    1. Keasaman dari Minyak Kasar

    ❑Konsentrasi dari alkali yang digunakan tergantung dari jumlah asam lemak bebas atau derajat keasaman minyak. Makin besar jumlah asam lemak bebas, makin besar pula konsentrasi alkali yang digunakan.

    ❑Secara teoritis, untuk menetralkan 1 kg asam lemak bebas dalam