PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

download PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

of 17

  • date post

    11-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    432
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

Rekayasa Perangkat Lunak

STMIK WIT

Lisensi Dokumen: Copyright 2011 Andrew Witono, MTI Seluruh dokumen di Andrew Witono, MTI dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari Andrew Witono, MTI

Modul ini berisi tentang konsep rekayasa perangkat lunak untuk permograman tersruktur. Permodelan perangkat lunak menggunakan DFD (Data Flow Diagram). Untuk mempermudah pemahaman, ilustrasi perancangan perangkat lunak dengan DFD disertai menggunakan studi kasus. Studi kasus yang digunakan adalah Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan yang merupakan kelanjutan dari studi kasus yang digunakan pada modul sebelumnya.

1. Pengertian Pemrograman TerstrukturPemrograman terstruktur adalah konsep atau paradigma atau sudut pandang pemrograman yang membagi-bagi berdasarkan fungsi-fungsi atau prosedur-prosedur yang dibutuhkan program komputer. Modulmodul (pembagian program) biasanya dibuat dengan mengelompokkan fungsi-fungsi dan prosedur-prosedur yang diperlukan sebuah proses tertentu. Fungsi-fungsi dan prosedur-prosedur ditulis secara sekuensial atau terurut dari atas ke bawah sesuai dengan kebergantungan antar fungsi atau prosedur (fungsi atau prosedur yang dapat dipakai oleh fungsi atau prosedur di di bawahnya atasnya. harus yang ini sudah ditulis atau untuk dideklarasikan Berikut contoh ilustrasi

pemrograman terstruktur.

Created By : Andrew Witono, MTI

Halaman 1

Rekayasa Perangkat LunakInclude atau uses sebagai m ekanism m e enyatukan kode agar dapat saling akses

STMIK WIT

File Kode Program Fungsi Prosedur Fungsi

File Kode Program Fungsi

File Kode Program Fungsi

Prosedur Fungsi

Prosedur Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi Prosedur Fungsi Prosedur ProgramUtam a Prosedur Fungsi Fungsi

Gambar 5.1 Ilustrasi Pemrograman Terstruktur Permodelan pada pemrograman terstruktur dibagi berdasarkan fungsifungsi dan prosedur-prosedur. Oleh karena itu, permodelan pada pemrograman terstruktur lebihg fokus bagaimana memodelkan data dan fungsi-fungsi atau prosedur yang harus dibuat. Jenis paradigma apa yang akan digunakan untuk membuat program, baru setelah itu ditentukan paradigma pemrograman apa saja yang akan digunakan. 2. DFD (Data Flow Diagram) Data Flow Diagram (DFD) awalnya dikembangkan oleh Chris Gane dan Trish Sarson pada tahun 1979 yang termasuk dalam Structure Systems Analysis dan Design Methodology (SSADM) yang ditulis oleh Chris Gane dan Trish Sarson. Sistem yang dikembangkan ini berbasis pada dekomposisi fungsional dari sebuah sistem. Berikut ini adalah DFD yang dikembangkan oleh Chris Gane dan Trish Sarson :Produsen atau Konsum en Aliran Data 1 .2.3 Proses

D Nam Penyim 4 a panan D ata

Created By : Andrew Witono, MTI

Halaman 2

Rekayasa Perangkat Lunak

STMIK WIT

Gambar 5.2 Contoh DFD yang dikembangkan Chris Gane dan Trish Sarson Edward Yourdan dan Tom DeMarco memperkenalkan metode yang lain pada tahun 1980-an di mana mengubah persegi dengan sudut lengkung (pada DFD Chris Gane dan Trish Sarson) dengan lingkaran untuk menontasikan. Edward Yourdan dan Tom DeMarco populer digunakan sebagai model analisis sistem perangkat lunak untuk sistem perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur. Informasi yang ada di dalam perangkat lunak dimodifikasikan dengan beberapa transformasi yang dibutuhkan. Data Flow Diagram (DFD) atau dalam bahasa Indonesia menjadi Diagram Aliran Data (DAD) adalah representasi grafik yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi (input) dan keluaran (output).

DFD dapat digunakan untuk mempresentasikan sebuah sistem atau perangkat lunak pada beberapa level abstraksi. DFD dapat dibagi menjadi beberapa level yang lebih detail untuk merepresentasikan aliran informasi atau fungsi yang lebih detail. DFD menyediakan mekanisme untuk pemodelan fungsional ataupun pemodelan aliran informasi. Oleh karena itu, DFD lebih sesuai digunakan untuk memodelkan fungsi-fungsi perangkat lunak yang akan diimplementasikan menggunakan pemrograman terstruktur karena pemrograman terstruktur membagi-bagi bagiannya dengan fungsifungsi dan prosedur-prosedur. DFD tidak sesuai untuk memodelkan sistem perangkat lunak yang akan dibangun menggunakan pemrograman terstruktur dan pemrograman berorientasi obyek. Paradigma pemrograman terstruktur dan pemrograman berorientasi objek merupakan hal yang berbeda. Jangan mencampuradukkan pemrograman terstruktur dan pemrograman berorientasi objek.

Created By : Andrew Witono, MTI

Halaman 3

Rekayasa Perangkat Lunak

STMIK WIT

DFD tidak sesuai untuk memodelkan sistem menggunakan pemrograman berorientasi objek.

yang

Notasi-notasi pada DFD (Edward Yourdan dan Tom DeMarco) adalah sebagai berikut : Notasi Keterangan Proses atau fungsi atau prosedur pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman tersruktur, maka pemodelan notasi inilah yang harusnya menjadi fungsi atau prosedur di dalam kode program. Catatan : Nama yang diberikan pada sebuah proses biasanya berupa kata kerja. File atau basis data atau penyimpanan (storage) pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemograman terstruktur, maka pemodelan notasi inilah yang harusnya dibuat menjadi tabel-tabel basis data yang dibutuhkan, tabel-tabel ini juga harus sesuai dengan perancangan tabel-tabel pada basis data. (Entity Relationship Diagram (ERD), Conceptual Data Model (CDM) dan Physical Data Model (PDM)). Catatan : Nam ayang diberikan pada sebuah pemyimpanan biasanya kata benda. Entitas luar (external entity) atau masukkan (input) atau keluaran (output) atau orang yang memakai / berinteraksi dengan perangkat lunak yang dimodelkan atau sistem lain yang terkait dengan aliran data dari sistem yang dimodelkan. Catatan : Nama yang digunakan pada masukkan (input) atau keluaran (output) biasanya berupa kata benda. Notasi Keterangan Aliran data merupakan data yang dikirim antar proses, dari penyimpanan ke proses , dari penyimpanan ke proses, atau dari proses ke masukkan (input) atau keluaran (output). Catatan : Nama yang digunakan pada aliran data biasanya berupa kata benda, dapat diawali dengan dengan kata data misalnya data siswa atau tanpa kata misalnya siswa.

Created By : Andrew Witono, MTI

Halaman 4

Rekayasa Perangkat Lunak

STMIK WIT

Syarat pembuatan DFD ini akan menolong profesional sistem untuk menghindari pembentukkan DFD yang salah atau DFD yang tidak lengkap atau tidak konsisten secara logika. Beberapa syarat pembutan DFD dapat menolong profesional sistem untuk membentuk DFD yang benar, menyenangkan untuk dilihat dan mudah dibaca oleh pemakai. Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah : 1) Pemberian nama untuk tiap komponen DFD 2) Pemberian nomor pada komponen proses 3) Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat 4) Penghindaran penggambaran DFD yang rumit 5) Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika PENGGAMBARAN DFD Tidak ada aturan baku untuk menggambarkan DFD. Tapi dari berbagai referensi yang ada, secara garis besar langkah untuk membuat DFD adalah : 1) Identifikasi terlebih dahulu semua entitas luar yang terlibat di sistem. 2) Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan entitas luar. 3) Buat Diagram Konteks (diagram context). Diagram Caranya : Tentukan nama sistemnya. Tentukan batasan sistemnya. Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem. Tentukan apa yang diterima/diberikan terminator dari/ke sistem. Gambarkan diagram konteks. ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya.

Created By : Andrew Witono, MTI

Halaman 5

Rekayasa Perangkat Lunak4) Buat Diagram Level 0 Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Caranya : Tentukan proses utama yang ada pada sistem.

STMIK WIT

Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya). Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data. Gambarkan diagram level 0. Hindari perpotongan arus data. Beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses). 5) Buat Diagram Level 1 Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level 0. Caranya : Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari proses utama yang ada di level 0. Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing subproses ke/dari sistem dan perhatikan konsep keseimbangan. Apabila diperlukan, munculkan data store (transaksi) sebagai sumber maupun tujuan alur data. Gambarkan DFD level 1 : Hindari perpotongan arus data. Beri nomor pada masing-masing sub-proses yang menunjukkan dekomposisi dari proses sebelumnya. Contoh : 1.1, 1.2, 2.1 6) DFD Level 2, 3, seterusnya Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya. Proses dekomposisi dilakukan sampai dengan proses siap dituangkan ke dalam program. Aturan yang digunakan sama dengan level 1.

Created By : Andrew Witono, MTI

Halaman 6

Rekayasa Perangkat Lunak

STMIK WIT

Berikut ini adalah contoh beberapa prosedur yang terdapat pada PT. Aneka Tani : Prosedur Diagram Sistem Informasi Hutang Piutang Pupuk PT. Aneka Tani 1.Supplier

Prosedur Pembelian PupukKasirForm Stock Pupuk

GudangForm Stock Pupuk

Direktur

Pemberian Stempel

Form Stock Pupuk Stempel

Form Stock Pupuk Stempel

Pengecekan & Persetujuan

Form Stock Pupuk Stempel Ttd