Pemicu v -Kelompok 11

download Pemicu v -Kelompok 11

of 58

  • date post

    11-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    1

Embed Size (px)

description

jj

Transcript of Pemicu v -Kelompok 11

  • Kelompok 11

    tutordr. alyaKetua Anggun septiani405080190Sekretaris Adhe herlina 405090012Penulis Victoria405080027Anggota Damianus danny405080173Patriciea caroline405090022Reza adrian 405090059Debie chandra.g 405090962Herrywijaya sixtaputra405090064Azuma kamada405090087Marcelly ramando.s405090097Ignatia eva evelyne405090151Idha idhar dewi.p 405090155

  • P.LabstreptococcusMengeluarkan protein MAg mirip di sel jantungRespon imun menyerangSendi -> rheumatogenik, sistemikjantungKlep jantung rusak : - regurgitasiBunyi tambahan murmur holosistolikAliran darahKerja jantung Dilatasi jantungkardiomegalitakikardip.Fisik : Malaise- lelah- demam

    metabolismeAliran darah O2 , kerja jantungBantuan otot pernafasanRetraksi subkostalMind map

  • LOMenjelaskan DRA Definisi,etiologi,epidemiologi,klasifikasi,patfis,tandagejala,pemeriksaan penunjang,tatalaksana,DD,komplikasi,dan prognosis

    2.MenjelaskanPJRDefinisi,etiologi,epidemiologi,klasifikasi,patfis,tandagejala,pemeriksaan penunjang,tatalaksana,DD,komplikasi,dan prognosis

  • LO 1 DEMAM RHEUMATIK AKUT

  • DR Merupakan suatu penyakit inflamasi non supuratif yg digolongkan pd kelainan vaskular kolagen atau kelainan jar.ikat (IPD)DR adalah sindrom klinis sebagai komplikasi infeksi Streptococcus beta-hemolyticus grup A, dengan satu atau lebih gejala mayor: poliartritis migran akut, karditis, korea minor, nodul subkutan, dan eritema marginatum. (IKA)

  • Demam reumatik akutReaksi imunologis abnormal (antigenic mimicry) terhadap infeksi Streptococcus hemolitikus grup A 3 minggu sebelum manifestasi karditisFaringitis yang disebabkan infeksi (GABHS) strain 1,3,5,6,18,19,24 bersifat rheumatogenik, oleh karena:Toksin GABHS merangsang pembentukan antibodi 1% dari antibodi (ASTO) yang terbentuk akan menyerang persendian dan sel-sel miokard yang memiliki komponen antigenmirip toksin GABHS

  • Keradangan di persendian, jaringan saraf dan kulit menimbulkan gejala poliarthritis migrans, korea Sydenham, eritema marginatum, nodul subkutan Keradangan pada katup mitral, aortic, dan tricuspid katup menjadi kasar, berparut, liat, kemudian menyempit dan kadang-kadang hancur gejala karditis : muncul bising baru disertai pembesaran ventrikel akibat bertambahnya beban aliran darah

  • Predileksi umur: 5-15 tahun.Merupakan penyebab utama kematian akibat penyakit jantung untuk usia < 40 thn.Di negara dengan ekonomi maju, terlihat penurunan insiden setelah tahun 1990.Namun di negara berkembang, tidak ada penurunan yang nyata untuk insiden demam reumatik (di Indonesia belum ada data insiden).WHO memperkirakan jumlah kasus demam reumatik dan penyakit jantung reumatik 25-40% dari semua penderita penyakit jantung yang dirawat di negara berkembang.

    *EPIDEMIOLOGI

  • Data dr Bag Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM menunjukan bahwa dalam kurun waktu 10 thn terakhir belum terdpt penurunan berarti pd kasus DRA dan PJR. Diperkirakan prevalensi PJR di Indonesia sebesar 0,3-0,8% anak sekolah 5-15 thn.

  • ETIOLOGIDemam reumatik merupakan akibat interaksi individu, penyebab penyakit dan faktor lingkungan.Penyakit ini berhubungan sangat erat dengan infeksi saluran napas bagian atas oleh Streptococcus beta-hemolyticus grup A.Demam rematik tidak berhubungan dengan infeksi streptokok di kulit.Hubungan etilologi antara kuman streptokok dengan demam reumatik :Terdapat peningkatan antibodi terhadap Streptococcus beta Hemolyticus grup AInsiden demam rematik yang tinggi berhubungan dengan insidens infeksi saluran nafas oleh Streptococcus beta Hemolyticus grup A yang tinggi pula.Serangan ulang demam rematik sangat menurun dengan pemberian profilaksis sekunder yang adekuat

  • Infeksi Streptococcusb-haemolyticus grup Adi saluran nafas bagianatas.*ETIOLOGI

  • Etiologi

  • adalah bakteri gram positive dengan bentuk bulat dan diameter 1 sampai 2 um, tersusun dalam bentuk rantai. Bertumbuh dengan optimal pada media agar darah tetapi terhambat jika medium memiliki konsentrasi glukosa yang tinggi. Setelah inkubasi akan tampak 1-2 mm koloni putih dengan zona besar dari B hemolisis akan terlihat.

  • Faktor predisposisiFaktor pejamuFaktor genetikJenis HLA tertentu dapat rentan thd demam reumatik Jenis kelamin Berpengaruh pd kln katup; stenosis mitral lbh sering pd perempuan, sedangkan insufisiensi aorta lbh sering pd anak laki2.Golongan etnis dan rasFaktor lingkungan yg berbeda pd kedua golongan tsb ikut berperan atau bahkan merupakan sebab yg sebenarnya. UmurPy plg srg mengenai anak pd umur 5-15 tahun, dg puncak sekitar 8 thn. Status gizi

    Faktor lingkunganKeadaan Sosial-Ekonomi yg burukSanitasi lingkungan yg buruk, rumah dengan penghuni yg padat, serta rendahnya pendidikan shg pengertian utk segera mengobati anak yg menderita sakit sgt kurang. Iklim dan geografiDi daratan tinggi angka kjdian demam reumatik lbh byk dp di dataran rendah.CuacaPerubahan cuaca yg mendadak sering mengakibatkan angka kejadian mjd meningkat, shg angka kejadian utk demam reumatik jg meningkat.

  • Klasifikasi Demam reumatik akutDemam reumatik inaktifDemam reumatik yang terjadi tanpa dijumpai adanya tanda-tanda radangDemam reumatik kronisDR yang terjadi secara terus menerus melebihi 6 bulan

  • patofisiologi

  • Patologi anatomi Dsr kln patologi demam reumatik adl reaksi inflamasi eksudatif dan proliferasi jaringan mesenkim.Kln yg menetap hanya tjd pd jantung; organ lain spt sendi, kulit, paru, pembuluh darah, dan jaringan otak dpt terkena, tp tdk pernah meninggalkan gejala permanen.

  • Organ2 yg terkenaJantungMiokarditis dpt ringan berupa infiltrasi sel radang, tp dapat berat shg tjd dilatasi jantung.Endokarditis mrp kln terpenting krn mencakup peradangan pada katup jantung penebalan daun katup kerusakan kebocoran katup (stenosis/insufisiensi)Perikarditis : dpt mengenai lap viseral maupun parietal perikardium dg eksudasi fibrinosa. Organ lain Sendi plg sering terkena poliartritis migran Ekstremitas korea

  • Derajat 1 :dengan artritis atau korea tanpa karditis Derajat 2 :dengan karditis tanpa kardiomegali Derajat 3 :dengan karditis disertai kardiomegali Derajat 4 :dengan karditis yang disertai gagal jantung

  • 1. Gejala peradangan umum:Demam, berkeringat, tdk enak badan LED , CRP, leukositosis neutrofil.Manifestasi spesifik:a. Artritis

    Gejala mayor, sering ditemukan pada DRA akut.Sendi yang terkena dapat berpindah-pindah tanpa cacat, biasanya adalah sendi-sendi besar (lutut, pergelangan kaki, paha, lengan, panggul, siku, bahu)Muncul bersamaan dengan rasa nyeri 12-24 jam diikuti dengan reaksi radang nyeri akan hilang perlahan-lahan.Radang jarang menetap lebih dari 1 minggu, proses migrasi radang 3-6 minggu.

    Manifestasi mayor demam reumatik akut

  • b. KarditisInsidens 40-50%, dapat berlanjut ke gejala yang lebih berat gagal jantung.Dapat mempengaruhi endocardium, pericardium, atau myocardium.Miokarditis dapat bersamaan dengan endokarditis, sehingga terdapat kardiomegali/gagal jantung.

    c. Khorea10% dari DR, dapat bersamaan dengan karditis atau sendiri.Masa laten lama (2-6bulan).Lebih sering pada perempuan 8-12 tahun.Ditemukan emosi anak labil, anak sering menyendiri, apatis terhadap lingkungannya.Terdapat gerakan tanpa disadari pada wajah dan anggota gerak tubuh yang biasanya unilateral, gerakan ini hilang saat tidur.

  • d. Eritema marginatumDitemukan kira-kira pada 5% pasien DR.Berlangsung berminggu-minggu dan berbulan-bulan.Tidak nyeri dan tidak gatal.

    e. Nodul subkutan Terletak dibawah kulit, keras, tidak terasa sakit, berukuran antara 3-10 mm, biasanya terdapat di bagian ekstensor persendian terutama sendi siku, lutut, pergelangan tangan dan kaki, daerah suboksipital dan diatas prosessus spinosus vertebralis torakalis dan lumbalis

  • Eritema marginatum

  • Nodul subkutaneus

  • KRITERIA DIAGNOSTIK DRA*Dasar diagnostik :2 mayor atau 1 mayor + 2 minor, dengan bukti infeksi streptolokus (ASTO atau kultur )kecuali : DRA bisa ditegakkan hanya dengan korea atau karditis indolen saja

  • Pemeriksaan penunjangTerbagi atas 3 golongan :Gol I uji radang jaringan akut, yakni reaktan fase akutGol II uji bakteriolois dan serologis yang membuktikan infeksi streptokokusGol III radiologis, elektrokardiografi, dan ekokardiografi untuk menilai adanya kelainan jantung

  • Pemeriksaan PenunjangUji laboratorium yg berguna dalam diagnosis demam reumatik adalah:Bukti adanya infeksi streptokokBukti adanya faringitis akibat SGA sebelumnya, diperlukan untuk konfirmasi diagnosis DRA. Analisis antibodi terhadap antigen streptokok dalam serum penderita berguna untuk mendapatkan bukti adanya infeksi sebelumnya. Uji yg paling sering digunakan adalah uji antistreptolisin O (ASTO) dan uji ini secara umum dipakai untuk uji antibodi terhadap streptokok.

  • Untuk menetapkan ada atau pernah adanya infeksi kuman SGA dapat dideteksi :Dengan hapusan tenggorok pada saat akut. Biasanya kultur SGA negatif pada fase akut ini. Bila positif, belum pasti membantu diagnosis sebab kemungkinan akibat kekambuan dari kuman SGA itu atau infeksi streptokokus dengan strain yang lain.Tetapi antibodi streptokokus lebih menjelaskan adanya infeksi streptokokus dengan adanya kenaikan titer ASTO dan anti DNA-se.

  • Bukti adanya peradangan sistemik (reaksi fase akut)Uji yg sering digunakan adalah leukosit darah perifer, LED dan CRP. Ketiga uji inimerupakan indikator adanya radang nonspesifik jaringan. Uji ini abnormal selama fase akut demam reumatik, jg abnormal pd beberapa infeksi bakteri dan penyakit kolagenBukti adanya keterlibatan jantungGambaran radiologisGambaran radiologis normal tidak mengesampingkan adanya karditis. Pemeriksaan radiologi secara seri brguna untuk menentukan prognosis dan kemungkinan adanya