PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TAMIANG - Biro TAMIANG_8_2010 · PDF filedengan DPRK Aceh...

Click here to load reader

  • date post

    03-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    227
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TAMIANG - Biro TAMIANG_8_2010 · PDF filedengan DPRK Aceh...

  • - 1 -

    PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TAMIANG

    QANUN KABUPATEN ACEH TAMIANG NOMOR 8 TAHUN 2010

    TENTANG

    PENDIRIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA TAMIANG

    BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

    DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA

    BUPATI ACEH TAMIANG,

    Menimbang : a. bahwa sejak penyerahan aset dan pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, maka Perusahaan Daerah Air Minum dimaksud menjadi milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang;

    b. bahwa untuk kelangsungan pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum dalam pemberian pelayanan bidang penyediaan/penyaluran air minum kepada masyarakat, dipandang perlu menetapkan status kepemilikan, pengelolaan dan bentuk hukumnya;

    c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, dan huruf b, perlu membentuk Qanun Kabupaten Aceh Tamiang tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang;

    Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1962 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2387);

    2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3821);

    3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 172;

    4. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya, dan Kabupaten Aceh Tamiang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 17, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4179);

    5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

    6. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377);

    7. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

  • - 2 -

    8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

    9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 26 Tambahan Lembaga Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

    10. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemeritahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4633);

    11. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

    12. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3838);

    13. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 33 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4490);

    14. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4858);

    15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 1998 tentang Bentuk Hukum Badan Usaha Milik Daerah;

    16. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum;

    17. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 1999 tentang Kepengurusan Badan Usaha Milik Daerah;

    18. Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum;

    19. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum;

    20. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 43 Tahun 2000 tentang Pedoman Kerjasama Perusahaan Daerah dengan Pihak Ketiga;

    21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum;

    22. Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan Qanun (Lembaran Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2007 Nomor 03, Tambahan Lembaran Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 03);

    23. Qanun Kabupaten Aceh Tamiang Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pedoman Pendirian Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Aceh Tamiang (Lembaran Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2008 Nomor 7);

  • - 3 -

    Dengan Persetujuan Bersama,

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN ACEH TAMIANG

    dan

    BUPATI ACEH TAMIANG

    MEMUTUSKAN : Menetapkan : QANUN KABUPATEN ACEH TAMIANG TENTANG PENDIRIAN

    PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA TAMIANG.

    BAB I KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Qanun ini yang dimaksud dengan : 1. Kabupaten adalah Kabupaten Aceh Tamiang;

    2. Pemerintah Daerah Kabupaten yang selanjutnya disebut Pemerintah Kabupaten adalah unsur penyelenggara pemerintahan daerah kabupaten yang terdiri atas Bupati dan Perangkat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang.

    3. Bupati adalah Bupati Aceh Tamiang;

    4. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten selanjutnya disingkat DPRK adalah Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang;

    5. Sekretaris Daerah yang selanjutnya disebut SEKDA adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang;

    6. Badan Usaha Milik Daerah adalah suatu badan usaha milik daerah yang dibentuk dan didirikan oleh pemerintah kabupaten dengan bentuk badan hukum Perseroan Terbatas atau Perusahaan Daerah.

    7. Perusahaan Daerah Air Minum yang selanjutnya disingkat PDAM adalah Badan Usaha Milik Daerah bergerak di bidang pelayanan air minum.

    8. Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Tamiang selanjutnya disebut PDAM Tirta Tamiang adalah Perusahaan Daerah Air Minum milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang;

    9. Dewan Pengawas adalah Dewan Pengawas PDAM Tirta Tamiang;

    10. Direktur adalah Direktur PDAM Tirta Tamiang;

    11. Unit Pelayanan adalah Unit Pelayanan PDAM Tirta Tamiang;

    12. Pegawai adalah pegawai PDAM Tirta Tamiang;

    13. Jasa produksi adalah laba bersih setelah dikurangi dengan penyusutan, cadangan tujuan dan pengurangan yang wajar dalam perusahaan.

    BAB II PENDIRIAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN

    Pasal 2

    Pasal 3

    PDAM Tirta Tamiang berkedudukan dan berkantor pusat di Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang.

    Dengan Qanun ini didirikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dengan nama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang.

  • - 4 -

    BAB III MAKSUD DAN TUJUAN

    Pasal 4

    (1) PDAM Tirta Tamiang didirikan dengan maksud memberikan pelayanan penyediaan dan penyaluran air minum untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta mendukung pelaksanaan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat;

    (2) Pendirian PDAM Tirta Tamiang bertujuan untuk : a. menjamin ketersediaan air minum untuk pemenuhan kebutuhan pokok bagi

    masyarakat; b. menyediakan air minum yang memenuhi syarat kualitas kesehatan kepada

    masyarakat; c. memperoleh laba dan/atau keuntungan dengan memperhatikan aspek sosial dan

    kemampuan masyarakat; d. memberikan konstribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten.

    BAB IV PERMODALAN

    Pasal 5

    (1) Modal dasar PDAM Tirta Tamiang terdiri atas kekayaan/aset yang dimiliki PDAM Tirta Peusada Kabupaten Aceh Timur yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang serta modal Perusahaan sendiri.

    (2) Neraca permulaan perusahaan terdiri atas semua Aktiva dan Pasiva dalam bidang pengusahaan air minum.

    (3) Modal PDAM Tirta Tamiang sebagaimana tersebut pada ayat (1) dapat ditambah melalui penyertaan modal yang bersumber dari APBK, Kapitalisasi Cadangan dan sumber lainnya.

    (4) Penyertaan modal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat berupa uang dan/atau aset yang dapat dinilai dengan uang.

    (5) Penyertaan modal dan penambahan penyertaan modal dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    (6) Penyertaan Modal yang bersumber dari APBA dan APBN dan dalam rangka kerja sama dengan pihak ketiga dapat dilakukan atas persetujuan Bupati dan dikonsultasikan dengan DPRK Aceh Tamiang.

    (7) Semua alat likuide disimpan pada Bank Pembangunan Daerah dan atau Bank-bank Pemerintah lainnya.

    BAB V

    ORGANISASI

    Bagian Kesatu Kedudukan, Tugas Pokok Dan Fungsi

    Pasal 6

    PDAM Tirta Tamiang adalah Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang bergerak di bidang pelayanan air minum.

    Pasal 7

    PDAM Tirta Tamiang mempunyai tugas melakukan pengelolaan air minum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat mencakup aspek sosial, ekonomi, kesehatan dan pelayanan umum berdasarkan aza