Pemeriksaan Lab Sederhana

download Pemeriksaan Lab Sederhana

of 27

  • date post

    02-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    194
  • download

    1

Embed Size (px)

description

materi akbid Anik y,Amd.Keb.SH

Transcript of Pemeriksaan Lab Sederhana

  • PEMERIKSAAN LAB SEDERHANAPADA BUMIL

  • PROTEIN URINE / TETES ASAM SULFOSALISILAT 20%Prinsip Terjadi endapan protein jika direaksikan dengan asam (asam salfosalisilat)TujuanMenentukan adanya protein dalam urine secara semi kuantitafPersiapan pasien Tidak diperlukan

  • tabung reaksi rakpipetAlat yang diperlukanAsam sulfosalisilatReagen

  • Cara Pemeriksaan

    Bila tabung reaksi (A dan B) masing-masing diisi dengan 2 ml urine.Tabung A ditambahkan 8 tetes larutan asamsulfosalisilat 20% lalu goyang perlahan-lahanKekeruhan dilihat dengan latar belakang gelap (misal kertas karbon / kertas) dengan cahaya yang berpantul. Bandingkan isi tabung A dan B

  • Pelaporan

    Hasil : Negative (-) : tidak ada kekeruhan sama sekaliPositif (+) : ada kekeruhan ringan tanpa butirPositif (++) : kekeruhan mudah dilihat dan tampak butir-butir dalam kekeruhan.Positif (+++) : urine jelas keruh dan kekeruhan itu berkeping-kepingPositif (++++) : urine sangat keruh dan kekeruhan berkeping-keping besar atau bergumpal-gumpal/ memadat

  • Catatan Harga NormalNormal memberikan reaksi (-) (tidak ada kekeruhan sama sekali)Kesalahan yang sering terjadi pada waktu melakukan pemeriksaan disebabkan :menggunakan tabung kotor / keruh sehingga di interpretasikan sebagai suatu kekeruhan.menggunakan urine yang keruh, ika keruh disaring lalu bagian yang bening dipindah ke tabung yang lain. Filtrat ini tidak boleh dipakai untuk pemeriksaan yang lain.

  • PROTEIN URINE ASAM ASETAT 6%Prinsip :Terjadi endapan protein jika direaksikan dengan asam (asam asetat 6%)Tujuan :Menentukan adanya protein dalam urine secara semi kuantitafPersiapan pasien :Tidak diperlukan

  • Alat yang diperlukantabung reaksirakpipetReagen

    Asam asetat 6 %

  • Cara PemeriksaanBila tabung reaksi (A dan B) masing-masing diisi dengan 2 ml urine.bila urin keruh maka dilakukan sentrifus / dipusingkan ( diputar )Tabung A ditambahkan 4- 8 tetes larutan asam asetat 6% lalu goyang perlahan-lahan, Bila keruh dibakar lagi sampai tabung mendidih .Tabung didiamkan dulu sampai dingin lalu diperhatikan ada endapan apa tidak ?

  • MEMBACA HASILNegative (-) : tidak ada kekeruhan sama sekaliPositif (+) : ada kekeruhan ringan tanpa butirPositif (++) : kekeruhan mudah dilihat dan tampak butir-butir dalam kekeruhan.Positif (+++) : urine jelas keruh dan kekeruhan itu berkeping-kepingPositif (++++) : urine sangat keruh dan kekeruhan berkeping-keping besar atau bergumpal-gumpal/ memadat.

  • PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN (CARA SAHLI)PrinsipHemoglobin darah diubah menadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCL,lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang teradi dengan warna standart memakai mata bisa.TujuanMenetapkan kadar hemoglobin dalam darah.

  • Alat yang dipergunakan

    Hemoglobinometer (hemometer). Sahli terdiri dari : Gelas berwarna sebagai warna standartTabung hemometer dengan pembagian skala putih 2 sampai dengan 22Pengaduk dari gelasPipet sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20/lPipet PasteurKertas saring/tissue/kain kasa kering

  • Reagen

    Larutan HCL 0,1 NAquades

  • Cara pemeriksaanTabung hemometer diisi dengan larutan HCL 0,1 N sampai tanda 2Hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20lHapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang.Masukkan darah sebanyak 20 l ini kedalam tabung yang berisi larutan HCL tadi tanpa menimbulkan gelembung udara.

  • Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCL dari dalam pipet secara berulang-ulang 3kali.Tunggu 5 menit untuk pembentukan asam hematin.Asam hematin yang terjadi diencerkan dengan aquades setetes demi setetes sambil diaduk batang pengaduk dari gelas sampai didapat warna yang sama dengan warna standard.Minikus dari larutan dibaca . Minikus (dalam hal ini) adalah permukaan terendah dari larutan.

  • Pelaporan

    Dinyatakan dalam gr/dl. Hanya dilaporkan dalam angka bulat, atau naik setengah. Missal 11,11 , 12,12 , dan sebagainya.

  • Catatan

    Nilai Normal :Laki-laki : 14-18 gram/dlWanita : 12-16 gram/dlKesalahan yang sering terjadiAlat/reagen kurang sempurna yaitu :Volume pipet Hb tidak selalu tepat 20Warna standard sering sudah pucat Kadar larutan HCL sering tidak dikontrol

  • KESALAHAN PD Orang yang melakukan pemeriksaan :Pengambilan darah kurang baikPenglihatan pemeriksa tidak normal atau sudah lelahIntensitas sinar/penerangan kurangPada waktu membaca hasil dipermukaan terdapat gelembung udara Pipet tidak dibilas dengan HCLPengenceran tidak baik

  • PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAHPrinsip pemeriksaan Agglutinasi sel darah merah dengan anti sera tertentu.TujuanUntuk mengetahui golongan darah seseorang.Persiapan pasienTidak diperlukan

  • Alat yang diperlukan

    Kaca objekLancetKapas alkoholReagen1 set anti sera yang berisi : 1. Serum anti A 2. Serum anti B 3. Serum anti AB 4. Anti Rh faktor

  • Cara pemeriksaan :Taruhlah pada sebuah kaca objek :1 tetes serum A,1 tetes serum anti B,1 tetes serum AB,1 tetes anti Rh factor.Setetes kecil darah kapilaer atau vena diteteskan pada serum-serum tersebut diatas. Campur dengan ujung lidi (satu lidi untuk satu macam campuran)Goyangkan kaca objek dengan membuat gerakan melingkar selama 4 menit. Lihat bagian mana yang ada agglutinasinya.

  • Pelaporan :

    BILA :Anti A aglutinasi positifAnti B aglutinasi negativeGolongan darah AAnti AB aglutinasi positif

    Anti A aglutinasi negativeAnti B aglutinasi positifGolongan darah BAnti AB aglutinasi positif

    Anti A aglutinasi positifAnti B aglutinasi positifGolongan darah ABAnti AB aglutinasi positif

  • Anti A aglutinasi negativeAnti B aglutinasi negativeGolongan darah OAnti AB aglutinasi negative

    Anti Rh faktor aglutinasi positifRh +Anti Rh factor aglutinasi negativeRh -

  • PEMERIKSAAN URINE REDUKSIa.Metode fehling (kualitatif)Cara :2 cc fehling A,dicampur dg 2 cc fehling B1 cc urine (lebih baik yg sdh disentrifuger)Fehling A + B dicampur, lalu urine dimasukkan .Dipanaskan dg api kecil sampai mendidihDinginkan lalu dibaca hasilnya .

  • Membaca hasilNegatif : tetap biru / hijau jernihPositip (+): keruh warna hijau agak kuningPosiif (++): kuning kehijauan dg endapan kuningPositif (+++): kuning kemerahan, endapan kuningPositif (++++): merahjingga merah bata

  • b.Metode Benedict test Cara :Urine krg lbh 4 tts masukkan dlm tabungTambahkan 8 tts benedict reagentPanaskan diatas lampu spiritus Lihat hasilnya

  • TERIMA KASIH