Pemeriksaan Lab 2

download Pemeriksaan Lab 2

of 33

  • date post

    25-Apr-2015
  • Category

    Documents

  • view

    39
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Pemeriksaan Lab 2

godeliviacinitya 4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Skip to content

Home About

Sejarah Singkat Gizi Menurut Para Tokoh

Laporan PSG Biokimia Darah Pemeriksaan HemoglobinPosted on December 29, 2012 by godeliviacinitya BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Sel darah merah (eritrosit). Merupakan sel yang paling banyak dibandingkan dengan dua sel lainnya, dalam keadaan normal mencapai hampir separuh dari volume darah. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen dipakai untuk membentuk energi bagi sel-sel, dengan bahan limbah berupa karbon dioksida, yang akan diangkut oleh sel darah merah dari jaringan dan kembali ke paru-paru [1]. Pemeriksaan biokimia dalam penilaian status gizi memberikan hasil yang lebih tepat dan objektif daripada menilai konsumsi pangan dan pemeriksaan lain. Pemeriksaan biokimia yang sering digunakan adalah teknik pengukuran kandungan berbagai zat gizi dan substansi kimia lain dalam darah dan urin. Hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan standar

normal yang telah ditetapkan. Adanya parasit dapat diketahui melalui pemeriksaan feses, urin dan darah, karena kurang gizi sering berkaitan dengan prevalensi penyakit karena parasit [2]. Hemoglobin adalah metaloprotein, pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel darah merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, diantaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia [3]. Tubuh sebenarnya membutuhkan zat besi sebagai bahan baku untuk memproduksi protein hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke darah [4]. Defisiensi besi fungsional mengakibatkan produksi sel darah merah menjadi hipokrom. Sel yang hipokrom tidak hanya sebagai akibat defisiensi besi fungsional tapi dapat disebabkan oleh berkurangnya sintesis Hb apapun penyebabnya3. Contoh ukuran untuk indeks anemia dan prevalensi anemia secara keseluruhan dan macrocytosis untuk NHANES 1988-2004 telah disajikan . Hemoglobin dan MCV nilai berdasarkan jenis kelamin, ras-etnis, usia, kemiskinan: rasio pendapatan, dan vitamin / mineral menggunakan suplemen untuk orang dewasa AS berusia 19 y di NHANESs 19881994 dan 1999-2004 telah disajikan. Pada pria, disesuaikan berarti konsentrasi hemoglobin secara signifikan meningkat dari 15,1 g / dL pada tahun 1988-1994 menjadi 15,4 g / dL tahun 1999-2004 (P