Pemeriksaan Karsinoma Mammae

download Pemeriksaan Karsinoma Mammae

of 47

  • date post

    29-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    84
  • download

    7

Embed Size (px)

description

px fisik

Transcript of Pemeriksaan Karsinoma Mammae

Strategi Deteksi Kanker PayudaraStadium AwalGani W Tambunan, Joko S Lukito, SoekiminLaboratorium Patologi AnatokikFakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / Rumah Sakit Dr. Pirngadi, MedanABSTRAKSebagian besar kanker payudara ditemukan oleh penderita sendiri, yang berartipads kondisi stadium lanjut inoperabel. Oleh karena ukuran tumor umumnya berpengaruhterhadap prognosis, maka penanggulangan diprioritaskan pads upaya menemukantumor ini dalam ukuran kecil asimtomatik dengan cara : (1) pemeriksaan payudarasendiri (SARARI) dan (2) pemeriksaan payudara secara klinik (SARANIK) olehdokter, bidan ataupun paramedis yang terlatih. Apabila pada kedua pemeriksaan iniditemukan nodul, maka pemeriksaan dilanjutkan dengan (3) sitologi biopsi aspirasidengan/tanpa (4) mamografi ataupun (5) biopsi bedah. Prosedur, teknik dan peralatansitologi biopsi aspirasi sangat sederhana dan murah dengan ketepatan diagnosis yangtinggi. Kombinasi sitologi biopsi aspirasi dan mamografi memberikan ketetapan diagnosisalternatif, apabila biopsi aspirasi tidak dapat dilakukan atau gagal memberi informasiyang akurat.PENDAHULUANTumor payudara hampir selalu memberi kesan menakutkanbagi wanita. Bahkan banyak para pakar sependapat bahwa setiapnodul pads payudara dianggap sebagai kanker terutama padswanita golongan risiko tinggi walaupun kemungkinan tumorjinak tidak dapat diabaikan. Pendapat yang "berlebihan" inidapat dipahami, mengingat insiden kanker payudara tinggitidak hanya di negara sedang berkembang, tapi juga di negaramaju. Di Indonesia kanker payudara berada pada urutan ke duadari jenis kanker yang ada dan lebih kurang 60 - 80% ditemukanpads stadium lanjut yang berkaibat fatal').Tingkat pertumbuhan atau stadium kanker payudaraditentukaan tumor, penyebaran pads kelenjar getah bening didaerah ketiak ataupun supraklavikuler dan organ lain misalnyaparu, hati dan tulang. Semakin kecil tumor, kemungkinanpenyebaran tumor semakin kecil dan tindakan bedah kuratifdapat diharapkan walaupun sifatnya "sulit diramalkan" karenakemungkinan mikrometastasis tidak dapat diabaikan(2. Olehsebab itu penanggulangan kanker payudara dewasa inidiprioritaskan path upaya menemukan kankerpada ukuran sekecilmungkin.Tujuan tulisan ini adalah untuk mengemukakan berbagaipendekatan sederhana untuk menemukan kanker payudarapads stadium awal secara efektif dan efieisn.ETIOLOGIPenyebab kanker payudara belum jelas diketahui, namunpengaruh hormonal merupakan faktor yang utama. Apabilapads wanita berusia kurang dari 35 tahun dilakukan kastrasiovarium ataupun adrenal, maka risiko kanker payudara padswanita tersebut lebih kecil dibanding dengan wanita biasa. Wanitayang menarkhe pads usia sebelum 11 tahun dan wanita yangsulit dapat anak, insiden kanker payudaranya lebih tinggidibanding wanita normal.10 Cermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus No. 80, 1992

Faktor luar, antara lain kemungkinan makanan, diduga adakaitannya dengan insiden kanker payudara. Insiden kankerpayudara pada wanita Jepang lebih rendah dibanding wanitaBaratGolongan risikoGolongan risiko sering membantu dalam diagnosis karsinomapayudara. Yang dimaksud dengan golongan risiko adalahkelompok wanita yang mempunyai kemungkinan lebih tinggiterjangkit penyakit kanker payudara, dengan kriteria :1) Wanita berusia di atas 40 tahun2)Orang tua (ibu) menderita kanker payudara3) Saudara (kakak, adik) menderita kanker payudara4) Pernah menderita kanker pads salah satu payudara5) Penderita tumor jiank payudara6) Kehamilan pertama terjadi sesudah usia 35 tahun.PERTUMBUHANKanker payudara 95% merupakan karsinoma,'berasal dariepitel saluran dan kelenjar payudara. Pertumbuhan dimulai didalam duktus ataupun kelenjar lobulus yang disebut karsinomanoinvasif. Kemudian tumor menerobos ke luar dinding duktusatau kelenjar di daerah lobulus dan invasi ke dalam stroma, yangdikenal dengan nama karsinoma invasif. Pada pertumbuhanselanjutnya tumor meluas menuju fasia otot pektoralis ataupundaerah kulit yang menimbulkan perlengketan-perlengketan.Pada kondisi demikian, tumor dikategorikan stadium lanjutinoperabel.Penyebaran tumor terjadi melalui pembuluh getahbening, deposit dan tumbuh di kelenjar getah bening, sehinggakelenjar getah bening aksiler ataupun supraklavikuler mem-besar.Kemudian melalui pembuluh darah, tumor menyebarke organ jauh antara lain pare, hati, tulang dan otak. Akan tetapidari penelitian para pakar, mikrometastasis pads organ jauhdapat juga terjadi tanpa didahului penyebaran limfogen(2).Beberapa penulis mengemukakan konsep bahwa karsinomapayudara merupakan penyakit sistemik; walaupun tumor kecil,namun kemungkinan mikrometastasis tidak dapat diabaikan.Namun demikian, stadium dan prognosis karsinoma payu-dara pada umumnya ditentukan berdasarkan ukuran tumor,luas invasi pada payudara, keterlibatan kelenjar getah beningaksiler ataupun supraklavikuler dan metastasis ke organ jauh.Semakin kecil ukuran tumor, tingkat pertumbuhan/stadiumsemakin rendah dan prognosis lebih baik.Faktor daya tangkal tubuhKarsinoma payudara sebagian meluas progresif, sebagiantumbuh laten bertahun-tahun dan bahkan ada pula yang meng-alami regresi (Townsend). Kejadian ini diduga ada kaitannyadengan faktor daya pertahanan tubuh yang disponsori jaringanlimfoid. Defek reaksi limfosit pads kelenjar getah bening diaksila mempercepat pertumbuhan tumor dan prognosis lebihburuk. Di samping itu ketergantungan tumor terhadap hormonterutama estrogen berpengaruh terhadap pertumbuhan tumor.GEJALA KLINIKKeluhan utama penderita adalah pembengkakan payudara.Perasaan sakit jarang terjadi, kalaupun ada Baru muncul padstingkat pertumbuhan yang lanjut. Oleh karena keluhan sakittidak ada, pasien tidak merasa perlu pergi berobat, sehinggatumor dibiarkan tumbuh tanpa menyadari bahaya yang akanterjadi. Itulah sebabnya sebagian besar (60-80%) penderitakanker payudara ditemukan pads tingkat pertumbuhan lanjutinoperabel.Pada situasi demikian sering ditemukan tumor melengketdengan kulit atau kelihatan seperti bisul atau borok disertaipembengkakan kelenjar getah bening di ketiak ataupun dileher. Pada keadan penyakit demikian, pengobatan biasanyahanya bersifat paliatif. Pengobatan kuratif dapat dilakukanapabila tumor ditemukan pads ukuran kecil atau stadium dini.METODE DETEKSI DINIWalaupun kemajuan pengobatan kanker dengan sitostatikasemakin meningkat, namun penemuan tumor pada stadium dinimerupakan faktor penting dalam penanggulangan kankerpayudara. Sebagian besar kanker payudara ditemukan olehpasien sendiri, artinya tumor dalam tingkat pertumbuhanlanjut. Untuk menemukan tumor ini pads stadium awal diper-lukan inisiatif pasien dan pemeriksaan medis :1)Pemeriksaan payudarasendiri (SARARI)Pemeriksaan payudara sendiri ternyata terbukti dapatmenemukan tumor pads ukuran kecil. Dengan pola pemeriksaantertentu payudara diperiksa sendiri setiap bulan 5-7 harisesudah haid berhenti. Pemeriksaan payudara sendiri waktusedang mandi sangat efektif karena dengan mempergunakansabun benjolan lebih mudah teraba. Apabila teraba benjolanwalaupun kecil dan tidak sakit, apalagi pads wanita golonganrisiko tinggi, segera diperiksakan pads dokter keluarga ataupundokter di Rumah Sakit/Puskesmas. Menurut penelitian paraahli, SARARI sangat bernilai dalam deteksi kanker payudarasedini mungkin(2'4>.2)Pemeriksaan payudara oleh secara klinis (SARANIS)Dokter umum merupakan ujung tombak dalampenaggulangan kesehatan masyarakat; diperkirakan mempunyaikesempatan luas untuk menemukan kanker payudara ukurankecil. Kesempatan ini mungkin, apabila pads setiap wanitayang berusia lebih dari 40 tahun atau wanita yang termasukgolongan risiko tinggi, walaupun dia datang karena penyakitlain, dilakukan pemeriksaan payudara secara klinis (SARANIS)oleh dokter, bidan atau paramedis wanita merupakan strategiuntuk menerobos kendala "budaya rasa malu kalau diperiksadokter pria yang sering terjadi di klin ik atau puskesmas. Beberapapenulis melaporkan bahwa spesialis kandungan tidak jarangmenemukan tumor payudara pads ukuran kecil.SARANIS dilakukan sistematis dengan langkah-langkahsebagai berikut :1)Pasien duduk berhadapan dengan petugas medis, diamatiCermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus No. 80, 19921 1

simetrisasi atau perubahan bentuk kedua payudara.2)Kedua tangan pasien diangkat ke atas kepala sambilmemperhatikan simetrisasi ataupun perubahan gerakan keduapayudara. Adanya tarikan pada kulit merupakan pertandakern ungkinan keganasan.Untuk melihat lebihjelas, tarikan kulityang menutupmassa ditekan di antara dua jari tangan dan terjadidimpling sign.3)Palpasi kelenjar getah bening di daerah aksiler dilakukandengan tangan penderita diletakkan santai di alas tanganpemeriksa.4)Pada posisi fleksi kepala, daerah supraklavikuler dipalsasidengan cermat untuk melihat kemungkinan pembesarankelenjar getah bening.5)Pada posisi supine, kedua payudara dipalpasi sistematis mulaidaerah pinggir sampai ke daerah areola payudara. Palpasilebih intensif di daerah kuadran lateral atas, karena di daerahini lebih sering dijumpai karsinoma. Nodul lebih jelas terabaapabila di atas kulit payudara dilapukan sabun sambil dipalpasi.3)Pemeriksaan mamografiMamografi adalah foto payudara dengan mempergunakanalat khusus. Teknik sederhana, tidak sakit dan tidak adasuntikan kontras. Dengan cara ini kanker payudara ukuran kecil0.5 cm dapat diteksi; bahkan cara ini dapat dipergunakan sebagaialat skrining massal terutama golongan risiko tinggi walaupuntumomya tidak teraba.Apabila pads SARARI atau pemeriksaan SARADISditemukan benjolan pads payudara, pemeriksaan dilanjutkandengan mamografi. Pemeriksaan mamografi dilanjutkandengan pemeriksaan patologik : sitologi biopsi aspirasi ataupunbiopsi bedah. Ketepatan diagnosis mamografi lebih kurang 80%.Indikasi lain mamografi adalah para wanita golongan risikodengan keluhan bahwa dari puting susu keluar cairan coklat ataucampurdarah. Akhir-akhirini munculalatmutahirxeromamografiyang mempunyai kemampuan deteksi lebih akurat.USG sering dipergunakan untuk diagnosis kista padspayudara. Akan tetapi dengan adanya sitologi