Pemeriksaan fisik abdomen anang

download Pemeriksaan fisik abdomen anang

of 82

  • date post

    22-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    22.557
  • download

    26

Embed Size (px)

Transcript of Pemeriksaan fisik abdomen anang

  • 1. PEMERIKSAAN FISIKABDOMENBy : Ns Anang Satrianto, S.KepProgram Studi D-3 KebidananSekolah Tinggi Ilmu KesehatanBanyuwangi2011

2. TUJUAN PEMERIKSAAN ABDOMENMendapatkan atau mengidentifikasi tanda penyakitatau kelainan pada daerah abdomenDengan kata lain tujuan pemeriksaan abdomenadalah menjawab pertanyaan apakah terdapatkelainan organ yang terdapat pada daerah abdomen. 3. ABDOMENSuatu rongga dalam badan di bawah diafragmasampai dasar pelvis. Namun demikian yangdimaksud dengan pemeriksaan fisis abdomenadalah pemeriksaan abdomen di bawah arkuskosta kanan kiri sampai daerah inguinal. 4. PEMBAGIAN REGIONALAda berbagai cara untuk membagi permukaan dinding perutdalam beberapa regio : Dengan menarik garis tegak lurus terhadap garis medianmelalui umbilikus. dinding depan abdomen terbagi atas 4 daerah atau lazimdisebut : kuadran kanan atas, kuadran kiri atas, kuadran kiribawah, kuadran kanan bawah. 5. Pembagian yang lebih rinci atau lebih spesifik yaitudengan menarik dua garis sejajar dengan garismedian dan dua garis transversal yaitu yangmenghubungkan dua titik paling bawah dari arkuskosta dan satu lagi yang menghubungkan kedua spinailiaka anterior superior (SIAS).Terbagi menjadi : Garis medium, Antara SIAS kanandan garis median, Antara SIAS kiri dan garis median,Pinggir dinding abdomen kanan, Pinggir dindingabdomen kiri, Antara 2 titik paling bawah arkuskosta, Antara SIAS kanan dan kiri 6. BERDASARKAN PEMBAGIAN YANG LEBIHRINCI TERSEBUT PERMUKAAN DEPANABDOMEN TERBAGI ATAS 9 REGIO :1. Regio epigastrium2. Regio hipokondrium kanan3. Regio hipokondrium kiri4. Regio umbilikus5. Regio lumbal kanan6. Regio lumbal kiri7. Regio hipogastrium atau regio suprapubik8. Regio iliaka kanan9. Regio iliaka kiri 7. 9 REGIO ABDOMEN 8. SELAIN PETA REGIONAL TERSEBUTTERDAPAT BEBERAPA TITIK DAN GARISYANG SUDAH DISEPAKATI.Titik Mc Burney : titik pada dinding perut kuadrankanan bawah yang terletak pada 1/3 lateral dari garisyang menghubungakan SIAS dengan umbilikus. TitikMc Burney tersebut dianggap lokasi apendiks yangakan terasa nyeri tekan bila terdapat apendisitis.Garis Schuffner : garis yang menghubungkan titikpada arkus kosta kiri dengan umbilikus (dibagi 4) dangaris ini diteruskan sampai SIAS kanan yangmerupakan titik VIII. Garis ini digunakan untukmenyatakan pembesaran limpa. 9. APPENDICULAR POINT 10. PEMERIKSAAN ABDOMENInspeksiPalpasiPerkusiAuskultasi 11. INSPEKSIINSPEKSI ABDOMEN ADALAH MELIHAT PERUT BAIK PERUTBAGIAN DEPAN MAUPUN BAGIAN BELAKANG (PINGGANG).INSPEKSI DILAKUKAN DENGAN PENERANGAN YANGCUKUP. INFORMASI YANG PERLU DIDAPATKAN ADALAH :1. Simetris2. Bentuk atau kontur3. Ukuran4. Kondisi dinding perut : kelainan kulit, vena,umbilikus, stria alba5. Pergerakan dinding perut 12. SIMETRISDalam situasi normal dinding perut terlihat simetrisdalam posisi terlentang.Adanya tumor atau abses atau pelebaran setempatlumen usus membuat bentuk perut tidak simetris.Bila terlihat adanya gerakan peristaltik usus dapatdipastikan adanya hiperperistaltik dan dilatasisebagai akibat obstruksi lumen usus baik oleh tumor,perlengketan, strangulasi maupun hiperperistaltiksementara akibat skibala. 13. BENTUK DAN UKURANBentuk dan ukuran perut tergantung dari habitus,jaringan lemak subkutan atau intraabdomen danakibat kondisi otot dinding perut.Perut seorang atlet terlihat rata, kencang, simetris,terlihat kontur otot rektus abdominalis dengan sangatjelas.Pada keadaan starvasi bentuk dinding perut cekungdan tipis, disebut bentuk skopoid. Dalam situasi inibisa terlihat gerakan peristaltik usus. Abdomen yang membuncit dalam keadaan normaldapat terjadi pada pasien yang gemuk, perutmembuncit juga ditemukan pada keadaan patologis. 14. ASCITES 15. UMBILICAL HERNIA 16. KELAINAN KULIT Perlu diperhatikan sikatriks akibat ulserasi pada kulit,operasi, luka tusuk. Pada tempat insisi operasi sering terdapat herniainsisialis. Kadang-kadang hernia insisialis begitu besardan menonjol sampai terlihat peristaltik usus. Garis-garis putih sering disebut striae alba yang dapatterjadi setelah kehamilan, pasien yang mulanya gemuk,bekas asites, dan sindrom Cushing. Pulsasi arteri dinding perut terlihat pada aneurisma aortaatau kadang pada pasien yang kurus, Pulsasi pada epigastrium pada pasien insufisiensi katuptrikuspidalis. 17. Pelebaran vena terjadi pada hipertensi portal. Pelebarandi sekitar umbilikus disebut kaput medusae yang terdapatpada sindrom Banti. Pelebaran vena akibat obstruksi vena kava inferiorterlihat sebagai pelebaran vena dari daerah inguinal keumbilikus, sedang akibat obstruksi vena kava superioraliran vena ke distal. Pada keadaan normal, aliran vena dinding perut di atasumbilikus ke kranial sedang di bawah umbilikus alirannyake distal. 18. CAPUT MEDUSA 19. PALPASI 20. PALPASIPalpasi dinding perut sangat penting untukmenentukan ada tidaknya kelainan dalam ronggaabdomen.Perlu ditekankan di sini bahwa palpasimerupakan lanjutan dari anamnesis dan inspeksi.Perlu sekali diperhatikan apakah pasien adakeluhan nyeri atau rasa tidak enak pada daerahabdomen. 21. BEBERAPA PERSYARATAN YANG HARUSDIPENUHI SEBELUM MELAKSANAKANPALPASI :1. Beritahu pasien bahwa dikter akan meraba danmenekan dinding perut2. Minta pasien memberitahukan apabila terdapat rasanyeri akibat penekanan tersebut. Bila mungkintanyalah seperti apa nyerinya3. Perhatikan mimik pasien selama palpasi dilakukan 22. 1. Hindarkan pasien melihat perutnya sendiripada waktu dilakukan palpasi, bila perlu kakiditekuk sedikit sejak awal palpasi,2. Palpasi dilakukan secara sistematis dansedapat mungkin seluruh dinding perutterpalpasi. Sering terjadi daerah tengahdilupakan pada palpasi sehingga aneurismaatau tumor di daerah tersebut tidak terdeteksi,3. Ingatlah akan lokasi nyeri yang dikeluhkanoleh pasien, sehingga kita akan lebih hati-hatidalam melakukan palpasi, 23. 1. Palpasi dilakukan dalam 2 tahap yaitu palpasipermukaan (superfisial) dan palpasi dalam(deep palpation),2. Palpasi dapat dilakukan dengan satu tangandapat pula dua tangan (bimanual) terutamapada pasien gemuk,3. Biasakanlah palpasi yang seksama meskipuntidak ada keluhan yang bersangkutan denganpenyakit traktus gastrointestinal,4. Pasien dalam posisi supine / telentang danganbantal secukupnya, kecuali bila pasien sesaknapas. Pemeriksa berdiri pada sebelah kananpasien, kecuali pada dokter yang kidal (lefthanded), 24. PALPASI SUPERFISIALPalpasi tangan menonjol pada dinding perut.Umumnya penekanan dilakukan oleh ruasterakhir dan ruas tengah jari-jari, bukan denganujung jari. 25. PALPASI SUPERFICIALBegin with lightpalpation. At this pointyou are mostly looking forareas of tenderness. Themost sensitive indicator oftenderness is the patientsfacial expression. 26. Sangat berguna untuk menemukan nyeri tekan,tahanan otot, suatu massa dan organ superficialTindakan ini juga berguna untukmerelaksasikan pasienBila ada tahanan coba dibedakan apakahtahanan itu disengaja atau spasme otot yanginvolunter 27. CARA UNTUK MEMBEDAKANPasien dalam keadaan relaksasiLakukan palpasi umum pada waktu ototrelaksasi, yakni saat ekspirasiPasien diminta untuk bernapas lewat mulut, bilatahanan perut disengaja oleh pasien makabiasanya tahanan akan berkurang. 28. PALPASI DALAM Palpasi dalam dipakai untuk identifikasi kelainan / rasanyeri yang tidak didapatkan pada palpasi superfisial danuntuk lebih menegaskan kelainan yang didapat padapalpasi superfisial Yang terpenting adalah untuk palpasi organ secaraspesifik misalnya palpasi hati, limpa, ginjal. Palpasi dalamjuga penting pada pasien yang gemuk atau pasien denganotot dinding yang tebal. 29. PALPASI DALAMProceed to deeppalpation aftersurveying theabdomenlightly.Try to identifyabdominal masses orareas of deeptenderness. 30. Bertujuan menemukan massa dalam abdomenBila ditemukan suatu massa perhatikanlokasinya, ukuran, bentuk, konsistensi, nyeriatau tidak, mobilitas dan pulsasinyaMassa di abdomen dapat dikategorikan sebagaiinflamasi (divertikulitis kolon), fisiologis (uterushamil), vaskuler ( aneurisma aorta abdominalis),neoplasma (kanker kolon), obstruktif ( retensiurin atau usus yang berdilatasi), kelenjar getahbening para aorta. 31. Bila palpasi dalam sukar dilakukan makalakukan palpasi dengan kedua tangan, tangankanan di permukaan perut, tangan kiri dipinggang kanan pasienTangan kiri menekan pinggang ke atas, tangankanan mencari dan merasakan massa heparPalpasi dengan satu tangan disebut cara manual,palpasi dengan dua tangan disebut carabimanual. 32. REBOUND TENDERNESSThis is a test forperitonealirritation.Palpate deeply andthen quicklyreleasepressure.If it hurts morewhen you release,the patient hasreboundtenderness. 33. PALPATION OF THE AORTAThe aorta is easilypalpable on mostindividuals.You should feel itpulsating with deeppalpation of thecentral abdomen.An enlarged aortamay be a sign of anaortic aneurysm. 34. ANEURISMA AORTA 35. PERKUSI 36. PERKUSIPerkusi abdomen dilakukan dengan cara taklangsung, sama seperti pada perkusi di ronggatoraks tetapi dengan penekanan yang lebihringan dan ketokan yang lebih perlahan. 37. BUNYI PERKUSI PADA ABDOMENBunyi Deskripsi LokasiTimpani Bunyi bernada lebih tinggidaripada resonanDi atas viscera yangterisi oleh udaraHiperresonan Nada antara timpanidengan resonanPada basal paru-parukiriResonan Nada moderat yang sama Di atas jaringan parudan kadang-kadangdi abdomen di atasorgan padatDullness Nada yang tinggi dansingkat dan sedikit resonan 38. TUJUAN PERKUSI ABDOMEN1. Untuk konfirmasi pembesaran hati dan limpa,2. Untuk menentukan ada tidaknya nyeri ketok,3. Untuk diagnosis adanya cairan atau massapadat. 39. Membantu dalam menentukan apakah rongga abdomenberisi lebih banyak cairan atau udara. Keadaan normal suara perkusi abdomen adalah timpani,kecuali di daerah hati suara perkusinya adalah pekak. Hilangnya sama sekali daerah pekak hati danbertambahnya bunyi timpani di seluruh abdomen harusdipikirkan kemungkinan adanya udara bebas di dalamrongga perut, misalnya pada perforasi