Pemeriksaan Dan Penatalaksanaan Psikosis Dan Bipolar Di Puskesmas

download Pemeriksaan Dan Penatalaksanaan Psikosis Dan Bipolar Di Puskesmas

of 21

  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    643
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Pemeriksaan Dan Penatalaksanaan Psikosis Dan Bipolar Di Puskesmas

PEMERIKSAAN DAN PENATALAKSANAAN PSIKOSIS DAN BIPOLAR DI PUSKESMAS

Pembimbing : Dr. Eka Viora, Sp.KJ Penyusun : Flora Oktania (11-2009-003) Yoni Vanto (11-2009-051) Richard Afandi (11-2009-172) Vina Tanady (11-2009-235)KEP ANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT JIWA RUMAH SAKIT Dr. SOEHARTO HEEDJAN JAKART A 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan referat dengan judul Pemeriksaan dan Penatalaksanaan Psikosis dan Bipolar di Puskesmas. Pada kesempatan baik ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Dr. Eka Viora, Sp.KJ selaku pembimbing Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Jiwa yang telah memberikan kesempatan kepada penyusun untuk menyusun referat ini. Mengingat pengetahuan dan pengalaman penyusun masih sangat terbatas, penyusun sadar masih banyak kekurangan baik dari segi isi, susunan bahasa,maupun sistematikanya. Untuk itu kritik dan saran pembaca yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan. Akhir kata penyusun berharap kiranya referat ini dapat menjadi masukan yang berguna dan bias menjadi informasi bagi tenaga medis dan profesi lain yang terkait dengan masalah kesehatan pada umumnya, dan mengenai Psikosis dan Gangguan Bipolar khususnya. Jakarta, Januari 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

y y y y y

Kata Pengantar................................ ................................ ................................ ................................ ................................ ................ i Daftar Isi................................ ................................ ................................ ................................ ................................ ......................... ii Psikosis................................ ................................ ................................ ................................ ................................ ........................... 3 Gangguan Bipolar ................................ ................................ ................................ ................................ ................................ ........... 12 Daftar Pustaka ................................ ................................ ................................ ................................ ................................ ................ 21

PSIKOSISPsikosis ditandai oleh distorsi pemikiran dan persepsi, serta ada nya ketidak cocokan emosi atau emosi yang sempit. Terdapatnya inkoherensi atau bicara yang kacau bisa ditemukan pada pasien psikosis. Halusinasi ( mendengar suara atau melihatsesuatu yang tidak ada), delusi (ketetapan , kepercayaan yang tidak masuk akal), atau kecurigaan yang berlebihan dan tidak beralasan bisa dapat terlihat pada pasien ini. Gangguan perilaku yang berat, seperti gangguan kepribadian, agitasi, kegembiraan dan kesedihan, atau hiperaktif, dapat terlihat. Gangguan emosi, seperti sikap yang apatis, atau antara keadaan dan emosi tidak sesuai ( seperti ekspresi wajah dan gerak tubuh yang tidak sesuai), dapat terlihat. Orang dengan gangguan psikosis sangat beresiko tinggi terkena pelanggaran hak asasi manusia. Penilaian dan panduan penatalaksanaan 1. Apakah seseorang terkena psikosis akut?IYA Jika ada beberapa gejala yang muncul, seperti psikosis. Jika ini merupakan episode: - Episode pertama atau - Kekambuhan atau - Perburukkan dari gejala psikosis

-

-

Inkoherensi atau bicara yang kacau Delusi Hausinasi Sindrom putus obat, agitasi, gangguan kepribadian Percaya bahwa pikiran nya dapat di baca atau dapat di lihat oleh orang lain Penarikan diri dari kehidupan sosial dan mengabaikan tanggung jawab yang berhubungan dengan pekerjaan, sekolah,

Memberikan informasi pada pasien dan wali tentang psikosis dan perawatannya Psy 2.1 Mulai dengan pemberian antipsikosis Psy 3.1

-

Jika tersedia, memberikan intervensi psikologis dan sosial seperti terapi keluarga atau terapi kemampuan bersosial InT Fasilitas rehabilitasi Pemeriksaan rutin Psy 2.2 Psy 2.3

Semua itu adalah gejala psikosis akut. -

Mempertahankan harapan yang nyata dan optimis Note: ! Jangan memberi obat antikolinergik secara rutin untuk mencegah efek samping dari antipsikosis.

-

Hal yang ditanyakan pada pasien atau wali Kapan hal ini terjadi? Pada saat seperti apa gejala itu timbul? Penjelasan pengobatan-pengobatan yang pernah di lakukan. Gejala yang dapat menyingkirkandiagnosis: Intoksikasi alkohol atau obat atau sindroma putus obat. - Delirium karena penyakit akut, seperti cerebral malaria, sepsis, cedera kepala

2. Apakah seseorang terkena psikosis kronik?

Jika gejala menetap selama lebih dari 3 bulan Dapat disebut psikosis kronik

Memberikan informasi kepada pasien dan wali Psy 2.1 Jika pasien tidak dalam pengobatan apapun, mulai pengobatan sesuai dengan pengobatan pada psikosis akut - Menanyakan dan memastikan kepatuhan pengobatan - Jika pasien tidak merespon dengan baik, pertimbangkan untuk meningkatkan dosis atau mengganti obat tersebut Psy 3.1 dan 3.2 - Jika tersedia, memberikan intervensi psikologis dan sosial seperti terapi keluarga atau terapi kemampuan bersosial. Jika tersedia pertimbangkan untuk menambah intervensi psikososial terlebih dahulu seperti terapi perilaku kognitif InT - Mengawasi lebih lanjut Psy 2.3 - Mempertahankan harapan yang realistis dan optimisme - Menawarkan rehabilitasi Psy 2.2

3. Apakah seseorang mempunyai episode manik akut?

Amati: Beberapa hari ke depan: Mood yang mecolok atau pemarah Energi dan kegiatan yang berlebihan Bicara yang berlebihan Rasa berani yang berlebihan Riwayat dahulu: Depresi Penurunan kegiatan atau semangat

-

-

Note: Orang yang menderita episode manik (tanpa depresi) dapat di diagnosa sebagai gangguan bipolar. - Kesembuhan sempurna di antara episode adalah hal yang sering terjadi pada pasien gangguan bipolar -

4. Cari kelainan lain yang menyertai

Jika iya, kemungkinan gangguan bipolar

Keluar modul ini dan pergi ke modul bagian gangguan bipolar BPD

-

Pengguna alkohol atau penyalahgunaan obat Rasa ingin bunuh diri atau melukai diri sendiri Dementia Penyakit yang menyertai: perhatikan terutama gejala stroke, diabetes,hipertensi,HIV/AIDS, cerebral malaria atau obat-obatan (steroid)

JIKA IYA

Keluar modul ini dan pergi ke modul bagian gangguan bipolar BPD

Pada wanita usia subur

-

-

-

-

Dalam kasus wanita yang sedang mengandung, harus konsultasi dengan dokter kandungan untuk rawat bersama. Jelaskan resiko untuk ibu dan janin, termasuk komplikasi pada kehamilan dan bila psikosis kambuh (terutama bila obat di hentikan dan penggantian obat) Wanita yang mempunyai psikosis dan merencanakan untuk mengandung , melahirkan ataupun menyusui harus di terapi dengan haloperidol atau klorpromazin dosis rendah. Hindari penggunaan antipsikosis depot secara rutin.

Penjelasan intervensi 1. Penyuluhan psikosis y Pesan untuk pasien psikosis: o Kemauan pasien untuk pulih o Pentingnya untuk melanjutkan kehidupan sosial, pendidikan dan pekerjaan, sejauh yang mereka mampu o Penderitaan dan masalah mereka dapat dibantu penyelesaianya dengan obat o Pentingnya mengkonsumsi obat secara teratur o Hak seorang pasien untuk ikut terlibat dalam setiap pengambilan keputusan dalam pengobatan dirinya o Penting untuk tetap menjaga kesehatan ( seperti makanan sehat, olahraga, kebersihan fisik pribadi)

y

Pesan untuk pihak keluarga o Pasien dengan psikosis mungkin akan mendengar suara atau mungkin dapat mempercayai sesuatu yang tidak ada o Pasien psikosis sering tidak mengakui bahwa dirinya sakit dan bahkan bisa sampai berkelahi untuk mempertahankan hal tersebut o Penting untuk mengetahui keadaan dimana pasien berubah menjadi buruk atau gejala timb kembali dan kembali untuk ul pengobatan ulang o Penting untuk keluarga dan lingkungan sosial nya mengetahui keadaan pasien o Anggota keluarga harus dapat menghindar dari ekspresi atau kritik-kritik berat pada pasien ataupun permusuhan pada pasien o Pasien psikosis sering diperlakukan secara tidak adil tapi sebaik nya pasien harus diperlakukan sama seperti yang lain o Pasien psikosis akan sulit penyembuhannya bila terdapat tekanan yang tinggi pada lingkungan kehidupannya o Akan lebih baik bila pasien psikosis mempunyai pekerjaan atau arti dalam lingkungan kehidupan sosial o Alangkah lebih baik bila pasien tidak di rawat dalam jangka waktu yang lama dalam rumah sakit tetapi hidup dalam keluarganya sendiri dan lingkungan sosial yang mendukungnya

2.

Fasilitas rehabilitasi dalam sebuah komunitasLIBATKAN SECARA AKTIF PASIEN PSIKOSIS DAN WALI MEREKA SECARA AKTIF DALAM PENETALAKSANAAN, DESAIN SERTA INTERVENSI INI

y y y

y

Berkoordinasi secara intervensi dengan staff kesehatan dan tenaga sosial lainnya termasuk pekerja sosial penyandang cacat Bekerja sama dengan fasilitas kesehatan yang ada dan tenaga kerja sosial untuk bertemu secara rutin kepada keluarga, lingkung an sosial dan mental pasien Secara aktif mendorong pasien untuk aktif dalam kehidupan sosial, pendidikan , dan pekerjaan yang sesuai dan memberikan informasi betapa penting nya ini bagi kondisi mental pasien. Memfasilitasi kehidupan ekonomi, kegiatan sosial, sesuai budaya yang ada di lingkungannya. Orang dengan psikosis sering didiskriminasi, jadi sangat penting untuk mengatasi faktor-faktor buruk secara eksternal dan internal untuk menghasilkan kualitas hidup yang baik. Bekerja pada lembaga -lembaga lokal untuk mengeksplorasi daya kerja dan pendidikan, berdasarkan kemampuan dan kebutuhan pribadi tiap orang. Jika diperlukan dan jika tersedia, mengeksplorasi hidup pasien dengan dukungan. Perhatikan baik-baik kapasitas tiap-tiap orang dan perlu dukungan dalam bentuk saran dan fasilitas yang optimal dalam pengaturan hidup, mengingat hak asasi manusia tersebut.

3.