Pemeriksaan Dan Kelainan Pada Mammae

download Pemeriksaan Dan Kelainan Pada Mammae

of 72

  • date post

    04-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    9
  • download

    4

Embed Size (px)

description

fk unib

Transcript of Pemeriksaan Dan Kelainan Pada Mammae

Pemeriksaan dan Kelainan pada Mammae

Pemeriksaan dan Kelainan pada MammaeDoni TrinandaH1A010028AnamnesisGejala yang yang paling sering meliputi 1 :Adanya perubahan pada payudara atau pada puting susunya

Benjolan atau penebalan dalam atau sekitar payudara atau di daerah ketiakPuting susu terasa mengeras

Perubahan pada payudara atau pada puting susunya Perubahan ukuran maupun bentuk dari payudaraPuting susu tertarik ke dalam payudaraKulit payudara, areola, atau puting bersisik, merah, atau bengkak. Kulit mungkin berkerut-kerut seperti kulit jeruk.Keluarnya sekret atau cairan dari puting susu

Pemeriksaan fisik payudaraSADARITujuan dari pemeriksaan payudara sendiri adalah mendeteksi dini apabila terdapat benjolan pada payudara, terutama yang dicurigai ganas, sehingga dapat menurunkan angka kematianCara melakukan SADARI

Wanita sebaiknya melakukan SADARI pada posisi duduk atau berdiri menghadap cermin.

Pertama kali dicari asimetris dari kedua payudara, kerutan pada kulit payudara, dan puting yang masuk.

Angkat lengannya lurus melewati kepala atau lakukan gerakan bertolak pinggang untuk mengkontraksikan otot pektoralis (otot dada) untuk memperjelas kerutan pada kulit payudara.

Sembari duduk / berdiri, rabalah payudara dengan tangan sebelahnya.

Selanjutnya sembari tidur, dan kembali meraba payudara dan ketiakTerakhir tekan puting untuk melihat apakah ada cairan.

. Inspeksi1. Duduk tegak tangan di sisi tubuh, yang dinilai: ukuran dan kesimetrisan mamae, perubahan warna kulit, ulserasi, kulit berlekuk, edema, deformitas dan retraksi mamae 4.

2. Tangan diangkat tegak lurus ke atas dan turun ke bawah, yang dinilai: fiksasi kulit atau papillae mamae, axilla diamati untuk melihat pembengkakan limfonodi 4.

3.Manuver kontraksi m. Pectoralis dengan kedua lengan menekan di pinggang, penderita duduk, yang dinilai: mamae yang menderita kanker tampak lebih menonjol daripada kulit yang melekuk atau terfiksir akan terlihat lebih jelas 4.

PalpasiDalam posisi duduk paling baik untuk palpasi lnn. Supraklavikuler dan aksiler.4 Palpasi lnn. Supraklavikular dilakukan dari depan dan belakang penderita dengan ujung jari. Untuk palpasi lnn. Aksiler, m. Pektoralis harus betul-betul relaksasi dengan menyokong lengan yang bersangkutan dengan satu tangan sedang ujung jari tangan yang lain meraba lnn. Aksiler pasien. 4Penderita tidur telentang pertama dengan posisi tangan penderita di samping tubuhnya kemudian kedua tangan diangkat di atas kepala.

Melalui inspeksi dan palpasi nilailah:Massa tumor: ukuran, lokasi, bentuk, konsistensi, terfiksir atau tidak ke kulit atau dinding dadaPerubahan kulit: kemerahan, edema, peau dorange, dimpling, nodul satelit, ulserasi

Perubahan puting: tertarik, kemerahan, erosi, krusta, perubahan warna, cairan (discharge) hemorrhagis atau tidak.Status kelenjar getah bening (axilla, infraklavikula, supraklavikula): jumlah, lokasi, ukuran, terfiksasi atau tidak.

Pemeriksaan Penunjang1. MammografiMammografi merupakan pemeriksaan yang paling dapat diandalkan untuk mendeteksi kanker payudara sebelum benjolan atau massa dapat dipalpasi. Mammografi mempunyai 2 jenis gambaran, yaitu kraniokaudal (CC) dan oblik mediolateral (MLO). Gambaran mammografi yang spesifik untuk karsinoma mammae antara lain massa padat dengan atau tanpa gambaran seperti bintang (stellate), penebalan asimetris jaringan mammae dan kumpulan mikrokalsifikasi.

Protokol saat ini berdasarkan National Cancer Center Network (NCCN) menyarankan bahwa setiap wanita diatas 20 tahun harus dilakukan pemeriksaan payudara setiap 3 tahun 6. Pada usia di atas 40 tahun, pemeriksaan payudara dilakukan setiap tahun disertai dengan pemeriksaan mammografi. 2. Ultrasonografi (USG)Penggunaan USG merupakan pemeriksaan penunjang yang penting untuk membantu hasil mammografi yang tidak jelas atau meragukan, baik digunakan untuk menentukan massa yang kistik atau massa yang padat.

Pada pemeriksaan dengan USG, kista mammae mempunyai gambaran dengan batas yang tegas dengan permukaan yang halus dan daerah bebas echo di bagian tengahnya. Massa payudara jinak biasanya menunjukkan kontur yang halus, berbentuk oval atau bulat, echo yang lemah di bagian sentral dengan batas yang tegas. Karsinoma mammae disertai dengan dinding yang tidak beraturan, tetapi dapat juga berbatas tegas dengan peningkatan akustik. USG juga digunakan untuk mengarahkan fine-needle aspiration biopsy (FNAB), core-needle biopsy dan lokalisasi jarum pada lesi payudara. USG merupakan pemeriksaan yang praktis dan sangat dapat diterima oleh pasien tetapi tidak dapat mendeteksi lesi dengan diameter 1 cm.63. BiopsiFine-needle aspiration biopsy (FNAB) dilanjutkan dengan pemeriksaan sitologi merupakan cara praktis dan lebih murah daripada biopsi eksisional dengan resiko yang rendah.

Large-needle (core-needle) biopsy mengambil bagian sentral atau inti jaringan dengan jarum yang besar. Alat biopsi genggam menbuat large-core needle biopsy dari massa yang dapat dipalpasi menjadi mudah dilakukan di klinik dan cost-effective dengan anestesi lokal 7

Open biopsy dengan lokal anestesi sebagai prosedur awal sebelum memutuskan tindakan defintif merupakan cara diagnosis yang paling dapat dipercaya. FNAB atau core-needle biopsy, ketika hasilnya positif, memberikan hasil yang cepat dengan biaya dan resiko yang rendah, tetapi ketika hasilnya negatif maka harus dilanjutkan dengan open biopsy.

Open biopsy dapat berupa biopsy insisional atau biopsi eksisional. Pada biopsi insisional mengambil sebagian massa payudara yang dicurigai, dilakukan bila tidak tersedianya core-needle biopsy atau massa tersebut hanya menunjukkan gambaran DCIS saja atau klinis curiga suatu inflammatory carcinoma tetapi tidak tersedia core-needle biopsy. Pada biopsi eksisional, seluruh massa payudara diambil.2,7Rekomendasi untuk deteksi kanker payudara dini menurut American Cancer Society 4 :Wanita berumur 40 tahun harus melakukan screening mammogram secara terus-menerus selama mereka dalam keadaan sehat, dianjurkan setiap tahun.Wanita berumur 20-30 tahun harus melakukan pemeriksaan klinis payudara (termasuk mammogram) sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan yang periodik oleh dokter, dianjurkan setiap 3 tahun.

Setiap wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri mulai umur 20 tahun. untuk kemudian melakukan konsultasi ke dokter bila menemukan kelainan. Wanita yang berisiko tinggi (>20%) harus melakukan pemeriksaan MRI dan mammogram setiap tahun.

Wanita yang risiko sedang (15-20%) harus melakukan mammogram setiap tahun, dan konsultasi ke dokter apakah perlu disertai pemeriksaan MRI atau tidak.Wanita yang risiko rendah (50%) 8.

Manifestasi dari kelainan ini terdapat benjolan fibrokistik biasanya multipel, keras, adanya kista, fibrosis, benjolan konsistensi lunak, terdapat penebalan, dan rasa nyeri. Kista dapat membesar dan terasa sangat nyeri selama periode menstruasi karena hubungannya dengan perubahan hormonal tiap bulannya 8. Wanita dengan kelainan fibrokistik mengalami nyeri payudara siklik berkaitan dengan adanya perubahan hormon estrogen dan progesteron. Biasanya payudara teraba lebih keras dan benjolan pada payudara membesar sesaat sebelum menstruasi. Gejala tersebut menghilang seminggu setelah menstruasi selesai. Benjolan biasanya menghilang setelah wanita memasuki fase menopause2 Fibroadenoma Fibroadenoma merupakan tumor payudara jinak yang terkadang terlalu kecil untuk dapat teraba oleh tangan, walaupun diameternya bisa saja meluas beberapa inchi. Fibroadenoma dibentuk baik itu oleh jaringan payudara glandular maupun stroma, dan biasanya terjadi pada wanita muda berusia 15-25 tahun 8.Pada pemeriksaan, benjolan FAM kenyal dan halus. Benjolan tersebut tidak menimbulkan reaksi radang (merah, nyeri, panas), mobile (dapat digerakkan) dan tidak menyebabkan pengerutan kulit payudara ataupun retraksi puting (puting masuk).Terabasebagai benjolan bulat atau berbenjol-benjol, dengan simpai licin dan konsistensi kenyal padat. Tumor ini tidak melekat ke jaringan sekitarnya dan amat mudah digerakkan kesana kemari3. AdenomaAdenoma tubular dan lactatinal adalah lesi yang secara histologis jinak berhubungan dengan FAM 8. Cirinya adalah struktur glandular dengan sedikit atau tanpa struktur stroma.Secara klinis dan Radiologi, mirip dengan FAM. Lactation adenoma terjadi selama kehamilan dan laktasi, membesar saat dipengaruhi hormon gestational,4. AdenosisAdenosis adalah temuan yang sering didapat pada wanita dengan kelainan fibrokistik.Adenosis adalah pembesaran lobulus payudara, yang mencakup kelenjar-kelenjar yang lebih banyak dari biasanya. Apabila pembesaran lobulus saling berdekatan satu sama lain, maka kumpulan lobulus dengan adenosis ini kemungkinan dapat diraba 8.

5. Tumor Filoides ( Sistosarkoma Filoides )Tumor filodes atau dikenal dengan sistosarkoma filodes adalah tumor fibroepitelial yang ditandai dengan hiperselular stroma dikombinasikan dengan komponen epitel. Tumor filodes umum terjadi pada dekade 5 atau 6. Benjolan ini jarang bilateral (terdapat pada kedua payudara)Ukuran bervariasi, meskipun tumor filodes biasanya lebih besar dari FAM, mungkin karena pertumbuhannya yang cepatPerbedaan antara tumor filoides dengan fibroadenoma adalah bahwa terdapat pertumbuhan berlebih dari jaringan fibrokonektif pada tumor filoides. Sel yang membangun jaringan fibrokonektif dapat terlihat abnormalitasnya dibawah mikroskop.6. Nekrosis LemakNekrosis lemak terjadi bila jaringan payudara yang berlemak rusak, bisa terjadi spontan atau akibat dari cedera yang mengenai payudara.Nekrosis lemak dapat juga terjadi akibat terapi radiasi.Ketika tubuh berusaha memperbaiki jaringan payudara yang rusak, daerah yang mengalami kerusakan tergantikan menjadi jaringan parut 8.

jaringan lemak yang kemudian menjadi fibrosis 8.Menurut American Cancer Society, beberapa