PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI...

of 15 /15
PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI RUMAHTAHANAN NEGARA KLAS IIBENREKANG ENJOYMENT OF EDUCATION FOR STATE PRISON INMATES IN CLASS IIB ENREKANG Muhammad Sain, Budimawan ,Abdul Razak Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Alamat Korensponden: Muhammad Sain Jl. Andi pangeran paettarani kel. Coppo, barru 081355020347

Transcript of PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI...

Page 1: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI RUMAHTAHANAN NEGARA KLAS IIBENREKANG

ENJOYMENT OF EDUCATION FOR STATE PRISON INMATES IN CLASS

IIB ENREKANG

Muhammad Sain, Budimawan ,Abdul Razak

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah

Alamat Korensponden:

Muhammad Sain

Jl. Andi pangeran paettarani kel. Coppo, barru

081355020347

Page 2: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk-bentuk pendidikan Narapidana pada Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang; 2) kendala-kendala pelaksanaan pendidikan Narapidana, dan 3) Mengidentifikasi strategi peningkatan efektifitas pendidikan dan relevansi pendidikan narapidana.Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survey lapangan. Penetuan sampel dilakukan secara sengaja atau purposive sampling, yiatu suatu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus yang sesuai dengan tujuan dan keinginan peneliti. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pendidikan dan pembinaan narapidana di Rutan Klas IIB Enrekang dilaksanakan dengan mengacu pada Undang-Undang No.12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan, yang terdiri dari dua jenis, yaitu pendidikan kepribadian dan pendidikan kemandirian. Pendidikan kepribadian berupa:pendidikan kesadaran beragama, pendidikan kesadaran berbangsa, pendidikan kesadaran hokum, pendidikan mengintegrasikan diri dan pendidikan kecerdasan Paket A, B, dan C. Sedangkan pendidikan kemandirian berupa: pendidikan pertukangan kayu, pertanian, peternakan dan perikanan, 2) Kendala-kendala pelaksanaan pendidikan Narapidana pada Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang berupa:kendala yuridis, keterbatasan dana, waktu dan bentuk pembinaan, sumberdaya manusia Rutan, sarana dan prasarana rutan, kesejahteraan petugas, kualitas program, masyarakat dan keluarga korban serta faktor motivasi narapidana, dan 3) strategi peningkatan efektifitas pendidikan dan relevansi pendidikan narapidana adalah dengan mengoptimalkan peran petugas rutan, meningkatkan motivasi warga belajar dan meningkatkan kerjasama dengan pihak luar lingkungan rutan. Kata Kunci: Pendidikan tahanan,Rumah tahanan, kejahatan, ABSTRACT

This studyaims to determine(1)the formsof educationStatePrisonInmatesinClassIIBEnrekang, 2) implementation constraintsinmateeducation, and3)Identifystrategiesto increase the effectivenessandrelevance ofeducationprisonereducation. The research wasconductedatthe StatePrisonEnrekangClassIIB. The method usedinthesurveyresearchfield.Determinationof samplesintentionalorpurposivesampling, a techniqueof determiningthe sampleyiatuwithspecialconsiderationin accordance with thegoals anddesiresof researchers.Data analysisin this study usinga qualitative-descriptive methods.The results showedthat 1)Education andtraininginmates at thedetention centerEnrekangClassIIBimplementedby referring toAct12of 1995 OnPenitentiary,which consistsoftwotypes, namelyeducationandeducationalindependence ofpersonality. Personalityin the form ofeducation: educationof religiousconsciousness, national consciousnesseducation, education, legalawareness, educationandeducationintegrateintelligencePackageA,B, andC.While theindependenceofeducation: educationas carpentry,agriculture, animal husbandryandfisheries, 2) constraintsonthe implementation ofeducationalPrisonInmatesStateEnrekangaClassIIB: legalconstraints, limited funds, time andform ofdevelopment, Rutanhuman resources, facilities and infrastructure prisons, welfareofficers, the quality ofthe program, communitiesandfamiliesof victimsandinmatesmotivationalfactors, and3)strategiesto increase the effectivenessand relevance ofeducationis tooptimize therole ofconvictprisonsofficers, increasing the motivation ofcitizensto learnandimprovecooperation with theoutside of thecrease. Keywords: Prisoner education, Prison, ciminal

Page 3: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

PENDAHULUAN

Satu tujuan sistem peradilan pidana adalah mengusahakan agar mereka yang pernah

melakukan tindak pidana tidak mengulangi lagi kejahatannya (Atmasasmita, 1996).Tujuan

yang diharapkan oleh sistem peradilan pidana tersebut adalah berkaitan dengan pemidanaan.

Pemidanaan dalam sistem peradilan pidana merupakan proses paling kompleks karena

melibatkan banyak orang dan institusi yang berbeda (Sholehuddin, 2003).

Penyelenggaraan peradilan pidana akan terlihat dengan bekerjanya komponen

penegakan hukum yaitu, Kepolisian, Kejaksaan, Kehakiman, dan Lembaga Pemasyarakatan.

Penyelenggaraan peradilan tersebut, adalah merupakan suatu sistem, yaitu suatu keseluruhan

terangkai yang terdiri dari unsur-unsur yang saling berhubungan secara fungsional (Anwar

dan Adang, 2009).Sebagai suatu sistem, komponen-komponen sistem peradilan atau sub

sistem peradilan pidana bekerja untuk mencapai tujuan peradilan pidana berdasarkan

wewenangnya masing-masing.Lembaga pemasyarakatan melalui sistem pemasyarakatan

memberikan perlakuan yang lebih manusiawi kepada narapidana dengan pola pembinaan.Hal

ini tentu saja berbeda dengan sistem sebelumnya yaitu system kepenjaraan.Perlakuan terhadap

narapidana pada sistem kepenjaraan dengan penjara sebagai tempat melaksanakannya lebih

menekankan kepada unsur balas dendam serta cenderung menggunakan perlakuan yang keras

dan kasar.Beralihnya sistem kepenjaraan kepada sistem pemasyarakatan membawa perubahan

dalam bentuk perlakuan terhadap narapidana.Demikian juga halnya dengan istilah penjara

kemudian beralih menjadi Lembaga Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut

Lapas.Perubahan istilah tersebut tidak hanya sekedar menghilangkan kesan menakutkan dan

adanya penyiksaan dalam sistem penjara, tetapi lebih kepada bagaimana memberikan

perlakuan yang manusiawi terhadap narapidana tersebut (Samosir, 1992).

Suryosburoto (2010) memberikan batasan pengertian pendidikan sebagai suatu

kegiatan yang sadar akan tujuan dimana tujuan pendidikan dalam rangka membawa anak

kearah tingkat kedewasaan. Sedangkan menurut Henderson dalam Sadulloh (2010),

pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan, sebagai hasil interakasi

individu dengan lingkungan social dan lingkungan fisik, berlansung sepanjang hayat sejak

manusia lahir. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional,

antara lain Pemerintah telah mencanangkan sistem wajib belajar 9 tahun dan programlainnya

seperti ; Keaksaraan Fungsional (KF), Kejar Paket A, B dan C. Melalui kegiatanpemerataan

pendidikan kepada warga negaranya termasuk narapidana untuk dapat

Page 4: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

mengikutipembelajaraan yang telah diprogramkan dimaksudkan untuk dilakukan

penyeimbangan polapendidikan Formal Nonformal dan Informal.

Pada umumnya efektivitas sering dihubungkan dengan efisiensi dalam pencapaian

tujuan organisasi.Padahal suatu tujuan atau saran yang telah tercapai sesuai dengan rencana

dapat dikatakan efektif, tetapi belum tentu efisien.Walaupun terjadi suatu peningkatan

efektivitas dalam suatu organisasi maka belum tentu itu efisien.Jelasnya, jika sasaran atau

tujuan telah tercapai sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya dapat dikatakan

efektif.Jadi bila suatu pekerjaan itu tidak selesai sesuai waktu yang telah ditentukan, maka

dapat dikatakan tidak efektif.Efektivitas merupakan gambaran tingkat keberhasilan atau

keunggulan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan adanya keterkaitan antara

nilai-nilai yang bervariasi.Sedarmayanti (2001) menyatakan bahwa efektivitas merupakan

suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat tercapai. Pengertian

efektivitas ini lebih berorientasi kepada keluaran sedangkan masalah penggunaan masukan

kurang menjadi perhatian utama.Apabila efisiensi dikaitkan dengan efektivitas maka

walaupun terjadi peningkatan efektivitas belum tentu efisiensi meningkat.

Efektivitas merupakan salah satu pencapaian yang ingin diraih oleh sebuah

organisasi.Untuk memperoleh teori efektivitas peneliti dapat menggunakan konsep-konsep

dalam teori manajemen dan organisasi khususnya yang berkaitan dengan teori

efektivitas.Efektivitas tidak dapat disamakan dengan efisiensi.Karena keduanya memiliki arti

yang berbeda, walaupun dalam berbagai penggunaan kata efisiensi lekat dengan kata

efektivitas.Efisiensi mengandung pengertian perbandingan antara biaya dan hasil, sedangkan

efektivitas secara langsung dihubungkan dengan pencapaian tujuan.Atmosoeprapto (2002)

menyatakan efektivitas adalah melakukan hal yang benar, sedangkan efisiensi adalah

melakukan hal secara benar, atau efektivitas adalah sejauh mana kita mencapai sasaran dan

efisiensi adalah bagaimana kita mencampur segala sumber daya secara cermat.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka yang menjadi

rumusan masalah adalah sebagai berikut : (1) Bagaimana relevansi pendidikan Narapidana

pada Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang, (2) Apa kendala-kendala pelaksanaan

pendidikan Narapidana pada Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang (3) Bagaimana

strategi peningkatan efektifitas pendidikan dan relevansi pendidikan narapidana pada Rumah

Tahanan Negara Klas IIB Enrekang. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah

untuk mengetahui relevansi pendidikan narapidana dan mengidentifikasi kendala-kendala

pelaksanaan pendidikan narapidana pada Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang.Selain

Page 5: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

itu untuk mengidentifikasi strategi peningkatan efektifitas pendidikan dan relevansi

pendidikan narapidana pada Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan jenis deskriptif, yaitu

jenis penelitian yang bertujuan menemukan data yang berkaitan dengan “pemenuhan hak

pendidikan bagi narapidana di Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang”. Penelitian ini

dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu bulan Nopember sampai Desember 2011.Lokasi

penelitian ini difokuskan pada Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang. Lokasi ini dipilih

dengan pertimbangan bahwa Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang merupakan institusi

tempat peneliti dan dekat dengan tempat tinggal peneliti.

Jenis Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survey lapangan. Penetuan

sampel dilakukan secara sengaja atau purposive sampling, yiatu suatu teknik penentuan

sampel dengan pertimbangan khusus yang sesuai dengan tujuan dan keinginan

peneliti.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif.

HASIL

Tahapan dan Jenis Pendidikan Bagi Narapidana Rutan Klas IIB Enrekang

Tahap pendidikan dan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan di Rutan Klas IIB

Enrekan sebagai berikut: 1). Pembinaan Tahap Awal (Pasal 9 (1) PP 31/99) ;Pembinaan pada

tahap ini terdapat narapidana yang memenuhi syarat diberikan cuti menjelang bebas atau

pembebasan bersyarat dan pembinaannya dilakukan di luar lapas oleh balai pemasyarakatan

(bapas) yang kemudian disebut pembimbingan klien pemasyarakatan, 2). Pembinaan Tahap

Lanjutan (Pasal 9 (2) a PP 31/99) ;Tahap Pertama, waktunya dimulai sejak berakhirnya tahap

awal sampai dengan 1/2 dari masa pidananya. Pada tahap ini pembinaan masih dilaksanakan

di dalam lapas dan pengawasannya sudah memasuki tahap medium security, 3) Pembebasan

tahap akhir (Pasal 9 (3) PP 31/99); Tahap kedua dimulai sejak berakhirnya masa lanjutan

pertama sampai dengan 2/3 masa pidananya.Pada tahap ini pengawasan kepada narapidana

memasuki tahap minimum security.Dalam tahap lanjutan ini, narapidana sudah memasuki

tahap asimilasi.Selanjutnya, narapidana dapat diberikan cuti menjelang bebas atau

pembebasan bersyarat dengan pengawasan minimum security.

Page 6: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

Berdasarkan hasil wawacara dengan petugas Rutan Klas IIB Enrekang, maka tahapan

pendidikan dan pembinaan adalah sebagai berikut: 1).Tahap Pertama Menurut Nur Ansyar, SH.,

selaku Subseksi pelayanan tahanan, bahwa pendidikan dan pembinaan tahap I merupakan

pembinaan tahap awal yang didahului dengan masa pengenalan lingkungan, sejak diterima

sampai sekurang-kurangnya 1/3 dari masa pidana yang sebenarnya. Pengamatan dan penelitian

terhadap narapidana dilakukanoleh Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP)”. 2).Tahap Kedua adalah

pembinaan lanjutan diatas 1/3 sampai sekurang-kurangnya ½ dari masa pidana yang sebenarnya,

dan dalam kurun waktu tersebut narapidana menunjukkan sikap dan perilakunya atas hasil

pengamatan TPP. 3). Tahap Ketiga adalah pembinaan lanjutan ½ sampai sekurang-kurangnya 2/3 dari

masa pidana sebenarnya dan sudah diperoleh kemajunan fisik, mental dan keterampilan maka

wadah pembinaan diperluas dengan mengadakan asimilasi dengan masyarakat. Tahap ketiga

merupakan tahap asimilasi, yaitu tahap pembinaan yang dilaksanakan dengan cara membaurkan

narapidana dengan masyarakat. Asimilasi yang dilaksanakan di Rutan Klas IIB Enrekang ada

dua macam yaitu Asimilasi Internal (dalam lingkungan Rutan), kegiatannya dapat berupa

membersihkan ruangan, mencabut rumput dikebun dalam Rutan dan menyapu, sedangkan

Asimilasi Eksternal seperti: kerja pada pihak luar, cuti mengunjungi keluarga, kerja mandiri dan

lain-lain. Tahap Keempat Menurut Nur Ansyar, tahap pembinaan lanjutan diatas 2/3 dari masa

pidananya dan yang bersangkutan dinilai sudah siap untuk diterjunkan kembali ke

masyarakat, untuk narapidana dapat diusulkan untuk mendapatkan pembebasan bersyarat

(PB) dan cuti menjelang bebas (CMB )”. 4) Tahap keempat merupakan tahap terakhir dimana

narapidana sudah hampir selesai menjalani masa pemidanaannya, dan berhak untuk diusulkan

mendapat pembebasan bersyarat setelah memenuhi syarat-syarat tertentu sebelum akhirnya di

putuskan untuk benar-benar bebas. Tahap pembinaan yang meliputi empat tahap pembinaan

didasarkan pada dua unsur yaitu masa pidana dan tingkah laku narapidana, dimana kedua

unsur tersebut saling berkaitan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Pendidikan dan Pembinaan Kepribadian

Merupakan Program Pembinaan dalam rangka pembentukan jati diri/ kepribadian

narapidana dengan tujuan meningkatkan kualitas Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa,

kematangan sikap dan perilaku, intelektualitas yang baik, profesional dalam karyanya serta

kemapanan dalam kesehatan jasmani dan rohani.Pendidikan dan Pembinaan Kepribadian

meliputi pendidikan dan pembinaan kesadaran beragama, Pendidikan dan pembinaan

kesadaran berbangsa dan bernegara, pendidikan dan pembinaan kesadaran hukum, dan

pendidikan dan pembinaan kemampuan kecerdasan

Page 7: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

Usaha ini diperlukan agar pengetahuan serta kemampuan berfikir warga binaan

pemasyarakatan semakin meningkat sehingga dapat menuniang kegiatan-kegiatan positif yang

diperlukan selama masa pembinaan.Pembinaan kecerdasan dapat dilakukan baik melalui

pendidikan formal maupun melalui pendidikan non-formal.Untuk mengejar ketinggalan di

bidang pendidikan baik formal maupun non formal, maka pihak Rutan saat ini sedang

menggalakkan cara belajar melalui Program Kejar Paket A, B, dan C. Pendidikan umum ini

berupa program pemberantasan buta huruf melalui Program Kejar Paket A, B, dan C yang

diikuti oleh Narapidana yang buta huruf sama sekali dan yang tidak tamat Sekolah Dasar, dan

yang belum tamat SMP, serta belum tamat SMA. Program ini dilaksanakan tiga kali dalam

seminggu yaitu pada hari Kamis. Sedangkan pendidikan keterampilan diadakan lima kali

dalam satu minggu. Kendala dalam pendidikan Kejar Paket, adalah apabila para narapidana

yang ikut program tersebut belum bisa membaca dan menulis tapi sudah bebas, sedangkan

untuk narapidana yang baru berarti program harus mulai dari awal lagi.

Berdasarkan hasil wawancara (table 2) dengan Nur Ansyar, SH., selaku Subseksi

pelayanan tahanan, bahwa dalam pelaksannan program Kejar peket A, B, dan C ini hanya

merupakan inisiatif dari Pengelola Rutan, karena belum ada kerjasama dengan Dinas

Pendidikan Kota Enrekang. Begitu uuga dengan acuan dalam memberikan pelajaran hanya

berdasarkan situasi dan kemampuan mengajar dari petugas rutan.Hal ini sesuai dengan

informasi yang diperoleh dari salah seorang peserta Kejar Paket “TAS” bahwa materi yang

diajarkan tidak berutan tergantung yang memberikan pelajaran, sehingga pelajaran yang

diterima hanya ditujukan untuk meningkatkan kemapuan menulis, membaca dan menghitung

saja bagi anak didiknya.

Pembinaan Kemandirian

Kegiatan pembinaan kemandirian untuk narapidana antara lain seperti: pertukangan,

perbengkelan, cuci mobil/motor, peternakan dan pemeliharaan ikan. Kegiatan ini sepenuhnya

dilaksanakan dan dibimbing oleh Petugas dari internal Rutan Klas IIB Enrekang. Untuk

selanjutnya narapidana akandiarahkan sesuai bakat dan keterampilannya masing-masing

dalam mengikuti program keterampilan.

Pendidikan dan pelatihan pertukangan kayu

Menurut Kepala Subseksi pengelolaan Rutan, Hasbih, S.H., bahwa kegiatan

pendidikan dan pelatihan perbengkelan ini dimulai sejak tahun 2000 dan sudah berjalan

dengan baik meski masih banyak kendalanya terutama dalam hal permodalan,

instruktur/pembina dan pemasaran. Berkaitan dengan program pendidikan dan pembinaan,

Page 8: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

pendapat narapidana dalam menerima program kegiatan tersebut dapat diketahui wawancara

berikut ini dengan responden “NI” umur 21 tahun yang mengatakan bahwa: dulu sebelum

saya disini saya tidak punya keterampilan apa-apa, disini banyak sekali kegiatan dan keterampilan

yang sangat bermanfaat, sehingga sekarang saya sudah bisa punya keterampilan pertukangan kayu.

Kegiatan disini sangat bermanfaat sekali buat saya.

Pendidikan dan pelatihan Bengkel

Kegiatan pendidikan dan pelatihan perbengkelan mulai dirintis oleh Rutan Klas IIB

Enrekang pada tahun 2007, dengan perkembangan yang sudah bagus meski belum ada

dukungan dari luar Rutan.Program ini difokuskan pada usaha perbengkelan sepeda

motor.Kegiatan ini dalam perkembangannya dikembangkan secara bersamaan dengan cuci

motor/mobil pada tahun 2007.Jumlah narapidana yang mengikuti pendidikan dan pelatihan

perbengkelan sebanyak tiga orang. Berdasarkan wawancara dilakukan pada responden “Sy” umur 19

tahun bahwa kegiatan perbengkelan memang bermanfaat dulu saya tidak tahun memperbaiki

motor yang rusaknya sedikit, tetapi saat ini saya sudah mampu memperbaikinya.

Pendidikan dan pelatihan pertanian

Menurut Nur Ansyar, SH., selaku Subseksi pelayanan tahanan, bahwa kegiatan

pendidikan dan pelatihan pertanian bertujuan untuk menyiapkan narapidana menjadi warga

negara yang terampil di bidang pertanian. Hal ini juga dimaksudkan agar narapidana

memiliki bekal keterampilan dimasa yang akan datang bila kelak mereka bebas dari rutan dan

menempuh hidup di masyarakat. Program ini baru dimulai pada akhir tahun 2011 dengan

memanfaatkan lahan kosong di areal Rutan.Jumlah narapidana yang mengikuti pendidikan

dan pelatihan pertanian sebanyak empat orang dan hasilnya berupa sayuran-sayuran, tomat,

jagung diperuntukkan bagi keperluan internal Rutan Klas IIB Enrekang.Berdasarkan

wawancara dilakukan pada responden “Say” umur 19 tahun bahwa kegiatan pertanian sangat

bermanfaat bagi saya saat ini dan bisa menjadi bekal jika saya bebas nanti.Hasil dari tanaman

sayur ini sebagian dimanfaatkan untuk konsumsi internal Rutan, sebagiannya lagi dijual

kepada pedagang dari luar rutan.

Pendidikan dan pelatihan peternakan Sapi dan Biogas

Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan narapidana menjadi warga negara yang

terampil di bidang peternakan dan biogas. Hal ini juga dimaksudkan agar narapidana

memiliki bekal keterampilan dimasa yang akan datang bila kelak mereka bebas dari rutan dan

menempuh hidup di masyarakat. Program ini dimulai pada akhir tahun 2010 dengan

memanfaatkan lahan kosong di areal Rutan.Jumlah narapidana yang mengikuti pendidikan

Page 9: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

dan pelatihan peternakan dan biogas sebanyak tiga orang.Berdasarkan wawancara dilakukan pada

responden “Mar” umur 19 tahun bahwa kegiatan peternakan sangat bermanfaat bagi saya saat ini

dan bisa menjadi bekal jika saya bebas nanti.

Pendidikan dan Pelatihan pemeliharaan Ikan

Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan narapidana menjadi warga negara yang

terampil di bidang pemeliharaan ikan di tambak air tawar. Hal ini juga dimaksudkan agar

narapidana memiliki bekal keterampilan dimasa yang akan datang bila kelak mereka bebas

dari rutan. Program ini dimulai pada akhir tahun 2011 dengan memanfaatkan lahan kosong di

areal Rutan.Jumlah narapidana yang mengikuti pendidikan dan pelatihan peternakan dan

biogas sebanyak tiga orang. Berdasarkan wawancara dilakukan pada responden “Say” umur

20 tahun bahwa kegiatan pertambakan ikan ini sangat bermanfaat bagi saya saat ini dan bisa

menjadi bekal jika saya bebas nanti. Hasil dari usaha ini dimanfaatkan untuk konsumsi

narapidana di Rutan Klas IIB Enrekang.

PEMBAHASAN

Kendala-Kendala Pelaksanaan Pendidikan Narapidana di Rutan Klas IIB Enrekang

Setiap bentuk pendidikan dan pembinaan yang dikerjakan hampir pasti memiliki

kendala, baik itu yang berskala besar atau kecil. Kendala yang ada selama dalam upaya

pemenuhan hak pendidikan dan pembinaan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas II B

Enrekang adalah:

Kendala Yuridis

Menurut Kepala Rutan Enrekang Bapak Heri Azhari, bahwa salah satu kendala yang

dihadapi Rutan Klas IIB Enrekang dari aspek yuridis yaitu belum adanya peraturan

pelaksanaan yang mengatur secara khusus mengenai pelaksanaan pendidikan dan pelatihan

bagi narapidana pada Rutan atau Lapas di Indonesia pada umumnya.

Dana

Dana merupakan faktor utama yang menunjang untuk pelaksanaan pendidikan dan

pembinaan narapidana. Kurang atau tidak adanya dana menjadi salah satu faktor penyebab

yang menjadi faktor penghambat bagi pelaksanaan pendidikan dan pembinaan, karena dapat

mengakibatkan tidak berjalan dan tidak terealisasinya semua program pendidikan dan

pembinaan bagi narapidana akibat sangat minimnya dana yang tersedia.

Page 10: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

Waktu dan bentuk pembinaan

Waktu pelaksanaan pembinaan untuk narapidana pendek, terutama bagi narapidana

yang masa pidana relatif singkat, sehingga program pembinaan yang diberikan lebih banyak

mengarah pada pembinaan agama dari pada pembinaan keterampilan.

Sumber daya manusia Rutan

Menurut Kepala Rutan, kualitas petugas pemasyarakatan selama ini disebabkan

kurangnya pendidikan dan latihan teknis pemasyarakatan, karena pendidikan dan latihan

selama ini hanya diikuti sebagian kecil petugas pemasyarakatan Rutan Enrekang

sehingga pelaksanaan/ penerapan tugasnya hanya berdasarkan pada pengalaman yang ada

tanpa didasari dengan ilmu dan keterampilan yang cukup.

Sarana dan Prasarana

Terbatasnya sarana pendidikan dan pembianaan bagi narapidana. Meneurut hasil

wawancara dengan Bapak Heri Azhari, terungkap bahwa salah satu kendala yang dihadapi

dalam pemenuhan hak pendidikan anak didik Rutan Klas IIB Enrekang adalah terbatasnya

sarana pendidikan dan pembinaan, baik pendidikan/pembinaan kemandirian maupun untuk

pembinaan kepribadian.

Faktor Narapidana

Narapidana.Keberhasilan dari terlaksananya program pendidikan dan pembinaan

terhadap narapidana tidak hanya tergantung dari faktor petugasnya, melainkan juga dapat

berasal dari faktor narapidana itu sendiri juga memegang peran yang sangat penting. Adapun

hambatan-hambatan yang berasal dari narapidana antara lain : a) Tidak adanya minat, b)

Tidak adanya bakat dan c) Watak diri narapidana

Kesejahteraan petugas

Disadari sepenuhnya bahwa faktor kesejahteraan petugas Rutan di Indonesia

memang dibilang masih memprihatinkan, hal ini disebabkan karena keterbatasan dana dan

kemampuan untuk memberikan tunjangan bagi petugas Rutan. Maka imbalan yang

diperolehnya menjadi belum seimbang dibandingkan dengan tenaga yang mereka

sumbangkan untuk bekerja siang dan malam tanpa mengenal lelah di dalam Rutan.Namun

pada dasarnya faktor kesejahteraan petugas ini jangan sampai menjadi faktor yang

menyebabkan lemahnya pendidikan, pembinaan dan keamanan serta ketertiban di dalam

Rutan.

Page 11: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

Kualitas program pendidikan dan pembinaan

Kualitas dan bentuk-bentuk program pendidikan dan pembinaan tidak semata-mata

ditentukan oleh anggaran maupun sarana dan fasilitas yang tersedia.Tetapi diperlukan

program-program pendidikan dan pembinaan yang kreatif dan murah serta mudah untuk

dilakukan, sehingga dapat berdampak sebagai pembelajaran yang optimal bagi narapidana

sebagai bekal keterampilannya untuk kelak setelah keluar dari Rutan.

Masyarakat dan pihak korban

Pada dasarnya masyarakat juga merupakan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan

pendidikan dan pembinaan terhadap narapidana, karena masyarakat secara tidak langsung

menjadi penentu berhasil tidaknya proses pendidikan dan pembinaan di Rutan. Dalam hal

pendidikan dan pembinaan berupa program integrasi, masih terdapat kendala-kendala seperti

kebanyakan lingkungan masyarakat dan pihak korban untuk dapat menerima narapidana

secara terbuka tanpa penuh kecurigaan, mengasingkan, dan sebagainya.

Kerjasama yang belum berjalan antara Rutan dengan Diknas

Pendidikan adalah hak setiap warga negara, begitu juga para warga binaan

pemasyarakatan yang sementara waktu berada di balik tembok rutan untuk mempertanggung

jawabkan perbuatan melanggar hukum yang telah dilakukannya. Untuk menyelenggarakan

hak para warga binaan dalam memperoleh pendidikan formal Rutan Klas IIB Enrekang

melakukan program Kejar Paket A, B, dan C dengan harapan peserta Kejar di Rutan

Enrekang dapat mengikuti ujian nasional penyesuaian ijazah dan mendapat ijazah dapat

digunakan untuk melanjutkan pendidikan formal ke jenjang lebih tinggi lagi atau sebagai

modal mencari pekerjaan yang lebih baik lagi.Namun karena belum adanya kerjasama dengan

Dinas Pendidikan Kota Enrekang, maka peserta Kejar paket yang di jalankan tidak bisa

mengikuti ujian nasional untuk mendaptkan ijazah.

Strategi Peningkatan Efektifitas dan Relevansi Pendidikan

Berdasarkan pendekatan-pendekatan dalam efektivitas organisasi yang telah

dikemukakan sebelumnya maka dapat dikatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi

efektivitas organisasi adalah sebagai berikut: (1) Adanya tujuan yang jelas, (2) Struktur

organisasi. (3) Adanya dukungan atau partisipasi masyarakat, (4) Adanya sistem nilai yang

dianut.

Page 12: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

Menurut Bapak Heri Azhari, BC.IP, S.Sos selaku Kepala Rutan, strategi untuk

meningkatkan efiktifitas pendidikan narapidana dilakukan yaitu: 1). Pendidikan dan pelatihan

teknis pemasyarakatan selama ini dirasa kurang oleh petugas, sehingga petugas Rutan dalam

melakukan pembinaan sesuai kemampuan yang ada. Petugas rutan yang merupakan motor

penggerak terlaksananya pembinaan terhadap narapidana. Walaupun masih banyak

kekurangannya, program dan realisasi pelayanan tahanan dan pembinaan narapidana tetap

dilaksanakan. Petugas Rutan dalam melaksanakan tugasnya mempunyai peranan sebagai

orang tua, guru, teman, kakak dan sebagainya, 2).Narapidana sebagai warga binaan

pemasyarakatan diarahkan untuk mau secara tulus ikhlas berperan aktif dalam kegiatan

pembinaan tersebut.Narapidana pada umumnya bersikap patuh. Apabila ada narapidna yang

bersikap tinggi hati atau ingin dianggap sebagai pemimpin maka narapidana tersebut justru

tidak akan mendapat tempat dalam pergaulan dengan sesama narapidana, dan 3). Peran serta

masyarakat.Untuk mengatasi meningkatkan efektifitas pembinaan, khususnya program

Rumah Tahanan yang berhubungan dengan pembinaan asimilasi, masyarakat di luar lembaga

pemasyarakatan yang terlalu mempunyai pikiran negatif terhadap mantan narapidana, maka

upaya yang dilakukan adalah pada waktu kembali kemasyarakat, maka kepada narapidana

disampaikan agar berperan aktif dalam kegiatan keagamaan, misalnya bagi yang beragama

Islam harus mengikuti sholat berjema’ah dimesjid, mengikuti pengajian-pengajian rutin

seperti tahlil antar tetangga. Selanjutnya adalah berperan aktif pada kegiatan sosial di

daerahnya seperti, selalu berperan aktif dalam kegiatan gotong royong yang ditujukan untuk

membersihkan lingkungan.

KESIMPULAN

Pendidikan dan pembinaan narapidana di Rutan Klas IIB Enrekang dilaksanakan

dengan mengacu pada Undang-Undang No.12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan, yang

terdiri dari dua jenis, yaitu pendidikan kepribadian dan pendidikan kemandirian. Pendidikan

kepribadian berupa:pendidikan kesadaran beragama, pendidikan kesadaran berbangsa,

pendidikan kesadaran hokum, pendidikan mengintegrasikan diri dan pendidikan kecerdasan

Paket A, B, dan C. Sedangkan pendidikan kemandirian berupa: pendidikan pertukangan

kayu, pertanian, peternakan dan perikanan.Kendala-kendala pelaksanaan pendidikan

Narapidana pada Rumah Tahanan Negara Klas IIB Enrekang berupa:kendala yuridis,

keterbatasan dana, waktu dan bentuk pembinaan, sumberdaya manusia Rutan, sarana dan

prasarana rutan, kesejahteraan petugas, kualitas program, masyarakat dan keluarga korban

Page 13: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

serta faktor motivasi narapidana. Strategi peningkatan efektifitas pendidikan dan relevansi

pendidikan narapidanadilakukan dengan caramengoptimalkan peran petugas rutan,

meningkatkan motivasi warga belajar dan meningkatkan kerjasama dengan pihak luar

lingkungan rutan

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Y dan Adang(2009).Sistem Peradilan Pidana (Konsep, Komponen, dan Pelaksanaannya Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia), Bandung : Widya Padjdjaran.

Atmosoeprapto, Kisdarto.(2002). Menuju SDM Berdaya – Dengan Kepemimpinan Efektif dan Manajemen Efisien, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Atmasasmita, R. (1996).Sistem Peradilan Pidana (Criminal Justice System) : Perspektif Eksistensialisme Dan Abolisionisme, Jakarta : Bina Cipta.

Sedarmayanti .(2000). Sumber Daya Manusia dan Produktifitas Kerja.Mandar Maju. Bandung.

Sholehuddin,M. (2003), Sistem Sanksi Dalam Hukum Pidana: Ide Dasar Double Track System&Implementasinya, Jakarta : PT.RajaGrafindo Persada

Suryosubroto, B. Drs. (2010). Beberapa Aspek Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

Samosir, D. (1992).Fungsi Pidana Penjara Dalam Sistem Pemidanaan Di Indonesia, Bandung : Bina Cipta.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional.

Page 14: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

Tabel 1.Daftar Narapidana Klas IIB Enrekang Peserta Pendidikan dan Pelatihan

Keterampilan

No Nama

Narapidana

Bidang Pendidikan dan Keterampilan

Pertukangan

Kayu

Bengkel

Motor

Perikanan Peternakan/

Biogas

Pertanian

1 Ronsen

Tuwonw

2 Nirwan

3 Anwar

Junaedi

4 Syamsul

Bachri

5 Syamsuddin

6 Kamaruddin

7 Mulla

8 Dini

9 Mardan

10 Irwan

11 Tasbih

12 Imi Bin Baco

13 Suwati

14 Sampe

15 Sayidin

Sumber: Rutan Klas IIB Enrekang, 2012

Page 15: PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA DI …pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/9a100af7f80ab5cf4eef782a399feb30.pdf · Analisis data dalam penelitian ini ... Usaha ini diperlukan agar

Tabel 2.Daftar Narapidana Klas IIB Enrekang Peserta Program Paket A, B, dan C.

No Nama

Narapidana

Program Kelompok Belajar

Paket A Paket B Paket C

1 Wadan

2 Jumadi

3 Suwati

4 Edi Cakra

5 Imi Bin Baco

6 Sampe

7 Rasul Bin Tara

8 Indra Bakti

9 Juhari

10 Syamsuddin

11 Komaruddin

12 Tasbih

13 Muh. Haris

14 Muh. Putra

15 Sayidin

16 Saiful

17 Nirwan

18 Sulfikar

19 Hermawan

Sumber: Rutan Klas IIB Enrekang, 2012