Pemeliharaan Jaringan Periodontal 2003

download Pemeliharaan Jaringan Periodontal 2003

If you can't read please download the document

  • date post

    02-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    90
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Perawatan periodontal suportif

Transcript of Pemeliharaan Jaringan Periodontal 2003

Pemeliharaan Jaringan Periodontal

Fase pemeliharaan jaringan periodontal memasukkan semua pengukuran yang digunakan tim dental dan pasien utuk menjaga terkontrolnyan periodontitis. Tujuan tahapan perawatan ini adalah untuk mencegah kambuhnya penyakit periodontal. Seperti yang telah dibahas pada bab sebelumnya, periodontitis adalah penyakit kronis yang tidak bisa secara total sembuh dengan terapi yang disediakan tim dental saat ini. Periodontitis dapat dikontrol, tetapi tidak pada sebagian besar masyarakat. Diantara pasien yang dilakukan pengobatan periodontitis, penyakit ini cenderung kambuh, dan perlu pengawasan secara konstan dari tim dental untuk menjaga terkontrolnya periodontitis.Bab ini menyajikan pengukuran yang digunakan tim dental untuk mencegah kambuhnya periodontitis. Pada kebanyakan tim dental, seorang dental hygienist merupakan penyedia pemeliharaan kesehatan primer pada fase perawatan ini. Seperti penyakit kronis lainnya, periodontitis kronis membutuhkan pengawasan dan pemeliharaan dari waktu ke waktu setelah perawatan inisial. Pemeliharaan penyakit periodontal mempertimbangkan usaha pasien dalam melanjutkan pemeliharaan pribadi secara cermat dan pemeliharaan professional secara teratur sepanjang hidup pasien. Sebagai tambahan, pemeliharaan jaringan periodontal butuh pertimbahan usaha dari tim dental. Kebanyakan pasien butuh bantuan pada interval rutin dalam hal pembaharuan motivasi , instruksi control plak, dan eliminasi atau pengurangan faktor resiko primer dan sekunder. Tanpa pemeliharaan jaringan periodontal secara teratur, pada pasien terlihat penurunan perawatan pribadi dan kambuhnya periodontitis, dan terapi periodontal nantinya gagal. Dengan pemeliharaan periodontal yang baik, banyak pasien periodontal dapat mempertahankan fungsi dan kenyamanan giginya bertahun-tahun. SESI 1Pendahuluan Pemeliharaan Jaringan Periodontal

Pemeliharaan periodontal merupakan komponen vital dalam rencana perawatan secara komprehensif. Hal ini diarahkan untuk memelihara fungsi gigi geligi seumur hidup diikuti terapi periodontal. Tercapai atau tidaknya tujuan ini tergantung beberapa variable seperti keparahan awal penyakit, respon pejamu terhadap terapi, variable genetik dan sistemik, dan komitmen pasien dalam pemeliharaan pribadi dan kunjungan pemeliharaan yang rutin.

Terminologi

A. Banyak istilah yang telah digunakan untuk menggambarkan fase perawatan ini.1. Pada tahun 2000, the Board of Trustees of the American Academy of periodontology menyetujui istilah periodontal maintenance sebagai istilah yang dipilih untuk pemeliharaan yang direkomendsikan bagi pasien yang telah menyelesaikan perawatan periodontal

2. Istilah lain untuk pemeliharaan jaringan periodontal adalah Perawatan Periodontal Pendukung (SPT), pemeliharaan kembali, periodontal recall, pemeliharaan lanjutan, dan fase pemeliharaan periodontal. 3. Istilah pemeliharaan dan pendukung digunakan untukmenekankan bahwa tim dental menyediakan bantuan untuk mengobati pasien periodontitis dan membantu dalam pemeliharaan gigi geligi mereka.

B. Penggunaan istilah yang tepat

1. Istilah pemeliharaan periodontal digunakan untuk menggambarkan perawatan klinik untuk pasien yang periodontitis telah diobati sebelumnya.

2. Biasanya tidaklah pantas penggunaan istilah pemeliharaan periodontal bagi pasien perawatan gingivitis.

Tujuan Pemeliharaan Periodontal

A. Tujuan pemeliharaan periodontal adalah (kotak 22-1)

1. Mengontrol inflamasi di jaringan periodonsium dengan mengontrol faktor etiologi

a. Faktor resiko primer inflamasi penyakit periodontal adalah plak bakteri

b. Fator resiko sekunder termasuk daerah retensi plak (seperti kalkulus atau restorasi menggantung), merokok, dan faktor sistemik

2. Memelihara level perlekatan

3. Memelihara level tulang alveolar

B. Hasil yang diharapkan dari mencapai tujuan ini untuk memelihara gigi geligi sepanjang hidup pasien

Pengintegrasian Pemeliharaan Periodontal dengan Rencana Perawatan yang Komprehensif

A. Komponen perawatan komprehensif. Fase terapi periodontal komprehensif di simpulkan dalam gambar 22-1.

1. Penilaian periodontal secara klinis data dikumpulkan selama fase ini sehingga menghasilkan diagnosis periodontal dan rencana awal terapi periodontal.2. Terapi periodontal inisial selama fase perawatan ini, tim dental melakukan semua pengukuran non bedah yang diperlukan untuk mengendalikan penyakit periodontal yang telah ada.

3. Re-evaluasi pada akhir perawatan periodontal inisial, hasil perawatan inisial dievaluasi.

a. Berdasarkan penemuan pada saat re-evaluasi, terapi tambahan seperti bedah periodontal dapat dianjurkan.

b. Pada saat re-evaluasi, tim dental juga harus memutuskan pemeliharaan periodontal apa yang dibutuhkan.

4. Pemeliharaan periodontal - fase perawatan periodontal ini dimulai pada akhir perawatan periodontal inisial, dan pada beberapa pasien, pemeliharaan periodontal dapat dijalankan bersamaan dengan intervensi bedah.

Gambar 22-1 : Terapi periodontal. Diagram ini adalah kerangka rangkaian terapi periodontal pada pasien dan menggambarkan letak pemeliharaan periodontalSESI 2 Pemeliharaan Periodontal

Suksesnya pemeliharaan periodontal membutuhkan partisipasi aktif dari pasien, dokter gigi dan dental hygienist. Pemeliharaan periodontal harus diatur sesuai kebutuhan pasien dan biasanya termasuk pembaharuan riwayat medis dan dental, pemeriksaan klinis, penilaian periodontal, pemeriksaan radiografi, evaluasi control plak, debridemen periodontal, rekomendasi dan acuan, dan penilaian hasilnya. Komponen pemeliharaan periodontal disimpulkan dalam table 22-1.

Tabel 22-1 Komponen Umum Pemeliharaan Periodontal

Prosedur

Riwayat medis dan dental

Pemeriksaan klinis

Pemeriksaan ekstra dan intra oral

Pemeriksaan dental

Pemeriksaan radiografi

Pemeriksaan periodontal

Memeriksa jaringan

Mengukur kedalaman dengan prob

Kehilangan perlekatan

Perdarahan pada probing

Level plak dan kalkulus

Keterlibatan furkasi

Mobiliti gigi

Resesi gingiva

Keterlibatan mukogingiva

Analisis oklusal

Faktor resiko dan indikatornya

Penyakit baru

Perubahan status medis

Perubahan pengobatan

Merokok

Kehilangan gigi sejak diagram terakhir

Lesi oral

Tambalan menggantung, tidak terkontur baik; kerusakan tulang pada protesa lepasan

Adanya bukti kehilangan tulang secara radiografi yang progresip

Inflamasi

Pendalaman kedalaman probing

Peningkatan kehilangan perlekatan

Adanya perdarahan

Perluasan dan distribusi

Adanya keterlibatan furkasi

Peningkatan mobiliti

Resesi yang progresip

Gingiva berkeratin sedikit

Faktor oklusal yang berkontribusi

Perawatan

Debridemen periodontal

Konseling

Re-instruksi pemeliharaan pribadi

Aplikasi fluor

Pencegahan karies pada akar

Terapi tambahan

Perncanaan

Penganjuran perawatan yang dibutuhkan

Rujukan

Penentuan interval pemeliharaan

Penjadwalan kunjungan berikutnya

Penilasian hasilTidak terpenuhinya interval pemeliharaan yang dianjurkan

Tidak terpenuhinya interval pemeliharaan yang dianjurkan

Kambuhnya periodontitis

Pembaharuan dan pemeriksaanA. Meninjau dan membaharui riwayat medis, social dan dental. Perubahan pada status medis, social, atau dental harus didokumentasikan. Faktor yang mengikuti harus dievaluasi:

1. Umur pasien

2. Penyakit baru atau perubahan status medis; diindikasikan rujukan atau konsultasi dengan dokter.

3. Pengobataan saat ini

4. Faktor resiko yang berkontribusi dalam penyakit periodontal, seperti merokok, obat-obatan (fenitoin, cyclosporine, calcium channel blocker), stress, dan penyakit sistemik (diabetes, acquired immune deficiency syndrome (AIDS); diindikasikan konseling yang tepat terhadap faktor resiko tersebut.

5. Perawatan restorasi baru harus diperiksa dan dicatat dalam diagram.

6. Perubahan riwayat social atau gaya hidup, seperti kelahiran anak, belasungkawa, perubahan status pekerjaan, atau pengangguran.B. Pemeriksaan klinis Hasil pemeriksaan klinis, periodontal, dan radiografi harus dibandingkan dengan data awal. Data awal adalah data klinis yang dikumpulkan pada awal perawatan. Data dikumpulkan pada pertemuan berikutnya kemudian dibandingkan dengan data awal. Nilai awal pertama-tama disusun selama penilaian fase inisial dan kembali dinilai pada perawatan periodontal inisial berikutnya.1. Pemeriksaan ekstra dan intra oral.

2. Pemeriksaan denta;

a. Penilaian karies

b. Penilaian restorasi dan prostetik

c. Kehilangan tulang sejak diagram terakhir

3. Pemeriksaan radiografi

a. Pemeriksaan haruslah termasuk evaluasi level tulng, gigi dan jarak ligament periodontal.

b. Penentuan radiografi terbaru harus dibandingkan dengan radiografi yang diambil pada saat pertemuan pemeliharaan saat ini.

C. Pemeriksaan Periodontal

1. Pemeriksaan jaringan. Tanda klinis terjadinya inflamasi termasuk perubahan warna, tekstur, dan konsistensi.

2. Kedalaman probing. Kemajuan penyakit diindikasikan dengan peningkatan kedalaman 1-2 mm.

3. Kehilangan perlekatan

a. Saat ini, cara ini yang paling dapat dipercaya untuk mengevaluasi stabilitas penyakit periodontal.

b. Kemajuan penyakit diindikasikan dengan peningkatan kehilangan perlekatan 1-2mm.

4. Perdarahan pada probing

a. Perdarahan pada probing biasanya terlihat 10 detik setelah probing.

b. Penelitian menganjurkan setelah p