Pembuatan Vanillin Sintetik Dari Daun Cengkeh

download Pembuatan Vanillin Sintetik Dari Daun Cengkeh

of 41

  • date post

    24-Jan-2017
  • Category

    Science

  • view

    513
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Pembuatan Vanillin Sintetik Dari Daun Cengkeh

TUGAS AKHIRPEMBUATAN VANILIN SINTETIK DARI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum)

Disusun Oleh :NURHIKMA(331 14 005)KARTINA(331 14 016)

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIAJURUSAN TEKNIK KIMIAPOLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG2015

Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan berkah dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik. Terima kasih juga tidak lupa diberikan kepada Bapak Andi Muh.Iqbal Akbar Asfar S.ST., M.T yang telah memberikan tugas ini sebagai salah satu persyaratan kelulusan dalam mata kuliah gambar teknik. Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih atas bantuan teman-teman atas kerjasamanya. Karena dengan bantuannya tersebut dapat memberikan hasil yang baik dalam pengerjaan makalah ini.Makalah ini berjudul Pembuatan Vanilin Sintetik Dari Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum). Dalam makalah ini membahas tentang proses pengolahan bahan baku yang berupa daun Cengkeh yang tidak termanfaatkan sampai menjadi vanilin sintetik yang siap digunakan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam pengetahuan kita tentang sumber daya alam disekitar yang dapat diolah sehingga menjadi bahan yang mempunyai nilai jual dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kami sadar dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami memohon maaf atas kekurangannya dan dimohon kritik serta sarannya yang dapat membangun penulisan makalah selanjutnya.Makassar, 18 November 2015PenyusunDaftar Isi

Kata Pengantar..iDaftar IsiiiDaftar TabelivDaftar GambarvBAB I PENDAHULUAN11.1. Latar Belakang11.2. Rumusan Masalah31.3. Tujuan31.4. Manfaat3BAB II TINJAUAN PUSTAKA42.1. Tanaman Cengkeh42.2. Minyak Atsiri Daun Cengkeh62.3. Metode Pengolahan Daun Cengkeh72.4. Eugenol162.5. Vanilin18BAB III PEMBAHASAN203.1. Pengolahan Limbah Daun Cengkeh Menjadi Minyak Daun Cengkeh203.2. Isolasi Eugenol Minyak Daun Cengkeh233.3. Pengolahan Eugenol Menjadi Vanilin27BAB IV PENUTUP314.1. Kesimpulan314.2. Saran31Daftar Pustaka32Lampiran

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangTanaman cengkeh adalah tanaman rempah, yang mana bagian utama cengkeh yang paling komersial adalah bunga cengkeh yang sebagian besar digunakan dalam industri rokok. Sementara daun cengkeh belum dimanfaatkan secara maksimal dan masih dianggap limbah yang kurang berguna. Padahal daun cengkeh memiliki kandungan minyak atsiri (1-4)%. Dengan keadaan tersebut memungkinkan untuk dilakukan penyulingan minyak yang terkandung didalamnya, sehingga limbah tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Minyak atsiri merupakan salah satu komoditi yang memiliki potensi besar di Indonesia. Minyak atsiri adalah ekstrak alami dari jenis tumbuhan tertentu, baik berasal dari daun, bunga, kayu, biji-bijian bahkan putik bunga. Meskipun banyak jenis minyak atsiri yang telah diusahakan di Indonesia. Peluang pasar komoditi minyak atsiri ini masih terbuka luas baik didalam maupum diluar negeri.Minyak daun cengkeh merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia dan memegang peranan penting dalam kehidupan social ekonomi masyarakat produsen minyak daun cengkeh. Minyak cengkeh mengandung beberapa komponen, tetapi komponen paling penting adalah eugenol. Eugenol inilah yang memberikan aroma khas yang banyak dibutuhkan oleh berbagai industri, antara lain industri kosmetik, farmasi, dan pestisida nabati. Dari eugenol yang merupakan komponen terbesar penyusun minyak cengkeh maupun minyak daun cengkeh yang diperoleh dari ekstrak alami bunga atau daun cengkeh dapat di sintetis untuk dihasilkan vanilin. Vanilin merupakan senyawa glikosida yang diperoleh dari buah panili (vanilin alami) atau dapat dibuat secara sintetis dari sumber lainnya (vanilin sintetik). Vanilin merupakan senyawa turunan dari eugenol yang banyak juga digunakan pada berbagai industri (makanan dan minuman, farmasi, dan parfum).Di Indonesia sendiri kebutuhan vanilin sintetik sebagian besar di impor dari Negara lain, Sedangkan cengkeh dari Indonesia di ekspor keluar. Ini membuktikan Negara kita masih lemah dalam proses pengolahan. Padahal harga minyak cengkeh ataupun yang sudah menjadi eugenol jauh lebih mahal dari pada cengkeh kering.Bercermin dari latar belakang diatas kami mencoba mengembangkan inovasi kedepannya dengan mengkaji tentang pengolahan limbah daun cengkeh menjadi vanilin sintetik. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan para petani cengkeh yang masih sangat minim tentang pengolahan cengkeh yang padahal dengan sedikit pengolahan dapat menampah nilai jual dari cengkeh itu sendiri sehingga akan meningkatkan ekonomi masyarakat serta kesejahteraan para petani cengkeh.1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas adapun rumusan masalah sebagai berikut :1. Bagaimana proses pengolahan limbah daun cengkeh menjadi minyak daun cengkeh ?2. Bagaimana proses isolasi eugenol ?3. Bagaimana proses pengolahan eugenol menjadi vanilin ?

1.3. Tujuan1. Untuk memahami proses pengolahan limbah daun cengkeh menjadi minyak daun cengkeh2. Untuk memahami cara isolasi eugenol3. Untuk memahami proses pengolahan eugenol menjadi senyawa turunannya (vanilin).

1.4. Manfaat1. Agar pembaca dapat mengetahui prinsip kerja dari pengolahan limbah daun cengkeh menjadi vanilin sintetik.2. Menambah wawasan masyarakat , khususnya kalangan petani cengkeh, dan pelaku industri tentang pengolahan limbah daun cengkeh menjadi vanilin sintetik.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tanaman CengkehCengkeh(Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum), dalam bahasa Inggris disebut cloves, adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae. Cengkeh adalah tanaman asliIndonesia, banyak digunakan sebagaibumbu masakan pedas di negara-negaraEropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia.Pohon cengkeh merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 m. Mempunyai daun berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya. Tangkai buah pada awalnya berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkeh (Syzygium aromaticum) termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki batang pohon besar dan berkayu keras cengkeh mampu bertahan hidup puluhan bahkan sampai ratusan tahun, tingginya dapat mencapai 20 -30 meter dan cabang-cabangnya cukup lebat.Cabang-cabang dari tumbuhan cengkeh tersebut pada umumnya panjang dan dipenuhi oleh ranting-ranting kecsil yang mudah patah. Mahkota atau juga lazim disebut tajuk pohon cengkeh berbentuk kerucut.Daun cengkeh berwarna hijau berbentuk bulat telur memanjang dengan bagian ujung dan panggkalnya menyudut. Bunga dan buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting daun dengan tangkai pendek serta bertandan.Pada saat masih muda bunga cengkeh berwarna keungu-unguan, kemudian berubah menjadi kuning kehijau-hijauan dan berubah lagi menjadi merah muda apabila sudah tua. Sedang bunga cengkeh kering akan berwarna coklat kehitaman dan berasa pedas sebab mengandung minyak atsiri. Umumnya cengkeh pertama kali berbuah pada umur 4-7 tahun. Dari sudut botanis, tanaman cengkeh adalah termasuk famili Myrtacea dan sekerabat dengan jambu air (Eugenia jambos).

Klasifikasi Tanaman CengkehDivisi: SpermatophytaSubdivisi: AngiospermaeKelas: DicotyledonaeBangsa : MyrtalesSuku : MyrtaceaeMarga: SyzygiumJenis:Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry. Eugenia aromatica(L.) Baill. Eugenia caryophyllataThunb. Eugenia caryophyllus(Spreng.) Bull. & Harr.Caryophyllus aromaticus(L.).

2.2. Minyak Atsiri Daun CengkehMinyak cengkeh merupakan minyak atsiri yang diperoleh dari tanaman cengkeh (Eugenia caryophyllata Thunb). Minyak ini dapat diperoleh dari bunga, gagang/batang, dan daun tanaman cengkeh. Kualitas minyaknya dievaluasi dari kandungan fenol, terutama eugenol. Kandungan eugenol dalam minyak bunga, gagang, dan daun cengkeh dipengaruhi oleh keadaan bahan baku, metode penyulingan minyak dan pengambilan eugenol dari minyak. Perbandingan kadar eugenol dalam minyak cengkeh berdasarkan asalnya dapat dilihat pada tabel berikut:Tabel 2.4.1 Kandungan eugenol dalam minyak cengkehAsal MinyakKadar Eugenol

Bunga90-95%

Gagang83-95%

Daun82-87%

Komponen minyak daun cengkeh dapat dibagi menjadi dua kelompok. Yang pertama adalah senyawa fenolat dalam minyak daun cengkeh yaitu eugenol, dan yang kedua adalah senyawa-senyawa non fenolat, yang merupakan bagian kecil komponen minyak daun cengkeh. Senyawa non fenolat yang terdapat dalam minyak daun cengkeh adalah -kariofilen, -kububen, -kopaen, humulen, -kadien, dan kadina 1,3,5-trien. Kariofilena merupakan komponen kedua terbanyak dalam minyak daun cengkeh dengan kadar sekitar 10%, mempunyai banyak kegunaan baik secara langsung maupun senyawa turunannya. Kariofilena asetat digunakan sebagai bahan kosmetik dan parfum, kariofilena alkohol digunakan untuk menarik atau memikat Collops vittatus jantan, kumbang lading kapas di Arizona, tetrahidrokariofilenon merupakan penyusun bahan kosmetik, kerangka kariofilena diduga dapat digunakan sebagai bahan awal untuk membuat beberapa seskuerterpena trisiklik yang merupakan bahan antibiotic Punctatin A,D,E, dan F, kariofilena minyak cengkeh merupakan anti karsinogenik yang penting, campuran kariofilena dengan indol efektif untuk membunuh Steptococcus mutans (bakteri penyebab karies gigi).2.3. Metode Pengolahan Daun Cengkeh1. Dengan PenyulinganSecara umum penyulingan minyak atsiri dilakukan beberapa cara yaitu:a. Penyulingan dengan air Pada cara ini, bahan tanaman yang akan disuling mengalami kontak lansung dengan air mendidih. Ciri khas cara ini yaitu adanya kontak langsung antara bahan dan air mendidih. Oleh karena itu, sering disebut penyulingan langsung. Penyulingan dengan cara ini cocok untuk bunga mawar sebab seluruh bagian bahan harus tercelup dan dapat bergerak bebas dalam air mendidih. Meskipun dari proses pengerjaannya sangat mudah, tetapi penyulingan dengan cara langsung ini dapat menyebabkan banyaknya rendemen minyak yang hilang.b. Peny