Pembuatan Coffeine Dari Teh Fix Fix

download Pembuatan Coffeine Dari Teh Fix Fix

If you can't read please download the document

  • date post

    08-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    43
  • download

    2

Embed Size (px)

description

kafein

Transcript of Pembuatan Coffeine Dari Teh Fix Fix

PEMBUATAN COFFEINE DARI TEH

I. PRINSIP PERCOBAANEkstraksi adalah kegiatan penarikan kandungan kimia yang dapat larut sehingga terpisah dari bahan yang tidak dapat larut dengan pelarut cair. Hasil dari ekstraksi disebutekstrakMacam Metoda Ekstraksi :1. Ekstraksi Cara DinginMetoda ini artinya tidak ada proses pemanasan selama proses ekstraksi berlangsung, tujuannya untuk menghindari rusaknya senyawa yang dimaksud rusak karena pemanasanan. Jenis ekstraksi dingin adalah : Maserasimerupakan proses ekstraksi menggunakan pelarut diam atau dengan beberapa kali pengocokan pada suhu ruangan. Pada dasarnya metoda ini dengan cara merendam sample dengan sekali-sekali dilakukan pengocokan. Umumnya perendaman dilakukan 24 jam dan selanjutnya pelarut diganti dengan pelarut baru. Ada juga maserasi kinetik yang merupakan metodemaserasidengan pengadukan secara sinambung tapi yang ini agak jarang dipakai. Perkolasimerupakan ekstraksi dengan menggunakan pelarut yang selalu baru sampai sempurna (exhaustive extraction) yang umumnya dilakukan pada suhu ruangan. Prosesnya terdiri dari tahap pengembangan bahan, maserasi antara, perkolasi sebenarnya (penetesan/penampungan ekstrak) secara terus menerus sampai diperoleh ekstrak yang jumlahnya satu sampai lima kali volume bahan, ini bahasa buku agak rumit ya? Prosedurnya begini: sampel di rendam dengan pelarut, selanjutnya pelarut (baru) dilalukan (ditetes-teteskan) secara terus menerus sampai warna pelarut tidak lagi berwarna atau tetap bening yang artinya sudah tidak ada lagi senyawa yang terlarut.2. Ekstraksi Cara PanasMetoda ini pastinya melibatkan panas dalam prosesnya. Dengan adanya panas secara otomatis akan mempercepat proses penyarian dibandingkan cara dingin. Metodanya adalah: Refluksmerupakan ekstraksi dengan pelarut yang dilakukan pada titik didih pelarut tersebut, selama waktu tertentu dan sejumlah pelarut tertentu dengan adanya pendingin balik (kondensor). Umumnya dilakukan tiga sampai lima kali pengulangan proses pada residu pertama, sehingga termasuk proses ekstraksi sempurna, ini bahasa buku lagi. Prosedurnya: masukkan sampel dalam wadah, pasangkan kondensor, panaskan. Pelarut akan mengekstraksi dengan panas, terus akan menguap sebagai senyawa murni dan kemudian terdinginkan dalam kondensor, turun lagi ke wadah, mengekstraksi lagi dan begitu terus. Proses umumnya dilakukan selama satu jam. Ekstraksi dengan alatSoxhletmerupakan ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru, umumnya dilakukan menggunakan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi konstan dengan adanya pendingin balik (kondensor). Disini sampel disimpan dalam alat Soxhlet dan tidak dicampur langsung dengan pelarut dalam wadah yang di panaskan, yang dipanaskan hanyalah pelarutnya, pelarut terdinginkan dalam kondensor dan pelarut dingin inilah yang selanjutnya mengekstraksi sampel. Digestimerupakan maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinyu) yang dilakukan pada suhu lebih tinggi dari suhu ruangan, secara umum dilakukan pada suhu 40C 50C. Infusamerupakan proses ekstraksi dengan merebus sample (khusunya simplisia) pada suhu 900C.II. MAKSUD DAN TUJUAN

Untuk mengetahui cara pembuatan coffeine dari the Untuk mengetahui cara kirstalisasi Untuk mengetahui sifat fisika dan sifat kimia dari coffeine.

III. LANDASAN TEORIA. BAHAN BAKUTeh umumnya tumbuh pada ketinggian 200 2300 mdpl (meter di atas permukaan laut). Daun teh terbagi menjadi dua kelompok yaitu Varasmica dan Varasineosi dari Cina. Perbedaan dari dua kelompok daun teh tersebut adalah dilihat dari bentuk daunnya. Untuk kelompok Varasamica daunnya besar dan ujung daunnya runcing, sedangkan kelompok Varasineosi bentuk daunnya kecil dan ujungnya tumpul. Biasanya tumbuhan teh tumbuh ditempat yang sejuk dan perbukitan.Tanaman teh telah dibudidayakan di Asia selama ribuan tahun, dan teh telah menjadi bagian yang sangat penting dari budaya dan tradisi Asia. Mitos mengatakan bahwa teh pertama kali dikonsumsi sekitar 2.700 SM oleh kaisar legendaris Cina, Shennong. Ketika penjelajah Eropa mencapai Asia, teh merupakan salah satu bahan pertama yang mereka bawa kembali ke negara asal mereka, gairah yang sama tetap bertahan sampai hari ini. Sifat Fisis dari Teh Titik didih 80o C

Mudah larut dalam pelarut organic

Mempunyai sifat non eksplosif

Mengandung caffeine

Berwarna bila sudah diolah

Baunya harum Sifat Kimia dari Teh Kereaktifannya rendah,

Dapat dipisahkan dari komponennya dengan cara ekstraksi,

Mudah larut dalam air terutama air panas. Kegunaan dari Teh Sebagai zat antioksidan dan bersifat merangasang saraf otak,

Sebagai bahan baku minuman penyegar, Untuk menyerap kolesterol.B. BAHAN TAMBAHAN1. AlkoholNama IUPAC alcohol diambil dari nama alkana induknya, tetapi dengan akhiran ol yang mengandung gugus hidroksi (-OH) pada senyawa alkana.Contoh : CH3OH

CH3CH2CH2OH

(Metanol)

(1-propanol) Sifat Fisis Alkohol Titik didih 78,3oC Alcohol berbobot moleul rendah larut dalam air Mudah terbakar Bersifat polar karena mengandung gugus OH Tidak berwarna (jernih) Hidrokarbon suatu alcohol dersifat hidrofob (takut air). Sifat Kimia Alkohol Mudah terbakar Alcohol adalah asam atau basa yang sangat lemah Reaksi Eliminasi alcoholCH3CH2OH + H2SO4 (p) CH2=CH2 + H2O(Etanol)

(Etena) Oksidasi alcoholAlcohol dapat dioksidasi oleh oksidator KMnO4 atau K2Cr2O7 dalam suasana asam alcohol primer mula-mula feroksidasi menjadi aldehida dan teroksidasi selanjutnya menjadi asam karboksilat

R-OH R-COH R-COOHAlkohol aldehida asam primer karboksilatAlkohol sekunder dengan K2Cr2O7 suasana asama teroksidasi menjadi ketonR-OH R-COR Alkohol sekunder Keton1. Reaksi dengan asam karboksilatR-OH + R-COOH

RCOOR+ H2O Kegunaan AlkoholDigunakan untuk bahan dasar minuman keras (etanol), bahan pembunuh kuman/desinfektan (2-propanol). Selain itu alkohol berfungsi untuk mengikat Coffeine dari teh.2. NaOH (Natrium Hidroksida)Merupakan zat padat higroktis, basa leleh, berwarna putih mudah larut dalam air dan gliserol, merupakan elektrolit dan basa kuat. Sifat Kimia NaOHBereaksi dengan HCl( Asam Khlorida) membentuk garamNaOH + HCl

NaCl +H2O Kegunaan NaOHNaOH pada pembuatan krisal Coffeine untuk menjernihkan larutan setelah pengocokkan dengan chloroform.3. H2SO4 (Asan Sulfat)Merupaka salahsatu senyawa terpenting dari belerang, dalam hal keteknikan asam sulfat dapat diuat dengan dua cara yaitu : Proses Kontak Proses bilik / Kamar TimbalKedua proses pembuatan daiatas adalah sama-sama menggunakan SO2 sebahai bahan dasar untuk membuat asam sulfat. Dimana SO2 dihasilkan dari pembakaran belerang / pemanggangan pirit (FeS2). Perbedaan keduanya terletak pada pemakaian jenis katalisnya. Pada prose kontak digunakan katalisator Fe2O3, V2O5, Pt sedangkan untuk kamar timbal digunakan katalisator gas Mg dan NO2. Fungsi H2SO4 pada pembuatan Coffeine dari teh adalah untuk mengisolasi Coffeine tersebut dari teh. Sifat Fisika H2SO4 Memiliki aroma khas yaitu bau belerang Bersifat korosif Berbentuk cair Bersifat hidroskopis Berat jenis 1,84 25/ML, titik didih 240oC dan titik leleh 10oC Sifat Kimia H2SO4 Merupakan asam kuat H2SO4 encer tidak bereaksi dengan Bi, Hg, Cu dan logam mulia H2SO4 pekat dalam keadaan panas akan mengoksidasi logam-logam Merupakan oksidator dan reduktor terkuat Kegunaan H2SO4 Bahan pembauatan pupk ammonium sulfat Industry farmasi dan obat-obatan Untuk pembuatan zat warna4. MgO (Magnesium Oksida )

MgO dapat dijumpai sebagai mineral periklasa dan dibuat dengan memanaskan magnesium dalam oksigen atau lewat peruraian garam-garamnya seperti Mg(OH)2, MgCO3, Mg(NO3)2, MgC2O4 dan garam-garam lain dari asam organic. Namun yang paling sering adalah memanaskan magnosit maupun hidroksinya.

MgCO3

MgO + CO2

Mg(OH)

MgO + H2O Sifat Fisika MgO Berwarna putih Bersifat keras dan tahan api Titik leleh 2800OC Sifat Kimia MgO Pijar bila dicampur dengan larutan magnesium khlorida, akan membentuk bubur bersifat plastic, Bersifat basa lemah disebabkan gaya tarik ion-ion oksidanya terhadap proton molekul air.

O2- + H2O

2OH- 5. CHCl3 (Chloroform)Jika etanol direaksikan dengan Cl2 dan KOH maka mula-mula etanol dioksidasi menjadi etana. Etana ini kemudian bereaksi dengan Cl2 kembali sehingga membentuk Trichloroetana atau CCl3-CHO sedangkan KOH akan diubah menjadi Kalium metanoat dan Chloroform.

CH3-CH2OH + Cl2

CH3-CHO + 2 HCl

CH3-CHO + 3Cl2

CCl3 - CHO + 3HCl

CCl3-CHO + KOH

CHCl3 + HCOOKChloroform dapat juga dibuat dari asetan Cl2 dan KOH

CH3-CO-CH3 + 3Cl2

CCl3-CO-CH3 + 3 HCl

CCl3-CO-CH3 + KOH

CHCl3 + CH3COOK Sifat Fisis Chloroform Suatu zat cair yang manis baunya dan mudah menguap Mempunyai titik didih 61oC Uap chloroform bersifat sebagai obat bius Sifat Kimia Chloroform Merupakan pelarut organic yang dapat melarutkan lipida Tidak larut dalam air tetapi mudah larut dalam alcohol atau eter. Kegunaan ChloroformChloroform banyak digunakan sebagai obat bius dan pada percobaan ini digunakan sebagi pelarut organic.

C. PRODUK

Coffeine atau tiena atau 1, 3, 7 trimetil santina (C8H10O2N4) terdapat dalam biji-biji kopi dan identik dengan tiena dari daun teh. Zat ini ditemukan pada tahun 1820 oleh Runge Pelletries dan Cupentau. Caffeine merupakan zat alcohol yang dapat memabukkan dan merupakan senyawa heteroaromatik yang mempunyai unsure nitrogen yang terikat pada gugusan karbonilnya. Caffeine mengkristal dari larutannya dalam air berupa jarum-jarum bercahaya sutra, bila tidak mengandung air caffeine mencair pada 234-235oC (monohidrat) dan menyublim pada temperature yang lebih rendah. Dalam air panas zat ini mudah larut, sedangkan pada air dingin sukar larut. Sifat Fisis Coffein Merupakan Kristal putih berupa jarum-jarum bercahaya sutra,

Bila tidak mengandung air coffein melebur pada 227-228oC (anhidrat) 234-235oC (mon