PEMBINAAN AKHLAK SISWA MELALUI PEMBIASAAN …

of 18/18
PEMBINAAN AKHLAK SISWA MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA DI MTs YAUMIKA KALIOSO SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ARTIKEL NASKAH PUBLIKASI Diajukan kepada Program Studi Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) Oleh: NUR HIDAYATUL HASANAH NIM: G000110090 NIRM: 11/X/02.2.1/0958 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2015
  • date post

    15-Nov-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PEMBINAAN AKHLAK SISWA MELALUI PEMBIASAAN …

DHUHA DI MTs YAUMIKA KALIOSO SRAGEN TAHUN PELAJARAN
2014/2015
Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)
Oleh:
DHUHA DI MTS YAUMIKA KALIOSO SRAGEN TAHUN PELAJARAN
2014/2015
(Tarbiyah) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Akhlak yang dibina dengan pembinaan akhlak memiliki pengaruh yang
sangat besar terhadap pribadinya. Melihat realita di Mts Yaumika masih ada siswa
yang tidak mencerminkan akhlak yang mulia seperti siswa kurang disiplin,
dengan teman berkelahi, kurang memperhatikan bapak ibu guru dalam belajar,
sopan santun kurang. Melihat fenomena seperti itu pembinaan akhlak sangat
dibutuhkan bagi generasi muda. Keluarga dan sekolah merupakan salah satu
lingkungan yang memberikan peranan dan pengaruh besar dalam pembinaaan
akhlak. Salah satunya dengan Shalat Dhuha
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media pembinaan akhlak
melalui pembiasaan shalat dhuha. Serta mengidentifikasi kendala pelaksanaan
shalat dhuha dalam pembinaan akhla siswa. Penelitian ini merupakan penelitian
lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitiannya
adalah kepala sekolaah guru agama serta beberapa siswa di MTs Yaumika.
Metode pengumpulan datanya diambil dalam bentuk wawancara, observasi,
dokumentasi. Melalui field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Berdasarkan pengolahan data dan analisis data. dapat
disimpulkan bahwa pelaksanaan Shalat Dhuha dilaksanakan kurang lebih 15
menit.
Berdasarkan pengelolaan data dan analisis data dapat disimpulkan
pembinaan akhlak melalui shalat Dhuha di MTs Yaumika dilakukan dengan cara
pembiasaan melaksanakan Shalat dhuha, keteladanaan, dan nasehat. Setelah itu
evalusi dilaksanakan satu bulan sekali untuk melihat perkembangan ibadah,
tanggung jawab serta disiplin siswa. Dengan pembinaan akhlak melalui shalat
dhuha terjadi komunikasi dan saling membina serta saling memberi masukan
antara guru dan siswa sehingga terbentuk mental siswa yang berakhlakul karimah.
Kata kunci: Pembinaan Akhlak, Shalat Dhuha
PENDAHULUAN
pribadinya. Anak yang memiliki
akan didapatkan kecuali anak
menurut Imam al-Ghazali dalam
tertanam dalam jiwa yang
mencerminkan akhlak yang mulia
teman berkelahi, kurang
televisi, internet, handphone, film,
dan buku sehingga memunculkan
satunya dalam akhlak. Lebih
mencerminkan akhlak yang mulia
Melihat fenomena seperti itu
pembinaan akhlak sangat dibutuhkan
sekolah merupakan salah satu
pembinaaan akhlak. Akhlak yang
1 Abudin Nata, Akhlak
Tasawuf (Jakarta: PT. Raja
Grafindo, 2003), hlm. 3.
tanpa adanya pembinaan yang
dilakukan ketika matahari sedang
matahari satu tombak hingga
sebelum matahari berada ditengah-
pada waktu jam istirahat sekitar jam
08.30 sampai 08.45 siswa melakukan
shalat dhuha, siswa dibiasakan untuk
mengerjakannya sebagai proses
dilaksanakan dengan sungguh-
sungguh dan konsisten.
ingin mencermati dan mengkaji
Yaumika Tahun Pelajaran
media pembinaan akhlak?
dhuha dalam pembinaan akhlak?
Sekolah (Yogyakarta: CV. Venus
Dahsyatnya Shalat Sunnah
2012), hlm. 157.
peneliti sebelumnya, yaitu:
dengan judul skripsi “ Peran
Masjid Nurul Haq dalam
Pembinaan Akhlak Remaja di
dapat dilihat dalam berbagai
Bakti Sosial, dan kegiatan
dengan judul skripsinya
“Keluarga Sakinah dalam
Pembentukan Akhlaqul Karimah
Kagokan Kelurahan Pajang)”
menyebutkan: konsep keluarga
dalam Pembinaan Akhlak Remaja
di Desa Gonilan Kecamatan
dengan latihan, keteladanan dan
lingkungan yang pertama dikenal
2009) dengan judul skripsinya
lakukan yaitu: “pembinaan akhlak
siswa melalui Pembiasaan Shalat
Pelajaran 2014/2015” tidak sama
penelitian sebelumnya. Dimana
penelitian sebelumnya hanya
meneliti pembentukan dan
shalat dhuha.
Kagokan Kelurahan Pajang) 6 Toni Ardi Rafsanjani
(UMS, 2009) “Pengaruh Shalat
Akhlak menurut bahasa adalah
Sedangkan Akhlak adalah suatu
dalam jiwa dan menjadi kepribadian
hingga dari situ timbullah berbagai
macam perbuatan dengan cara
Pembinaan akhlak adalah proses,
guna untuk memperoleh kebahagiaan
Berdasarkan dari uraian diatas,
maka pembinaan akhlak adalah
spontan tanpa pemikiran yang
Sekolah (Yogyakarta: CV. Venus
Tasawuf (Jakarta: PT. Raja
Studi Akhlak (Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada, 2002), hlm. 3. 10
Muhammad Azmi,
Sekolah, hlm.56-57
untuk memperoleh kebahagiaan
dunia dan akhirat.
terhadap peserta didik diperlukan
pembiasaan. Misalnya agar anak
didik dapat melakukan shalat
perlu dibiasakan shalat sejak
masih kecil, dari waktu
yang dilakukan. 12
atau pendidik memberi contoh
peserta didiknya bagaimana cara
Nasehat paling sering
pendidik terhadap peserta didik
Guru selain melaksanakan
apabila melaksanakannya, dengan
14
Heri Gunawan,
Heri Jauhari Muchtar,
memunyai peranan yang sangat
Dasar Pembinaan Akhlak
nilai pendidikan akhlak. Apabila
ternyata menjadi anak-anak yang
nakal, melakukan perbuatan tercela,
mengganggu orang lain dan
seterusnya. Sehingga akhlak memang
ternyata membawa hasil berupa
terbentuknya pribadi muslim yang
ibu, dan sebagainya.
Rasullullah SAW yang terdapat



Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu yaitu bagi orang yang
mengharap (rahmat)Allah
mengatakan bahwa bahwa Nabi
Muhammad menjadi suri teladan
menunjukkan perilaku terpuji dan
melarang perbuatan tercela. Sehingga
Rasulullah.
mampu mendorong secara spontan
untuk melahirkan semua perbuatan
yang bernilai baik, sehingga
terhadap orang yang senantiasa
(16): 97
421 18
Muhammad Azmi,
Sekolah, hlm 60.


“Barang siapa yang mengerjakan
perempuan dalam keadaan beriman,
maka sesungguhnya akan Kami
berikan kepadanya kehidupan yang
memberikan balasan kepada mereka
daripada apa yang mereka
)
dan akhirat dengan menjalankan
perintah Allah yaitu dengan
berakhlak mulia.
Sekolah, hlm. 115.
digolongan menjadi tiga yaitu:
Wujud dari akhlak
telah meninggal dunia. 22
hlm. 357-358. 22
sekitar manusia, baik binatang,
itu, akhlak terhadap lingkungan
harus memanfaatkan potensi alam
untuk kepentingan hidup manusia.
Pada dasarnya akhlak yang
diajarkan al-Qur’an terhadap
lingkungan bersumber dari fungsi
seorang muslim harus memelihara
Sekolah, hlm. 66-67 24
menempatkan kedudukan yang
pondasi bangunan Islam.Jika
keislaman seseorang. 25
dilakukan ketika matahari sedang
dikerjakan pada waktu matahari
tombak (sekitar pukul 07.00,
hingga menjelang waktu shalat
tengah langit.
ditekankan), karena Rasulullah Saw
melakukan dan menganjurkan para
sahabat beliau untuk melakukannya
meningginya matahari satu tombak
tengah-tengah langit.Yang paling
2012), hlm. 157 27
waktu ketika anak-anak unta sudah
merasa kepanasan. 28
dari pembinaan fisik tapi dapat pula
dilihat dari pembinaan jiwa. Karena
dari jiwa yang baik inilah akan lahir
perbuatan-perbuatan yang baik yang
pada tahap selanjutnya akan
mengerjakan shalat. Shalat yang
dalam firman Allah:
shalat. Sesungguhnya shalat itu
Sesungguhnya mengingat Allah
apa yang kamu kerjaka”. (Q.S. Al-
‘Ankabut(29): 45 30
satu tempat tidak saling berebut jadi
imam, selesai shalat berjabat tangan,
dan seterusnya. 31
Dengan pembiasaan shalat
orang tua.
membiasakan setiap hari dalam
tulang bani Adam. Rasulullah
sedekah, setiap tahmid adalah
sedekah, setiap takbir adalah
melakukan dua rekaat shalat
dosa-dosa orang yang senang
dhuha akan dibuatkan pintu
yang dinamakan pintu dhuha.
hari. 33
dhuha hati menjadi tenang.
Dalam melakukan suatu aktifitas
dan terlibat persaingan. Akhirnya
pikiran menjadi kalut, hati
shalat dhuha sangat berperan
94.
dilakukan pada waktu istirahat
mengisi kembali asupan oksigen
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Ditinjau dari jenis penelitiannya,
maka penelitian ini termasuk
penelitian lapangan (Field Research),
karena data-data yang diperlukan
berdasarkan data-data dari lapangan
langsung. Penelitian ini bersifat
kualitatif, Menurut Boydan & Taylor
dalam Moleong penelitian kualitatif
didefenisikan sebagai penelitian yang
perilaku yang diamati. 35
Pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan deskriptif kualitatif yaitu
mengungkap suatu keadaan secara
Moleong, Metodelogi
Mahmud, Metode
Adapun lokasi penelitian yang
Jetiskarangpung Kalijambe Sragen.
dan skunder.
dilakukan di MTs Yaumika.
memperoleh data. Serta metode
Jailani, Panduan Menyusun Sekripsi
& Tesis (Yogyakarta: Siklus, 2004),
memperoleh informasi data yang
fakta yang terjadi pada
pelaksanaan shalat dhuha dalam
pembinaan akhlak sehingga dapat
yang berupa catatan, transkip
sebagainya. 39
Hibermen (1992) dengan proses
analisis deskriptif kualitatif, yang
pengumpulan data sekaligus reduksi
kesimpulan atau verifikasi. 40
Data yang telah terkumpul
dilakukan reduksi (data reduction),
kemudian seperangkat hasil reduksi
hlm. 202. 40
metode deduktif yaitu suatu
penalaran yang berpangkal pada
suatu peristiwa umum, yang
kebenarannya telah diketahui atau
kesimpulan atau pengetahuan baru
ANALISIS DATA
data yang ditemukan di lapangan,
maka bab V ini akan dilakukan
analisis data tentang pembinaan
akhlak siswa melalui pembiasaan
2014/2015. Adapun hal-hal yang
sebagai media pembinaan akhlak.
yang dilakukan secara
berulang-ulang dan terus
ajaran agama.
sangat mudah. Yang mana
MTs berusaha dalam membina
akhlak siswa, sehingga bersifat
halaman 6, pembiasaan adalah
suatu yang dilaksanakan secara
berulang-ulang agar suatu itu
shalat dhuha sangat
guru harus memberi teladan
yang baik. Keteladanan ini
yang telah dipaparkan di bab II
halaman 7 bahwa pendidik
memberi contoh atau teladan
peserta didik bagaimana cara
dilihat dalam bab II halaman 8
bahwa Setiap diri manusia
pembinaan akhlak
disiplin dalam melaksanakan
shalat dhuha berjamaah
halaman 12 akhlak terhadap
Allah adalah perbuatan yang
jujur dalam perkataan, disaat
pelajaran lebih jujur tidak
halaman 12-13 akhlak terhadap
bersumber dari fungsi manusia
menjaga lingkungan karena
Islam sangat mencintai
dengan siswa. Apabila di
dalam shalat dhuha terdapat
komunikasi dalam satu tempat
antara imam dan makmum,
membawa dampak positif bagi
siswa antara lain dapat
halaman 14-17 bahwa, shalat
shalat dilaksanakan, siswa belum
mengerjakannya, dan kurang adanya
rumah dalam melaksanakan shalat
lakukan, maka dapat disimpulkan:
1. Cara pembinaan akhlak
dilakukan secara berulang-
orang tua.
menjadi figur, guru memberi
arahan dan teladan kemudian
siswa berpartisipasi aktif ikut
pembinaan akhlak
pembinaan Akhlak yang
dalam melaksanakan shalat
dhuha berjamaah sehingga
jujur dalam perkataan, disaat
pelajaran lebih jujur tidak
dhuha dengan Ikhlas dengan
sendrinya akan berbuat baik
membawa dampak positif bagi siswa
antara lain dapat meningkatkan
menghadapi kesulitan serta dapat
tenang.
mendisiplinkan siswa, masih
melaksanakan shalat dhuha serta
belum mengerti manfaat dan
adanya dukungan dari keluarga.
menjadi pengerak dalam
meningkatkan ketaqwaan untuk
meningkatkan pelaksanaan shalat
untuk mengawasi dan
mendampingi pelaksanaan shalat
dan bertanggung jawab untuk
Persada, 2002.
Sekolah. Yogyakarta: CV. Venus
Kasus di Kagokan Kelurahan
Kecamatan Kartosura Kabupaten
Sukoharjo Tahun 2012
Buana Murni, 2012.
Pendidikan. Bandung: PT. Remaja
Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Rafsanjani, Toni Ardi. 2009.
“Pengaruh Shalat Tahajud terhadap
2004. Panduan Menyusun Sekripsi &
Quantum Media.
cver publikasi