Pembiayaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Bidang Perumahan Rakyat

download Pembiayaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Bidang Perumahan Rakyat

of 40

  • date post

    14-Jun-2015
  • Category

    Real Estate

  • view

    1.807
  • download

    0

Embed Size (px)

description

PERTEMUAN PUSAT DAN DAERAH DALAM RANGKA PENGANGGARAN SPM DALAM DOKUMEN PERENCANAAN PEMDA BIDANG PERUMAHAN DAN PEKERJAAN UMUM JAKARTA, 26 SEPTEMBER 2011

Transcript of Pembiayaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Bidang Perumahan Rakyat

  • 1. KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYATREPUBLIK INDONESIAPEMBIAYAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)BIDANG PERUMAHAN RAKYATOleh :KEPALA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARANDisampaikan dalam acara:PERTEMUAN PUSAT DAN DAERAH DALAM RANGKA PENGANGGARAN SPM DALAMDOKUMEN PERENCANAAN PEMDA BIDANG PERUMAHAN DAN PEKERJAANUMUMJAKARTA, 26 SEPTEMBER 2011

2. PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHANRAKYAT NO. 22 TAHUN 2008 TENTANG SPMBIDANG PERUMAHAN RAKYAT DAERAH PROVINSIDAN DAERAH KABUPATEN/KOTA 3. Bidang Perumahan merupakan urusanwajib (Pasal 7 ayat (2))Bidang Perumahan merupakan urusanwajib (Pasal 7 ayat (2))PP No 38 tahun 2007 Pembagian UrusanPemerintahan Antara Pemerintah,Pemerintah Daerah Provinsi DanPemerintah Daerah Kabupaten/KotaPP No 38 tahun 2007 Pembagian UrusanPemerintahan Antara Pemerintah,Pemerintah Daerah Provinsi DanPemerintah Daerah Kabupaten/KotaUU 22 tahun 1999tentang PemerintahanDaerah*)UU 22 tahun 1999tentang PemerintahanDaerah*)PELAKSANAAN KURANGEFEKTIF KARENA BIDANGPERUMAHAN BUKANURUSAN WAJIB DAERAHPELAKSANAAN KURANGEFEKTIF KARENA BIDANGPERUMAHAN BUKANURUSAN WAJIB DAERAHPP No 65 tahun 2005 tentang PedomanPenyusunan Dan Penerapan StandarPelayanan MininalPP No 65 tahun 2005 tentang PedomanPenyusunan Dan Penerapan StandarPelayanan MininalUU 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan DaerahPasal 11 ayat (4), Pasal 14 (3)UU 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan DaerahPasal 11 ayat (4), Pasal 14 (3)Rumah layak huni dalam lingkungan yang sehat,aman, serasi dan teratur (Pasal 5 ayat (1))Rumah layak huni dalam lingkungan yang sehat,aman, serasi dan teratur (Pasal 5 ayat (1))UU No 4 tahun 1992 tentangPerumahan dan PermukimanUU No 4 tahun 1992 tentangPerumahan dan PermukimanPP No 25 Tahun 2000 tentang KewenanganPemerintah Dan Kewenangan ProvinsiSebagai Otonom**)PP No 25 Tahun 2000 tentang KewenanganPemerintah Dan Kewenangan ProvinsiSebagai Otonom**)PELAKSANAAN BIDANG PERUMAHANLEBIH EFEKTIFPELAKSANAAN BIDANG PERUMAHANLEBIH EFEKTIFSPM BIDANG PERUMAHAN RAKYATSPM BIDANG PERUMAHAN RAKYAT*) diubah dengan UU 32 / 2004**) diubah PP 38 / 2007*) diubah dengan UU 32 / 2004**) diubah PP 38 / 2007KRONOLOGIS SPM BIDANG PERUMAHAN RAKYATSPMKimpraswilSPMKimpraswil3 4. UU 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan DaerahPasal 11 ayat (4), Pasal 14 (3)UU 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan DaerahPasal 11 ayat (4), Pasal 14 (3)PP 65 Tahun 2005tentang PedomanPenyusunan danPenerapan SPMPP 38 Tahun 2007 tentangPembagian Urusan Pemerintahantara Pemerintah, PemerintahDaerah Provinsi, dan PemerintahDaerah Kabupaten/ KotaPermendagri 6Tahun 2007 tentangPetunjuk TeknisPenyusunan danPenerapan StandarPelayanan MinimalPP 41 Tahun 2007tentang OrganisasiPerangkat DaerahPermendagri 79Tahun 2007tentang PedomanPenyusunanRencanaPencapaian SPMSPM BIDANG PERUMAHAN RAKYATDAERAH PROVINSI DAN DAERAH KAB/KOTAPeraturan Perundang-undangan substansi SPM bidangperumahan rakyat :1.UU 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun2.UU 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman3.UU 28 Tahun 2002 tentang Bangunan GedungDASAR HUKUMSTANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PERUMAHAN RAKYATDAERAH PROVINSI DAN DAERAH KABUPATEN/KOTA4 5. STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PERUMAHAN RAKYAT Pemerintah memberikan pelayanan dalam bidang perumahan rakyat agarmasyarakat mampu menghuni rumah yang layak huni dan terjangkaudalam lingkungan yang sehat dan aman yang didukung denganprasarana, sarana dan utilitas umum (PSU). Pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kotamenyelenggarakan pelayanan urusan perumahan sesuai dengan SPMbidang perumahan rakyat yang terdiri dari jenis pelayanan dasar,indikator, nilai dan batas waktu pencapaian tahun 2009 2025.BAB II Pasal 2 & 3BAB II Pasal 2 & 351. Rumah Layak Huni adalah rumah yang memenuhi persyaratankeselamatan bangunan dan kecukupan minimum luas bangunan sertakesehatan penghuninya;2. Lingkungan yang sehat dan aman adalah lingkungan hunian yangmemenuhi persyaratan penataan ruang, persyaratan penggunaan tanah,pemilikan hak atas tanah, dan kelayakan prasarana serta saranalingkungan huniannya;TUJUAN PELAKSANAAN SPM 6. PERMENPERA NO. 22 TAHUN 2008 TENTANG SPM BIDANG PERUMAHANRAKYAT DAERAH PROVINSI DAN DAERAH KABUPATEN/KOTAGUBERNUR BUPATI/WALIKOTAJENIS PELAYANANDASARa. rumah layak huni danterjangkau;INDIKATORb. lingkungan yang sehatdan aman yangdidukung prasarana,saran dan utilitas(PSU).a. cakupan ketersediaanrumah layak huni;b. cakupan layananrumah layak huni yangterjangkau.cakupan lingkungan yangsehat dan aman yangdidukung denganprasarana, sarana danutilitas (PSU).100 %70 %100 %NILAISPMWaktuCapaian2009s/d2025WaktuCapaian2009s/d2025SPM BIDANG PERUMAHAN RAKYAT DILAKUKAN SECARA BERTAHAPSPM BIDANG PERUMAHAN RAKYAT DILAKUKAN SECARA BERTAHAP6 7. CakupanRumah LayakHuni=Jumlah rumah layak huni di suatu wilayah provinsipada kurun waktu tertentu *x 100%Jumlah rumah di suatu wilayah provinsipada kurun waktu tertentuCARA MENGHITUNG INDIKATOR SPM BIDANG PERUMAHAN RAKYATR U M U S7Cakupanlayananrumah layakhuni yangterjangkau=Jumlah rumah tangga MBR yang menempati rumahlayak huni dan terjangkau pada kurun waktu tertentu**x 100%Jumlah rumah tangga MBR pada kurun waktu tertentuCakupanlingkunganyang sehat danaman yangdidukung PSU=Jumlah lingkungan yang didukung PSUpada kurun waktu tertentu ***x 100%Jumlah lingkungan perumahan pada kurun waktu tertentuKeterangan :* Jumlah rumah layak huni yang memenuhi kriteria kehandalan bangunan, menjamin kesehatan serta kecukupan luas minimumdi suatu wilayah kerja pada waktu tertentu.** Jumlah rumah tangga MBR yang menempati rumah layak huni dan terjangkau pada kurun waktu tertentu***Jumlah lingkungan (kelurahan/desa) yang sehat dan aman yang didukung prasarana, sarana dan utilitas (PSU), meliputi :jalan, drainase, persampahan, sanitasi, air bersih, dan listrik memadai untuk satu lingkungan di suatu wilayah kerja pada kurunwaktu tertentu 8. PEMERINTAH PEMERINTAH DAERAHdibebankan padaAPBNpemerintah daerah provinsidan pemerintah daerahkabupaten/kota dibebankanpada APBDPEMBIAYAAN SPM BidangPerumahan RakyatPEMBIAYAAN SPM BidangPerumahan RakyatBAB VI Pasal 11PEMBIAYAAN8 9. PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHANRAKYAT NO. 16 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUKTEKNIS PERENCANAAN PEMBIAYAAN SPM BIDANGPERUMAHAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DANDAERAH KABUPATEN/KOTA 10. Memberikan kemudahan dan kesamaan visi pemerintah provinsi dan pemerintahkabupaten/kota dalam penyusunan perencanaan pembiayaan penerapan SPM bidangperumahan rakyat daerah provinsi dan daerah kab/kota.1. Rencana pencapaian SPM;2. Pengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam bentuk dokumen perencanaandan penganggaran;3. Mekanisme pembelanjaan penerapan SPM dan perencanaan pembiayaanpencapaian SPM bidang perumahan rakyat daerah provinsi dan daerah kab/kota;4. Sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian target tahunanSPM kepada masyarakatTUJUAN & RUANG LINGKUPTUJUAN :RUANG LINGKUP :10CAPAIAN PELAYANAN DASAR MELIPUTI :1. Jenis pelayanan dasar;2. Cakupan pelayanan dasar;3. Tahapan kegiatan;4. Pelaku dan penanggung jawab;5. Waktu pelaksanaan; dan6. Alokasi biaya. 11. RENCANA PENCAPAIAN SPM1. Kondisi awal tingkat pencapaian pelayanan dasar dilihat dari kegiatan yang sudahdilakukan oleh daerah sampai saat ini, terkait dengan jenis-jenis pelayanan yang ada didalam SPM bidang perumahan rakyat daerah provinsi dan daerah kab/kota;2. Target pelayanan dasar yang akan dicapai mengacu pada target pencapaian yangsudah disusun oleh Kementerian Perumahan Rakyat dalam peraturan Menteri NegaraPerumahan Rakyat No. 22/PERMEN/M/2008 tentang Standar Pelayanan MinimalBidang Perumahan Rakyat Daerah Provinsi dan Daerah Kab/Kota3. Kemampuan, potensi, kondisi, karakteristik dan prioritas daerah1. Penentuan status awal yang terkini dari pencapaian pelayanan dasar di daerah kab/kota2. Perbandingan antara status awal dengan target pencapaian dan batas waktu3. Perbandingan antara status awal dengan target pencapaian dan batas waktu SPM yangditetapkan oleh pemerintah4. Perhitungan pembiayaan atas target pencapaian SPM, analisa standar belanja kegiatanberkaitan dengan SPM dan satuan harga kegiatan; serta5. Perkiraan kemampuan keuangan dan pendekatan penyediaan pelayanan dasar yangmemaksimalkan sumber daya daerah.FAKTOR KEMAMPUAN & POTENSI DAERAH DIGUNAKANUNTUK MENGANALISIS :11 12. PENGINTEGRASIAN SPM KE DALAM RAPBDSE : SURAT EDARAN; KUA: KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN; KDH: KEPALA DAERAH; PPAS: PRIORITAS DAN PLAFON SEMENTARA;RKA : RENCANA KERJA ANGGARANKETERANGAN:PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 16 TAHUN 2010TENTANG PETUNJUK TEKNIS PERENCANAAN PEMBIAYAAN PENCAPAIAN SPMBIDANG PERUMAHAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAN DAERAH KABUPATEN/KOTA12 13. PROGRAM KEGIATANPENCAPAIAN SPMPROGRAM KEGIATANPENCAPAIAN SPMPEMDAPEMDABATAS WAKTUPENCAPAIAN SPMDAERAHBATAS WAKTUPENCAPAIAN SPMDAERAHTARGET TAHUNANTARGET TAHUNANRINCIAN BELANJARINCIAN BELANJABATAS WAKTUPENCAPAIAN SPMNASIONALBATAS WAKTUPENCAPAIAN SPMNASIONALINDIKATOR SPMINDIKATOR SPM RPJMDRPJMDRKPDRKPDMEKANISME PERENCANAAN PEMBIAYAAN SPM BIDANG PERUMAHAN RAKYAT13 14. 1. Melakukan sosialisasi dan bantuan teknis kepada pemerintahkab/kota untuk penyelenggaraan pelayanan bidang perumahanrakyat untuk rumah layak huni melalui pelatihan bintek danpendampingan2. Melakukan pemutahiran data rumah secara berkala dari kab/kota3. Melakukan pengawasan, pengendalian, evaluasi, koordinasi &singkronisasi pelaksanaan kebijakan dan pelaporanpenyelenggaraan pelayanan bidang perumahan rakyat untukketersediaan rumah layak huni kepada menteri.LANGKAH KEGIATAN14 15. KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DANKAWASAN PERMUKIMAN 2010-2014 16. MENGHUNIMENGHUNIMEMILIKIMEMILIKI(MemperhitungkanExtended Family)PerspektifBacklogVISI7,4 Juta Unit7,4 Juta Unit12,3 Juta Unit(2007)12,3 Juta Unit(2007)10,8 Juta Unit10,8 Juta UnitKelemahan: Data yang ada hanya jumlah Rumah Tangga (RT), bukan jumlahKepala Keluarga (KK). Data jumlah bangunan eksisting merupakan hasil proyeksi (tidakada data yang update).Kelebihan: Memperhitungkan jumlah fisik bangunan rumah yang ada.Kelemah