PEMBERIAN PDGF INTRALESI PADA PATAH TULANG femur tikus putihyang dikauterisasi memiliki diameter...

download PEMBERIAN PDGF INTRALESI PADA PATAH TULANG femur tikus putihyang dikauterisasi memiliki diameter kalus,

of 24

  • date post

    01-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PEMBERIAN PDGF INTRALESI PADA PATAH TULANG femur tikus putihyang dikauterisasi memiliki diameter...

TESIS

PEMBERIAN PDGF INTRALESI PADA PATAHTULANG FEMUR TIKUS PUTIHYANG

DIKAUTERISASI MEMILIKI DIAMETER KALUS,OSTEOCALCIN DAN KOLAGEN TIPE I LEBIH

TINGGI DARIPADA YANG TANPA PEMBERIANPDGF

I PUTU GEDE DHARMAWANNIM 1114118204

PROGRAM MAGISTERPROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK

PROGRAM PASCA SARJANAUNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR2016

i

PEMBERIAN PDGF INTRALESI PADA PATAHTULANG FEMUR TIKUS PUTIH YANG

DIKAUTERISASI MEMILIKI DIAMETER KALUS,OSTEOCALCIN DAN KOLAGEN TIPE I LEBIH

TINGGI DARIPADA YANG TANPA PEMBERIANPDGF

Tesis untuk Memperoleh Gelar MagisterPada Program Magister, Program Studi Ilmu Biomedik

Program Pascasarjana Universitas Udayana

I PUTU GEDE DHARMAWANNIM 1114118204

PROGRAM MAGISTERPROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK

PROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR2016

ii

Lembar Pengesahan

TESIS INI TELAH DISETUJUI

TANGGAL, 08 NOPEMBER 2016

Mengetahui,

iii

Pembimbing I,

Prof. Dr. dr. Putu Astawa, Sp.OT(K), M.KesNip. 195301311980031004

Ketua Program Studi Ilmu BiomedikProgram Pascasarjana Universitas Udayana

Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc,Sp.GKNIP 19580521 198503 1 002

DirekturProgram Pascasarjana Universitas Udayana

Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K)NIP 19590215 198510 2 001

Pembimbing II,

dr.K G Mulyadi Ridia, Sp.OT(K)NIP 19600201 198610 1 001

Tesis Ini Telah Diuji pada

Tanggal: 08 Nopember 2016

Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana

No: 5395/ UN 14.4/ HK/ 2016

Tertanggal: 02 Nopember 2016

Ketua: Prof. Dr. dr. I Ketut Siki Kawiyana, Sp. B., Sp.OT (K)

Anggota:

1. Prof. Dr. dr Putu Astawa, Sp.OT (K), M.Kes

2. dr. K.G Mulyadi Ridia, Sp.OT (K)

3. dr. Wayan Suryanto Dusak Sp.OT (K)

4. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B, Sp.OT (K)

iv

Surat Pernyataan Bebas Plagiat

v

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa karena atas asung kerta wara nugraha-Nya, sehingga tesisini dapat diselesaikan dengan baik. Tesis ini untuk melengkapi persyaratan dalammenyelesaikan pendidikan Ilmu Biomedik-Combined Degree ProgramPascasarjana Universitas Udayana/ RS Sanglah Denpasar.

Berkat petunjuk, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, segala

hambatan dalam penyusunan tesis ini dapat diselesaikan dengan baik, untuk itu

penulis menyampaikan rasa hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya

kepada :

Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD,

yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa

Program Pendidikan Dokter Spesialis I-Combined Degree Orthopaedi dan

Traumatologi.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Putu

Astawa, Sp.OT (K), M.Kes, yang telah memberikan kesempatan kepada kami

untuk mengikuti pendidikan pada Program Pendidikan Dokter Spesialis I-

Combined Degree Orthopaedi dan Traumatologi dan selaku Pembimbing

Akademik I penulis atas arahan, nasehat dan bimbingannya.

Ketua Program Studi Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran

Universitas Udayana/ RS Sanglah Denpasar, Prof. DR. dr. I Ketut Siki Kawiyana,

Sp.B, Sp.OT(K), atas segala dorongan dan bimbingan selama kami mengikuti

pendidikan spesialis.

Ketua Bagian/ SMF Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran

Universitas Udayana/ RS Sanglah Denpasar, Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B, Sp.OT

(K), atas segala dorongan dan bimbingan selama kami mengikuti pendidikan

spesialis.

vi

dr. K.G. Mulyadi Ridia, Sp.OT(K), selaku Pembimbing Akademik II, atas

nasihat dan bimbingan yang diberikan kepada penulis.

Direktur Pasca Sarjana, Prof. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp.S (K), atas

kesempatan yang diberikan kepada kami mengikuti pendidikan Ilmu Biomedik-

Combine Degree.

Ketua Program Studi Ilmu Biomedik-Combine Degree, Dr. dr. Gde

Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc, Sp.GK, atas segala dorongan dan bimbingan

selama kami mengikuti pendidikan Ilmu Biomedik- Combine Degree.

Direktur Utama Rumah Sakit Sanglah Denpasar, dr. I Wayan Sudana,

M.Kes, atas segala fasilitas yang diberikan selama kami mengikuti Program

Pendidikan Dokter Spesialis I-Combined Degree Orthopaedi dan Traumatologi

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/ RSUP Sanglah Denpasar.

Dr. drh. Ida Bagus Oka Winaya, M.Kes dan staff atas dukungannya

sehingga terselesaikannya penelitian ini.

Seluruh Staf Bagian/ SMF Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas

Kedokteran Universitas Udayana/ RS Sanglah Denpasar atas segala pengetahuan

dan bimbingan yang diberikan dalam menunjang penyelesaian tesis ini.

Rekan-rekan sejawat dokter PPDS I Orthopaedi dan Traumatologi

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, atas segala bantuan dan kerjasamanya.

Orangtua yaitu Jro Mangku Pande Nyoman Witawan dan Jro Mangku

Pande Istri Ni Nyoman Supartini, istri tercinta dr. Made Dewi Anggraeni Pande,

Sp.OG, M. Biomed, serta adikku I Kadek Suantara, S.Pi yang selalu memberi

dukungan moril maupun materiil selama masa pendidikan.

Akhir kata, meskipun tulisan ini belum sempurna, penulis berharap

semoga bermanfaat bagi pembaca dan tidak lupa mohon masukan dan sarannya

untuk penyempurnaan. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan berkah

kepada semua pihak yang dengan ikhlas membantu terselesaikannya tesis ini.

Denpasar, Oktober 2016

vii

Penulis

ABSTRAK

PEMBERIAN PDGF INTRALESI PADA FRAKTUR FEMUR TIKUSPUTIH YANG DIKAUTERISASI MEMILIKI DIAMETER KALUS,

OSTEOCALCIN DAN KOLAGEN TIPE I LEBIH TINGGI DARIPADAYANG TANPA PEMBERIAN PDGF

Penyembuhan tulang pada fraktur dipengaruhi oleh berbagai faktor, baikfaktor internal maupun eksternal. PDGF dan TGF- merupakan stimulator potenbagi fibroblas dalam migrasi sel, mitogenesis dan proliferasi serta dalam sintesismatriks, dimana hal ini penting dalam proses penyembuhan tulang. PemberianPDGF intralesi pada fraktur femur yang dikauterisasi diharapkan dapatmeningkatkan penyembuhan fraktur yang ditandai dengan diameter kalus yanglebih besar serta ekspresi osteocalcin dan kolagen tipe I yang lebih banyakdibandingkan tanpa pemberian PDGF.

Penelitian eksperimental randomized post-test only control group designdengan sampel 32 ekor tikus jantan jenis Wistar. Semua tikus dilakukanfrakturisasi dan ujung-ujung fragmen fraktur dikauterisasi kemudian dibagimenjadi 2 kelompok. Kelompok pertama tidak diberikan PDGF intralesi,kelompok kedua diberikan PDGF selama 4 minggu. Pada minggu keempat, untukmenilai efek perlakuan diperiksa secara histopatologi diameter kalus, jumlahekspresi osteocalcin dan kolagen tipe I pada daerah fraktur.

Analisis statistik didapatkan rerata diameter kalus pada tikus denganpemberian PDGF intralesi lebih tebal dan jumlah ekspresi osteocalcin dankolagen tipe I pada kalus tikus lebih banyak dibandingkan tanpa pemberianPDGF. Pada uji independent t-test didapatkan perbedaan diameter kalus yangsignifikan dengan kelompok kontrol sebesar 945,524 347,456 sedangkan padakelompok perlakuan sebesar 1798,661 328,520 dengan p = 0,000 (p < 0,05) danjumlah ekspresi osteocalcin yang signifikan pada kelompok kontrol sebesar13,937 1,611 sedangkan pada kelompok perlakuan sebesar 32,000 3,502dimana nilai p = 0,000 (p < 0,05) serta Uji Mann-Whitney U test didapatkanperbedaan yang signifikan pada ekspresi kolagen tipe I dengan mean rankkelompok kontrol sebesar 24,44 dan kelompok perlakuan sebesar 8,56 dengannilai p = 0,000 (p < 0,05).

Pemberian PDGF intralesi pada fraktur femur tikus yang dikauterisasimemiliki diameter kalus yang lebih tebal, jumlah ekspresi osteocalcin dankolagen tipe I yang lebih banyak dibandingkan tanpa pemberian PDGF.

Kata kunci: Penyembuhan Fraktur, PDGF, Kauterisasi, Diameter Kalus,Osteocalcin dan Kolagen tipe I

viii

ABSTRACT

PDGF INTRALESIONAL ADMINISTRATION ON WHITE RATS WITHCAUTERIZED FEMORAL FRACTURE HAVE LARGER CALLUS

DIAMETER, HIGHER EXPRESSION OSTEOCALCIN AND TYPE I COLLAGEN THAN WITHOUT PDGF

INTRALESIONAL ADMINISTRATION

The healing of bone fractures is influenced by various factors, bothinternal and external factors. PDGF and TGF- is a potent stimulator forfibroblasts in cell migration, mitogenesis and proliferation as well as in thesynthesis of matrix, which is important in the process of bone healing. PDGFintralesional administration on femoral fracture that were cauterized are expectedto improve that was characterized with larger callus diameter and higherexpression of osteocalcin and type I collagen than without PDGF intralesionaladministration.

The study design was experimental randomized post-test only controlgroup design with 32 male Wistar type rats as samples. All the rats werefracturized and the ends of the fracture fragments were cauterized and thendivided into 2 groups. The first group was without PDGF intralesionaladministration and the second group with PDGF intralesional administration for4 weeks. In the fourth week, histopathology examination was cond