PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

of 18 /18
PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESI BADAN RESERSE KRIMINAL POLR DIREKTORAT TIPIDKOR

description

MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN RESERSE KRIMINAL POLRI. PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI. DIREKTORAT TIPIDKOR. F E N O M E N A. MASALAH BESAR DALAM PENYELENGGARAAN NEGARA & SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA ADALAH KORUPSI BAIK DI PUSAT MAUPUN DAERAH. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

Page 1: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

MARKAS BESARKEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BADAN RESERSE KRIMINAL POLRI

DIREKTORAT TIPIDKOR

Page 2: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

MASALAH BESAR DALAM PENYELENGGARAAN NEGARA & SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA ADALAH

KORUPSI BAIK DI PUSAT MAUPUN DAERAH.

KORUPSI TELAH MENGGURITA SECARA SISTEMIK

KORUPSI DI DAERAH : EKSES NEGATIF OTONOMI DAERAH, MUNCULNYA REZIM PENGUASA/RAJA-RAJA KECIL.

BUDAYA : Sudah tradisi/kebiasaan memberi suap & hadiah, lebih malu miskin daripada berbuat korupsi.

EKONOMI : Salah dalam manajemen negara, justru penyelenggara negara yang memperkaya diri sendiri dan membuka peluang untuk memperkaya orang lain.

POLITIK : Perilaku korup dalam menjalin hubungan negara dengan swasta & Uang sebagai alat untuk mencapai tujuan politik (Money Politics).

F E N O M E N A

Page 3: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

F E N O M E N A

• SEPERTI WABAH YG MELUAS, dari lembaga tinggi sampai tingkat pelayanan di kelurahan-kelurahan korupsi telah merasuk ke berbagai sendi kehidupan berbangsa & bernegara

• KORUPSI PENGADAAN BARANG/JASA intensitasnya paling tinggi sehingga persepsi publik tentang korupsi kebanyakan masih sebatas pengadaan pemerintah yang tidak sesuai dengan spesifikasi

• MAYORITAS VONIS RENDAH, penegakan hukum yang telah dilakukan belum menimbulkan efek jera

• PENELUSURAN PENGEMBALIAN ASET negara masih sangat minim karena orientasi penegakan hukum korupsi hanya sampai di vonis pengadilan

• MODUS OPERANDI KORUPSI selalu berkembang mendahului legislasi/undang-undang

• TRIAL BY THE PRESS, media massa tidak hanya menjadi alat kontrol publik tapi juga menjadi hakim di luar sidang

• TEBANG PILIH, penegakan hukum korupsi justru dijadikan sebagai alat menjatuhkan lawan politik

• KOLUSI DGN PENEGAK HUKUM, saat penanganan, penegak hukum justru terlibat kasus korupsi baru

Page 4: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

TUGAS POKOK & FUNGSI

Dalam melaksanakan tugas, Dittipidkor menyelenggarakan FUNGSI : penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan dana

bantuan, dana usaha negara, dana pemerintah, dana kredit usaha serta dana pembangunan dan proyek yang dapat mengakibatkan kerugian keuangan dan perekonomian negara, termasuk kejahatan transnasional terkait dengan korupsi;

perumusan kebijakan dalam rangka penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi;

perencanaan kebutuhan dukungan anggaran dalam rangka mendukung kegiatan penyelidikan dan penyidikan; dan

pengerahan dan pelibatan kekuatan dalam rangka back up operasional kepada satuan kewilayahan.

T U G A S

MELAKSANAKAN PENYELIDIKAN & PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI

Page 5: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

SEBAGAI SALAH SATU PENGEMBAN FUNGSI PEMERINTAHAN KHUSUSNYA DI BIDANG PENEGAKAN HUKUM, TUGAS DAN WEWENANG POLRI

DALAM PEMBERANTASAN TIPIKOR DIEMBAN OLEH DIREKTORAT TINDAK PIDANA KORUPSI BARESKRIM POLRI MABES POLRI

YANG SECARA STRUKTURAL BERJENJANG KE SUB-DIREKTORAT TIPIKOR POLDA SAMPAI UNIT TIPIKOR DI TINGKAT POLRES

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI YANG DILAKSANAKAN OLEH POLRI BERDASARKAN HUKUM FORMIL DAN HUKUM MATERIIL YANG BERLAKU, BAIK KUHAP, UNDANG-UNDANG, PERATURAN PEMERINTAH, PERATURAN PRESIDEN BAHKAN DIDUKUNG BERBAGAI PERATURAN DI INTERNAL POLRI.

PERANAN POLRI

Page 6: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

POLRI SEBAGAI PENEGAK HUKUMUU NO. 8 TAHUN 1981 TENTANG KUHAP :KEWENANGAN POLRI DALAM KONTEKS PENEGAKAN HUKUM DIATUR SECARA TEGAS PASAL 1 ANGKA 1 BAHWA PENYIDIK ADALAH PEJABAT POLRI ATAU PEJABAT PEGAWAI NEGERI “KHUSUS’ YANG DIBERI WEWENANG KHUSUS OLEH UNDANG-UNDANG. WEWENANG KHUSUS DIMAKSUD ADALAH KEWENANGAN MELAKUKAN PENYIDIKAN SEPERTI DIATUR DALAM PASAL 1 ANGKA 2 BAHWA YANG DIMAKSUD DENGAN PENYIDIKAN YAKNI “SERANGKAIAN TINDAKAN PENYIDIK DALAM HAL DAN MENURUT CARA YANG DIATUR DALAM UNDANG-UNDANG INI UNTUK MENCARI SERTA MENGUMPULKAN BUKTI YANG DENGAN BUKTI ITU MEMBUAT TERANG TENTANG TINDAK PIDANA YANG TERJADI DAN GUNA MENEMUKAN TERSANGKANYA”.

UU NO. 2 TAHUN 2002 TENTANG POLRI :SELAIN DI DALAM KUHAP, FUNGSI, TUGAS DAN WEWENANG POLRI DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA (TERMASUK TINDAK PIDANA KORUPSI) JUGA DIATUR DALAM PASAL 2, PASAL 13 HURUF B YANG MENYEBUTKAN BAHWA SALAH SATU TUGAS POKOK POLRI ADALAH SEBAGAI PENEGAK HUKUM, DAN TERKAIT TUGAS POKOK DAN FUNGSI POLRI DIPERINCI LAGI DALAM PASAL 14 DAN PASAL 16 KHUSUSNYA TENTANG TUGAS DAN WEWENANG POLRI DALAM MENEGAKAN HUKUM SEPERTI TERSEBUT DI BAWAH INI : PASAL 14 (1) HURUF G DISEBUTKAN BAHWA POLRI BERTUGAS : ”MELAKUKAN PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN SEMUA TINDAK PIDANA SESUAI DENGAN HUKUM ACARA PIDANA DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN LAINNYA.PASAL 16 TERMASUK DIDALAMNYA TINDAK PIDANA KORUPSI.

Page 7: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

PERATURAN PEMERINTAH & PRESIDEN→ PP RI NO 71 THN 2000 TTG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT DAN PEMBERIAN

PENGHARGAAN DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TIPIKOR→ KEPPRES NO 42 THN 2002 TTG PEDOMAN PELAKSANAAN APBN→ KEPPRES NO 80 THN 2003 TTG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH→ KEPPRES NO 61 THN 2004 TTG PERUBAHAN ATAS KEPPRES NO 80 THN 2003 TTG PEDOMAN

PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH.→ PERPRES NO 54 THN 2010 TTG PENGADAAN BARANG /JASA PEMERINTAH→ PERPRES NO 70 THN 2012 TTG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERPRES NO 54 THN 2010 TTG

PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH→ INPRES NO 9 THN 2011 TTG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TIPIKOR→ PERMENDAGRI NO 21 THN 2012 TTG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERMENDAGRI NO 13 TAHUN 2006

TTG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH→ PP NO 55 THN 2012 TTG STRATEGI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI → INPRES NO 1 THN 2013 TTG AKSI PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI THN 2013

Page 8: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

HUKUM PIDANA MATERIIL7 KATEGORI TIPIDKOR

UU No. 31/1999 jo UU No. 20/2001

TINDAK PIDANA KORUPSI dikelompokkan dalam 7 Kategori :

1. PERBUATAN MELAWAN HUKUM DAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA/PEREKONOMIAN NEGARA (Pasal 2 dan Pasal 3)

2. SUAP MENYUAP (Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b, Pasal 5 ayat (2), Pasal 6 ayat (1) huruf a dan b, Pasal 6 ayat (2), Pasal 11, Pasal 12 huruf a, b, c dan d, serta Pasal 13)

3. PENGGELAPAN DALAM JABATAN (Pasal 8, Pasal 9 dan Pasal 10 huruf a, b dan c)4. PEMERASAN (Pasal 12 huruf e, g dan f)5. PERBUATAN CURANG (Pasal 7 ayat (1) huruf a, b, c dan d, Pasal 12 huruf h)6. BENTURAN KEPENTINGAN DALAM PENGADAAN (Pasal 12 huruf i)7. GRATIFIKASI (Pasal 12 B jo Pasal 12 C)

selain rumusan perbuatan korupsi terdapat pula ketentuan TINDAK PIDANA LAIN YANG BERKAITAN dengan TPK

(Pasal 21, 22, 23, dan 24)

Page 9: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

KORUPSI : EXTRA ORDINARY

1 KOMPLEKSITAS (korupsi tidak terjadi hanya karena niat & kesempatan saja, sistem, lingkungan & kebiasaan juga mempengaruhi)

2 SIFAT ENDEMIS (bila dibiarkan akan meluas seperti wabah penyakit)

3 ORGANIZED CRIME (dilakukan secara sistematis, bersama-sama, terencana, rapi & tertutup)

4 POWERFUL (pelaku korupsi yang dihadapi penegak hukum memiliki kekuasaan & dana yang besar)

5 TEMPTATION/PENUH GODAAN (apabila dilakukan tanpa komitmen & tidak didukung sistem yang baik cenderung pelaku korupsi akan mempengaruhi penegak hukum)

6 MONEY LAUNDERING (hasil kejahatan korupsi ditutupi, disamarkan, dirubah bentuk bahkan dipindahkan ke luar negeri)

Page 10: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

MODUS OPERANDIo BEKERJA TDK SESUAI DG KETENTUAN &

PROSEDURo PEMBERIAN FASILITAS SCR TDK ADILo KOLUSI/PERSENGKONGKOLANo BIAYA PERJALANANo SUAP/UANG PELICINo PUNGUTAN LIARo LAHGUN FASILITAS KANTORo IMBALAN TDK RESMIo PEMBAYARAN FIKTIF

o MENERIMA SUMBANGANo TIDAK DISIPLIN WAKTU

o PENGUMPULAN DANA TAKTISo LAHGUN ANGGARAN

o MENERIMA HADIAHo PENYALAHGUNAAN WEWENANG

o MENUNDA/MEMPERLAMBAT PEMBAYARAN PROYEK

o KOMISI TRANSAKSI YG TDK DISETOR KE KAS NEGARA

MARK UP1

MANIPULASI DATA/PEMBUKUAN GANDA2

PEMALSUAN DOKUMEN33

BENTURAN KEPENTINGAN DLM PEMBORONGAN44

PEMERASAN5

LANGGAR PERATURAN/PER – UU – AN6

TDK SESUAI SPEC7

VOLUME TDK SESUAI8

Page 11: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

10 MODUS OPERANDIPENGADAAN BARANG & JASA

1. PENYUAPAN / BRIBERY 1. PENYUAPAN / BRIBERY

2. PEMALSUAN / FRAUD 2. PEMALSUAN / FRAUD

3. PENGGELAPAN / EMBLEZZLEMENT 3. PENGGELAPAN / EMBLEZZLEMENT

4. SUMBANGAN ILLEGAL / ILLEGAL CONTRIBUTION 4. SUMBANGAN ILLEGAL / ILLEGAL CONTRIBUTION

5. NEPOTISME / NEPOTISM 5. NEPOTISME / NEPOTISM

6. BISNIS ORANG DALAM / INSIDER TRADING 6. BISNIS ORANG DALAM / INSIDER TRADING

7. KOMISI / COMMISSION 7. KOMISI / COMMISSION

8. PEMERASAN / EXTORTION 8. PEMERASAN / EXTORTION

9. PILIH KASIH / FAVORITISM 9. PILIH KASIH / FAVORITISM

10. PENYALAHGUNAAN WEWENANG / ABUSE OF POWER 10. PENYALAHGUNAAN WEWENANG / ABUSE OF POWER

Page 12: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

AKAR MASALAHKORUPSI TERJADI

NIAT KEMAMPUAN PELUANG TPK

CORRUPTION HAZARDS( C H )

FAKTOR 2 PENDUKUNG TERJADINYA KORUPSI (POTENSI KORUPSI)

FAKTOR-FAKTORPENDUKUNG KORUPSI

• Sistem negara yang buruk• Kemiskinan• Gaji penyelenggara negara

tidak layak• Mental serakah• Pengawasan lemah• Budaya hedonisme• Ketidak-adilan• Kesadaran hukum rendah• Hukuman koruptor rendah

LOKASI & KEGIATANRAWAN KORUPSI

LOKASI • Sumber alokasi anggaran • Sumber pendapatan negara • Pengguna anggaran • Aset-aset negaraKEGIATAN • Ren & Distribusi Anggaran• Penggunaan Anggaran • Pengadaan barang / jasa• Perijinan / pelayanan

publik

Page 13: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

MELAWAN HUKUM FORMIL & MATERIIL

PERBUATAN MELAWAN HUKUM SECARA FORMIL ADALAH SIFAT MELAWAN HUKUM TERTULIS (FORMIL)

DENGAN KATA LAIN BAHWA PERBUATAN TERSEBUT BERTENTANGAN DENGAN ATURAN–ATURAN TERTULIS

PERBUATAN MELAWAN HUKUM SECARA MATERIIL ADALAH SIFAT TERLARANGNYA BERASAL DARI

MASYARAKAT BERUPA KEPATUTAN ATAU NILAI-NILAI KEADILAN YANG HIDUP DALAM MASYARAKAT

Salah satu unsur penting dalam perbuatan korupsi adalah PERBUATAN MELAWAN HUKUM (WEDERRECHTELIJK) dalam bahasa sederhana adalah tidak berhak, tidak berwenang, bukan haknya. Perbuatan melawan hukum menggambarkan suatu pengertian tentang sifat tercelanya/sifat terlarangnya suatu perbuatan. Menurut ADAMI CHAZAWI perbuatan melawan hukum dalam TP Korupsi terbagi 2 (dua) yaitu perbuatan melawan hukum SECARA

FORMIL dan MATERIIL.

Page 14: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

RENCANA AKSI NASIONAL 2010-2025

11 MELAKSANAKAN UPAYA-UPAYA PENCEGAHAN

22 MELAKSANAKAN LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS DI BIDANG PENINDAKAN

33MELAKSANAKAN HARMONISASI & PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI BIDANG PEMBERANTASAN KORUPSI & SEKTOR LAINNYA YANG TERKAIT

44 MELAKSANAKAN PENYELAMATAN ASET HASIL TINDAK PIDANA KORUPSI

55MENINGKATKAN KERJASAMA INTERNASIONAL DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KORUPSI

66MENINGKATKAN KOORDINASI DALAM RANGKA PELAPORAN PELAKSANAAN UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI

Page 15: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

SINERGITAS INSTANSI PENEGAK HUKUM• 1. JUKLAK JAKSA AGUNG RI DAN KEPALA BPKP NOMOR: 001/J.A/2/1989 DAN KEP-145/K/1989 TANGGAL 25

FEBRUARI 1989 TENTANG UPAYA MEMANTAPKAN KERJASAMA KEJAKSAAN DENGAN BPKP DALAM PENANGANAN KASUS YANG BERINDIKASI KORUPSI

• 2. KEPUTUSAN BERSAMA JAKSA AGUNG RI DAN KEPALA BPKP NOMOR: KEP-017/J.A/2/1994 DAN NOMOR: KEP-42/K/1994 TANGGAL 10 FEBRUARI 1994 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN KERJASAMA KEJAKSAAN DENGAN BPKP DALAM MENANGANI KASUS PERDATA YANG MENIMBULKAN KERUGIAN KEUANGAN/KEKAYAAN NEGARA

• 5. NOTA KESEPAHAMAN ANTARA KEJAKSAAN RI, POLRI DAN BPKP NOMOR: KEP-109/A/JA/09/2007, NOMOR: B/2718/IX/2007, NOMOR: KEP-1093/K/D6/2007 TANGGAL 28 SEPTEMBER 2007 TENTANG KERJASAMA DALAM PENANGANAN KASUS PENYIMPANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA YANG BERINDIKASI TINDAK PIDANA KORUPSI TERMASUK DANA NONBUDGETER

• 6. KESEPAKATAN BERSAMA POLRI, KEJAKSAAN DAN KPK DALAM OPTIMALISASI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI, 29 MARET 2012

• 4. KEPUTUSAN BERSAMA KETUA KPK DAN KEPALA BPKP NO.42/KPK-BPKP/IV/2007 DAN NOMOR: KEP-501/K/D6/2007 TANGGAL 30 APRIL 2007 TENTANG KERJASAMA DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI, SEBAGAIMANA TELAH DIPERBAHARUI TERAKHIR DENGAN NOTA KESEPAHAMAN NOMOR: SPJ-15/01/04/2011 DAN NOMOR: MOU-378/K/D2/2011 TENTANG KERJASAMA DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

• 3. KEPUTUSAN BERSAMA KAPOLRI DAN KEPALA BPKP NO.KEP-12/IV/2002 DAN KEP.04.02.00-219/K/2002 TANGGAL 29 APRIL 2002 TENTANG KERJASAMA DALAM PENANGANAN KASUS YANG BERINIDKASI TINDAK PIDANA, SEBAGAIMANA TELAH DIPERBAHARUI DENGAN NOTA KESEPAHAMAN NO. POL:B/29/XI/2011 DAN NO. MoU-1520/K/D2/2011 TGL 29 NOVEMBER 2011

Page 16: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

KASUS MENONJOL

1 PENANGANAN KASUS LC FIKTIF BNI 1,3 TRILYUN DAN PROSES HUKUM KOMJEN POL SUYITNO LANDUNG DKK

2 PENANGANAN KASUS GAYUS TAMBUNAN DAN PROSES HUKUM KOMJEN POL SUSNO DUAJI

3 PENANGKAPAN NAZARUDIN D I BOGOTA

4 PENYIDIKAN KASUS SIMULATOR SIM IRJEN POL DJOKO SUSILO

5 PENANGANAN KASUS TERHADAP PEJABAT NEGARA DAN KEPALA DAERAH

Page 17: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

KOMITMEN & INTEGRITAS

Page 18: PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA  KORUPSI

TERIMA KASIH

“FIAT JUSTITIA RUAT CAELUM”