PEMBERANTASAN KORUPSI TERINTEGRASI

of 36/36
PEMBERANTASAN KORUPSI TERINTEGRASI KOORDINATOR WILAYAH VI KOORDINASI DAN SUPERVISI PENCEGAHAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI OPTIMALISASI PENDAPATAN DAERAH MALANG
  • date post

    11-Nov-2021
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PEMBERANTASAN KORUPSI TERINTEGRASI

PowerPoint PresentationKOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI
• trigger mechanism
Manajemen ASN
Perencanaan dan
• Intervensi pihak luar
• Program dan Kegiatan RKPD, Renja SKPD mengacu pada RPJMD
• Standar Satuan Harga (SSH) dan Analisis Standar Biaya (ASB)
• Pelimpahan 100% kewenangan
• E-Katalog
• Proses yang tidak transparan
• APIP yang tidak independen
• Anggaran pengawasan belum memadai
• Lemahnya manaje men SDM
• Publikasi APBDes
• Penyalahgu naan Dana Desa
• Kurang tergalinya potensi PAD
• Aset tidak dikelola dengan baik
• Potensi BMD dikuasai pihak ketiga
TITIK RAWAN
ACTION PLAN
Implementasi Rencana Aksi
Monitoring dan Evaluasi
Manajemen ASN (15%)
Dana Desa (5%)
• Terjadi kebocoran dalam penerimaan PAD
FOKUS TEMATIK
Latar Belakang
• Meningkatkan PAD • Kontribusi PAD terhadap APBD • Berdampak pada kesejahteraan ASN
Tujuan
• Aset belum disertifikatkan • Tumpang tindih aset antara Pemda
satu dengan Pemda/ instansi lainnya • Aset diklaim oleh pihak lain • Penyalahgunaan pemanfaatan aset
Latar Belakang
bertanggungjawab • Efektivitas dan efisiensi
KPK MENDORONG
END
13
• Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengatur dan mengurus rumah tangga daerah termasuk pengelolaan keuangan daerah.
• Pemerintah daerah diharapkan lebih mampu menggali potensi sumber- sumber penerimaan daerah dalam membiayai segala aktivitas pembangunan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
• Pemerintah daerah diberikan keleluasaan untuk berkreasi dan memungut jenis pajak daerah baru sepanjang belum dipungut oleh tingkatan pemerintahan lainnya.
14
memungkinkan pembayaran pajak daerah lebih efektif, efisien, dan akuntabel dengan berbasis teknologi informasi.
meningkatkan sistem pengawasan dan pemantauan atas kepatuhan Wajib Pajak (WP)/Wajib Pungut (WAPU) dalam pemenuhan kewajiban pajak daerah yang terutang, terutama pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, reklame, dan PBB/BPHTB.
15
terkait
16
setempat dan Mitra Teknologi Informasi terkait
(Sistem Pajak Online)
program dengan Kada/Sekda dan jajaran Bapenda (Prov/Kab/Kota)
(Sistem Pajak Online)
program dengan Bapenda, Dinas PUPR, DPMPTSP,
Satpol PP, & SKPD terkait lainnya
(Penertiban Reklame)
program dengan Bapenda, Kanwil
BPHTB)
PKS BPD dg Kada ttg Layanan
Penerimaan Pajak Daerah melalui
Rekam Data Transaksi usaha
Parkir, dll)
transaksi usaha)
PBB & BPHTB
TAHAP 2
1818
Rekonsiliasi dan validasi data dengan WP/WAPU
Debottlenecking implementasi Program OPD di Daerah/Pusat
Monev reguler Program OPD
Add a Footer 19
1. Pemungutan pajak pada sebagian wajib pajak yang belum memiliki izin/rekomendasi/clearance/dll
2. Setoran pajak dari wajib pajak tidak sepenuhnya dapat dipercaya (accountable) 3. Sejumlah celah regulasi dalam penarikan pajak 4. Terdapat piutang pajak yang belum disetorkan kepada kas daerah 5. Belum ada sistem monitoring terintegrasi pemenuhan kewajiban 6. Arus komunikasi data dan informasi belum berjalan lancar 7. Tujuan pemungutan pajak orientasi terbatas pada pemenuhan penerimaan
daerah, belum pada tujuan lain dari instrumen pajak daerah 8. Pemeriksaan, pengawasan dan pengendalian belum berjalan dengan optimal 9. Prosedur yang berbelit/rumit/tidak mudah dalam pemenuhan kewajiban wajib
pajak 10. Belum semua subyek, obyek dan wajib pajak terpetakan
Korupsi Dalam Pajak
• Menghitung/menetapkan pajak tidak sesuai ketentuan UU
• Bertindak di luar ketentuan peraturan perundang-undangan
• Melakukan pemerasan dan pengancaman kepada WP untuk menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum
• Menyalahgunakan kekuasaannya dengan meminta/memaksa seseorang untuk memberikan sesuatu, untuk membayar/menerima pembayaran, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri
Kejahatan Dalam Perpajakan (1) Kejahatan perpajakan karena kesengajaan yang dilakukan WP
(Pasal 38 UU KUP) :
• Menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak NPWP/PKP
• Tidak menyampaikan SPT
• Menyampaikan SPT dan/ atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap
• Menolak dilakukan proses pemeriksaan
Kejahatan Dalam Perpajakan (2)
• Tidak menyimpan buku, catatan atau dokumen yang menjadi dasar pembukuan
• Tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong/dipungut sehingga dapat menimbulkan kerugian pendapatan negara
• Setiap orang melakukan perobaan untuk melakukan tindak pidana menyalahgunakan/menggunakan tanpa hak NPWP/PKP
• Sengajat menerbitkan faktur dan/ atau faktur pajak, bukti pot-put dan/ setoran pajak tak berdasar transaksi sebenernya atau menerbitkan faktur pajak tetap belum dikukuhkan sebagai PKP
OPTIMALISASI PENDAPATAN DAERAH
Identifikasi Permasalahan
• Monitoring atas capaian PAD yang dilakukan secara harian – bulanan - tahunan
• Monitoring atas tunggakan Pajak Daerah
Monitoring & Evaluasi
• Mekanisme pemungutan, pembayaran sampai monitoring
• Kemudahan pembayaran
Pembangunan Infrastruktur
Kepatuhan Pajak
• Pemberian izin usaha jika telah memenuhi seluruh kewajiban perpajakan, baik pajak pusat maupun pajak daerah
• Rekonsiliasi data perizinan dan data perpajakan
Tax Clearance
Tahapan Kegiatan
Kerjasama pemasangan alat perekaman pajak online dengan BPD
Penguatan regulasi dan diseminasi kepada WAPU
Monitoring alat perekaman dan penegakan kepatuhan WAPU
Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, Parkir
PBB dan BPHTB
02 Koneksi host to host PBB dan BPHTB
03 Reviu NJOP dan Pemanfaatan Zona Nilai Tanah
Pajak Penerangan Jalan Umum
02 MoU Pemda dengan PLN utk kemudahan rekonsiliasi
Pajak Reklame
Penertiban reklame
Pemda
1
2
3
Dukungan terhadap Pendaftaran Tanah Sistemik Lengkap (PTSL)
1
2
3
Pembayaran Pajak Daerah melalui BPD
Penempatan Kas Daerah pada BPD
4 Sertifikasi Aset
Analisis perbandingan giro vs giro/ deposito vs deposito
Perlu diwaspadai adanya penerimaan gratifikasi atas penempatan Deposito on
call/ semi deposito
setiap tahunnya
Kendala layanan publik dan besarnya bunga giro/ deposito dapat didiskusikan oleh Kepala Daerah bersama Direksi BPD
Kepmendagri 62 Tahun 1999
melalui kegiatannya sebagai Bank
pertumbuhan perekonomian dan Pembangunan Daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat;
b. Pemegang Kas Daerah dan atau menyimpan Uang Daerah;
c. Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah.
REGULASI PERTIMBANGKAN
Pemberian izin setelah Pajak (Pusat dan Daerah) dilunasi Tanda Lunas Pajak sebagai persyaratan pemberian izin
Pajak Pusat
Pajak Daerah
Izin
• Kanwil DJP/ KPP memberikan data WP yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena memiliki tunggakan pajak (negative list) kepada DPMPTSP
• Koneksi host to host DJP dengan Pemda (akses KSWP Pajak Pusat)
• Bapenda memberikan data WP yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena memiliki tunggakan pajak (negative list) kepada DPMPTSP
• Koneksi host to host Bapenda dengan DPMPTSP (akses KSWP Pajak Daerah)
Rekonsiliasi secara berkala
•Fiscal Kadaster (pendataan pajak)
•Legal Kadaster (pendataan izin)
•Pelunasan pajak (pusat dan daerah) sebagai dasar dalam pemberian izin
Tax Clearance
Sosialisasi kepada Wajib Pajak, Wajib Pungut Pajak, dan instansi terkait
OPTIMALISASI PENDAPATAN DAERAH Kepatuhan Pajak Daerah
Pemeriksaan kepada WAPU dan WP yang melanggar regulasi perpajakan atau menunggak pajak dalam jumlah signifikan
Data Penerimaan
Pajak Pajak
•Monitoring aktivasi alat
•Pemantauan data pajak setiap hari
•Pemantauan data pajak setiap bulan
•Evaluasi perbandingan setiap bulannya
•Evaluasi perbandingan setiap tahunnya
PERBANDINGAN TARGET PAJAK DAERAH (SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI SISTEM PAJAK ONLINE)
NO. SEBELUM SESUDAH
1. Besaran nilai pajak ditaksasi per bulan Besaran nilai pajak berdasarkan rekap data online selama satu bulan
2. Transaksi tidak terlaporkan yang sebenarnya
Seluruh transaksi dan pajaknya terlapor secara online
3. Berpotensi adanya suatu bentuk komunikasi dan kesepakatan tertentu antara petugas dan WP
Proses transaksi pajak dilakukan tanpa tatap muka
4. WP menghitung sendiri ketetapan pajaknya (Self-Assesment)
Pemerintah Daerah mempunyai data pembanding hasil rekapitulasi data online bulanan setiap WP
[Sumber: PT Raharja Sinergi Komunikasi] 34
TINDAK LANJUT PEMDA
Monitoring Center for Prevention (MCP)
1. Menyusun rencana akselerasi peningkatan PAD 2. Melaksanakan strategi pencapaian target 3. Melaksanakan langkah-langkah signifikan dalam
rangka meningkatkan PAD 4. Menyampaikan laporan hasil peningkatan PAD
setiap bulannya kepada KPK