PEMBERANTASAN KORUPSI

of 29 /29
1 PEMBERANTASAN KORUPSI Jl.Juanda No.36 – Jakarta Pusat Telp : 021- 3522550 Fax: 021-3522551 Jl. Veteran III No. 2 - Jakarta Pusat Telp: 021- 3500248, 3857579 Fax: 021-3846122 www.kpk.go.id [email protected] Wakil Ketua Universitas Airlangga, 15 Maret 2007

Embed Size (px)

description

PEMBERANTASAN KORUPSI. Universitas Airlangga, 15 Maret 2007. [email protected] Wakil Ketua. Jl. Veteran III No. 2 - Jakarta Pusat Telp: 021- 3500248, 3857579 Fax: 021-3846122. Jl.Juanda No.36 – Jakarta Pusat Telp : 021- 3522550 Fax: 021-3522551. www.kpk.go.id. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of PEMBERANTASAN KORUPSI

Page 1: PEMBERANTASAN KORUPSI

1

PEMBERANTASAN KORUPSI

Jl.Juanda No.36 – Jakarta Pusat Telp : 021- 3522550 Fax: 021-3522551

Jl. Veteran III No. 2 - Jakarta PusatTelp: 021- 3500248, 3857579 Fax: 021-3846122

www.kpk.go.id

[email protected] Ketua

Universitas Airlangga, 15 Maret 2007

Page 2: PEMBERANTASAN KORUPSI

2

Korupsi diIndonesia

• Skor IPK 2006 Ind 2,4, di ASEAN hanya sedikit lebih baik dari Myanmar dan Kamboja.

• Persepsi Korupsi menurut pebisnis – gambaran pelayanan publik

• PERC – Annual Graft Ranking, skor Indonesia 2006 = 8,16.

• 2004, 2005, dan 2006 terkorup se-Asia.

PE

RC

Ltd

.

• Barometer Korupsi Global Korupsi sudah terjadi di semua sektor.

• The World Competitiveness Index 2006: Indonesia ranking 60; Malaysia 23, Thai 32; Philipina 49; Singapura 3. Institute of

Management Development(IMD) Geneva

• Growth Competitiveness Index Indonesia ranking 50 dengan skor 4,26.

• Jumlah hari mendapatkan ijin di Indonesia contoh waktu yang diperlukan untuk mengurus ijin-ijin tertentu di Indonesia.

• Indikator Kemudahan Melakukan Bisnis waktu menunggu persetujuan ijin-ijin relatif lebih lama dibanding negara Asia lain.

Page 3: PEMBERANTASAN KORUPSI

3

PERC - Annual GraftRanking

IPK

Institute of Management Development(IMD) Geneva

The WorldCompetitivenessScoreboard

Growth Competitiveness Index (GCI) rankings, dalam

Global Competitiveness Reports

Jumlah Hari Mendapatkan Izin di Indonesia

Indikator Kemudahan Melakukan BisnisBgmn sudut

pandang orang lain thd

korupsi?

Mutu Pelayanan Publik ?

Country Risk ?

Daya saing ?

PE

RC

Ltd

.

Global Corruption Barometer

Page 4: PEMBERANTASAN KORUPSI

4

Wajah Pelayanan Publik ≈ Kebersihan Birokrasi

Indeks Persepsi Korupsi

mencerminkan ‘persepsi’

masyarakat, khususnya pebisnis

tentang tingkat korupsi suatu negara diturunkan dari

bagaimana layanan publik mereka

rasakan.

Page 5: PEMBERANTASAN KORUPSI

5

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (ps. 1 butir 3)

adalah

serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas TPK melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan-penyidikan-

penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan dengan peran serta masyarakat.

Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga negara yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan bebas

dari pengaruh kekuasaan manapun (pasal 3)

Koordinasi(Pasal 7)

TUGAS KPK

Supervisi(Pasal 8)

Penyelidikan, Penyidikan & Penuntutan(Pasal 11)

Pencegahan(Pasal 13)

Monitoring(Pasal 14)

1. networking counterpartner

2. tidak memonopoli tugas dan wewenang lid-dik-tut;

3. trigger mechanism

Page 6: PEMBERANTASAN KORUPSI

6

Tugas Koordinasi (Pasal 7)

Dalam melaksanakan tugas koordinasi, KPK berwenang:

a. Mengkoordinasikan penyelidikan,penyidikan, dan penuntutan TPK

b. Menetapkan sistem pelaporan dlm kegiatan pemberantasan TPK

c. Meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan TPK kepada instansi terkait

d. Melaksanakan dengar pendapat &pertemuan dg instansi yang berwenang melakukan pemberantasan TPK

e. Meminta laporan instansi terkait ttg pencegahan TPK

BPKP

Itjen Dep

InspektoratLPND

Bawasda

KepolisianKejaksaan

BPK

Page 7: PEMBERANTASAN KORUPSI

7

Tugas Supervisi (Pasal 8)

Dalam melaksanakan tugas supervisi, KPK berwenang:

Melakukan pengawasan, penelitian, atau penelaahan thd instansi yg menjalankan tugasdan wewenang berkaitan dg pemberantasantpk, dan instansi yg melaksanakan pelayananpublik

Mengambil alih penyidikan atau penuntutanthd pelaku tpk yang sedang dilakukan oleh kepolisian atau kejaksaan

BPK BPKPItjen Dep

Bawasda

Departemen, LPND, Kementerian

(pelayanan publik)

Kepolisian

Kejaksaan

(1)Pasal 9, 10

Kepolisian Kejaksaan

Page 8: PEMBERANTASAN KORUPSI

8

Alasan Pengambilalihan Penyidikan & Penuntutan(Pasal 9, 10)

UU No. 30 Tahun 2002

Laporan masyarakat ttg TPK tidak ditindaklanjuti

(2)

Proses penanganan TPK berlarut-larut / tertunda tunda tanpa alasan yg dapat dipertanggungjawabkan

Penanganan TPK ditujukan untuk melindungi

pelaku TPK yg sesungguhnya

Penanganan TPK mengandung unsur korupsi

Hambatan penanganan TPK karena campur tangan dari eksekutif, yudikatif, atau legislatif

Keadaan lain yg menurut kepolisian/kejaksaan,

penanganan TPK sulit dilaksanakan dg baik dan dapat dipertanggungjawabkan

KPKmemberitahukan

kpdpenyidik/ penuntut

umum

Page 9: PEMBERANTASAN KORUPSI

9

Tugas Penyelidikan,Penyidikan, & Penuntutan

Kewenangan KPK dalam Lid-Dik-Tut meliputi Tindak Pidana Korupsi yang:

- melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara;

- mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat; dan/atau

- menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

Page 10: PEMBERANTASAN KORUPSI

10

Tugas Pencegahan (Pasal 13)

UU No. 30 Tahun 2002

KPK berwenang melakukan tugas dan langkah pencegahan sbb:

Melakukan pendaftaran dan pemeriksaan thd laporan harta kekayaan penyelenggara negara

Menerima laporan dan menetapkan status gratifikasi

Menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan

Merancang dan mendorong terlaksananya program sosialisasi pemberantasan TPK

Melakukan kerja sama bilateral atau multilateral dalam pemberantasan TPK

Melakukan kampanye antikorupsi kpd masyarakat umum

Depdiknas &semua Lemb.

pendidikan lain

MediaMassa, LSM,

Lemb keagamaanMasy umum

Luarnegeri

Page 11: PEMBERANTASAN KORUPSI

11

Tugas Monitoring (Pasal 14)

KPK berwenang melakukan tugas dan langkah pencegahan sbb:

Melakukan pengkajian thd sistempengelolaan administrasi

di semua lembaga negara& pemerintah

Memberi saran perubahan jika berdasarkan hasil pengkajian, sistem pengelolaan administrasi tersebut berpotensi korupsi

Kepada semua pimpinan lembaga negara & pemerintah

Melaporkan jika saran KPK mengenai usulan perubahan tersebut tidak diindahkan

Kepada :Presiden, DPR, & BPK

Page 12: PEMBERANTASAN KORUPSI

12

Berkurangnya Korupsi

Membangun Budaya Anti

Korupsi

Mendorong Reformasi

Sektor Publik

Mendapatkan Kepercayaan

Publik

CatchingBig Fish

Sosialisasi, komunikasi, pendidikan

Perbaikan peraturan per-UUan

Pengkajian/ reviu sistem, rekomendasi

Lid Dik yang kuat &

proaktif

Operasi/kerjasama dg instansi

lain

Trans-paransi

Terciptanya Budaya KPK

yang Unik

Tim Kerja Multi

Disiplin Ilmu

SDM yang Tepat

Dukungan Infras-truktur & Teknologi

Tingkat Produk-tivitas yang tepat

Rekrutmen

TrainingProduk-tivitas

Anggaran yg

Efisien & Efektif

PERSPEKTIFKEUANGAN

PE

RS

PE

KT

IF S

TA

KE

HO

LD

ER

PE

RS

PE

KT

IFIN

TE

RN

AL

PE

RS

PE

KT

IF P

ER

TU

M-

BU

HA

N &

PE

MB

EL

AJA

RA

N Dumas, penelaahan, dan pemeriksaan

Collective leadershi

p

Mendorong penegakan

hukum

Supervisi & Koordinasi

PreventifPreventif RepresifRepresif

Page 13: PEMBERANTASAN KORUPSI

13

4 bulan dalam kandungan:Primordial Covenant

Pendidikan Antikorupsi – pendidikan seumur hidup

Pra kehamilan

Dalam kandungan

Dasar Tinggi Dunia kerja

3 th

6 th

12 th

15 th

18 th

23 th0 th

- Doa- makanan - bacaan- yang didengar,

dilihat

3 tahun pertama,

masa terpenting

pertumbuhan otak manusia

Pendidikan norma &

perilaku dasar

Menengah

Baligh

Page 14: PEMBERANTASAN KORUPSI

14

Multiplier Effect MoU Kerjasama Pendidikan Antikorupsi

MoU KPK - Univ

Training of the Trainers (TOT)

mahasiswa

Pelatihan SMP/SMU

Wawancara Radio, TV

Penayangan PSA

Liputan di majalah remaja

Peliputan koran lokal

Mahasiswa dapat

membantu kampanye & pendidikan antikorupsi

KPK

MoU KPK – Perguruan Tinggi ditindaklanjuti dengan tindakan nyata pendidikan dan kampanye antikorupsi

Page 15: PEMBERANTASAN KORUPSI

15

GG = P + A

Spiritual Accountability

Public Accountability

C = P - A = BG

C = corruption; P = power; A = accountability; BG = bad governance; GG = good governance

Performance (kinerja) yang baik

dan akuntabel

Ukuran & pengukuran kinerja

yang amanah

Memiliki tujuan dan sasaran yang

amanah

Memiliki Visi & Misi yang amanah

Kalbu yang telah mendapatkan ‘Nur

Ilahi’

Kinerja akan optimal jika yang diberi amanah memegang prinsip nilai, sikap, & perilaku yang baik, serta selalu berusaha memuaskan pemberi amanah (stakeholders). Untuk itu suatu lingkungan organisasi harus senantiasa belajar dan berkembang.

Page 16: PEMBERANTASAN KORUPSI

16

1. Pelaksanaan penerapan manajemen berbasis kinerja2. Pelaksanaan pemberantasan korupsi pada proses pengadaan

melalui penerapan Pakta Integritas3. Pelaksanaan mekanisme pengaduan masyarakat4. Pelaksanaan peningkatan kapasitas pemerintah daerah5. Pelaksanaan reformasi pelayanan sektor publik6. Pemberian akses informasi7. Pelaksanaan mobilisasi publik melalui pendidikan dan

peningkatan kesadaran anti korupsi8. Pelaksanaan pelatihan dan bantuan teknis9. Pelaksanaan pertukaran informasi korupsi.

Terkait dengan tugas Pencegahan, KPK mendorong pelaksanaan prinsip2 good governance pada tataran administrasi Pemerintahan dari mulai Pusat sampai ke Daerah, dalam program pencegahan korupsi yang disebut Island of integritymeliputi :

Good Governance sebagai Upaya Pencegahan Korupsi

Page 17: PEMBERANTASAN KORUPSI

17

Kabupaten Solok

Pos Pelayanan Satu Pintu Tunjangan Daerah

Pakta Integritas

Contoh Pelaksanaan menuju Island of Integrity

Page 18: PEMBERANTASAN KORUPSI

18

Kota Pekanbaru

Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Tunjangan Daerah

Pakta Integritas

• Pelaksanaan good governance didukung oleh komitmen pimpinan (GG di Kota Pekanbaru paling maju seProv. Riau).

• Tunjangan Daerah meningkatkan pendapatan guru dan staf fungsional, namun menurunkan pendapatan Gol 4b sampai Gubernur (distribusi lebih merata).

• Kantor Pelayanan Terpadu relatif memuaskan masyarakat.

Page 19: PEMBERANTASAN KORUPSI

PekanbaruNama: Kantor Pelayanan Terpadu (KPT):32 perijinan dan non perijinanLokasi Layanan menempati gedung yang megah dan nyaman (ber AC)Petugas Layanan merupakan pegawai Kantor.KPT merupakan pelayanan 1 atap, seluruh proses dilakukan dalam 1 lokasi, tapi belum 1 pintu. Artinya, masyarakat masih ada peluang untuk bertemu dengan unit kerja teknis di KPTSecara rutin up-grade terhadap kualitas pelayanan melalui pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

PELAYANAN TERPADU (Perijinan dan Non Perijinan)

Page 20: PEMBERANTASAN KORUPSI

Tunjangan Daerah

Proses pemberian tunjangan kesejahteraan dikaitkan dengan absensi Tidak hadir 1 hari tanpa keterangan, tunjangan dipotong 4% Batas maksimum ketidakhadiran 10 kali (40%)/tahun tunjangan

kesejahteraan masih bisa dibayarkan tidak hadir lebih dari 10 sepuluh) kali atau 40 % tanpa

keterangan dalam 1 (satu) bulan TPPK yang bersangkutan tidak dibayarkan dengan penjatuhan hukuman disiplin sesuai PP No. 30 Tahun 1980.

Contoh nilai tunjangan sebagian pegawai di lingkungan Pemko. Pekanbaru

Jumlah diterima/bulan Selisih Penerimaan Uraian Jumlah 2006 2005 Keterangan

Pegawai (Rp) (Rp) (Rp) (%) 8.174

Walikota 1 20.000.000 42.000.000 -22.000.000 -110,00% TurunEselon II a 1 10.000.000 22.500.000 -12.500.000 -125,00% TurunEselon III a 144 2.000.000 7.000.000 -5.000.000 -250,00% TurunEselon IV a 592 1.250.000 2.000.000 -750.000 -60,00% TurunStaf Non Fungsional 2.312 750.000 500.000 250.000 33,33% NaikGuru/Staf Fungsional 5.124 750.000 250.000 500.000 66,67% Naik

Page 21: PEMBERANTASAN KORUPSI

21

Kabupaten Katingan, Kalteng

Pembuatan KTP gratis dalam waktu 10 menit, di 3 kecamatan. Akta Kelahiran dan Akta/keterangan kematian gratis, dalam 1

hari.

Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng

Pendidikan gratis dari SD sampai SLTA.

Di Provinsi Kalimantan Tengah, sudah banyak

Kota/Kab yang menerapkan Pelayanan Terpadu atau

Pos Pelayanan 1 Pintu, yaitu : Kab. Kapuas, Katingan, Kota Waringin Barat, Kota Waringin Timur, Sukanara, Gunung Mas, Pulau Pisau, dan Kota Palangkaraya.

Page 22: PEMBERANTASAN KORUPSI

22

Kabupaten Amuntai, Kalsel

Pemda menjual kupon premi asuransi kepada orang yang mampu, kemudian kupon tersebut diberikan kepada orang miskin untuk ditukarkan ke Rumah Sakit untuk berobat gratis.

Kota Denpasar Kota Denpasar memiliki data base orang miskin yang baik di

sekolah untuk pendidikan gratis, dan untuk berobat gratis ke Puskesmas dan Rumah Sakit.

Di Provinsi Kalimantan Selatan, sudah banyak

Kota/Kab yang menerapkan Pelayanan Terpadu atau

Pos Pelayanan 1 Pintu, yaitu : Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kab. Tapin, Ulu Sungai Utara, Ulu Sungai Tengah, Ulu Sungai Selatan, Kandangan, Tanah Bumbu, dan Banjar.

Page 23: PEMBERANTASAN KORUPSI

23

Apa yang dimaksud dengan KORUPSI ?

Definisi Korupsi secara gamblang dijelaskan dalam 13 buah pasal dalam UU 31/ 1999 jo UU 20/2001

30 Bentuk / jenis TPK, dengan pengelompokan sbb:

1. Kerugian Keuangan Negara- Pasal 2- Pasal 3

2. Suap – Menyuap- Pasal 5 ayat (1) huruf a - Pasal 11- Pasal 5 ayat (1) huruf b - Pasal 6 ayat (1) huruf a- Pasal 13 - Pasal 6 ayat (1) huruf b- Pasal 5 ayat (2) - Pasal 6 ayat (2)- Pasal 12 huruf a - Pasal 12 huruf c- Pasal 12 huruf b - Pasal 12 huruf d

Page 24: PEMBERANTASAN KORUPSI

24

3. Penggelapan dalam jabatan- Pasal 8- Pasal 9- Pasal 10 huruf a- Pasal 10 huruf b- Pasal 10 huruf c

4. Pemerasan- Pasal 12 huruf e- Pasal 12 huruf g- Pasal 12 huruf h

5. Perbuatan curang- Pasal 7 ayat (1) huruf a- Pasal 7 ayat (1)huruf b- Pasal 7 ayat (1) huruf c- Pasal 7 ayat (1) huruf d- Pasal 7 ayat 2- Pasal 12 huruf h

6. Benturan kepentingan dalam pengadaan- Pasal 12 huruf I

7. Gratifikasi- Pasal 12 B jo. Pasal 12 C

Page 25: PEMBERANTASAN KORUPSI

25

Tindak Pidana Lain yang berkaitan dengan TPK :

1. Merintangi Proses pemeriksaan perkara Korupsi :- Pasal 21

2. Tidak memberi keterangan atau memberi keterangan tidak benar :- Pasal 22 jo. Pasal 28

3. Bank yang tidak memberikan keterangan rekening tersangka:- Pasal 22 jo. Pasal 29

4. Saksi atau ahli yang tidak memberi keterangan atau memberi keterangan palsu :- Pasal 22 jo.Pasal 35

5. Orang yang memegang rahasia jabatan tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan palsu

6. Saksi yang membuka identitas pelapor :- Pasal 24 jo. Pasal 31

Page 26: PEMBERANTASAN KORUPSI

2626

Pasal 12 B UU 20/2001Pasal 12 B UU 20/2001(1) Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau (1) Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau

penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, dengan ketentuan dengan kewajiban atau tugasnya, dengan ketentuan sebagai berikut:sebagai berikut:a.a. yang nilainya Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) atau lebih, yang nilainya Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) atau lebih,

pembuktian bahwa gratifikasi tersebut bukan merupakan suap pembuktian bahwa gratifikasi tersebut bukan merupakan suap dilakukan oleh penerima gratifikasi; dilakukan oleh penerima gratifikasi;

b.b. yang nilainya kurang dari Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah), yang nilainya kurang dari Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah), pembuktian bahwa gratifikasi tersebut suap dilakukan oleh pembuktian bahwa gratifikasi tersebut suap dilakukan oleh penuntut umum. penuntut umum.

(2) Pidana bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara (2) Pidana bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, dan (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).miliar rupiah).

Page 27: PEMBERANTASAN KORUPSI

2727

Pasal 12 CPasal 12 C(1) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 B ayat (1) (1) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 B ayat (1)

tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.Korupsi.

(2) Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) (2) Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilakukan oleh penerima gratifikasi paling lambat 30 (tiga wajib dilakukan oleh penerima gratifikasi paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima.diterima.

(3) Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam waktu (3) Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal menerima paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal menerima laporan wajib menetapkan gratifikasi dapat menjadi milik laporan wajib menetapkan gratifikasi dapat menjadi milik penerima atau milik negara.penerima atau milik negara.

(4) Ketentuan mengenai tata cara penyampaian laporan (4) Ketentuan mengenai tata cara penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan penentuan status sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan penentuan status gratifikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur dalam gratifikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur dalam Undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Korupsi.

Page 28: PEMBERANTASAN KORUPSI

2828

Pengertian Gratifikasi menurut penjelasan Pengertian Gratifikasi menurut penjelasan

pasal 12 B UU No. 20 Tahun 2001pasal 12 B UU No. 20 Tahun 2001 • pemberian dalam arti luaspemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian , yakni meliputi pemberian

uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeriditerima di dalam negeri maupun di luar negeri dan dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronikelektronik atau tanpa sarana elektronik . .

• PengecualianPengecualian : :Undang-Undang No. 20 Tahun Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Pasal 12 C ayat (1):2001 Pasal 12 C ayat (1): Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12

B ayat (1) tidak berlaku, jika penerima B ayat (1) tidak berlaku, jika penerima melaporkanmelaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Page 29: PEMBERANTASAN KORUPSI

2929

Pelaporan dan Pelaporan dan Penentuan Status Penentuan Status GratifikasiGratifikasi

Penerima Gratifikasi

Dapat memanggil Penerima Gratifikasi

SK Pimpinan KPK ttg

Status GratifikasiPenerima Gratifikasi

Laporan Tertulis kepada KPK

Proses Penetapan Status

Menteri Keuangan

Waktu 30 hari kerja

sejak diterima 30

hari

kerja7 Hari Kerja sejak

ditetapkan statusnya

Pasal 16, 17, 18 UU 30/2002

Pasal 12C UU 20/

2001

penelitian