PEMBANGUNAN DATABASE SUMBER DAYA MINERAL DAN … · Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang...

of 13 /13
Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 1 PEMBANGUNAN DATABASE SUMBER DAYA MINERAL DAN ENERGI BERBASIS ELEKTRONIK Calvin K.K. Gurusinga, Denni W, Indra.S, Qomariah Bidang Informasi SARI Mineral merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan modern saat ini. Indonesia dan negara-negara ASEAN (Association of South East Asian Nations) lainnya masih mengandalkan bahan tambang sebagai sumber utama devisa negara sehingga ada kecenderungan untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi bahan tambang tersebut. Bidang pertambangan juga memberikan dampak bagi pembangunan ekonomi dan sosial terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya. Kegiatan pertambangan sebagai salah satu sumber devisa sebaiknya dikelola dengan baik agar dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan sehingga diperlukan data cadangan mineral yang akurat. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kebutuhan mineral di dunia, diperlukan informasi mengenai keterdapatan mineral beserta sumberdaya dan cadangannya yang mana diperlukan suatu sistem informasi dan database mineral yang terintegrasi dan mudah didapatkan. Pusat Sumber Daya Geologi sebagai instansi yang bertanggung jawab mengelola data dan informasi sumber daya mineral di Indonesia, melihat pentingnya hal tersebut di atas dan perlu ditindak lanjuti. Sebagai bentuk konkrit, Pusat Sumber Daya Geologi telah mengembangkan Aplikasi Sumber Daya Geologi untuk menampung data-data hasil kegiatan inventarisasi dan Aplikasi SIGNAS Sumber Daya Geologi untuk menampung data-data sumber daya geologi yang dimiliki daerah yang belum terdata di Pusat Sumber Daya Geologi. Untuk tingkat ASEAN juga telah dikembangkan Aplikasi Database Mineral Asean, sesuai kesepakatan ASEAN untuk mengadakan kerjasama dalam pengembangan database mineral yang dimaksudkan untuk dapat menampung data potensi mineral di negara anggota ASEAN. Adanya aplikasi-aplikasi database yang berbasis web tersebut akan memudahkan dalam pengumpulan data dan menginformasikan data potensi sumber daya mineral dan energi kepada masyarakat yang memerlukan melalui internet yang sekaligus mempromosikan potensi geologi di daerah tersebut. ABSTRACT Mineral is one of important necessities in modern life nowdays. Indonesia and other ASEAN (Association of South East Asian Nations) member countries still rely on minerals as main source of states income so that there is a tendency to explore and exploitate those minerals. Mining field also gives impact to economic and social development especially in developing country such as Indonesia and other ASEAN countries. Mining activities as one source of states income should be well managed in order to provide a sustainable contribution so that accurate mineral reserves data is needed. As growing technology and the needs of world's minerals, we need information of mineral occurrences, resources and reserves which is required availability of an information system and integrated mineral database. Center for Geological Resources (CGR) as an institution that responsible for managing of mineral resources data and information in Indonesia, see the important things of the mentioned above and it should be followed up. As a concrete, Center for Geological Resources has developed Geological Resources Application to accommodate inventory activities result data and also National Geographic Information System of Geological Resources Application (SIGNAS) to accommodate geological resources data of local government that has not recorded yet at Center for Geological Resources. For the ASEAN level, CGR has also developed ASEAN Mineral Database Application, according to the ASEAN agreement to conduct cooperation in the development of the mineral database is intended to accommodate data of mineral potency in ASEAN member countries. The existence of database applications which web-based that will facilitate data collection and data to inform potential mineral resources and energy to the public that need through the Internet and promote the geological potential of this area.

Embed Size (px)

Transcript of PEMBANGUNAN DATABASE SUMBER DAYA MINERAL DAN … · Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang...

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 1

PEMBANGUNAN DATABASE SUMBER DAYA MINERAL DAN ENERGIBERBASIS ELEKTRONIK

Calvin K.K. Gurusinga, Denni W, Indra.S, QomariahBidang Informasi

SARI

Mineral merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan modern saat ini. Indonesiadan negara-negara ASEAN (Association of South East Asian Nations) lainnya masih mengandalkanbahan tambang sebagai sumber utama devisa negara sehingga ada kecenderungan untukmengeksplorasi dan mengeksploitasi bahan tambang tersebut. Bidang pertambangan juga memberikandampak bagi pembangunan ekonomi dan sosial terutama di negara-negara berkembang sepertiIndonesia dan negara anggota ASEAN lainnya. Kegiatan pertambangan sebagai salah satu sumberdevisa sebaiknya dikelola dengan baik agar dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan sehinggadiperlukan data cadangan mineral yang akurat. Dengan semakin berkembangnya teknologi dankebutuhan mineral di dunia, diperlukan informasi mengenai keterdapatan mineral beserta sumberdayadan cadangannya yang mana diperlukan suatu sistem informasi dan database mineral yang terintegrasidan mudah didapatkan.

Pusat Sumber Daya Geologi sebagai instansi yang bertanggung jawab mengelola data daninformasi sumber daya mineral di Indonesia, melihat pentingnya hal tersebut di atas dan perlu ditindaklanjuti. Sebagai bentuk konkrit, Pusat Sumber Daya Geologi telah mengembangkan Aplikasi SumberDaya Geologi untuk menampung data-data hasil kegiatan inventarisasi dan Aplikasi SIGNAS SumberDaya Geologi untuk menampung data-data sumber daya geologi yang dimiliki daerah yang belum terdatadi Pusat Sumber Daya Geologi. Untuk tingkat ASEAN juga telah dikembangkan Aplikasi DatabaseMineral Asean, sesuai kesepakatan ASEAN untuk mengadakan kerjasama dalam pengembangandatabase mineral yang dimaksudkan untuk dapat menampung data potensi mineral di negara anggotaASEAN.

Adanya aplikasi-aplikasi database yang berbasis web tersebut akan memudahkan dalampengumpulan data dan menginformasikan data potensi sumber daya mineral dan energi kepadamasyarakat yang memerlukan melalui internet yang sekaligus mempromosikan potensi geologi di daerahtersebut.

ABSTRACT

Mineral is one of important necessities in modern life nowdays. Indonesia and other ASEAN (Associationof South East Asian Nations) member countries still rely on minerals as main source of states income sothat there is a tendency to explore and exploitate those minerals. Mining field also gives impact toeconomic and social development especially in developing country such as Indonesia and other ASEANcountries. Mining activities as one source of states income should be well managed in order to provide asustainable contribution so that accurate mineral reserves data is needed. As growing technology and theneeds of world's minerals, we need information of mineral occurrences, resources and reserves which isrequired availability of an information system and integrated mineral database.Center for Geological Resources (CGR) as an institution that responsible for managing of mineralresources data and information in Indonesia, see the important things of the mentioned above and itshould be followed up. As a concrete, Center for Geological Resources has developed GeologicalResources Application to accommodate inventory activities result data and also National GeographicInformation System of Geological Resources Application (SIGNAS) to accommodate geological resourcesdata of local government that has not recorded yet at Center for Geological Resources.For the ASEAN level, CGR has also developed ASEAN Mineral Database Application, according to theASEAN agreement to conduct cooperation in the development of the mineral database is intended toaccommodate data of mineral potency in ASEAN member countries.

The existence of database applications which web-based that will facilitate data collection anddata to inform potential mineral resources and energy to the public that need through the Internet andpromote the geological potential of this area.

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 2

PENDAHULUAN

Industri pertambangan dan energi memerlukaninformasi yang akurat mengenai data sumberdaya mineral dan energi, hal tersebut disebabkankarena sifat keberadaan bahan galian dipermukaan bumi yang tidak merata danpembentukannya pun memerlukan waktu geologiyang panjang.

Perkembangan dunia industri juga mengakibatkanadanya trend dari sumber daya mineral atauenergi tertentu, sehingga harganya pun akanberubah sesuai dengan permintaan pasar.Sumber daya tertentu yang dulu tidak dilirik orangkarena dianggap tidak memiliki nilai ekonomis,sekarang bisa mempunyai nilai ekonomis yangtinggi. Seperti batubara kalori rendah yang duludianggap tidak ekonomis, karena menipisnyacadangan minyak bumi saat ini maka keberadaanbatubara kalori rendah menjadi ekonomis, orangberamai-ramai mencari informasi mengenailokasi-lokasi yang mempunyai potensi batubaradengan kalori rendah ini. Hal tersebut jugadidukung oleh kemajuan teknologi yangmemungkinkan untuk menaikkan nilai kaloribatubara tersebut. Hal tersebut dapat terjadi padamineral logam, seiring dengan kemajuan teknologipengolahan mineral maka batas nilai ekonomis(cut of grade) dapat berubah menjadi lebih kecilkadarnya.

Contoh kondisi dimana adanya kecenderunganuntuk mencari mineral yang trend pada saattertentu terjadi saat ini ketika mineral zirkonberamai-ramai dicari untuk dimanfaatkan sebagaimineral abrasif, sehingga terjadi penambanganpasir zirkon di beberapa lokasi tambang emasaluvial di daerah Kalimantan dan di bekas-bekastambang inkonvensional timah di Pulau Belitung.

Hal tersebut menunjukkan bahwa data sumberdaya mineral dan energi merupakan data yangmemiliki resistensi yang tinggi dan tahan lamaatau dapat dikatakan tidak ada bataskadaluwarsanya, sehingga data tersebut perludikelola dengan sebaik mungkin yang dijaminkeamanannya serta mudah untukmemperolehnya.

Pengelolaan data secara umum berkembangsecara signifikan dengan kondisi kemajuanteknologi. Pada beberapa waktu yang lalu,pengelolaan data dilakukan dengan cara manualdan mengandalkan keterampilan manusia. Saatini dengan perkembangan teknologi informasi dankomputer maka pengelolaan data akan lebihmodern yang berbasis elektronik serta mampu

menghilangkan kendala jarak dan memangkaswaktu secara signifikan.

Pengumpulan data sumber daya mineral danenergi dari waktu ke waktu menyebabkansemakin banyaknya data yang perlu dikelola, olehkarena itu perlu dihimpun dalam database yangdikelola secara baik dan profesional. Databasedapat diartikan sebagai suatu himpunan datayang tersimpan secara elektronik (digital) yangdibuat dengan format tertentu, yang terdiri daridata tekstual dan data spasial. Dengan adanyahimpunan data ini maka proses pengolahan danpenampilan data tersebut sesuai dengankeperluannya akan dapat dilakukan denganmudah dan cepat.

Meningkatnya akses informasi dalam masyarakatmerupakan salah satu indikator kinerja programpembangunan nasional dalam bidangpengembangan dan peningkatan akses informasisumber daya mineral. Salah satu faktor pentinguntuk mencapai indikator tersebut adalahtersedianya basis data sumber daya mineral danenergi. Pusat Sumber Daya Geologi sebagaiinstansi yang bertanggung jawab mengelola datadan informasi sumber daya mineral dan energi diIndonesia berperan penting dalam menunjangprogram pembangunan tersebut.

UPAYA PENGELOLAAN DATA SUMBER DAYAMINERAL DAN ENERGI

Sesuai dengan amanat Intruksi Presiden Nomor.3Tahun 2003 Tanggal 9 Juni 2003, tentangKebijakan dan Strategi Nasional Pengembangane-Government maka perlu dilakukanpengembangan e-government yang merupakanupaya penyelenggaraan kepemerintahan yangberbasis (menggunakan) elektronik dalam rangkameningkatkan kualitas layanan publik secaraefektif dan efisien

Melalui proses transformasi e-governmenttersebut pemerintah dapat mengoptimalkanpemanfaatan kemajuan teknologi informasi untukmengeliminasi sekat-sekat organisasi birokrasi,serta membentuk jaringan sistem manajemen danproses kerja yang memungkinkan instansi-instansi pemerintah bekerja secara terpadu untukmenyederhanakan akses ke semua informasi danlayanan publik yang harus disediakan olehpemerintah untuk masyarakat umum.

Berkaitan dengan pelaksanaan e-government,maka Pusat Sumber Daya Geologi yang memilikisalah satu tugas untuk melaksanakan

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 3

pengembangan sistem informasi danpenyebarluasan informasi serta dokumentasi hasilpenelitian dan pelayanan di bidang sumber dayageologi perlu membangun database yangberbasis elektronik dengan membentuk jaringanpengelola data sumber daya geologi se Indonesiabahkan skala regional ASEAN agar data sumberdaya geologi yang tersebar dapat terkumpul danterintegrasi secara nasional dan regional sertadapat diakses oleh publik di dunia.

METODOLOGI

Pengembangan database sumber daya mineraldan energi dilakukan sesuai dengan kondisi saatini dimana perkembangan teknologi informasimerupakan hal yang harus dimanfaatkan secaraoptimal. Seiring dengan hal tersebut di atas,teknologi ini melahirkan perkembangan teknologibaru dan perangkat lunak baru yaitu SistemManajemen Database (DBMS). SistemManajemen Database atau manajer databaseadalah sebuah perangkat lunak yang dituliskhususnya untuk mengontrol struktur sebuahdatabase dan mengakses data.

Keuntungan dari sistem manajemen database(DBMS) adalah sebagai berikut : Pengulangan data berkurang. Integritas data meningkat. Keamanan meningkat. Kemudahan memelihara data.

Model database yang diterapkan dalampengelolaan data sumber daya mineral dan energiini berupa model database relasional dimanamodel ini merupakan model yang lebih fleksibeldibandingkan dengan model database hierarkisdan jaringan. Database relasionalmenghubungkan data pada tabel-tabel berbedadengan menggunakan sebuah kunci atau elemendata yang umum.

Mengingat data sumber daya mineral dan energimerupakan database yang besar maka databasetersebut dikelola oleh seorang spesialis yangdisebut administrator database. Administratordatabase menentukan hak akses pengguna,membuat standar, petunjuk dan prosedur kontrol;membantu menentukan prioritas permintaan,menentukan kebutuhan pengguna danmengembangkan dokumentasi pengguna danprosedur input. Hal lain yang ditangani antara lainmasalah keamanan, membuat dan memonitorcara untuk mencegah akses yang tidak berhakdan memastikan bahwa data telah dibackup dankegagalan yag terjadi bisa diperbaiki danmembuatserta memberlakukan kebijakan mengenai privasipengguna.

Upaya pengembangan pengelolaan data sumberdaya mineral dan energi dilakukan dengan caramemanfaatkan perkembangan teknologi informasisecara terpadu yang meliputi hardware, softwaredan brainware. Hardware adalah perangkat kerasyang berhubungan dengan teknologi informasiyang diperlukan untuk pengembangan aplikasi.Software adalah perangkat lunak yang diperlukanuntuk pengembangan aplikasi. Brainware adalahsumberdaya manusia yang kompeten khususnyadalam bidang teknologi informasi yang dapatmenganalisa kebutuhan sistem dan mengerjakanpemrograman sistem yang diperlukan dalampengembangan aplikasi. Ketiga komponentersebut merupakan sesuatu hal yang tidak dapatdipisahkan.

Sarana hardware yang dipakai, antara lain :komputer server sebagai komputer webhosting/server untuk pengembangan AplikasiSumber Daya Geologi, Aplikasi SIGNAS SumberDaya Geologi dan Aplikasi Database MineralASEAN, perangkat jaringan serta akses internet,yang digunakan untuk koneksi antar komputersecara lokal maupun internasional dalam aplikasiagar dapat melakukan penambahan konteninformasi, perubahan serta pengembanganaplikasi yang berbasis web, aksesories komputerseperti removable harddisk untuk sistem backupsecara mudah, flashdisk, CD ROM untukmendistribusikan informasi.

Sarana software yang dipakai sebagian besarprogram open source, antara lain : sistem operasilinux, web server apache, bahasa pemrogramanphp dan javascript, database PostGreSQL,pemrograman spasial PostGIS dan Map Server,pengeditan grafis/multimedia Adobe Photoshop7.0, editor source edit, browser internet explorerdan mozilla firefox.

Program open source adalah sumber kode-kodepemrograman yang berupa baris perintah yangditulis oleh programmer dalam pembuatan suatuprogram aplikasi komputer yang dapatdikembangkan secara terbuka oleh pihak lainnyadan biasanya disebarkan melalui media internet.Sumber program dan data open source yangdipakai dalam pengembangan aplikasi ini, yaitu :map server diperoleh dengan cara download dariinternet dengan alamat URL:http://www.maptools.org, PostGIS danPostgreSQL didownload dari alamat URL :http://www.postgresql.org, apache dari alamatURL : http://www.apache.org, linux UBuntu serverdari alamat URL : http://www.UBuntu.com, phpdari alamat URL : http://www.php.org, javascript

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 4

dari alamat URL :http://www.w3schools.com/js/js_intro.asp,program pendukung lainnya adalah Java RuntimeEnvironment (JRE) yang didownload darihttp://www.java.com. Peta dasar Indonesiadiperoleh dari Bakosurtanal (Badan KoordinasiSurvei Pemetaan Nasional). Data-data dasarASEAN diperoleh dari alamat URL :http://www.bps.go.id, http://worldatlas.com,http://www.cebu-online.com. Kode mineraldiperoleh dari alamat URL : http:// earthsci.org.

PEMBANGUNAN DATABASE SUMBER DAYAGEOLOGI

Data potensi sumber daya geologi yang dimilikiPusat Sumber Daya Geologi cukup berlimpah,namun belum tersimpan dalam suatu databaseyang terintegrasi karena belum ada saranabersama untuk menyimpan data potensi sumberdaya geologi tersebut. Walaupun begitu adamodal besar yang sudah dilakukan oleh PusatSumber Daya Geologi (PMG) dalam hal ini adalahdari setiap Kelompok Program Penelitian baik ituMineral, Energi Fosil dan Panas Bumi masing-masing telah memiliki database sumber dayasendiri. Akan tetapi sayangnya belum dibuatprogram aplikasi yang dapat mengintegrasikansemua data sumber daya tersebut. Namundengan tersedianya format data entry untukdatabase mineral logam dan non logam, energifosil dan panas bumi maka pada tahun 2007 telahmulai dikembangkan aplikasi yang menunjangformat database tersebut.

Program aplikasi database sumber daya geologidi lingkungan Pusat Sumber Daya Geologi akanmenjadi sarana yang berfungsi antara lain : Menampung data potensi sumber daya

geologi di Indonesia yang dimiliki oleh PusatSumber Daya Geologi secara terintegrasi.

Sarana pertukaran informasi kelompokprogram penelitian maupun bidang danbagian di lingkungan PMG menjadi mudah.

Sedangkan keuntungan yang akan diperolehantara lain : Jangkauan luas, karena informasi dapat

diakses dari seluruh gedung yang ada diPMG.

Input data dapat dilakukan di masing-masingKelompok Program Penelitian dilingkunganPMG.

Data potensi sumber daya geologi disajikandalam bentuk tekstual dan spatial (WebMap).

Dapat disajikan secara dinamis.

PEMBANGUNAN DATABASE SIGNASSUMBER DAYA MINERAL DAN ENERGIINDONESIA

Database sumber daya mineral dan energi secaranasional merupakan hal perlu tersedia mengingatIndonesia merupakan negara yang memilikipotensi dan sumber daya mineral dan energi yangbesar. Pembangunan aplikasi data sumber dayamineral dan energi ini merupakan salah satuupaya untuk mengumpulkan data hasilpenyelidikan yang dilakukan oleh PemerintahPusat dan Daerah selama data tersebut bersifatterbuka.

Adanya database sumber daya mineral danenergi berbasis web yang dimiliki secara bersamamaka akan tersedianya website yangmenyediakan data dan informasi secara nasionaltentang potensi sumber daya mineral dan energidi Indonesia.

Oleh karena itu, upaya yang dilakukan dalampengembangan pembangunan database sumberdaya mineral dan energi Indonesia antara lain : Sinkronisasi SIG bidang mineral, batubara

dan panas bumi antara pemerintah pusat(DESDM) dengan Pemerintah Daerah (DinasPertambangan dan EnergiProvinsi/Kabupaten/Kota) se-Indonesia didalam pengelolaan data sumber daya mineraldan energi melalui SIG.

Sosialisasi formulir database sumberdayageologi secara nasional, sehingga pengeloladata sumber daya mineral dan energi memilikiformat yang seragam.

Terintegrasi SIG sub sektor mineral, batubaradan panas bumi antara pusat dan daerahuntuk mendukung SIG ESDM terpadu.

Terintegrasinya SIG ESDM dengan jaringandata Spatial Nasional (perpres 85 tahun2007).

Mengembangkan SIG bidang mineral,batubara dan panas bumi terpadu antarapusat dan daerah untuk mendukungpelaksanaan kebijakan mineral, batubara danpanas bumi.

Strategi yang dilakukan adalah : Integrasi Infrastruktur Integrasi pengelolaan dan pemanfaatan

data Koordinasi dan kerjasama antara Pemerintah

Pusat dan Daerah

Sasaran :

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 5

Tersajinya informasi potensi sumber dayageologi setiap daerah di seluruh Indonesiasecara cepat, tepat dan akurat.

Informasi yang disediakan berupa : Peta digital Data digital potensi sumber daya mineral,

Batubara dan Panas Bumi. Terwujudnya Database Sumber Daya Mineral

dan Energi Nasional.

Gambar.1 Workshop Pengelolaan Data Sumber DayaMineral dan Energin di Medan Tahun 2009

PEMBANGUNAN DATABASE SUMBER DAYAMINERAL DAN ENERGI ASEAN

Metodologi dalam pengembangan aplikasi sisteminformasi dan database mineral ASEAN, antaralain : inventarisasi kebutuhan pengembanganaplikasi sistem informasi dan database mineralASEAN yang diambil dari formulir isian databasemineral ASEAN yang telah disepakati bersamaoleh negara anggota ASEAN; persiapan hardwaredan software yang diperlukan dalam pembuatanaplikasi database; pengumpulan data/downloadpendukung software pembuatan program, datadasar negara ASEAN, kode mineral, komoditienergi fosil, mineral logam dan non logam, petadasar negara ASEAN; pembuatan tampilan forminput, struktur database, Entity RelationshipDatabase (ERD); perancangan/designpengembangan aplikasi sistem informasi dandatabase mineral ASEAN; pembuatan databasedari hasil rancangan; pembuatan program phpdan javascript sesuai dengan rancangan yangtelah dibuat; pembuatan sub-sub program aplikasidatabase yang meliputi form input, output, hakakses user dan web GIS; pengembangan WebGIS, meliputi peta-peta sumberdaya batubara,mineral logam dan non logam; uji coba programdengan hardware dan software yang tersedia.

Pusat Sumber Daya Geologi, di bawah BadanGeologi mewakili Indonesia ditunjuk oleh ASEANsebagai ketua Working Group pengembangandatabase mineral ASEAN, yang bertujuan untukmenyeragamkan format database mineralASEAN, mengingat potensi mineral dan energifosil negara-negara anggota ASEAN yang cukupberlimpah, tetapi belum tersimpan dalam suatudatabase yang terintegrasi, serta belum adanyasarana publikasi bersama tentang potensi energifosil dan mineral negara anggota ASEAN.

Pada tahun 2000, telah disetujui format data entryuntuk database ASEAN. Hal ini ditindaklanjutidengan pembuatan aplikasi untuk pembuatandatabase tersebut. Topologi jaringan serta alursistem database mineral ASEAN dapat dilihatpada gambar 3 dan 4.

Saat ini telah dimulai pengisian data berbasis webdari tiap-tiap negara anggota ASEAN yangtatacara pengisiannya disosialisasikan dalamWorkshop Database Mineral ASEAN di Bali tahun2008.

Dengan adanya database berbasis web ini, dimasa yang akan datang ASEAN akan memilikiformat database yang seragam dan sistematisuntuk menarik minat investor asing agarberinvestasi di bidang industri pertambanganASEAN.

Saat ini telah dikembangkan database ASEAN dibidang sumber daya mineral, seiring denganperkembangan aplikasinya direncanakan akandikembangkan dengan menambah konten.

Gambar.2 Workshop Database Mineral ASEANdi Bali Tahun 2008

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 6

Tabel.1Kemajuan Pengisian Data Aplikasi Database dan

Sistem Informasi Mineral ASEANStatu Awal Desember 2009

No Negara Laporan PetaBlok Titik/Point1 Brunei 0 0 02 Cambodia 1 1 03 Indonesia 47 37 534 Lao PDR 21 15 45 Malaysia 52 55 526 Myanmar 0 0 07 Philippines 24 21 168 Singapore 1 1 09 Thailand 7 7 1210 Vietnam 3 3 0

KENDALA

Aplikasi Sumber Daya Geologi

Pengembangan Aplikasi Sumber Daya Geologidilakukan secara terus menerus untukmenyediakan informasi yang akurat tentangpotensi sumber daya geologi di Indonesia hasilkegiatan inventarisasi Pusat Sumber DayaGeologi (dulu Direktorat Inventarisasi Mineral).

Namun dalam proses pengembangan terdapatbeberapa kendala, antara lain :

Sumber data banyak yang masih berbentukhard copy. Sumber data yang telah berbentuk softcopy

terdiri dari berbagai macam format, sepertiexcel, access, dbf, dll. Bahkan ada yangberbentuk file .doc atau microsoft word. Sumber daya manusia untuk proses

update/penambahan data yang masih terbataskhususnya dalam penguasaan aplikasi.

Aplikasi SIGNAS Sumber Daya Mineral danEnergi Indonesia

Pengembangan Aplikasi SIGNAS Sumber DayaMineral dan Energi Indonesia dilakukan secaraterus menerus untuk menyediakan informasi yangakurat tentang potensi sumber daya geologi diIndonesia hasil kegiatan di daerah (Dinas Provinsidan Kabupaten/Kota) yang belum terinventarisiroleh Pemerintah Pusat.

Namun dalam proses pengembangan terdapatbeberapa kendala, antara lain :

Sumber data banyak yang masih belummemenuhi standar data minimal yang harusdimiliki, seperti tidak ada data koordinat. Banyak daerah yang tidak mempunyai data

yang tertulis berupa buku laporan keterdapatansumber daya geologi. Infrastruktur di daerah yang belum dapat

mendukung penerapan aplikasi SIG SumberDaya Mineral dan Energi. Sumber daya manusia untuk proses

update/penambahan data yang masih terbataskhususnya dalam penguasaan aplikasi didaerah.

Aplikasi Database Mineral ASEAN

Upaya pengembangan database sumber dayageologi diantara negara-negara ASEAN dilakukansecara terus menerus untuk menyediakaninformasi yang akurat tentang potensi sumberdaya geologi di masing-masing negara di ASEAN.

Dalam proses pembangunannya terdapatbeberapa kendala, antara lain : Perbedaan format data pada masing-masing

Negara di ASEAN. Database informasi mineral di masing-masing

Negara ASEAN belum terintegrasi dan dikeloladengan baik; Memerlukan dukungan untuk melakukan

promosi potensi sumber daya mineral dilingkungan Negara-negara ASEAN; Sulitnya pertukaran data diantara Negara-

negara anggota ASEAN. Sarana teknologi informasi yang tidak merata

yang menyebabkan lambatnya. Kebijakan di beberapa negara ASEAN yang

kurang mendukung menyimpan data sumberdaya mineral dan energi pada aplikasi databaseMineral ASEAN.

UPAYA KE DEPAN Untuk menjaga agar aplikasi dan data dapat

digunakan dengan baik dan penambahandata dapat dilakukan secara berkelanjutanmaka perlu membentuk kelompok kerjapengelola data sumber daya geologi tingkatnasional dan ASEAN. Hal ini dapat dilakukandengan cara menyelenggarakan workshopatau pertemuan secara berkala diantarapengelola data sehingga pemutakhirandatabase dapat terus dilakukan.

Kegiatan sosialisasi dan/atau diseminasiAplikasi Sumber Daya Geologi, AplikasiSIGNAS Sumber Daya Mineral dan Energidan Aplikasi Database Mineral ASEAN bagidaerah atau negara yang perlu mendapatbantuan secara khusus perlu dilakukan, agar

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 7

kemajuan perkembangan data berjalansecara seimbang.

Pemutakhiran aplikasi database perludilakukan sesuai dengan perkembanganteknologi informasi, sehingga akan lebihmempermudah bagi pemanfaatannya, baikdari sisi pengelola maupun penggunandata/informasi.

Selain itu, dukungan perangkat keras,perangkat lunak dan sumberdaya manusiaperlu ditingkatkan, mengikuti perkembanganteknologi informasi.

KESIMPULAN

Upaya pemanfaatan teknologi informasi yangberbasis internet dalam pembangunan databasesumber daya mineral dan energi merupakan halyang harus dilakukan untuk mempermudahmasyarakat memperoleh data dan informasitentang potensi sumber daya mineral dan energi.

Adanya fasilitas bersama berupa aplikasi SIGNASdatabase sumber daya mineral dan energi akanmempermudah pengelola data sumber dayageologi di Indonesia untuk memasukkan data keserver database yang terpusat di PemerintahPusat yang kemudian akan diinformasikankepada masyarakat melalui internet.

Aplikasi sistem informasi dan database mineralASEAN yang berbasis web hingga saat inimampu memfasilitasi negara-negara di kawasanASEAN untuk menginformasikan potensi sumberdaya mineral dan energi di masing-masing negaramelalu internet. Namun aktivitas pemutakhirandatanya tidak merata di tiap negara yangdisebabkan faktor keterbatasan infrastruktur,keterbatasan sumber daya manusia dan regulasiyang kurang mendukung. Aplikasi ini diharapkandapat dimanfaatkan oleh negara anggota ASEANsecara optimal dengan memberikan kontribusiinput data mineral ke dalam aplikasi tersebutuntuk meningkatkan devisa negaranya masing-masing khususnya di bidang pertambanganmineral.

Dengan tersedianya aplikasi database sumberdaya mineral dan energi Indonesia dan ASEANyang berbasis internet akan memudahkanmasyarakat untuk memperoleh data dan informasitentang potensi sumber daya mineral dan energidi Indonesia dan ASEAN. Hal ini mendorongpelaksanaan e-goverment di lingkungan instansipemerintah dan penyampaian informasi publiksecara lebih cepat dan mudah diakses.

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 8

DAFTAR PUSTAKA

Antony Pranata, 2001, Panduan Pemrograman Javascript, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Dios Kurniawan, 1997, HTML 3 untuk Publikasi di Internet, BPPE, Yogyakarta.

Fathansyah, 2002, Basis Data, Penerbit Informatika, Bandung.

http://www.cifor.cgiar.org/publications/pdf_files/Books/SIGeografis/SIG-part-2.pdf

Intruksi Presiden Nomor.3 Tahun 2003, tentang Kebijakan dan Strategi NasionalPengembangan e-Government.

Peraturan Presiden Nomor.85 Tahun 2007, tentang jaringan data Spatial Nasional.

Pusat Sumber Daya Geologi, 2006, Buku Panduan Sosialisasi Pengelolaan Data danpelayanan Informasi Sumber Daya Mineral, Bandung.

Tim Pengembangan Aplikasi Database Sumber Daya Geologi, 2007, Laporan AkhirPengembangan Aplikasi Database Sumber Daya Geologi, Pusat Sumber daya Geologi,Bandung.

Wiliams, Sawyer, 2007, Using Information Technology, Pengenalan Praktis Dunia Komputerdan Komunikasi, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 9

Gambar.3 Alur Sistem Database Sumber Daya Mineral dan Energi

Gambar.4 Pemetaan Akses ke Sistem Database Sumber Daya Mineral dan Energi

ServerAplikasi

Firewall

Internet

Pengguna

Database SumberDaya Mineral dan

Energi

ProgramAplikasi

Aplikasi

FormulirSumber

DayaMineral

danEnergi

Digitalisasi

Data EntryFormulir Web

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 10

Gambar.5 Tampilan Pertama Website Aplikasi Sumber Daya Geologi

Gambar.6 Tampilan Backend User Aplikasi Sumber Daya Geologi

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 11

Gambar.7 Tampilan Pertama Website SIGNAS Sumber Daya Mineral dan Energi Indonesia

Gambar.8 Tampilan Backend User Aplikasi SIGNAS Sumber Daya Mineral dan Energi Indonesia

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 12

Gambar.9 Tampilan Pertama Website Database ASEAN

Gambar.10 Tampilan Webmap Database ASEAN dan Menu Querry

Makalah Buletin Sumber Daya Geologi, Bidang Informasi 13

Gambar.11 Tampilan Webmap Hasil Querry

Gambar.12 Tampilan Informasi yang Diperoleh Dari Hasil Querry