Pembangunan Berkelanjutan, Pelaporan Keberlanjutan ... Pembangunan Berkelanjutan, Pelaporan...

Click here to load reader

  • date post

    26-Dec-2019
  • Category

    Documents

  • view

    26
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Pembangunan Berkelanjutan, Pelaporan Keberlanjutan ... Pembangunan Berkelanjutan, Pelaporan...

  • Pembangunan Berkelanjutan, Pelaporan Keberlanjutan, Standar GRI G3.1 dan GRI FPSS Jalal

    Lingkar Studi CSR www.csrindonesia.com

    Dipersiapkan untuk diskusi dengan perusahaan-perusahaan consumer goods

    Jakarta, 16 April 2012

    http://www.csrindonesia.com/

  • Report, or Explain Why Not.

    (Peraturan yang berlaku untuk seluruh

    perusahaan di Uni Eropa mulai tahun 2015.)

  • AGENDA

    1. Pembangunan Berkelanjutan dan Keberlanjutan Perusahaan

    2. Pelaporan keberlanjutan 3. Global Reporting Initiative

    Generation 3.1 (GRI G3.1) 4. GRI Food Processing Sector

    Supplement

  • Pembangunan Berkelanjutan dan Keberlanjutan Perusahaan

  • Pembangunan Berkelanjutan

    • Pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya (WCED, 1987, Our Common Future).

    • Jumlah total kapital--sosial, ekonomi, lingkungan, budaya, politik, personal--yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya minimal sama (Serageldin, I. 1996. Sustainability as Opportunity and the Problem of Social Capital’, Brown Journal of World Affairs Vol. 3 No. 2).

    • Menjadi inspirasi utama triple bottom line: ekonomi, sosial, lingkungan. Tak ada aspek yang boleh dikorbankan dalam pembangunan.

  • Jejak Kaki Ekologis Manusia

    Sumber: Ewing, et al. 2010. Ecological Footprint Atlas 2010. Global Footprint Network.

  • Sumber:

    http://maps.gri

    da.no/go/grap

    hic/world-

    greenhouse-

    gas-emission

    s-by-sector2

  • Peran Potensial Perusahaan dalam Pembangunan Berkelanjutan

    “For the business enterprise, sustainable development means adopting business strategies and activities that meet the needs of the enterprise and its stakeholders today while protecting, sustaining and enhancing the human and natural resources that will be needed in the future.” Business Strategy for Sustainable Development (IISD, 1992)

    “…If sustainable development is to achieve its potential, it must be integrated into the planning and measurement systems of business enterprises.” (Robert Steele, AtKisson Group International)

  • Keberlanjutan yang Mana?

    • Model Awal Model Mutakhir

  • Kenyataan Peran Perusahaan dalam Pembangunan

    Sebagian besar bencana lingkungan paling buruk disebabkan oleh perusahaan! (Hernan, 2010)

    75% masalah sosial

    dan lingkungan disebabkan oleh perusahaan. (Kiernan, 2009)

  • Kesadaran Keberlanjutan Semakin Menguat

    (MIT-SMR, BCG, 2012)

  • Keberlanjutan dan keuntungan

    perusahaan (MIT-SMR, BCG,

    2012)

  • Komitmen Keberlanjutan

    di Berbagai Wilayah

    (MIT-SMR, BCG, 2012)

  • Kerangka Keberlanjutan

    Model yang menuntun cara

    berpikir dan bertindak untuk

    mencapai tujuan keberlanjutan.

    (AtKisson, 2007)

    1. The Natural Step

    2. ISIS - Compass of Sustainability

    3. Triple Bottom Line

    4. ISO 26000

    5. IFC Performance Standards

    6. Global Reporting Initiative

  • Kerangka 1.

    The Natural Step

    • Dibuat oleh Dr. Karl-Henrik Robert, sebagai cara untuk menangani masalah lingkungan yang menyebabkan kanker.

    • Dengan kerangka ABCD: Awareness, Baseline Mapping, Creating a Vision, dan Down to a Action, menjadi sangat terkenal, terutama di Eropa.

    • Banyak digunakan pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat.

  • Kerangka 2.

    ISIS - Compass of Sustainability

    • Diciptakan oleh Alan AtKisson, sebagai cara berpikir untuk membuat sistem keberlanjutan, serta memantau perkembangan kinerja sistem itu.

    • Dengan kerangka ISIS: Indicators, System, Innovation dan Strategy, pengguna sistem ini akan menentukan indikator keberlanjutannya sendiri dan memberi skor (0-10) pada kinerjanya.

    • Merupakan sistem pemantauan yang sangat baik, dan bisa digabungkan dengan sistem yang lain.

  • Kerangka 3.

    Triple Bottom Line

    • Diciptakan oleh John Elkington tahun 1994, dipublikasikan secara luas tahun 1997.

    • Menambahkan sosial dan lingkungan sebagai ‘bottom line’ atau tujuan perusahaan.

    • Mengambil inspirasi dari tiga pilar pembangunan berkelanjutan.

    • Diturunkan menjadi berbagai standar/kriteria dan indikator.

  • Kerangka 4.

    ISO 26000:2010

    • Dibuat pertama kali dengan tujuan untuk perlindungan konsumen, kemudian membesar menjadi perlindungan untuk seluruh pemangku kepentingan dengan 7 subjek (kumpulan isu) inti.

    • Telah diluncurkan pada tanggal 1 November 2010, setelah disetujui 93% negara anggota ISO yang memilih, termasuk Indonesia.

    • Sifatnya adalah guidance, sehingga paling dekat dengan standar manajemen.

  • Kerangka 5.

    IFC Performance Standards

    • Dibuat terutama untuk mengelola projek Kategori A “berpotensi signifikan mempunyai dampak negatif yang beragam dan tak terbalikkan.”

    • Dasar due diligence bagi bank- bank penanda tangan Equator Principles dengan biaya > USD10 juta.

    • Sering digunakan investor untuk mengetahui risiko sosial dan lingkungan.

    • Standar de facto kinerja sosial dan lingkungan sejak 2006. Versi baru mulai dipergunakan per 1 Januari 2012.

  • Kerangka 6.

    Global Reporting Initiative

    • Dibuat dengan konsensus pemangku kepentingan global, sejak 23 Maret 2011 telah menggunakan G3.1. Akhir tahun 2012 akan diluncurkan G4.

    • Kemungkinan pada bulan Juni 2012 (Rio+20) akan disepakati pewajiban laporan keberlanjutan utnuk seluruh perusahaan bernilai pasar >USD 100 juta.

    • Bukan kerangka manajemen, melainkan kerangka pelaporan kinerja.

    • Ketika tak ada kerangka lain, banyak perusahaan menggunakannya sebagai kerangka manajemen untuk aspek sosial dan lingkungan.

  • Definisi Tanggung Jawab Sosial dalam ISO 26000:2010

    “Responsibility of an organization for the impacts of its decisions and activities on society and the environment, through transparent and ethical behaviour that contributes to sustainable development, health and the welfare of society; takes into account the expectations of stakeholders; is in compliance with applicable law and consistent with international norms of behaviour; and is integrated throughout the organization and practiced in its relationships. ”

    (ISO 26000: 2010 Guidance on Social Responsibility)

  • 1950 1960 1970 1980 1990 2000 2010

    Environmental Debate

    1st Environmental Program (FRG)

    World Conservation Strategy

    Sustainable Development

    Corporate Social Responsibility

    Brundtland Report

    Rio Conference

    Corporate Social Responsive- ness

    Issues Management

    Agenda 21

    Corporate Sustaina- bility

    Jo-burg Summit

    Stakeholder Theory

    Implementation Process

    Corporate Social Performance

    • Harmonization

    • Merging of Social & Environmental Goals

    • Stakeholder Oriented Issue Management

    Sumber: Loew, 2004

    Corporate Social Responsibility

    Pertautan SD dan CSR

  • Pelaporan Keberlanjutan

  • Mengapa Melaporkan? Futtera, KPMG, SustainAbility (2011)

    1. Menunjukkan akuntabilitas.

    2. Menunjukkan peningkatan kinerja.

    3. Membangun hubungan dengan pemangku kepentingan.

    4. Menunjukkan manajemen keberlanjutan.

    5. Menunjukkan kondisi kinerja.

  • Dengan Apa Pelaporannya? Corporate Register (2011)

    Majoritas perusahaan belum melaporkan dengan standar GRI; namun jelas standar GRI semakin penting.

  • Pertumbuhan Perusahaan yang Melaporkan Keberlanjutan

    Corporate Register (2011)

  • Pembaca Laporan Keberlanjutan Futtera, KPMG, SustainAbility (2011)

    Selain pihak internal perusahaan, pembaca laporan keberlanjutan adalah masyakat sipil, mereka yang termasuk

    value chain, dan investor.

  • Pembuat Laporan Keberlanjutan Futtera, KPMG, SustainAbility (2011)

    Sektor ekstraktif termasuk pelapor yang besar!

  • Global Reporting Initiative Generation 3.1 (GRI G3.1)

  • Indikator-indikator dalam GRI Standard Disclosure G3.1

    1. Ekonomi (9 indikator) 2. Lingkungan (30 indikator) 3. Sosial (45 indikator)

    • Ketenagakerjaan (15) • HAM (11) • Masyarakat (10) • Tanggung Jawab atas

    Produk (9)

    Dengan cakupan yang luas, pelaporan keberlanjutan adalah

    tanggung jawab seluruh bagian— bukan hanya “bagian CSR”—

    dalam perusahaan!

  • Materialitas Isu

    1. Sustainability impacts, risks and opportunities

    2. Significance to stakeholders

    3. Significance to the organization

    4. Prioritizing

  • Sumber Materialitas