Pembahasan SISMIOP

download Pembahasan SISMIOP

of 18

  • date post

    11-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    661
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Pembahasan SISMIOP

SISMIOP1. Saat ini administrasi dari obyek PBB dikenal dengan sismiop. Jelaskan apa saja yang anda ketahui tentang SISMIOP dengan unsur pokok SISMIOP Sismiop (Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak) merupakan suatu system yang terintegrasi untuk mengolah informasi/ data objek dan subyek Pajak Bumi bangunan dengan bantuan komputer, sejak dari pengumpulan data (melalui pendaftaran, pendataan dan penilaian), pemberian identitas Objek pajak (nomor Objek pajak) , perekaman data, pemeliharaan basis data, pencetakan hasil keluaran, (berupa SPPT , STTS, DHKP, dan sebagainya), pemantauan penerimaan dan pelaksanaan penagihan pajak, sampai dengan pelayanan kepada wajib pajak melalui Pelayanan satu tempat. Sismiop terdiri dari 5 unsur yaitu: 1. NOP (Nomor Objek Pajak), adalah Nomor Identitas Objek PBB yang diberikan oleh Direktorat jenderal Pajak Pada saat dilakukan Pendaftaran dan atau Pendataan objek PBB dan digunakan dalam administrasi perpajakan serta menjadi sarana bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. 2. Blok, zona geografis yang terdiri dari sekelompok objek pajak yang dibatasi oleh batas alam dan/atau buatan manusia yang bersifat permanen/tetap, seperti jalan, selokan, sungai, dan sebagainya untuk kepentingan pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan dalam suatu wilayah administrasi pemerintahan desa/ kelurahan. Penentuan batas blok ini tidak terkait dengan batas RT/RW dan sejenisnya dalam suatu desa/kelurahan. 3. ZNT, zona geografis yang terdiri atas kelompok objek pajak yang mempunyai satu Nilai Indikasi Rata-rata yang dibatasi oleh batas penguasaan/pemilikan objek pajak dalam satu satuan wilayah administrasi pemerintahan desa/kelurahan tanpa terikat pada batas blok.

4. DBKB, daftar yang dibuat untuk memudahkan perhitungan nilai bangunan berdasarkan pendekatan biaya yang terdiri dari biaya komponen utama dan/atau biaya komponen material bangunan dan biaya komponen fasilitas bangunan. 5. Program computer, adalah aplikasi yang dibangun untuk dapat mengolah dan menyajikan basis data SISMIOP yang telah tersimpan dalam basis data digital.

2. Sebutkan latar belakang, maksud dan tujuan SISMIOP? Latar belakang; 1. Sesuai pasal 6 dan 9 UU PBB nomor 12 tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 12 tahun 1994. 2. Asas perpajakan nasional adalah self assessment (memberikan kepercayaan kepada WP dalam melaksanakan kewajiban serta memenuhi haknya dibidang perpajakan), memeberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk mendaftarkan sendiri objek pajak PBB yang dikuasai/dimiliki/dimanfaatkan (self assessment dibidang pelaporan) 3. Mengingat besarnya jumlah objek pajak dan beragamnya tingkat pendidikan dan pengetahuan wajib pajak, maka belum seluruhnya wajib pajak dapat melaksanakan kewajiban untuk mendaftarkan objek pajak yang dikuasai/dimiliki/dimanfaatkannya. Oleh karena itu untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, maka Direktorat Jenderal Pajak mengadakan kegiatan pendataan Objek dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan. 4. Semakin pentingnya NJOP sebagia acuan dalam berbagai jenis kegiatan sehingga kegiatan pendaftaran, pendataan, dan penilaian harus semakin ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya. 5. Basis data SISMIOP yang telah terbentuk, yaitu data seluruh objek dan subyek PBB yang telah diberi NOP, kode ZNT dan DBKB dalam suatu wilayah administrasi pemerintahan tertentu yang disimpan dalam media computer sehingga perlu dipelihara dan disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Maksud dan tujuan;

Menciptakan suatu basis data yang akurat dan up to date . Untuk menjaga akurasi data objek dan subjek pajak yang memenuhi unsur relevan, tepat waktu, andal, dan mutakhir, maka basis data tersebut diatas perlu dipelihara dengan baik dengan mengintegrasikan seluruh aktivitas administrasi PBB dalam satu wadah sehingga diharapkan pelaksanaannya dapat lebih seragam, sederhana, cepat dan efisien. Dengan demikian diharapkan akan dapat tercipta: pengenaan pajak yang lebih adil dan merata, peningkatan realisasi potensi/pokok ketetapan, peningkatan tertib administrasi dan peningkatan penerimaan PBB serta dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada WP. 3. Dasar hokum pelaksanaan dan atau pembentukan basis data sismiop kep 533/PJ/2000. Dalam peraturan tersebut diatur tentang tata cara pembentukan dan pemutakhiran data objek dan subjek pajak PBB , jelaskan secara ringkas a. pembentukan data objek dan subyek pajak PBB b. pemeliharaan basis data secara aktif dan pasif.

a. Pembentukan data objek dan subyek pajak PBB Suatu rangkaian kegiatan untuk membentuk suatu basis data (objek maupun subjek) yang sesuai dengan ketentuan SISMIOP yaitu pendaftaran, pendataan dan penilaian, serta pengolahan data objek dan subjek Pajak Bumi dan Bangunan) dengan bantuan komputer pada suatu wilayah tertentu, yang dilakukan oleh kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan atau pihak lain yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak. b. Pemeliharaan basis data secara aktif dan pasif Pemeliharaan secara aktif; dilaksanakan untuk tahun berjalan, digunakan untuk ketetapan tahun pajak yang akan dating, dan pada umumnya secara masal atas dasar rencana kerja yang telah disusun oleh Kantor Pelayanan PBB sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam rangka pembentukan basis data SISMIOP. Terdiri atas, a. Pemeliharaan basis data untuk penyempurnaan ZNT b. Pemeliharaan basis data objek dan atau subjek pajak

c. Pemeliharaan basis data peta digital. Pemeliharaan secara pasif, dilaksanakan pada tahun yang sedang berjalan, digunakan untuk ketetapan tahun pajak berjalan dan/atau yang akan datang. Pemeliharaan basis data dapat dilakukan baik secara sebagian maupun sekelompok karna permohonan/ pengajuan laporan dari WP dan atau laporan pejabat instansi yang terkait, sesuai dengan proseduryang telah ditetapkan dalam Sistem Pelayanan Satu Tempat (PST), pendaftaran, dan atau pemeliharaan basis data kolektif. Disini DJP tidak berperan secara aktif sehingga penggalian potensi pajak sangat rendah. 4. Jelaskan pengrtian dari; SISMIOP ; Sismiop (Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak) merupakan suatu system yang terintegrasi untuk mengolah informasi/ data objek dan subyek Pajak Bumi bangunan dengan bantuan komputer, sejak dari pengumpulan data (melalui pendaftaran, pendataan dan penilaian), pemberian identitas Objek pajak (nomor Objek pajak) , perekaman data, pemeliharaan basis data, pencetakan hasil keluaran, (berupa SPPT , STTS, DHKP, dan sebagainya), pemantauan penerimaan dan pelaksanaan penagihan pajak, sampai dengan pelayanan kepada wajib pajak melalui Pelayanan satu tempat. NOP : Adalah Nomor Identitas Objek PBB yang diberikan oleh Direktorat jenderal Pajak pada saat dilakukan Pendaftaran dan atau Pendataan objek PBB dan digunakan dalam administrasi perpajakan serta menjadi sarana bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya : , zona geografis yang terdiri dari sekelompok objek pajak yang dibatasi oleh batas alam dan/atau buatan manusia yang bersifat permanen/tetap, seperti jalan, selokan, sungai, dan sebagainya untuk kepentingan pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan dalam suatu wilayah administrasi pemerintahan desa/ kelurahan. Penentuan batas blok ini tidak terkait dengan batas RT/RW dan sejenisnya dalam suatu desa/kelurahan : zona geografis yang terdiri atas kelompok objek pajak yang mempunyai satu Nilai Indikasi Rata-rata yang dibatasi oleh batas penguasaan/pemilikan objek pajak dalam satu satuan wilayah administrasi pemerintahan desa/kelurahan tanpa terikat pada batas blok.

Blok

ZNT

DBKB

: daftar yang dibuat untuk memudahkan perhitungan nilai bangunan berdasarkan pendekatan biaya yang terdiri dari biaya komponen utama dan/atau biaya komponen material bangunan dan biaya komponen fasilitas bangunan. : (surat pemberitahuan objek pajak) surat yang ditentukan oleh DJP beserta lampiranya dan digunakan oleh subyek/wajib pajak untuk melaporkan data objek pajaknya

SPOP

LSPOP : (lampiran surat pemberitahuan objek pajak), merupakan lampiran yang berisi tentang informasi mengenai data Objek Pajak lebih lanjut. LSPOP secara garis besar terdiri atas beberapa bagian yaitu, (1). Identitas Objek pajak (2). Data komponen utama (3). Data Komponen Material (4). Data komponen Fasilitas (5). Data tambahan untuk bangunan selain gedung (6), Penilaian individual (7). Identitas pendata/ pejabat yang berwenang. SPPT DHKP : (surat pemberitahuan pajak terutang) surat yang ditentukan oleh DJP untuk menetapkan besarnya pajak terutang. : (daftar himpunan ketetapan pajak) daftar himpunan yang memuat data nama wajib pajak, letak objek pajak, NOP, besar serta pembayaran pajak terutang yang dibuat per desa/kelurahan. : (daftar hasil rekaman) daftar yang memuat rincian data tentang objek dan subjek pajak serta besarnya nilai objek pajak sebagai hasil dari perekaman data.

DHR

5. SIG PBB adalah merupakan suatu system aplikasi data yang selama ini dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan analisis data yang selama ini tidak dapat dilakukan oleh sismiop , jelaskan secara ingkat tentang SIG, serta informasi apa saja yang dapat dianalisa dan ditampilkan dalam SIG. SIG merupakn suatu sistem berdasarkan komputer yang mempunyai kemampuan untuk menangani data yang bereferensi geografi yang mencakup input, manajemen data, manipulasi dan analisis, dan pengembangan produk dan pencetakan. SIG ini berintikan pada data spasial (data peta geografis dsb) yang tidak bisa dikerjakan oleh SISMIOP. Selain itu SIG juga mengintegrasikan data atribut (data Sismiop) dng data spasialnya serta mendukung fungsi administrasi PBB yg mencakup kegiatan

pemantauan operasional, manajemen pengambilan keputusan, dan evaluasi kerja. Informasi yang didapat dari SIG adalah; 1. Informasi rinci OP 2. Jenis Penggunaan Bangunan 3. Informasi status pembayaran 4. Status pemilik OP, 5. Status penilaian individu, 6. Informasi kelas tanah 6. Sebut dan jelaskan masing-masing komponen penyu