pembahasan pbl

download pembahasan pbl

of 25

  • date post

    10-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    23
  • download

    0

Embed Size (px)

description

modul pbl

Transcript of pembahasan pbl

Pendahuluan

Problem Based Learning adalah proses pembelajaran yang titik awal pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata dan lalu dari masalah ini mahasiswa dirangsang untuk mempelajari masalah ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka punyai sebelumnya (prior knowledge) sehingga dari prior knowledge ini akan terbentuk pengetahuan dan pengalaman baru. Diskusi dengan menggunakan kelompok kecil merupakan poin utama dalam penerapan PBL. Penerapan PBL di pendidikan kedokteran pertama kali di Mc Master University Canada pada dekade 1960 akhir. PBL berkembang dengan pesat hingga sampai juga di Indonesia.

BAB I Pemicu I Problem Based Learning Pemicu I Program Studi Pendidikan Dokter UNTAN sejak didirikan tahun 2005 telah menerapkan kurikulum dengan Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) / Problem Based Learning (PBL). Saudara sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter UNTAN akan menjalani pendidikan Saudara menggunakan Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Klarifikasi dan Identifikasi PBL Mengapa PBL dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Dokter UNTAN? Rumusan masalah

Analisis MasalahLatar Belakang dan Definisi Kendala & solusi Mengapa PBL dilaksanakan di FK untan? Tujuan & Manfaat

Unsur Unsur dan Peranannya Langkah Langkah PBL

Perbedaan Dengan Kurikulum Lain

Kelbihan dan Kekurangan

Hipotesis Fakultas Kedokteran UNTAN melaksanakan PBL karena metode ini memiliki keunggulan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Learning Issue Apa itu PBL? Bagaimana latar belakang munculnya PBL? Apa tujuan dan manfaat PBL? Apa kelebihan dan kekurangan PBL? Bagaimana langkah langkah pelaksanaan PBL Apa saja unsur unsur dalam PBL dan peranannya? Apa kendala dan solusinya dalam pelaksanaan PBL? Bagaimana sistem penilaian PBL? Apa perbedaan PBL dengan kurikulum lain?

Pengertian PBL menurut para ahli PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan mahasiswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga mahasiswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah. (Ward, 2002; Stepien, dkk.,1993). Metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru.(Suradijono,2004) Latar Belakang Tahun 1920, Celestine Freinet, seorang guru SD yang kembali dari PD I. Akibat perang tersebut, ia mengalami luka yang mengganggu pernafasannya sehingga sulit untuk berbicara.Oleh karena itu ia menciptakan

metode pembelajaran baru yang merupakan ide awal terbentuknya PBL.Setelah Celestine Freinet meninggal, idenya dengan sangat cepat menyebar ke seluruh dunia. (David, dkk., 2003) Tahun 1966, program inovatif PBL pertama kali diperkenalkan oleh Tahun 1976, Maastrich Faculty of Medicine di Belanda menyusul Dalam perkembangannya, PBL telah diadopsi baik secara McMaster University di Kanada sebagai institusi pendidikan kedokteran yang kedua yang mengadopsi PBL. keseluruhan atau sebagian oleh banyak fakultas kedokteran didunia. Tujuan PBL Mendapatkan pengetahuan dasar: Pengaturan hal-hal yang berguna dalam aplikasi kerja klinik Mempermudah mengingat kembali konteks klinik Mudah untuk mengembangkan masalah

Mengembangkan kemampuan berargumentasi secara analitis dan ilmiah dalam mempergunakan pengetahuan Mengembangkan kemampuan belajar mandiri sebagai kebiasaan Mendorong pemikiran yang bebas dan kritis Mendorong kepekaan terhadap keperluan pasien Mendorong pengintegrasian masalah dari variasi pengetahuan

Manfaat PBL Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Meningkatkan kemampuan pembelajaran secara langsung Meningkatkan kemampuan belajar dalam kelompok dan

berkomunikasi Membangun keterampilan dalam berpikir kritis

Meningkatkan kemampuan menganalisis dan menimbang masalah Meningkatkan kemampuan mengatur waktu

Kelebihan PBL individu Kekurangan PBL Dosen kurang dapat memberikan informasi atau pengetahuan Membutuhkan biaya yang lebih banyak dan menyita waktu Pengetahuan yang diperoleh melalui PBL cenderung tidak terstruktur PBL memerlukan sarana perpustakaan, komputer, ruang diskusi, dan Membantu mahasiswa belajar yang lebih aktif Mengajarkan keterampilan memecahkan masalah Memadukan materi dan lebih terstruktur sehingga materi yang Belajar secara mendalam sehingga mendapatkan pengetahuan yang Melalui diskusi kelompok dapat meningkatkan kerjasama antar

didapatkan padu atau tidak terkotak-kotak lebih banyak

mahasiswa karena informasi yang berlebihan lain-lain yang memadai Langkah-Langkah PBL 1. 2. 3. 4. 5. Klarifikasi dan definisi masalah Analisis masalah Hipotesis Learning Issue/Isu Pembelajaran Identifikasi masalah yang sudah diketahui

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Identifikasi sumber yang tepat Pengumpulan informasi secara mandiri Penggabungan informasi yang baru dengan yang lama Pengulangan langkah-langkah sebelumnya jika diperlukan Identifikasi apa yang tidak dipelajari Menarik kesimpulan Pengujian pemahamanan

Unsur-Unsur dalam PBL dan Peranannya Unsur subjektif 1. Narasumber 2. Fasilitator Mendorong berpartisipasi Mendampingi ketua Mengatur waktu diskusi Memeriksa catatan sekretaris Mencegah beralihnya masalah Memastikan ketepatan sasaran belajar Memeriksa pemahaman dan menilai Memimpin kelompok Mendorong anggota agar berpartisipasi Mengatur dinamika kelompok Menyusun trigger problem Sebagai sumber pembelajaran untuk informasi yang tidak ditemukan Melakukan evaluasi hasil pembelajaran

dalam sumber pembelajaran bahan cetak atau elektronik

3. Ketua

Mengatur waktu diskusi Menjamin untuk mengerjakan tugas Menjamin sekretaris supaya membuat data yang akurat Mencatat hasil diskusi

4. Sekretaris

Menolong kelompok mengatur ide Berpartisipasi dalam diskusi Mencatat sumber yang digunakan Mengikuti proses diskusi Berpartisipasi dalam diskusi Menghargai dan mendengar pendapat teman Mengajukan pertanyaan Meneliti sasaran pembelajaran Berbagi informasi

5. Anggota

Unsur Objektif 1. Teknologi informasi: Internet sebagai sumber informasi Komunikasi dan interaksi baik secara langsung maupun via internet (email, chatroom, dan lain-lain) 2. Pustaka: Perpustakaan Jurnal, dan lain-lain

Perbedaan PBL dengan Kurikulum Lain Teacher centere Pengetahuan ditransfer dari dosen ke Student Centered Learning Mahasiswa secara aktif mengembangkan

mahasiswa Mahasiswa-mahasiswa menerima pengetahuan secara pasif Lebih menekankan pada penguasaan secara materi Biasa memanfaatkan media tunggal Fungsi dosen atau pengajar sebagai pemberi informasi utama dan evaluator Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah Menekankan pada jawaban yang benar saja Sesuai untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin saja Iklim belajar lebih individualis dan kompetitif Hanya mahasiswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran Perkuliahan merupakan bagian terbesar dalam proses pembelajaran

pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya Mahasiswa secara aktif terlibat dalam mengelola pengetahuan Tidak hanya menekankan pada materi, tetapi juga dalam mengembangkan karakter mahasiswa (life-long learning) Memanfaatkan banyak media (multimedia) Fungsi dosen sebagai fasilitator dan evaluasi dilakukan secara bersama dengan mahasiswa Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan saling berkesinambungan dan terintegrasi Penekanan pada proses pengembangan pengetahuan.Kesalahan dinilai dapat menjadi salah satu sumber belajar Sesuai untuk pengembangan ilmu dengan cara pendekatan interdisipliner Iklim yang dikembangkan lebih bersifat kolaboratif, suportif, dan kooperatif Mahasiswa dan dosen belajar bersama di dalam mengembangkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan Mahasiswa dapat belajar tidak hanya dari perkuliahan saja, tetapi dapat menggunakan berbagai cara dan kegiatan

Sistem Penilaian

Kehadiran Tugas terstruktur (Catatan Mahasiswa) Ujian pertengahan (Penilaian Diskusi Ujian Tulis 20%

10%

30% Kelompok)

Kendala dalam PBL Mahasiswa gagal menghubungkan atau menggabungkan informasi lama (pengetahuan yang ada sebelumnya) dan informasi baru. Kegagalan dalam diskusi karena tidak menggali masalah secara dalam Dinamika antar perorangan Keterbatasan sarana dan fasilitas untuk mendukung kerjasama, komunikasi, dan pencarian informasi Perubahan paradigma bagi mahasiswa dan dosen

Kesimpulan Program Studi Kedokteran UNTAN menerapkan kurikulum Problem Based Learning, karena dapat meningkatkan mutu pendidikan dengan lebih efektif dan memiliki lebih banyak keunggulan daripada kurikulum lain. Pleno I 1. Annissa Ratna Darmila (kelompok 3) : apakah setiap hipotesis harus menampilkan alasan? Jawaban : Karena hipotesis hanyalah sebuah dugaan sementara. Alasan yang kita berikan adalah hasil pemikiran kita semata. Oleh karena itu, dengan pengetahuan yang kita miliki pada saat menyusun hipotesis, kita berusaha menduga-duga jawaban dari rumusan masalah.

2. Rendika Banitriono (kelompok 3) : mengapa di dalam sebagian slide tidak ditampilkan sumbernya? Jawaban : Karena ada beberapa kelompok yang lupa mencantumkan sumber data dalam slide. Ada kelompok yang salah persepsi bahwa mencantumkan sumber tersebut tidak terlalu penting. 3. Devi Novirianti (kelompok 1): mengapa dosen yang kurang memberikan informasi dijadikan kekurangan, bukankah itu menjadi kelebihan PBL itu sendiri? Jawaban : Sebenarnya dalam hal ini tergantung dari setiap orang, yaitu dari mana ia melihat pandangan tersebut. Ada pihak yang berangggapan hal tersebut menjadi kelemahan PBL karena dosen kurang dapat memberikan informasi. Namun, di lain pihak ini juga dapat menjadi kelebihan karena lewat hal ini mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dalam mencari informasi atau pengetahuan.

BAB II Pemicu II Fasilitator Pemic