PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN KINERJA …sakip.pertanian.go.id/admin/jasa/LAPORAN TRIWULAN I 2016...

of 25 /25
PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN KINERJA KEGIATAN PENGEMBANGAN METODE PENGUJIAN MUTU BENIH DAN PENERAPAN SISTEM MUTU LABORATORIUM PENGUJIAN BENIH TRIWULAN I 2016 KEMENTERIAN PERTANIAN-RI DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN BALAI BESAR PPMBTPH CIMANGGIS

Embed Size (px)

Transcript of PEMANTAUAN DAN EVALUASI CAPAIAN KINERJA …sakip.pertanian.go.id/admin/jasa/LAPORAN TRIWULAN I 2016...

  • PEMANTAUAN DAN EVALUASI

    CAPAIAN KINERJA KEGIATAN PENGEMBANGAN

    METODE PENGUJIAN MUTU BENIH DAN PENERAPAN

    SISTEM MUTU LABORATORIUM PENGUJIAN BENIH

    TRIWULAN I 2016

    KEMENTERIAN PERTANIAN-RI DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN

    BALAI BESAR PPMBTPH CIMANGGIS

  • I. PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Semangat reformasi di bidang politik, pemerintahan dan pembangunan serta

    kemasyarakatan telah mewarnai upaya pendayagunaan aparatur negara

    dengan tuntutan mewujudkan administrasi negara yang mampu mendukung

    kelancaran tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan dan

    pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance.

    Dalam rangka mencapai good gorvernance, diperlukan pengembangan dan

    penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan akuntabel

    sehingga penyelenggaraan lembaga dapat dilakukan secara berdayaguna dan

    berhasilguna. Perlunya sistem pertanggungjawabanatas segala proses

    tindakan dilakukan dalam rangka tertib administrasi untuk mencapai

    akuntabilitas pelaporanyang pada akhirnya akan menjadi instrumen

    tercapainya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

    Mengacu pada hal tersebut, maka disusunlah laporan Triwulan I tahun 2016

    sebagai pertanggungjawaban kinerja Balai pada tahun yang sedang berjalan.

    Balai Besar PPMB-TPHdalam melaksanakan tugas fungsinyatelah mendukung

    program Ditjen Tanaman Pangan yaitu peningkatan produksi, produktivitas

    dan mutu tanaman pangan.

    1.2. Kedudukan, Tugas Fungsi

    Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No: 78/Permentan/OT.140/ 11/2011

    Balai Besar PPMB-TPH merupakan unit pelaksana teknis yang berada dibawah

    dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal tanaman Pangan. Balai

    Besar PPMB-TPH secara teknis dibina oleh Direktur Perbenihan, Direktorat

    Jenderal Tanaman Pangan dan Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal

    Hortikultura.

  • Tugas Balai Besar PPMB-TPH adalah melaksanakan pengembangan serta

    pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan penerapan sistem

    manajemen mutu benih tanaman pangan dan hortikultura.

    Sedangkan fungsi Balai Besar PPMB-TPH adalah sebagai berikut :

    1. penyusunan program dan evaluasi pengembangan pengujian mutu benih

    serta bimbingan teknis pengujian mutu benih dan penerapan sistem

    manajemen mutu benih tanaman pangan dan hortikultura;

    2. pelaksanaan pengembangan teknik dan metode pengujian laboratorium,

    sertifikasi, dan pengawasan peredaran benih tanaman pangan dan

    hortikultura;

    3. pelaksanaan uji banding (uji profisiensi, unjuk kerja metode, uji arbitrase

    dan uji acuan) antar laboratorium pengujian benih tanaman pangan dan

    hortikultura;

    4. pelaksanaan uji petik mutu benih tanaman pangan dan hortikultura yang

    beredar;

    5. pelaksanaan sertifikasi ISTA (International Seed Testing Association) untuk

    benih tanaman pangan dan hortikultura;

    6. pelaksanaansertifikasi sistem mutu dan pemberian hak penandaan Standar

    Nasional Indonesia (SNI) pada pelaku usaha perbenihan tanaman pangan

    dan hortikultura;

    7. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan

    penerapan sistem manajemen mutu benih tanaman pangan dan

    hortikultura;

    8. penyusunan informasi dan dokumentasi hasil pengembangan pengujian

    mutu benih serta pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan

    penerapan sistem manajemen mutu benih tanaman pangan dan

    hortikultura;

    9. pengelolaanurusan tata usaha dan rumah tangga Balai Besar PPMB-TPH.

  • 1.3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar PPMB-TPH

    Struktur Organisasi Balai Besar PPMB-TPH dipimpin oleh seorang Kepala dan

    memiliki 2 (dua) eselon III, yaitu Bagian Umum dan Bidang Informasi dan

    Jaringan Laboratorium serta Kelompok Jabatan Fungsional.Dalam melakukan

    tugas dan fungsinya, Bagian Umum terdiri dari 3 (tiga) unit kerja eselon IV

    yang meliputi Subbagian Program dan Evaluasi, Subbagian Kepegawaian dan

    Tata Usaha, dan Subbagian Keuangan dan Perlengkapan.Bidang Informasi

    dan Jaringan Laboratorium terdiri dari 2 (dua) unit kerja eselon IV yang

    meliputi, Seksi Informasi dan Dokumentasi dan Seksi Jaringan Laboratorium.

    Kelompok Jabatan Fungsional Balai Besar PPMB-TPH adalah fungsional

    pengawas benih tanaman yang dikoordinasikan oleh seorang tenaga

    fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Balai. Secara keseluruhan,

    pelaksanaan kegiatan Balai Besar PPMB-TPH didukung oleh 60 PNS dan

    15tenaga kerja kontrak.

    Balai Besar PPMB-TPH mempunyai struktur dan fungsi yang cukup memadai

    untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara optimal. Dari masing-

    masing unit tersebut di atas mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

    1. Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan

    evaluasi kegiatan pelaksanaan pengembangan pengujian mutu benih,

    pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan penerapan sistem

    manajemen mutu benih tanaman pangan dan hortikultura, serta

    pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.Dalam melaksanakan

    tugasnya, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi :

    a. Penyiapan penyusunan program, anggaran dan evaluasi serta

    pelaporan;

    b. Fasilitasi kegiatan pengembangan pengujian mutu benih serta

    pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan penerapan

    sistem manajemen mutu benih tanaman pangan dan hortikultura;

    c. Pelaksanaan urusan kepegawaian, tata usaha dan rumah tangga;

    d. Pelaksanaan urusan keuangan, perlengkapan dan perpustakaan.

  • Bagian umum terdiri atas (1). Subbagian Program dan Evaluasi yang

    mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program,

    anggaran dan evaluasi serta pelaporan, (2). Subbagian Kepegawaian dan

    Tata Usaha yang mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, tata

    usaha dan rumah tangga, (3). Subbagian Keuangan dan Perlengkapan

    yang mempunyai tugas melakukan urusan keuangan, perlengkapan dan

    perpustakaan, fasilitasi kegiatan pengembangan pengujian mutu benih

    serta pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan penerapan

    sistem manajemen mutu benih tanaman pangan dan hortikultura. Secara

    rinci uraian tugas unit eselon IV diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian

    No. 46/Permentan/OT.140/6/2013.

    2. Bidang Informasi dan Jaringan Laboratorium mempunyai tugas

    melaksanakan penyusunan informasi dan dokumentasi hasil

    pengembangan pengujian mutu benih tanaman pangan dan hortikultura

    serta pelaksanaan pemberian bimbingan teknis pengujian mutu benih dan

    penerapan sistem manajemen mutu benih tanaman pangan dan

    hortikultura.Dalam melaksanakan tugasnya Bidang Informasi dan

    Jaringan Laboratorium menyelenggarakan fungsi :

    a. Penyusunan informasi dan dokumentasi hasil pengembangan pengujian

    mutu benih tanaman pangan dan hortikultura.

    b. Pengelolaan sampel dan koleksi varietas, isolate pathogen tular benih

    dan benih hasil uji tanaman pangan dan hortikultura.

    c. Penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis pengujian mutu

    benih dan penerapan sistem manajemen mutu benih tanaman pangan

    dan hortikultura.

    d. Fasilitasi pelaksanaan sertifikasi sistem mutu dan pemberian hak

    penandaan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada pelaku usaha

    perbenihan tanaman pangan dan hortikultura.

    Bidang Informasi dan jaringan Laboratorium terdiri atas (1). Seksi

    Informasi dan Dokumentasi yang mempunyai tugas melakukan penyiapan

  • bahan penyusunan informasi dan dokumentasi hasil pengembangan

    pengujian mutu benih, serta pengelolaan sampel dan koleksi varietas

    isolate pathogen tular benih dan benih hasil uji tanaman pangan dan

    hortikultura, (2). Seksi Jaringan Laboratorium yang mempunyai tugas

    melakukan penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pengujian

    mutu benih dan penerapan sistem manajemen mutu benih tanaman

    pangan dan hortikultura, serta fasilitasi pelaksanaan sertifikasi sistem

    mutu dan pemberian hak penandaan Standar Nasional Indonesia (SNI)

    pada pelaku usaha perbenihan tanaman pangan dan hortikultura. Secara

    rinci uraian tugas unit eselon IV diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian

    No. 46/Permentan/OT.140/6/2013.

    1.4. Sumberdaya Manusia Balai Besar PPMB-TPH

    Peranan Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap pelaksanaan pembangunan

    nasional adalah sangat penting dan menentukan, karena PNS adalah unsur

    aparatur negara untuk menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan

    dalam rangka usaha mencapai tujuan Nasional. Kelancaran penyelenggaraan

    pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan nasional tergantung dari

    kesempurnaan aparatur negara dalam menjalankan tugas kedinasan sehari-

    hari.

    Untuk mewujudkan PNS yang handal dalam melaksanakan tugasnya, maka

    PNS perlu dibina atas dasar sistem karier dan prestasi kerja. Selanjutnya, PNS

    juga harus mampu menghayati hak dan kewajibannya serta mentaati segala

    peraturan dalam menjalankan tugasnya.

    Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Balai Besar PPMB-TPH didukung

    oleh 75 orang pegawai yang terdiri dari tenaga teknis sebanyak 4 orang,

    tenaga administrasi 21 orang, tenaga fungsional 32 orang dan Tenaga Kerja

    Kontrak (TKK) sebanyak 15 orang.

    Keadaan pegawai PNS berdasarkan latar belakang pendidikan terdiri dari S2

    sebanyak 12 orang, S1 sebanyak 25 orang, D3 sebanyak 4 orang, dan SLTA

  • sebanyak 19 orang. Sampai dengan Triwulan I tahun 2016 pegawai yang

    masih melaksanakan tugas belajar sebanyak 4 orang.

    1.5. Dukungan Anggaran

    Dukungan anggaran Balai Besar PPMB-TPH dari tahun ke tahun mengalami

    peningkatan yang disebabkan oleh peningkatan beban kerja sesuai tugas dan

    fungsinya. Pagu anggaran pada tahun 2016 sebesarRp. 10.650.000.000,-

    yang terdiri dari 17 kegiatan yang terdiri dari 1 kegiatan utama dan 16

    kegiatan pendukung, termasuk pelaksanaan kegiatan pelayanan perkantoran.

    Seluruh alokasi anggaran bersumber dari APBN.

  • II. CAPAIAN KINERJA

    Akuntabilitas kinerja dilakukan untuk menentukan keberhasilan kinerja dalam

    mewujudkan visi, misi yang telah ditentukan dengan membandingkan antara

    target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja utama sebagai alat

    ukur keberhasilan.

    2.1. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Balai Besar PPMB-TPH

    Tujuan pengukuran Kinerja Kegiatan Balai Besar PPMB-TPHadalah untuk

    mengetahui secara sistematis tingkat keberhasilan dan hambatan dalam

    pengembangan pengujian mutu benih dan penerapan sistem manajemen

    mutu untuk laboratorium pengujian benih tanaman pangan dan hortikultura.

    Untuk mencapai tujuan tersebut, dituangkan dengan bentuk kegiatan-

    kegiatan yang sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Evaluasi dan

    analisis capaian kinerja Balai Besar PPMB-TPH adalah sebagai berikut :

    1. Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih

    Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendapatkan metode yang aplikatif dalam

    pengujian di laboratorium sehingga hasil yang diharapkan dalam

    pengembangan metode pengujian diperolehnya metode yang dapat

    digunakan sebagai metode pengujian dalam melayani pelanggan/customer

    baik di laboratorium pusat maupun di daerah di seluruh Indonesia.

    Pencapaian indikator sampaikan dengan Triwulan Iinput7,69%, output14%,

    dari target 10 metode.Outcome yang diperoleh yaitu diperolehnya metode

    yang aplikatif dalam pengujian mutu benih dan telah dimanfaatkan oleh

    laboratorium daerah/BPSBTPH sebanyak 10 laboratorium yaitu BPSBTPH

    Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat,

    Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, Sulawesi Selatan, dan Jawa

    barat. Jumlah pengembangan metode dan validasi tahun 2016 sebanyak

    10judul pengembangan metode dengan perkembangan kegiatan sampai

    dengan Triwulan I yaitu :

  • 1) Validasi Uji Daya Hantar Listrik dengan Daya Berkecambah untuk Pengujian

    Mutu Benih Kedelai,

    a. Pengambilan benih kedelai varietas Grobogan, Argomulyo, Burangrang,

    Dering 1, Gema dan varietas Kaba ke Balai Penelitian Kacang dan Umbi

    (Balitkabi) Malang.

    b. Penyiapan sampel uji yang terdiri dari tahap homogenisasi dan

    pengemasan benih kedelai varietas Grobogan, Argomulyo, Burangrang,

    Dering 1, Gema dan varietas Kaba.

    c. Sampel uji yang disiapkan meliputi sampel uji awal, sampel uji

    heterogenitas, sampel uji banding antar analis Balai Besar PPMB-TPH,

    serta sampel uji stabilitas.

    2) Pengaruh Transportasi Terhadap Ketahanan Mutu Benih Kedelai,

    Telah dilakukan pengumpulan bahan dan informasi tentang ketersediaan

    benih kedelai di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Diperoleh informasi

    benih kedelai di wilayah NTB ketersediaan benihnya ada pada bulan

    September dan benih biasanya dikirim ke wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

    Wilayah Jawa Timur ketersediaan benih ada di BBI dan Malang dan PD

    Trubus Gumelar Ponorogo. BBI Malang biasanya pengiriman benihnya

    melalui pos dan TIKI, sedangkan Trubus Gumelar menggunakan truk dan

    ada rencana pengiriman ke Lampung. Ketersediaan benih diperkirakan ada

    di akhir bulan Maret. Setelah dikonfirmasi pada akhir bulan Maret PDTrubus

    Gumelar ternyata belum panen benih kedelai, diperkirakan panen kedelai

    pada pertengan bulan April

    3) Korelasi Uji Tetrazolium dengan Daya Berkecambah Benih Kedelai,

    a. Pengambilan benih kedelai varietas Grobogan, Argomulyo, Burangrang,

    Dering 1, Gema dan varietas Kaba ke Balai Penelitian Kacang dan Umbi

    (Balitkabi) Malang

    b. Penyiapan sampel uji yang terdiri dari tahap homogenisasi dan

    pengemasan benih kedelai varietas Grobogan, Argomulyo, Burangrang,

    Dering 1, Gema dan varietas Kaba

  • c. Sampel uji yang disiapkan meliputi sampel uji awal, sampel uji

    heterogenitas, sampel uji banding antar analis Balai Besar PPMB-TPH,

    serta sampel uji stabilitas.

    4) Verifikasi Pengujian Daya Berkecambah Pada Beberapa Varietas Benih

    Kedelai pada Media Kertas dan Pasir,

    a. Pengambilan benih kedelai varietas Grobogan, Argomulyo, Burangrang,

    Dering 1, Gema dan varietas Kaba ke Balai Penelitian Kacang dan Umbi

    (Balitkabi) Malang

    b. Penyiapan sampel uji yang terdiri dari tahap homogenisasi dan

    pengemasan benih kedelai varietas Grobogan, Argomulyo, Burangrang,

    Dering 1, Gema dan varietas Kaba

    5) Penentuan Batas Maksimum Nematoda Parasit Aphelenchoides besseyi

    pada Benih Padi untuk Standar Mutu Kesehatan,

    Telah dilakukan pengumpulan bahan dan informasi yang terkait dengan

    kegiatan Pengembangan Metode tersebut, berupa artikel-artikel dan

    pembelian benih padi sebanyak 26 lot terdiri dari varietas : IR-64, Situ

    Bagendit, Inpari Sidenuk, PB-42, Cilamaya Muncul, Ciliwung, Mekongga

    yang masing-masing benih lebih dari satu lot benih untuk diuji.Dari hasil

    pengujian nematoda terbawa benih benih, beberapa benih tidak

    mengandung nematoda Aphelenchoides besseyi, misal varietas Mekongga,

    PB 42 dan Ciliwung, varietas lainnya mengandung A. besseyi, tetapi belum

    sesuai dengan kebutuhan. Sampel yang diperlukan adalah setidaknya

    mengandung A. besseyi 300 spesimen per 400 butir benih padi. Untuk

    memenuhi kebutuhan sampel tersebut, maka diperlukan seleksi sampel-

    sampel padi yang lainnya

    6) Verifikasi Pengujian Nematoda Aphelenchoides besseyi Terbawa Benih

    Padi,

    a. Penyiapan bahan dan alat pengujian nematoda terbawa benih untuk

    pengujian pendahuluan dalam rangka seleksi lot benih.

    b. Diperoleh contoh benih padi berupa 1 lot benih padi varietas Paktiwi 1,

    dan 2 lot benih padi varietas IR-64.

    7) Verifikasi Metode ISTA No 011 Deteksi Pyricularia oryzae pada Benih Padi,

  • a. Pengumpulan bahan dan informasi mengenai ketersediaan sumber

    benih padi yang digunakan sebagai inokulum pada tanggal 10 Maret

    2016. Benih padi yang digunakan diambil dari pertanaman padi sawah

    di daerah Cianjur. Benih dengan varietas Ciherang berumur kurang

    lebih 90 hari (10 hari sebelum masa panen). Selain benih, juga diambil

    bagian tanaman padi yang menunjukkan gejala serangan penyakit

    blast yaitu batang, tangkai malai dan daun. Berikut adalah hasil

    pengamatan gejala penyakit blast leher malai dan blast daun pada

    tanaman padi

    b. Persiapan pengujian untuk benih dan bagian tanaman yang bergejala,

    Uji pendahuluan dilakukan dengan proses pengujian pada bagian

    tanaman yang bergejala yaitu jaringan batang dan daun. Tahap

    pertama dilakukan perontokan benih, kemudian batang dan daun

    diambil dan dipotong-potong dengan ukuran 2 cm. Selanjutnya

    jaringan tanaman tersebut disterilisasi dengan larutan clorox 0,5% dan

    dibilas air steril 2 kali, kemudian ditempatkan di atas kertas saring

    lembab pada cawan petri berdiameter 10 cm (metode Blotter Test)

    c. Deteksi cendawan target, pengujian cendawan pada bagian tanaman

    dilakukan di laboratorium untuk mengetahui apakah tanaman padi

    benar-benar terserang penyakit blast. Cendawan penyebab penyakit

    blast yaitu Pyricularia oryzae (P. oryzae). Dari hasil pengamatan di

    bawah mikroskop ditemukan cendawan target (P. oryzae) pada bagian

    batang, sedangkan pada daun tidak ditemukan cendawan tersebut.

    Pada jaringan batang dan daun, selain cendawan target, ditemukan

    pula beberapa cendawan lain seperti Nigrospora oryza, Cladosporium

    sp, Curvularia sp, Alternaria padwickii, Tricothecium sp, dll. Kesimpulan

    yang diperoleh adalah bahwa tanaman padi yang digunakan sebagai

    sumber inokulum positif terserang penyakit blast, dan diduga benih padi

    juga berpotensi untuk terinfeksi P. oryzae

    8) Verifikasi Pengujian Kemurnian Genetik Padi Hibrida Secara Molekuler

    Menggunakan Penanda Mikrosatelit,

  • a. Tahap persiapan verifikasi metode adalah penerimaan bahan dan

    sarana pengujian guna menyiapkan reagen bahan pengujian terkait

    seperti primer SSR, PCR master mix, buffer TAE serta reagen

    elektroforesis/DNA lain.

    b. Tahapan kegiatan pada verifikasi metode kemurnian genetik padi

    hibrida

    9) Verifikasi Kapasitas Desikator dan Optimalisasi Jumlah Cawan dalam

    Penetapan Kadar Air (KA) Benih Padi,

    Tahapan kegiatan adalah melaksanakan pengujian dan verifikasi kapasitas

    desikator

    10) Kajian Masa Berlaku Label Benih Jagung yang disimpan di Cold Storage.

    a. Melaksanakan pengambilan benih bulan Maret 2016 dengan masa

    simpan di control storage mencapai 12 bulan (Maret 2015 Maret

    2016)

    b. Memasukkan Contoh Benih Jagung Hibrida yang disimpan dalam

    control storage untuk kemasan bulan Maret 2016 (simpan 11 bulan)

    dan open storage untuk kemasan bulan Maret 2015 Februari 2016

    untuk pengujian Kadar Air, Indeks Vigor dan Daya berkecambah

    (Gambar 15e). Daftar Contoh Benih jagung yang akan diuji sebanyak

    26 contoh benih untuk pengujian Kadar Air, Indeks Vigor dan Daya

    Berkecambah

    c. Menerima Laporan Hasil Uji Mutu Benih (Kadar Air, Daya Berkecambah

    dan Indeks Vigor) untuk pengujian yang dilakukan bulan Februari 2016

    (kemasan Bulan Februari)

    d. Menerima dan menginput Data Laporan Hasil Uji Mutu Benih (Kadar

    Air, Daya Berkecambah dan Indeks Vigor) untuk pengujian yang

    dilakukan bulan Februari 2016.

    2.2 Kegiatan Pendukung

    Untuk mencapai keberhasilan kinerja utama yang telah diperjanjikan sebagai

    prioritas, Balai Besar PPMB-TPH juga melaksanakan kegiatan-kegiatan

  • pendukung baik yang bersifat teknis maupun manajemen, sehingga target-

    target yang ditetapkan dalam upaya mensukseskan program Direktorat

    Jenderal Tanaman Pangan dapat tercapai. Kegiatan-kegiatan pendukung pada

    Triwulan I tahun 2016 adalah sebagai berikut:

    1. Fasilitasi Penerapan Sistem Mutu

    Fasilitasi penerapan sistem mutu telah dilaksanakan di 8 laboratorium

    (BPSBTPH) yaitu Papua, Gorontalo, Bali, Riau, Banten, Sulawesi Barat,

    Papua Barat dan Bangka Belitung berdasarkan standar SNI ISO/IEC

    17025:2008. Dengan kegiatan fasilitasi tersebut diharapkan kompetensi

    laboratorium meningkat dengan menghasilkan pengujian mutu benih tepat,

    akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai standar mutu yang telah

    ditetapkan berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2008. Pencapaian input

    kegiatan ini 4,13%, sedangkan output15,00% dari target 8 laboratorium

    terealisasi 8 laboratorium. Outcome yang diperoleh yaitu terlaksananya

    standardisasi penerapan sistem mutu laboratorium pengujian benih

    sebanyak 8 laboratorium.

    Kegiatan ini bertujuan memberikan fasilitasi penyusunan dokumen sistem

    mutu dalam rangka akreditasi laboratorium. Sampai saat ini hasil dari

    kegiatan ini, secara teknis Balai Besar PPMB-TPH telah menghantarkan 23

    (Dua puluh tiga) laboratorium BPSB-TPH mendapat status akreditasi dari

    Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan 4 (enam) laboratorium masih dalam

    proses akreditasi.

    Hasil fasilitasi yang telah dilaksanakan pada Triwulan I Tahun 2016 oleh

    Balai Besar PPMB-TPH secara rinci di laboratorium BPSBTPH adalah sebagai

    berikut:

    a. Melaksanakan rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan KPSM tahun 2016

    di Aula Balai Besar-PPMB-TPH pada tanggal 22 Maret 2016.

    b. Menyiapkan bahan pendukung fasilitasi 8 BPSB

    c. Penerapan sisitem menejemen mutu di BPSB berupa: contoh

    Dokumen Sistem Manajemen Mutu (Panduan Mutu, Dokumen Prosedur

  • dan Intruksi Keraja Alat), form cheklits Audit Internal, contoh lembar

    temuan asesmen, dan form penambahan ruang lingkup.

    d. Memberikan bimbingan tindakan perbaikan dan cara menyampaikan

    tindakan perbaikan ke Asesor pada personil Laboratorium BPSB

    Provinsi Gorontalo.

    e. Memberikan bimbingan tindakan perbaikan hasil ke Asesmen ke

    Laboratorium Balitsereal Maros Provinsi Sulawesi Selatan.

    2. Pelaksanaan Uji Profisiensi

    Balai Besar PPMB-TPH telah terakreditasi oleh KAN sebagai Laboratorium

    Penyelenggara Uji Profisiensi (LPUP) dengan nomor akreditasi UPP-001-

    IDN tanggal 22 Agustus 2011. Sebagai penyelenggara uji profisiensi maka

    LPUP Balai Besar PPMB-TPH menyelenggarakan kegiatan uji profisiensi

    untuk laboratorium penguji benih. Kegiatan bertujuan melakukan penilaian

    unjuk kerja laboratorium yang ikut serta dalam kegiatan pengujian

    tertentu. Manfaat mengikuti uji profisiensi bagi laboratorium peserta,

    antara lain untuk pengendalian mutu data uji secara berkala; memberikan

    motivasi untuk memperbaiki unjuk kerja dalam pengujian tertentu;

    meningkatkan kompetensi/kemampuan antar laboratorium dan dapat

    menjaga reputasi laboratorium dari hasil yang tidak sesuai standard.

    Dengan uji profisiensi tersebut diharapkan laboratorium yang sudah

    diakreditasi memperoleh data hasil pengujian yang akurat dan sesuai

    standar. Pencapaian input kegiatan ini 10,25%, sedangkan output15,42%

    dari target 35 laboratorium. Outcome yang diperoleh yaitu data unjuk

    kerja/kinerja laboratorium peserta sebanyak 35 laboratorium.

    Dari hasil evaluasi Triwulan I penyelanggaraan Uji Profisiensi adalah

    sebagai berikut:

    a. Mengkompulir melakukan verifikasi permintaan kode billing

    pembayaran sebanyak 8 laboratorium penguji yaitu PT. BISI

    Interrnational Tbk unit Tulungrejo, PT. BISI Interrnational Tbk unit

    Sumberagung, UPTD BPSBT Prov. Jambi, PT. Agri Makmur Pertiwi,

  • BPSB Prov. Kalimantan Selatan, UPTD BPSB Prov. D.I.Yogyakarta,

    UPTD BPSBTPH Prov. Sulawesi Tenggara, dan UPTD BPSB Prov.

    Sumatera Utara; dan menerima pembayaran Uji Profisiensi 2016

    sebanyak 6 laboratorium penguji yaitu UPTD PSBPT Prov. Jambi, PT.

    Agri Makmur Pertiwi PT. BISI International Tbk unit Tulungrejo, PT.

    BISI Interrnational Tbk unit Sumberagung, BPSB Prov. Kalimantan

    Selatan, dan BPSB Prov.Sulawesi Tenggara.

    b. Menyelesaikan administarsi pembayaran benih Uji Profisiensi tahun

    2016 ke PT. BISI International Tbk.

    c. Menginventarisasi permohonan pendaftaran Uji Profisiensi 1 Lab (BPSB

    Prov. Papua Barat) dan BPSB Sulawesi Tenggara.

    d. Uji Homogenitas benih padi dan benih cabai.

    3. Pelayanan perkantoran telah direalisasikan seluruhnya yang terdiri dari

    pembayaran gaji dan tunjangan sebanyak 75 orang pegawai serta

    penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran selama 1

    tahun. Capaian input17,18%, output25,00% dan outcome yang diperoleh

    yaitu meningkatnya kesejahteraan dan kinerja pegawai Balai Besar PPMB-

    TPH sebanyak 780 OB.

    4. Penyusunan program dan rencana kerja telah direalisasikan meliputi

    kegiatan penyusunandokumen rencana kerja (TOR, ROPAK, Juknis, dan

    RKT) dan penyusunan anggaran/Renja-KL (RKAKL s.d DIPA TA.

    2016),serta melakukan revisi DIPA dan POK dalam rangka

    refocusingPencapaian inputdari kegiatan ini sebesar 27.17%, output30%

    dan outcome yang diperoleh adalah meningkatnya kualitas program dan

    rencana kerja Balai Besar PPMB-TPH sebanyak 1 Rancangan.

    5. Pembuatan buku pedoman/literatur sebanyak 1 judul buku dari target 1

    judul buku, realisasi kegiatan pembuatan buku literatur pada Triwulan I

    dalam tahapan persiapan yaitu melakukan rapat tim penyusun buku

    membahas mengenai outline buku literatur berjudul Pedoman Teknis

    Pengambilan Contoh Benih dan Pengujian/Analisis Mutu Benih Tanaman

  • Pangan dan Peralatan Laboratorium Pengujian Mutu Benih. Rencana

    penyusunan buku literatur meliputi pembelian buku referensi pada Bulan

    Mei 2016, koordinasi dengan narasumber serta rencana pencetakan buku

    literatur pada bulan Juli 2016. Capaian input sebesar 0,0%, sedangkan

    output 5% dan outcome yang diperoleh meningkatnya ketersediaan

    referensi/pedoman dalam pengujian mutu benih tanaman pangan dan

    hortikultura.

    6. Pelayanan pengujian mutu benih telah direalisasikan dalam rangka

    melayani pengujian mutu benih dari berbagai pihak baik internal maupun

    eksternal dengan di dukung oleh 8 (delapan) laboratorium yang dimiliki

    Balai Besar PPMB-TPH. Jumlah sampel yang diuji sebanyak 267 sampel

    dari target 1.000 sampel dengan pengujian yang dilakukan meliputi :

    penetapan kadar air, analisis kemurnian, penetapan berat seribu butir,

    pengujian daya berkecambah, pengujian kesehatan benih dan lain-lain.

    Pencapaian indikator input8,38%, output31.76%, dan outcome yang

    diperoleh yaitu meningkatnya pelayanan pengujian mutu benih kepada

    pelanggan baik uji servis maupun untuk mempertahankan ruang lingkup.

    Pelayanan pengujian mutu benih kepada customer baik internal maupun

    eksternal.

    7. Uji petik mutu benih yang beredar dilakukan untuk mengevaluasi tingkat

    mutu benih yang beredar di pasaran dan salah satunya adalah pengawasan

    mutu dari realisasi bantuan pemerintah pusat. Balai Besar PPMB-TPH

    melakukan uji petik mutu benih yang beredar dan selanjutnya melakukan

    pengujian di laboratorium untuk mengetahui tingkat mutu benih tersebut

    sehingga dapat diketahui kondisi mutu benih yang beredar di beberapa

    wilayah di Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan juga sebagai bahan

    masukan bagi pimpinan dalam menyusun pengembangan metode

    pengawasan pemasaran.

    Dari hasil kegiatan uji petik Triwulan Idalam proses penyusunan proposal

    serta jadwal palang rencana operasional uji petik mutu benih yang beredar.

    Capaian input dari kegiatan ini sebesar 5,18%, output7%.

  • 8. Koleksi varietas,IPTB dan DNA telah menyusun menyusun rencana

    kegiatan koleksi varietas terutama menetapkan jenis koleksi dan sumber

    koleksi, pencapaian input kegiatan 5,26%, sedangkan output10,0%.

    9. Standarisasi laboratorium telah direalisasikan dengan pencapaian input

    kegiatan ini 1,88%, sedangkan output5,63% dan outcome yang diperoleh

    yaitu meningkatnya kompetensi institusi Balai Besar PPMB-TPH. Kegiatan

    ini meliputi :

    a. Penguatan organisasi laboratorium pengujian benih telah dilaksanakan

    oleh asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sehingga ruang

    lingkup pengujian tetap terpelihara, dengan demikian sertifikat

    akreditasi laboratorium dapat dipertahankan. Untuk melayani

    pengujian mutu benih kepada pelanggan dan untuk mendapatkan hasil

    uji yang tepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.Realisasi

    kegiatan pada Triwulan I yaitu penarikan doksistu revisi lama dan

    distribusi doksistu penguji benih edisi 3 revisi termuktakhir dan

    konsultasi terkait keputusan hasil survailen Laboratorium Penguji Benih

    Balai Besar PPMB-TPH tahun 2017 ke KAN dan menerima surat

    keputusan hasil survailen II Nomor 1314/3.a2/LP/03/16 tangal 28

    Maret 2016 tentang Pemberitahuan Hasil Survailen dari KAN dengan

    keputusan masih dapat mempertahankan status akreditasi.

    b. Lembaga penyelenggara uji profisiensi telah mendapatkan sertifikat

    akreditasi/registrasi dari KAN sehingga kompetensi sebagai

    penyelenggara uji profisiensi telah diakui dengan pencapaian

    diperolehnya sertifikat akreditasi laboratorium penyelenggara uji

    profisiensi.

    Realisasi kegiatan pada Triwulan I 2016 yaitudistribusi Dokumen

    Sistem Manejemen Mutu Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP) Balai

    Besar PPMB-TPH edisi 4 revisi termutakhir sesuai elemen kegiatan

  • c. Keanggotaan dalam organisasi internasional Balai besar PPMB-TPH

    telah berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan uji profisiensi yang

    diselenggarakan oleh ISTA

    Realisasi kegiatan pada Triwulan I 2016 yaitu :

    a) Mengirim surat pengantar pengambilan benih dan mengambil

    benih ISTA PT 16-1 Helianthus annuus di Karantina Pertanian

    Wilayah Kerja Kantor Pos Pasar Baru.

    b) Mengirimkan benih Uji Profisiensi ISTA PT 16-1 Helianthus annuus

    ke penanggung jawab Dokumentasi dan Kodefikasi untuk

    dilakukan porse penguian.

    c) Menerima hasil akhir PT 15-3 Oryza sativa dengan hasil

    Germination (A), Purity (A), dan Other Determinition (B).

    d) Menerima surat pemberitahuan rencana pelaksanaan Uji

    Profisiensi ISTA tahun 2017-2019.

    e) Mengajukan permohonan pengeluaran benih padi untuk deteksi

    Aphelenchoides besseyi.

    f) Mengajukan permohonan pemasukan benih padi dalam rangka

    verfikasi metode ISTA no.011 Deteksi Pyricularia oryzae pada

    benih padi.

    10. Penerbitan majalah/buletin vigor telah melakukan pengumpulan dan

    editing bahan buletin vigor edisi 1 sebanyak 2 dengan judul yaitu 1).

    Korelasi Status Kesehatan Benih Padi dengan Serangan Penyeakit BLB

    (Bakterial Leaf Blight) dan 2). Verifikasi Penetapan Kadar Air dengan

    Empat Jenis alat Ukur Mousteur Meter. Melalui buletin Vigor, dapat

    disampaikan hasil pengembangan dan pengujian mutu benih serta

    informasi berbagai aktivitas Balai Besar. Capaian input0,97%, sedangkan

    output15%.

    11. Bimbingan teknis, Bimbingan Teknis Analis Laboratorium (PPC)telah

    direalisasikan dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang sesuai target

    yang telah ditetapkan. Peserta berasal dari BPSBTPH maupun swasta

    dengan tujuan meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia Pengawas

  • Benih Tanaman (PBT) dalam pengujian mutu benih di laboratorium.

    Capaian input2,03%, sedangkan output45,33% dan outcome yang

    diperoleh yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan PBT

    sebanyak 40 orang

    12. Administrasi Pelaksanaan Kegiatan telah direalisasikan sesuai target

    dengan dilaksanakannya kegiatan ini maka hak-hak dari pegawai yang

    berkaitan dengan pengelolaan keuangan/Satker dapat dilaksanakan

    sesuai dengan ketentuan yang berlaku seperti pengelolaan administrasi

    satuan kerja Balai Besar PPMB-TPH dan pemberian honorarium Kuasa

    Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitemen, Pejabat Pembuat

    Tagihan dan Penandatangan SPM, Bendahara Pengeluaran, Bendahara

    Penerimaan PNBP dan Staf Pengelola keuangan. Capaian input14,49%,

    sedangkan output31,38% dan outcome yang diperoleh yaitu

    meningkatnya akuntabilitas dan pengelolaan administrasi satuan kerja

    Balai Besar PPMB-TPH selama 3 bulan

    13. Laporan Kegiatan Pengembangan Metode Pengujian dan Penerapan

    Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih

    a. Penyusunan databasetelah melakukan entri data pengujian mutu benih

    sebanyak 3 jenis pengujian mutu benih yaitu uji servis, uji profisiensi

    dan uji petik. Capaian input23.25%, output30%.

    b. Kegiatan pameran pertanian telah melakukanpengadaan bahan

    pameran yang direncanakan akan selesai pada bulan April 2016.

    Kegiatan pameran direncanakan pada tanggal 23-25 Mei 2016 di Balai

    Besar Peramalan Organisme Penganggu Tanaman (POPT) Jatisari dan

    tanggal 26-29 Mei 2016 di Jogja Expo Center (JEC) Jogjakarta, serta

    pada bulan September di Surabayadengan tujuan mempublikasikan

    kegiatan Balai Besar PPMB-TPH pada khususnya dan pengembangan

    perbenihan pada umumnya. Capaian input0,39%, output5%.

    c. Laporan Bulanan, SIMONEV, LAKIP, SPI dan Laporan Tahunantelah

    direalisasikan sebanyak 3 laporan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan

  • penyusunan laporan bulanan dan SIMONEVsebagai bahan evaluasi

    untuk melihat perkembangan kegiatan dan mencari solusi terhadap

    permasalahan yang dihadapi. Pencapain indikator input11.77%,

    output14,46% dan outcome yang diperoleh meningkatnya kualitas

    pelaporan dan akuntabilitas kinerja Balai Besar PPMB-TPH sebanyak 12

    laporan yang disusun setiap bulan selama 1 tahun.

    d. Pelaksanaan sistem Pengendalian Intern terhadap seluruh aspek baik

    teknis maupun administrasi sebagai bahan evaluasi internal bagi

    pimpinan telah direalisasikan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan

    penyusunan laporan Sistem Pengendalian Intern dalam bentuk laporan

    triwulan terhadap pelaksanaan pengendalian intern Balai Besar PPMB-

    TPH. Pencapaian indikator input4.47%, output5.

    e. Pengelolaan urusan Kepegawaian dan tata usaha telah direalisasikan

    dalam bentuk pelaksanaan kegiatan penyusunan laporan Urusan

    Kepegawaian dan tata usaha. Pencapaian indikator input10.06%,

    output25%.

    f. Laporan SAI dan SABMN telah melakukan proses kegiatan penyusunan

    Laporan SAI dan SABMN dalam rangka tertib administrasi dan

    pengamanan aset negara. Pencapaian indikator input9.38%,

    output11%.

    14. Pengadaan alat pengolah data dan komunikasi telah direalisasikan

    sebesar 100% yaitu dengan tersedianya laptop, komputer, dan UPS

    sebanyak 12 unit dalam proses pengiriman. Pencapaian indikator

    input0%, output75%.

    15. Pengadaan Peralatan dan fasilitasi perkantoran dalam proses pengajuan

    penawaran LKPP berupa Perlengkapan Sarana Gedung & Inventaris

    Kantor serta alat laboratorium sebanyak 65 unit. Pencapaian indikator

    input0%, output15%.

    16. Gedung/bangunan telah direalisasikan sebesar 35% yaitu dengan

    rehabilitasi pagar kantor seluas 94 M2, dan pembuatan guest house

    dalam proses negosiasi kontrak seluas128 M2. Pencapaian indikator

    input0%, output3,94%

  • Berdasarkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran dari keseluruhan

    kegiatan, rata-rata sudah mencapai target yang ditetapkan. Tingkat

    pencapaian tujuan dan sasaran ini terutama, dengan telah diselesaikannya

    seluruh kegiatan administrasi maupun teknis yang dibiayai dari anggaran

    Balai Besar PPMB-TPH Tahun 2016. Realisasi keuangan sampai dengan

    Triwulan I (31 Maret 2016) mencapai Rp. 1.241.672.385,- (Satu milyar dua

    ratus empat puluh satu juta enam ratus tujuh puluh dua ribu tiga ratus

    delapan puluh limarupiah) atau 11,66 %, sedangkan realisasi fisik mencapai

    21,16 %.

    Secara rinci persentase pengukuran kinerja dari masing-masing kegiatan

    Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu

    Lab Pengujian (Balai Besar BPPMB-TPH) dapat dilihat pada tabel 1.

    Tabel 1. Prosentase Pengukuran Kinerja antara capaianinput, output dan outcome

    Kegiatan Utama Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Pengembangan Metode dan Validasi Metode

    10 0 - - - Pengembangan metode merupakan kegiatan penelitian

    yang fisiknya baru akan selesai pada bulan

    Oktober/Nopember, Progres kegiatan Triwulan I mencapai

    10%

    Kegiatan Pendukung

    Rancangan kerja Pengembangan Pengujian

    Mutu Benih TPH (rancangan)

    1 0

    Pedoman/literatur (Pedoman)

    1 0

    Pelayanan pengujian mutu benih (Sampel)

    1000 267

    Koleksi varietas/IPTB/DNA (Koleksi)

    55 0

    Fasilitasi penerapan sistem

    mutu (Laboratorium)

    8 0

    Standarisasi Laboratoium

    (Sertifikat)

    4 0

    Uji petik mutu benih yang beredar (Sampel)

    90 0

    Bimbingan Teknis (Orang) 85 40

    Administrasi pelaksanaan

    kegiatan (Bulan)

    12 3

  • Jurnal /Majalah Vigor (Edisi)

    3 0

    Laporan Kegiatan Pengembangan Metode

    Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Lab. Pengujian Benih

    (Laporan)

    45 3

    Jumlah Lab yang Melaksanakan Uji Profisiensi (Laboratorium)

    35 0

    Layanan Perkantoran (Bulan)

    12 3

    Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi (Unit)

    12 0

    Peralatan dan Fasilitasi

    Perkantoran (Unit)

    72 0

    Gedung/Bangunan (m2) 222 0

  • Lampiran 1.

    TW I TW II TW III TW IV

    10 0

    PEMANTAUAN PERKEMBANGAN CAPAIAN INDIKATOR KINERJA BALAI BESAR PPMBTPH TAHUN 2016TRIWULAN I

    Progres kegiatan

    pada triwulan I

    mencapai 10%.

    Pengembangan metode

    merupakan kegiatan

    penelitian yang fisiknya

    baru akan selesai pada

    bulan

    Oktober/Nopember.

    Jumlah metode pengujian

    mutu benih tanaman pangan

    (Metode)

    Keterangan **) Permasalahan

    1 Berkembangnya Metode

    Pengujian Mutu Benih dan

    Penerapan Sistem Mutu

    Laboratorium Pengujian Benih

    Tanaman Pangan dan

    Hortikultura.

    No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target

    Realisasi TriwulanKemajuan

    Pelaksanaan *) (%)

  • Lampiran 2.

    INDIKATOR KINERJA : JUMLAH METODE PENGUJIAN MUTU BENIH TANAMAN PANGAN 10 METODE

    TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV

    1 Rancangan kerja Pengembangan Pengujian Mutu Benih TPH (rancangan) 1 0 62.440 16.964

    2 Pedoman/literatur (Pedoman) 1 0 27.010 0

    3 Pengembangan metode dan validasi metode (metode) 10 0 550.660 42.351

    4 Pelayanan pengujian mutu benih (Sampel) 1.000 684 155.150 12.999

    5 Koleksi varietas/IPTB/DNA (Koleksi) 55 0 22.800 1.200

    6 Fasilitasi penerapan sistem mutu (Laboratorium) 8 0 149.180 6.155

    7 Standarisasi Laboratoium (Sertifikat) 4 0 224.690 4.220

    8 Uji petik mutu benih yang beredar (Sampel) 90 0 39.550 2.050

    9 Bimbingan teknis (Orang) 85 40 167.350 3.460

    10 Administrasi pelaksanaan kegiatan (Bulan) 12 3 1.393.467 201.965

    11 Jurnal /majalah Vigor (Edisi) 3 0 72.480 700

    12 Laporan kegiatan Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan

    Penerapan Sistem Mutu Lab. Pengujian Benih (Laporan)

    45 3 763.415 33.909

    13 Jumlah Lab yang melaksanakan uji profisiensi (Laboratorium) 35 0 181.174 18.571

    14 Layanan perkantoran (Bulan) 12 3 5.223.134 897.130

    15 Perangkat pengolah data dan komunikasi (Unit) 12 0 143.600 0

    16 Peralatan dan fasilitasi perkantoran (Unit) 72 0 658.000 0

    17 Gedung/bangunan (M2) 222 0 815.900 0

    Keterangan

    1. Adanya refocusing dan proses revisi anggaran diawal tahun menyebabkan bergesernya jadwal pelaksanaan kegiatan dan proses pengadaan belanja modal

    2. Pengembangan metode merupakan kegiatan penelitian yang fisiknya baru akan selesai pada bulan Oktober/Nopember

    Kegiatan Pendukung No

    Fisik Anggaran (Rp.000)

    TargetRealisasi

    PaguRealisasi