Pel 1 evang.oikos

Click here to load reader

  • date post

    21-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.055
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Pel 1 evang.oikos

  • 1. Pelajaran 1 EVANGELISASI OIKOSA. Evangelisasi 1. Pentingnya Evangelisasi 2. Kebutuhan Evangelisasi Saat ini 3. Model Evangelisasi yang ideal dewasa iniB. Evangelisasi Oikos 1. Apakah Evangelisasi Oikos itu. 2. Evangelisasi Oikos dalam Kitab Suci 3. Keuntungan Evangelisasi Oikos 4. Proses Evangelisasi oikos 5. Momen Penting dalam Evangelisasi OikosC. 1. Refleksi 2. Bahan Diskusi 3. Bahan Studi 4. Survei Pribadi 5. Tugas 1

2. Kami ingin menegaskan sekali lagi bahwa tugas evangelisasi semua orang menjadi bagian penting misi gereja-Paus Paulus VI-Gereja masa depan ialah gereja yang dibangun dari bawah oleh komunitas dasar -Karl Rahner-EVANGELISASI OIKOS2 3. A. EvangelisasiEvangelisasi atau Penginjilan berarti membawa Kabar Gembira kedalam seluruh lapisan hidup manusia dan memperbaharui manusia daridalam.1 Evangelisasi juga mempunyai maksud secara explisit yaitu secaraterang-terangan mewartakan Kabar Gembira dan mengajak orang-oranguntuk mengalami pertobatan yang dapat merubah hidupnya.A.1Pentingnya Evangelisasi.Evangelisasi merupakan tugas perutusan yang diamanatkan olehYesus sendiri sebelum kenaikanNya ke surga: KepadaKu telah diberikansegala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semuabangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak danRoh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telahKuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasasampai kepada akhir zaman. Mat.28:18-20. Kata-kata kunci: Pergilah.,Jadikanlah muridKu.., Baptislah.., Ajarlah.., Ketahuilah..!Kita dipanggil untuk pergi ke dalam dunia yang penuh ketegangan, luka-luka dan dosa serta membawa kembali domba-domba yang sesat dankelaparan. Paulus sendiri sungguh-sungguh menyadari akan tugas ini.Jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untukmemegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jikaaku tidak memberitakan Injil. I Kor.9:16. Kata-kata Paulus inidibuktikannya dengan gigih memberitakan Injil, walaupun harus menderita,dipenjara, bahkan dihukum mati pancung kepala. Bagi Paulus hidupadalah Kristus mati adalah keuntungan Flp.1:21. Di tengah dunia dewasaini evangelisasi merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak.Pada jaman gereja awali, evangelisasi merupakan hal yang ter-penting. Waktu itu orang kristen menganggap dirinya sebagai umat yangdiutus, sebagai terang dan ragi. Mereka tahu bahwa gereja ada karenaumat terlibat dalam evangelisasi, seperti api ada karena menyala.Demikian juga gereja ada karena umatnya menyala-nyala oleh Roh Kudusdalam penginjilan. Hasilnya meskipun ditengah-tengah kesulitan, dalamwaktu singkat kekristenan dapat menaklukkan sebuah kekaisaran romawi.Fakta historis yang sudah berlangsung selama 2000 thnmembuktikan bahwa agama kristen mampu mengubah suatu masyarakat,mampu mengubah kehidupan suatu negara atau bahkan negara-negara.1Evangelii Nuntiandi 18.3 4. Perubahan itu tidak terjadi lewat deklarasi prinsip-prinsip yang disebar-luaskan melalui media komunikasi, pernyataan-pernyataan ataupun dialogdengan para penguasa politik, melainkan melalui kuasa cinta kasih danevangelisasi yang mengubah hati manusia. Pada awalnya manusia-manusiaitu tersentuh oleh cinta kasih Tuhan dan kuasa Injil sehingga hidupnyaberubah, sesudah itu masyarakat sipil mengikuti perubahan denganmengubah hukum-hukumnya. Perubahan yang radikal dari hatilah yangakan mampu mengalahkan kondisi-kondisi penghambat yang ada dalammasyarakat yang bukan kristen atau yang sudah bukan kristen lagi. Hal itudapat terwujud apabila ada semangat evangelisasi dalam gereja. Pada tahun 1974 Paus Paulus VI telah mengungkapkan kebutuhanakan penginjilan dalam ensiklik Evangelii Nuntiandi yang berisi tentangevangelisasi dalam dunia modern. Kemudian dalam pelbagai kesempatanPaus Yohanes Paulus II telah berkali-kali menekankan akan perlunya suatuEvangelisasi Baru yang bersifat langsung. Evangelisasi Baru berbedadengan Evangelisasi Indirek yang pada beberapa dekade yang lalu di-mengerti dan ditekankan sebagai penginjilan tanpa pewartaan, tetapipenginjilan melalui karya-karya sosial dan karitatif. Evangelisasi Baruberarti baru dalam cara, baru dalam semangat, baru dalam subjeknya danbaru dalam sasaran. Sasaran evangelisasi baru adalah orang kristen yangkehidupannya bukan kristen lagi, sehingga pada mereka perlu diadakanpenginjilan kembali atau re-evangelisasi. Akan tetapi tidak menutupkesem-patan untuk evangelisasi bagi mereka yang belum mengenal Kristus.Fakta di Amerika hanya ada 12% dari orang-orang yang beragama yangsungguh-sungguh berdedikasi spiritual tinggi. Orang-orang lain padaumumnya tidak begitu berbeda dengan orang-orang yang tidak beragamaatau kafir, namanya saja yang kristen tapi perbuatan, cara hidup dan caraberpikirnya masih kafir. Akan tetapi mereka yang berdedikasi spiritualtinggi itu semangat evangelisasinya sangat kecil. Menurut statistik,kehidupan orang-orang yang berdedikasi spiritual tinggi tersebut adalah: mereka lebih puas dengan keadaan hidupnya mereka jauh lebih bahagia daripada orang-orang lain mereka lebih mengutamakan hidup keluarga mereka lebih dapat menghargai suku dan agama lain mereka juga sungguh memperhatikan perbaikan masyarakat. Mereka melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan karitatif.A.2Kebutuhan Evangelisasi saat ini. 4 5. Dewasa ini, sekurang-kurangnya sejak beberapa abad yang lalu,penginjilan dalam gereja Katolik diartikan sebagai misi. Misi berartisuatu kegiatan penginjilan di tanah orang non kristen atau di pelosok-pelosok negeri atau di bagian kota yang kotor. Misi ini dipandang sebagaipekerjaan orang-orang tertentu yaitu imam, biarawan-biarawati ataupunkatekis, bukan oleh anggota gereja biasa. Sesungguhnya Misi itumerupakan ciri khas gereja. Gereja tidak mungkin ada dan berkembangtanpa misi atau evangelisasi itu. Persoalannya adalah bagaimana kita dapatmenyadari bahwa gereja itu adalah misi dan umatnya adalah misionaris.Padahal oleh pembaptisan setiap orang mengambil bagian dalam imamatKristus, dalam perutusanNya sebagai nabi dan raja. 2 Yang disebutmisionaris bukan hanya orang-orang tertentu tetapi setiap anggota gereja.Gereja saat ini membutuhkan anggota-anggota yang dapatmemberikan kesaksian yang efektif tentang imannya dalam perkataan danperbuatan, jika berhadapan dengan dunia yang tidak beriman ini. Gerejamembutuhkan umat kristen yang tahu bahwa mereka sedang berperanguntuk keselamatan jiwa-jiwa manusia, yang tahu juga bahwa untuk dapatmenjalankannya mereka harus memasuki komunitas supaya dapatdilengkapi. Karena tidaklah mungkin mereka dapat mewartakan Kristustanpa bantuan orang lain, tanpa komunitas. Yesus melalui gerejaNya sangatmengharapkan umatnya untuk mencari kesempatan membawa Injil Kristuskepada orang-orang yang tidak percaya dan tidak berdaya. Yesus tidakmengajak manusia untuk menjadi tokoh dan pendukung suatu lembagaagama dan mereka hanya seperti domba yang gemuk dan nyaman yangmenerima makanan terus dari gembalanya, tetapi Dia menghendaki supayamereka pergi bersama Dia dalam misi untuk menebus dunia. Orang yangtidak mau mengambil bagian dengan segenap hati dalam misiNya akanditinggalkanNya, meskipun mereka antusias terhadap ajaranNya danmengagumi kepribadianNya. Tuhan mau menyelamatkan manusia denganrela menjadi manusia. Dosa manusia ditebus oleh manusia Yesus yangmerupakan penjelmaan Allah itu sendiri. Dengan demikian kita dapatmelihat bahwa Allah mau menyelamatkan manusia melalui manusia pula.Dengan kerelaan untuk menginjil maka kita dapat mengambil bagian dalamkarya penyelamatan itu. Sesungguhnya hanya Yesus saja yang dapatmenyelamatkan manusia tetapi Dia juga mau melibatkan manusia di dalamkarya penyelamatan itu. Untuk itu Yesus mencari orang-orang yang relamemberikan diri dan hatinya untuk karya penyelamatan dan selanjutnyadiberiNya kekuatan, kemampuan, karunia dan rahmat di dalam pelaksana-2Katekismus Gereja Katolik 1268 5 6. annya. Semuanya itu dikerjakan oleh Roh Kudus, Dialah penggerak utamakarya evangelisasi.A.3Model Evangelisasi yang ideal dewasa ini Tujuan penginjilan sesungguhnya adalah pertobatan. Tetapi inibukan berarti mempertobatkan orang secara dangkal, seperti yang seringterjadi bahwa orang bertobat hanya sampai pada tahap emosional saja atauhanya sampai pada kulit saja. Pertobatan yang hanya sampai tahap inimudah luntur sehingga semangat berimannya berangsur-angsur hilang danakhirnya orang tersebut meninggalkan Tuhan dan gerejaNya. Yangdiharapkan dalam penginjilan ialah mempermudah proses pertobatanseseorang untuk sampai pada pertobatan sesungguhnya. Maksud daripertobatan sesungguhnya adalah setelah penghayatan bertahap yangdiawali pengalaman perjumpaan dengan Allah, pada gilirannya orangtersebut boleh mempertobatkan orang lain melalui kesaksian hidup,pengalaman iman dan juga pengetahuannya akan kebenaran. Akhirnyapertobatan itu bukan saja dalam relasinya dengan Tuhan tetapi harus jugabertobat dalam relasinya dengan sesama manusia, masyarakat dan dunia.Itulah sasaran evangelisasi di dunia yang sulit dewasa ini. Pertobatanseperti ini akan mampu merubah dunia. Hal itu sudah dilaksanakan olehumat gereja awali, yang dalam waktu relatif singkat mampu mempertobat-kan satu kekaisaran romawi sehingga dalam jangka waktu dua abad lebihhampir semua Eropah menjadi kristen. Pertobatan yang sesungguhnya itumerupakan suatu proses. Pertama-tama orang dibawah pada pengalamanperjumpaan dengan Allah yang menyadarkan akan Cinta Tuhan sehinggamemungkinkan dia terbuka terhadap Roh Kudus dan Roh Kudus itu dapatberkarya secara bebas. Pengalaman perjumpaan itu masih merupakan awalhidup baru di dalam Roh Kudus. Selanjutnya hidup baru itu masih perluditumbuhkan melalui latihan-latihan rohani dan kesetiaan dalam kasihpersaudaraan dalam suatu komunitas. Untuk dapat tumbuh dalam hiduprohani maka lingkungan hidup itu sangat mempengaruhi. Lingkunganhidup rohani yang baik akan memberikan pengaruh hidup rohani yang baikpula pada orang di sekitarnya. Yang dimaksudkan dengan lingkunganhidup itu ad