Pedoman penilaian dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan musrenbang

download Pedoman penilaian dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan musrenbang

of 22

  • date post

    12-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    7.718
  • download

    16

Embed Size (px)

description

cb

Transcript of Pedoman penilaian dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan musrenbang

  • 1. KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 050-187/Kep/Bangda/2007TENTANG PEDOMANPENILAIAN DAN EVALUASI PELAKSANAANPENYELENGGARAAN MUSYAWARAH PERENCANAANPEMBANGUNAN (MUSRENBANG) MENTERI DALAM NEGERIMenimbanga. bahwa dalam rangka pembinaan dan fasilitasi Pemerintah Daerah dalam pelaksanaanpenyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG), dalampenyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Rencana Kerja Pemerintahan Daerah(RKPD), yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih dansebagai strategi pembangunan daerah, serta kebijakan umum yang akan menjadi satu kesatuansistem Perencanaan Pembangunan Nasional;b. bahwa hasil pelaksanaan penyelenggaraan MUSRENBANG tersebut, dipandang perluuntuk dinilai dan dievaluasi, agar dalam penyelengaraan MUSRENBANG tersebut dapatmencerminkan perencanaan yang partisipatif, demokratis, transparansi, akuntabel,dankomprehensif;bahwa untuk keberhasilan pelaksanaan kegiatan penilaian dan evaluasi penyelengaraanMUSRENBANG sebagaimana pada butir a dan b, maka perlu disusun Pedoman Penilaian danEvaluasi Penyelenggaraan MUSRENBANG, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri DalamNegeri.

2. Daerah-daerah telah mengesahkan prosedur Musrenbang dalam bentuk Perda tentang Musrenbang atau Perda Partisipasi dan Transparansi demi memastikan keterwakilan yang lebih baik dari seluruh pemangku kepentingan.Hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam Musrenbang tentang alokasi sumberdaya anggaran. menimbang1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan NasionalDitetapkannya Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa setiap daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu dan tanggap terhadap perubahan (Pasal 2ayat 2), dengan jenjang perencanaan jangka panjang (25 tahun), jangka menengah (5 tahun) maupunjangka pendek atau tahunan (1 tahun), serta Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bab VII pasal 150 bahwa daerah wajib memiliki dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).Undang-Undang25/2004 tentang Sistem PerencanaanPembangunanNasional melembagakan Musrenbang di semua peringkat pemerintahan dan perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan tahunan. Menekankan tentang perlunya sinkronisasi lima pendekatan perencanaan yaitu pendekatan politik, partisipatif,teknokratis, bottom-up dan top down dalam perencanaan pembangunan daerah2. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Di tetapkan dalam undang-undang 27 tahun 2003 tentang keuangan Negara yang di mana dalam hal ini sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan.Keuangan daerah perlu di perhatikan mana kala dana yang di miliki Negara tidak mencukupi atau dengan kata lain tidak bisa melaksanakan pembangunan.3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 ini dibuat/di gunakan dengan maksud untuk menilai dan mengevaluasi secara cepat, praktis dan sistematis pelaksanaan penyelenggaraan Musrenbang Provinsi dan Kabupaten/ Kota sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)Undang-Undang No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah ini juga; meletakkan partisipasi masyarakat sebagai elemen penting untuk mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat; menciptakan rasa memiliki masyarakat dalam pengelolaan pemerintahan daerah; menjamin terdapatnya transparansi, akuntabililitas dan kepentingan umum;perumusan program dan pelayanan umum yang memenuhi aspirasi masyarakat. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah menciptakan kerangka bagi Musrenbang untuk dapat mensinkronisasikan perencanaan bottom-up dengan top down dan merekonsiliasikan berbagai kepentingan dan kebutuhan pemerintah daerah dan non pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan daerah.A. Histori musrenbang 4. Musrenbang adalah hasil assesmen paling penting terhadap usulan program yang prioritas dari masyarakat karena apa yang dihasilkan merupakan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Dijelaskan, mengacu pada aturan hukum yang berlaku, dalam hal ini UU No 25 Tahun 2004 tentang Strategi Perencanaan Pembangunan Nasional, maka partisipasi masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam merencanakan pembangunan sebagai bentuk dari proses demokrasi. Untuk itu, agar Musrenbang lebih bermakna serta kelanjutan pembangunan,Kita berharap kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mensinkronkan kegiatan yang ada di unit kerjanya dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dana yang ada di SKPD pemanfataannya lebih maksimal untuk kepentingan masyarakat. Wildan menambahkan bila suatu perencanaan sudah disusun dengan rapi dan matang diyakini sistem penyelenggaraan pemerintahan akan berlangsung baik sesuai dengan harapan masyarakat serta visi dan misi pemerintah daerah.Musrenbang kita tahu adalah proses musyawarah masyarakat tentang pembangunan daerah yang di laksanakan guna untuk mendapatkan suatu kesepakatan di antara masyarakat di setiap daerah yang akan di adakan pembangunan.Musrenbang adalah forum di mana masyarakat dapat menyampaikan aspirasi meraka,dalam proses pembangunan yang akan di laksanakan tentang bagaiman yang seharusnya di lakukan pemerintah serta sebaliknya yang harus di lakukan masyarakat dalam pembnguna yang akan di laksanakan.musrenbang adalah proses memajukan setiap daerah mulai dari desa/kelurahan,kecamatan,kabupaten/kota ,provinsi hingga pusat.B. Peranan dan Kedudukan Musrenbang Musrenbang RKPD merupakan wahana publik (public event) yang penting untuk membawa para pemangku kepentingan (stakeholders) memahami isu-isu dan permasalahan pembangunan daerah mencapai kesepakatan atas prioritas pembangunan, dan consensus untuk pemecahan 5. berbagai masalah pembangunan daerah.Musrenbang lazimnya dilaksanakan setelah selesainya tahap persiapan penyusunan rencana (analisis situasi dan rancangan rencana) dari keseluruhan prosesperencanaanpartisipatif. Musrenbang RKPDbertujuan menstrukturkan permasalahan,mencapai kesepakatan prioritas issu dan permasalahan daerah, serta mekanisme penanganannya.Musrenbang RKPD merupakan wahana untuk mensinkronisasikan dan merekonsiliasikan pendekatan top-down dengan bottom-up,pendekatan penilaian kebutuhan masyarakat (community need assessment) dengan penilaian yang bersifat teknis (technical assessment); resolusi konflik atas berbagai kepentingan pemerintah daerah dan non government stakeholders untuk pembangunan daerah, antara kebutuhan program pembangunan dengan kemampuan dan kendala pendanaan, dan wahana untuk mensinergikan berbagai sumber pendanaan pembangunan.Musrenbang RKPD disebut juga Musrenbangda, untuk tingkat kabupaten/kota disebut juga Musrenbang Kabupaten/Kota dan untuk tingkat provinsi disebut Musrenbang Provinsi. Musrenbang kabupaten/ kota merupakan puncak kegiatan musyawarah pembangunan yang diawali dari kegiatan Musrenbang Desa/Kelurahan, Musrenbang Kecamatan, dan Forum SKPD, sedangkan Musrenbang Provinsi dilaksanakan setelah pelaksanaan Musrenbang Kabupaten/Kota diwilayahnya, Forum SKPD Provinsi dan Rakornas RKP. Filosofi ( Tujuan dari musrenbang ) Peran dan fungsi Musrenbang ialah untuk mencapai konsensus dan kesepakatan mengenai:a. prioritas program dan kegiatan SKPD untuk dibahas dalam Forum SKPDb.penentuan perwakilan dari kecamatan yang akan menghadiri Musrenbang kabupaten. Pada tinggkat kabupaten kota Musrenbang bertujuan untuk mencapai consensus dan kesepakatan tentang draft final RKPD (Rencana Kerja Pemerintah 6. Daerah). Dokumen ini berisikan1. arah kebijakan pembangunan daerah.2. Arah program dan kegiatan prioritas SKPD berikut perkiraan anggarannya atauRenja (Rencana Kerja) SKPD.3. kerangka ekonomi makro dan keuangan.4. prioritas program dan kegiatan yang akan dibiayai oleh APBD, APBD Provinsi,dan sumber- sumber biaya lainnya5. rekomendasi dukungan peraturan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat.6. Alokasi anggaran untuk ADD. Selain itu pada tingkat kecamatan dan kabupaten/kota terdapat pula kegiatan serupa yang disebut Forum SKPD, yang membahas sektor-sektor spesifik seperti kesehatan dan pendidikan.Kegiatan ini memungkinkan setiap SKPD memadukan program-program mereka dengan perspektif dan prioritas masyarakat.Hasil dari Musrenbang kecamatan menjadi bahan diskusi pada Forum SKPD, dan hasilnya kemudian dibawa ke Musrenbang kabupaten/kota untuk dibahas lebih lanjut.Didalam kaitannya denganprosespembangunan nasionaluntuk perencanaan pembangunan yang dituangkan didalam tahapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Rencana kerja Pembangunan (RKP) dan APBN/D merupakan bagian dari sebuah kebijakan publik yang dikuatkan dengan Undang- Undang atau Perda. Produk-produk dokumen perencanaan tersebut merupakan bagian dari kebijakan publik sebab implikasi dari produk-produk perencanaan tersebut adalah masyarakat karena pada hakekatnya pembangunan dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyakat. Hal tersebut sesuai dengan intisari dari kebijakan publik yang telah disebutkan diatas, bahwaDokumen-dokumen perencanaanpembangunan menetapkan tindakan-tindakan 7. pemerintah dimasa datang, mempunyai visi, misi dan tujuan yang jelas serta senantiasa ditujukanuntuk kepentingan seluruh anggota masyarakat. Perencanaan pembangunan yang ditujukanuntuk kepentingan masyarakat tidak akan berhasil tanpa peran serta masyarakat didalampembuatan perencana