Pedoman pengorganisasian Tim K3 edit.docx

of 46 /46
Menginga t KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG Nomor : ........................................ Tentang: PEDOMAN PENGORGANISASIAN TIM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG Direktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung setelah : Menimbang : 1 Bahwa Perlu dibuat pedoman pengorganisasian K3 sesuai dengan hasil evaluasi tim K3RS serta mengacu pada standar akreditasi versi 2012 2. Bahwa tim K3 RS telah menyusun pedoman pengorganisasian tim K3 RS dan agar pedoman pengorganisasian tim K3 tersebut agar memiliki kekuatan hukum, perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah 2. Undang-undang No. 1 Th 1970 tentang Keselamatan Kerja. 3. Undang-undang No. 36 Th 2009 tentang Kesehatan 4. Undang-Undang No 44 Th 2009 tentang Rumah Sakit 5. Peraturan MENAKER No. 5/Men/1996 tentang Sistem Menejemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 6. Keputusan Dir. Jen. PPM dan PLP No. HK .00 .06.6.44 Tahun 1993 Unit Kerja di Rumah Sakit sebagaimana ditetapkan dalam UU N. 1 Th 1970. 7. Keputusan MENKES Nomor 876/MenKes/SK/VIII/2001 tentang Pedoman 'Teknis Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan. 8. Keputusan MENKES No. 1405 / MenKes / SK / XI / 2002 tentang Persyaratan Kesehatanan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri 9. Keputusan MENKES No. 1204 / MenKes / SK / X / 2004 tentang Persyaratan Kesehatanan Lingkungan Rumah Sakit 10. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 432/ MENKES/ SK/IV/ 2007 tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit 11. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 432/ MENKES/ SK/TV/ 2007 tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit 12. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.l087/MENKES/SK/VIII/ 2010 tentang Standart Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit 13. Peraturan pemerintah RI No 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Embed Size (px)

Transcript of Pedoman pengorganisasian Tim K3 edit.docx

KEPUTUSAN DIREKTURRUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNGNomor : ........................................

Tentang:PEDOMAN PENGORGANISASIAN TIM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNGDirektur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung setelah :Menimbang : 1 Bahwa Perlu dibuat pedoman pengorganisasian K3 sesuai dengan hasil evaluasi tim K3RS serta mengacu pada standar akreditasi versi 2012 2. Bahwa tim K3 RS telah menyusun pedoman pengorganisasian tim K3 RS dan agar pedoman pengorganisasian tim K3 tersebut agar memiliki kekuatan hukum, perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur

Mengingat1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah2. Undang-undang No. 1 Th 1970 tentang Keselamatan Kerja.3. Undang-undang No. 36 Th 2009 tentang Kesehatan4. Undang-Undang No 44 Th 2009 tentang Rumah Sakit5. Peraturan MENAKER No. 5/Men/1996 tentang Sistem Menejemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.6. Keputusan Dir. Jen. PPM dan PLP No. HK .00 .06.6.44 Tahun 1993 Unit Kerja di Rumah Sakit sebagaimana ditetapkan dalam UU N. 1 Th 1970.7. Keputusan MENKES Nomor 876/MenKes/SK/VIII/2001 tentang Pedoman 'Teknis Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan.8. Keputusan MENKES No. 1405/MenKes/ SK /XI /2002tentangPersyaratan Kesehatanan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri9. Keputusan MENKES No. 1204/MenKes/ SK /X /2004tentangPersyaratan Kesehatanan Lingkungan Rumah Sakit10. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 432/ MENKES/ SK/IV/ 2007 tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit11. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 432/ MENKES/ SK/TV/ 2007 tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit12. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.l087/MENKES/SK/VIII/ 2010 tentang Standart Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit13. Peraturan pemerintah RI No 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

14. SK Direktur tentang Kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan kerja dan kewaspadaan bencana & kebakaran d i lingkungan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung.15. SK Direktur.tentang Prosedur Tetap dan Petunjuk Pelaksanaan yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan kerja dan kewaspadaan bencana & kebakaran dilingkungan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung.Memperhatikan Memo Intern Tim K3 RS PKU Muhammadiyah Temanggung .. Kebijakan Umum tentang K3 di RS PKU Muhammadiyah Temanggung, tertanggal .MEMUTUSKAN

PertamaKeduaMenetapkan : PEDOMAN PENGORGANISASIAN TIM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNGMemberlakukan Pedoman Pengorganisasian Tim K3 RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagaimana terlampir.

KetigaMengamanatkan kepada Tim K3RS untuk mengacu pada pedoman pengorganisasian di setiap pelaksanaan tugas dan fungsinya serta membuat ketentuan lainnya yang terkait dengan kebijakan tersebut pada diktum *PertamaKeputusan ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan akan dilakukan penyempurnaan dan atau evaluasi sekurang-kurangnya sekali dalam masa berlakunya.

KeempatBila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini, akan ditinjau kembali sesuai dengan Perundangan Kesehatan yang ada dan kemampuan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung

Ditetapkan di;Pada tanggal :

Direktur.RS PKU Muhammadiyah Temanggung .

Tembusan :1. Tim K3RS2. Unit terkait DAFTAR ISI

BAB I: PENDAHULUANBAB II: GAMBARAN UMUM RS PKU MBAB III: VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI,TUJUAN RS PKU MBAB IV: STRUKTUR ORGANISASI RS PKUBAB V: STRUKTUR ORGANISASI TIM K3BAB VI: TATA HUBUNGAN KERJABAB VII: POLA KETENAGAAN BAB VIII: KEGIATAN ORIENTASI DAN DIKLATBAB IX: PERTEMUAN DAN RAPATBAB X: PELAPORANBAB XI: PENUTUPDAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangUndang-undang No. 36 Th 2009 tentang Kesehatan telah menegaskan bahwa setiap orang berhak dan juga wajib memperoleh derajat kesehatan yang optimal, termasuk didalamnya adalah segala upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan K3 di Lingkungan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung, yakni mewujudkan sistem keselamatan dan kesehatan ditempat kerja dalam rangka mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya lingkungan kerja yang aman, effisien dan produktifSecara operasional kondisi tersebut diatas sangat ditentukan oleh upaya-upaya bagaimana manajemen RS PKU Muhammadiyah Temanggung :a. Mengelola resiko dari Insan Bersumber Daya (IBD) dan lingkungan kerja agar dapat termewujud kwalitas lingkungan yang sehat dan bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan karyawan di tempat dimana dia ditugaskan (termasuk pasien yang dilayaninya).b. Menciptakan Kesadaran dimana setiap Insan Bersumber Daya (IBD) secara sadar melaksanakan tugas-tugas profesinya secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri apalagi pasien yang dilayaninya, sehingga diperoleh produktifitas kerja yang optimal, melalui upaya-upaya pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja dan penerapan secara ketat syarat-syarat kesehatan kerja baik aspek fisik maupun psikis, termasuk pula persyaratan bahan baku, peralatan yang digunakan dan proses kerjanya serta persyaratan tempat atau lingkungan kerjaKedua kondisi tersebut diatas mutlak diwujudkan mengingat Rumah Sakit PKU muhammadiyah Temanggung sebagai sarana pelayanan kesehatan yang melayani publik, setiap hari menjadi tempat berkumpulnya orang sakit dan orang sehat (pengantar, penunggu dan pengunjung) secara simultan, sehingga memungkinkan teijadinya pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan dan atau memudahkan penularan / penyebaran penyakit serta

kecelaaan akibat kerja yang timbul dari fasilitas peralatan yang di gunakan. Bahkan bencana kebakaran/ledakan bisa terjadi bilamana kewaspadaan, kehati-hatian dan kesiapan terhadap bencana tersebut tidak diantisipasi sedini mungkin.B. Tujuan KhususMenjadi acuan dalam setiap program penyelenggaraan upaya-upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung agar lebih terencana, terarah, efektif dan efisien.C. Tujuan Khusus1. Terkendalinya risiko dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sehingga tercapai kecelakaan nihil {zero accident) serta tidak terjadi penyakit akibat kerja.2. Memenuhi ketentuan tata tertib administrasi demi terciptanya manajemen RS PKU Muhammadiyah Temanggung secara profesional dalam pemenuhan standart mutu.

C: i Users \karyawan \AppData Local Micros (ft 1 Windows'Temporary InternetFiles \Content. IE5\Y63JILIZ\pedoman_jmgorganisasian_Tm_K3JtSMLfI]. doc4

C; i Users \huryu wan 'vi ppDuiu XLocal Microsoft \ Windows' Temporury hiicmetFiles \Content 1E5 \ Y63JILIZ\pedomanjpngorgamsasian TimJC3_RSML[J]. doc3

BAB II

GAMBARAN UMUMRUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG

RS PKU muhammadiyah Temanggung adalah sebuah Rumah Sakit Umum milik yayasan Muhammadiyah yang dikelola oleh sebuah Majelis Pelayanan Kesehatan Umum sebagai perpanjangan tangan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah di masing-masing daerah. Rumah sakit PKU Muhammadiyah Temanggung semakin hari semakin membaik, hal ini bisa dilihat dari perkembangan sarana fisik, peralatan medis serta peralatan penunjang medis. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah banyak sarana fisik yang dibangun, antara lain ruang rawat inap marwah, roudhloh, dan multazam, halaman parkir, Ipal, musholla, ruang IGD, ICU, Kamar Operasi, dan Renovasi Gedung Perkantoran. Sedangkan penambahan peralatan medis dan penunjang medis antara lain, Pasien Monitor, Bed side monitor, ventilator, Hematology analyzer, Instalasi Oxygen central, Vacum Central, dan poliklinik yang terpisah dari IGD. Saat ini RS PKU Muhammadiyah Temanggung memiliki kapasitas 150 Tempat Tidur dan Telah mendapat predikat Tipe C dari Kementrian Kesehatan RI. RS PKU Muhammadiyah Temanggung melayani pasien dari berbagai wilayah di Temanggung dan sekitarnya. RS ini melayani baik pasien Umum maupun pasien dengan asuransi baik asuransi swasta maupun asuransi pemerintah

BAB IIIVISI, MISI, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN RUMAH SAKITVISI Terwujudnya RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagai e-world hospital yang mendukung pelayanan kesehatan komprehensip dan menjadi rujukan bagi rumah sakit PKU Muhammadiyah di Indonesia, didasarkan iman kepada ALLAH SWT.

MISI Mengembangkan pelayanan kesehatan yang komprehensif baik fisikal maupun spiritual Mensinergikan antara manusia bersumber daya, organisasi, teknologi dan lingkungannya untuk mendukung terwujudnya e-world hospital Menjalin dan mengembangkan networking Menjadikan organisasi di rumah sakit sebagai learning organizationFALSAFAH

FALSAFAH Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung adalah sebagai amal usaha persyarikatan Muhammadiyah yang merupakan manifestasi iman kepada Allah SWT berupa amal sholeh dan menjadikannya sebagai sarana ibadah. Sesuai dengan:

1. Surat Al Baqaroh ayat 252. Surat Maryam ayat 963. Surat As Syuara ayat 80.

ASASRumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung dalam menjalankan fungsinya sebagai Institusi Pelayanan Sosial Masyarakat dalam bidang kesehatan berdasarkan :1. Berlandaskan semangat fastabiqulkhoirot (berlomba-lomba di dalam mencari kebaikan) dan berlandasan Wataawanuu alalbirri wattaqwa ( bertolong-tolonglah kamu di dalam kebaikan dan taqwa) serta peduli terhadap kaum Dhuafa dalam bidang kesehatan. 2. Asas asas etika dan sumpah profesi untuk semua tenaga kesehatan antara lain, etika dan sumpah medis, apoteker, keperawatan dan bidan, serta tenaga kesehatan yang lain.3. Asas asas profesionalisme yaitu kompetensi, efikasi dan aman bagi pasien (patient safety) 4. Memberikan pelayanan yang bermutu yaitu eficacy, quality, effective, efficiency, equity, affordable, available, appropriate, comphrehensive, integrated, quality, continuos, sustainable. 5. Akuntabilitas, semua yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan6. Adil dan Ihsan.

TUJUANTujuan RS PKU Muhammadiyah Temanggung adalah mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tinginya bagi semua lapisan masyarakat melalui pendekatan peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), pemulihan kesehatan (rehabilitatif), dan paliatif yang dilaksanakan secara menyeluruh sesuai dengan peraturan perundang-undangan, serta tuntunan ajaran agama Islam dengan tidak memandang agama, golongan dan kedudukan.

BAB IVSTRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT

Rumah Sakit PKU Muhamamdiyah Temanggung adalah Rumah Sakit C yang dipimpin oleh seorang Direktur, dibantu oleh Wakil Direktur Pelayanan Klinis dan Wakil Direktur Umum dan Keuangan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 971/Menkes/PER/IX/2009 tentang standar kompetensi pejabat struktural kesehata BAB VSTRUKTUR ORGANIVSASI TIM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Tim K3 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung adalah salah satu bagian dari organisasi fungsional RS PKU Muhammadiyah Temanggung yang langsung berada dibawah Direktur dengan tugas dan tanggung jawab setingkat manajer Selain itu, secara struktural K3 masuk dalam struktur organisasi yang digabungkan dengan kesehatan lingkungan. Level jabatan K3 dan Kesling di RS PKU Muhammadiyah Temanggung adalah setingkat supervisor dengan sebutan Kasubag K3 dan Kesling. Adapun pembagian tanggung jawab dalam pelaksanaan K3 di Rumah Sakit, Tim K3 bertanggung terhadap adanya kebijakan, pedoman, dan panduan serta penilaian. A. Struktur OrganisasiBerdasarkan Keputusan Menkes Nomor : 432/MENKES/SK/IV/2007 tentang Pedoman Manajemen K3 di Rumah Sakit, maka RS PKU Muhammadiyah Temanggung menerapkan pengorganisasian K3, sehingga K3 di RS PKU Muhammadiyah Temanggung merupakan unit organisasi fungsional (non struktural), bertanggung jawab langsung ke Direktur RS. Nama organisasinya adalah unit pelaksana K3 RS, yang dibantu oleh unit K3 yang beranggotakan seluruh unit kerja di RS dengan keanggotaan sebagai berikut: Organisasi/unit pelaksana K3 RS beranggotakan dari beberapa pejabat structural dan fungsional RS. Organisasi/unit pelaksana K3 RS terdiri dari sekurang-kurangnya Ketua, Sekretaris dan anggota. Organisasi/unit pelaksana K3 RS dipimpin oleh ketua. Pelaksanaan tugas ketua dibantu oleh sekretaris serta anggota

STRUKTUR ORGANISASI TIM P2K3RS PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG TAHUN 2015

NONAMAJABATAN

1234567891011

SUHARDI, AMKLYULIANTORUDDY HERMAWAN, AMKSLAMET DUGIHARTOKUKUH SARIYANTOLINDA WIDAJATI, AMRHENNY RETNOWATI, S.STKIRYADISUPIYANTORR RETNO DEWI WOELANDARI, S.SiTHAFIDZ FITRIYANTOKETUASEKRETARISANGGOTAANGGOTAANGGOTAANGGOTAANGGOTAANGGOTAANGGOTAANGGOTAANGGOTA

B. Uraian Jabatan1. Tugas pokok K3RSa. Menyusun program dan mengkoordinasikan program dengan unit kerja terkaitb. Monitor dan evaluasi program K3c. Melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan-kegiatan terkait program K3d. Menyusun dan menetapkan pedoman pelaksanaan program K32. Sedangkan tugas masing-masing pengurus K3RS sebagai berikut:a. Ketua TIM K3 RS1) Memimpin semua rapat pleno K3 RS atau menunjuk anggota untuk memimpin rapat pleno.2) Menentukan langkah & kebijakan demi tercapainya pelaksanaan program- program K3RS.3) Mempertanggung jawabkan pelaksanaan K3 kepada Disnaker setempat.4) Mempertanggung jawabkan program-program K3 RS dan pelaksanaannya kepada Direktur5) Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program-program K3RS.

b. Sekretaris1) Membuat undangan rapat dan notulensinya.2) Mengelola administrasi surat-surat K3RS3) Mencatat data-data yang berhubungan dengan K3.4) Memberikan bantuan / saran-saran yang diperlukan oleh seksi-seksi demi suksesnya program-program K3.5) Membuat laporan ke unit yang bersangkutan mengenai adanya tindakan berbahaya {unsafe action) dan kondisi berbahaya {unsafe condition) di RS PKU Muhammadiyah Temanggungc. Anggota1) Melaksanakan program-program yang telah ditetapkan sesuai dengan tugasnya masing-masing.

2) Melaporkan kepada Ketua atas kegiatan yang telah dilaksanaka

BAB VITATA HUBUNGAN KERJATata hubungan kerja meliputi hubungan kerja internal dan antar Bagian atau Instalasi.A. Tata Hungan Kerja Internal1. Dasar Hubungana. Hubungan kerja antara Direktur dengan Tim K3RS dilandasi dan dijiwai oleh nilai nilai ukhuwah Islamiyah berdasarkan Al Quran dan Al Hadist.b. Direksi menghargai kemandirian Tim didalam pengelolaan kegiatan operasional K3 Rumah Sakit sehari hari sesuai dengan tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab yang telah diamanatkan.c. Penyelenggaraan dan pengelolaan di K3RS mengacu pada ketentuan Kebijakan dan Etika Rumah Sakit.2. Penataan Jabatana. Penataan dan pelaksanaan pejabat di Tim K3RS dilakukan berdasarkan prinsip- prinsip manajemen Islami dan mengutamakan kolegalitas (kebersamaan) dalam menyelesaikan tugas dan kewajibannya.b. Secara berurutan Sekretaris dan anggota dapat mewakili Ketua Tim K3RS pada saat berhalangan sementara atau tetap untuk jangka waktu yang dapat diperkirakan maksimal 1 (satu) bulan, baik terencana maupun tidak terencanac. Apabila Ketua berhalangan tetap dan/atau yang lebih dari 1 (satu) bulan, maka kebijakan pemegang jabatan diserahkan sepenuhkan kepada Direktur untuk menunjuk pejabat pengganti sementara dan/atau menunjuk pejabat tetap berdasarkan periode jabatan yang ada.d. Segala hak dan kewajiban Ketua saat berhalangan tetap dan/atau yang lebih dari 1 (satu) bulan, beralih secara otomatis kepada yang mewakili dan/atau yang ditunjuk oleh Direktur sampai dengan Ketua tersebut dinyatakan dapat bekerja sesuai dengan job yang telah ditetapkan, termasuk didalamnya adalah tugas dan kewenangan yang belum terselesaikan saat terjadinya pengalihan jabatan tersebut.3. Penataan PekerjaanPenatalaksanaan jabatan dan pekerjaan secara umum didasarkan pada pedoman ini dan secara lengkap akan dibuat bersama untuk pembuatan program kerja tahunan, termasuk anggaran dan term of reference (TOR).4. Penataan administrasia. Administrasi Tim K3RS meliputi surat menyurat, brosur, pengarsipan dan dokumentarial dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan Tim dengan sistem sentralisasi administrasi sesuai dengan ketentuan RS PKU Muhammadiyah Temanggung yang berada dibawah tanggung jawab Sekretaris Tim.b. Untuk menjamin dan mempertanggungjawabkan setiap bentuk administrasi di Tim, secara internal dan/atau eksternal harus diketahui dan disyahkan oleh pihak-pihak yang terkait dengan bidang yang dimaksud berdasarkan ketentuan yang berlaku di Rumah Sakit Muhammadiyah Temanggung.c. Untuk mengakses administrasi sentral pada Tim, selain berdasarkan ketentuan umum RS PKU Muhammadiyah Temanggung, juga akan dibuat kesepakatan internal Tim.B. Tata Hubungan Kerja Antar BagianHubungan kerja antar bagian dan unit kerja pada RS PKU Muhammadiyah Temanggung meliputi semua bagian dan unit yang ada di RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Hal ini disebabkan Tim K3RS merupakan support secara tidak langsung semua kegiatan yang ada di RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Adapun gambaran hubungan tersebut dapat dilihat sebagai berikut

Direktur

Tim K3 RS

Semua unit kerja

Ket : Tim K3 bertugas melakukan koordinasi dengan semua unit tentang pelaksanaan program K3 RS dan memberikan laporan dan evaluasi kepada Direksi/pimpinan RS

13

BAB VIIPOLA KETENAGAAN

Daftar Tenaga Tim K3 RS beserta pendidikan dan pelatihan atau seminar yang pernah diikutiNONAMAJABATANMASA KERJAPENDDKNPELATIHAN

1SUHARDIKETUA17D-III

2YULIANTOSEKRETARIS15SLTA

3RUDDY HERMAWANANGGOTA10D-III

4LINDA WIDAJATIANGGOTA9D-III

5HENNY RETNOWATIANGGOTA5D-III

6RR RETNO DEWI WANGGOTA9D-III

7HAFIDZ FITRIYANTOANGGOTA7S-1

8KUKUH SARIYANTOANGGOTA8SLTA

9KIRYADIANGGOTA6SLTA

10SLAMET DUGIHARTOANGGOTA1SLTA

BAB VIIIKEGIATAN ORIENTASI DAN DIKLAT

Insan Bersumber Daya (IBD) merupakan tulang punggung suatu perusahaan dan menjadi penentu dari jalannya organisasi. Agar bisa maju suatu organisasi atau perusahaan harus selalu meningkatkan kualitas IBD. Peningkatan kualitas IBD dimulai dari proses pengelolaan IBD yaitu rekrutment sampai dengan jaminan hari tua. Proses setelah rekrutment yang berperan penting pada kualitas IBD adalah orientasi pegawai, yang akan memberikan gambaran pertama kali bagi pegawai baru tentang organisasi baru yang akan dimasukinya.Pemenuhan kebutuhan IBD yang kompeten dalam bidang tugasnya adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan menggunakan tenaga yang kompeten, disamping akan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan juga akan timbul efisiensi tenaga dan dana.Dalam upaya mempersiapkan IBD yang kompeten maka setiap pegawai harus mengenal peranan dan kedudukannya dalam organisasi maupun mengenal pegawai-pegawai yang lain, untuk itu diperlukan kegiatan orientasi bagi pegawai baru tentang rumah sakit dengan berbagai aspeknya. Para pegawai baru biasanya mempunyai pertanyaan bahkan mungkin kecemasan ketika pertama kali mulai masuk kerja, tentang bagaimana kemampuan untuk bersosialisasi di tempat kerja, bagaimana pelaksanaan tugas dan bagaimana tentang situasi kerja. Para psikolog mengatakan bahwa kesan pertama adalah kuat dan abadi, karena itu untuk membantu para pegawai mengatasi kecemasan dan bisa produktif maka perusahaan harus membuat kesan pertama yang menyenangkan. Pegawai yang bisa mengatasi kecemasannya akan lebih mudah belajar dan menyesuaikan diri yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja dan lebih kecil kemungkinan untuk berhenti.Pegawai lama yang menjalani mutasi ataupun rotasi kerja di unit kerja yang baru, juga akan mengalami situasi yang hampir sama dengan pegawai baru. Suasana kerja yang baru, pekerjaan yang baru bisa memunculkan kecemasan. Untuk mengatasi kecemasan tersebut juga diperlukan orientasi yang khusus tentang unit kerja yang baru.Dengan asumsi tersebut RS PKU Muhammadiyah Temanggung mengadakan program orientasi berbasis kompetensi, yang artinya program orientasi tidak hanya diarahkan pada hal-hal yang sifatnya gambaran umum perusahaan tetapi juga materi yang berkaitan dengan jenis pekerjaan, teknik-teknik dasar pekerjaan dan posisinya di perusahaanA. Pengertian1. Pegawai baru adalah peserta seleksi penerimaan calon pegawai baru RS PKU Muhammadiyah Temanggung yang berdasarkan keputusan Direktur dinyatakan diterima sebagai Calon Pegawai Baru RS PKU Muhammadiyah Temanggung 2. Pegawai lama adalah pegawai RS PKU Muhammadiyah Temanggung berdasarkan keputusan Direktur dilakukan mutasi, rotasi ataupun promosi dengan dipindahkan ke unit kerja yang lain.3. Orientasi Pegawai adalah program bagi pegawai baru ataupun pegawai lama dengan tujuan untuk memperkenalkan tentang organisasi dalam hal ini RS PKU Muhammadiyah Temanggung dan aspek-aspek yang lain yang berkaitan dengan bidang pekerjaan.

B. Tujuan1. Orientasi pegawai Baru Tujuan Umuma. Mengurangi kecemasan dalam memulai pekerjaannya dan menyiapkan mental pegawai baru memasuki dunia kerja.b. Menghilangkan hambatan psikologis dalam memasuki kelompok baru dan selanjutnya dapat menjalin hubungan kerjasama dengan c. semua petugas sehingga dapat menjadi satu tim dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatd. Mengenal secara singkat lingkungan pekerjaan yang baruTujuan KhususPegawai baru mengerti dan memahami:a. Struktur organisasi, falsafah, visi misi, tujuan dan sejarah rumah sakitb. Arah dan Kebijakan Manajemen Rumah Sakitc. Islam dan kemuhammadiyahand. Pelayanan Prima dan Customer servicee. Peraturan-peraturan Kepegawaian (peraturan-peraturan kepegawaian, penggajian, kewajiban dan hak-hak pegawai termasuk cuti, fasilitas kesehatan dan seragam, hak mendapatkan pendidikan dan pelatihan, program pensiun dll.)f. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS)g. Program Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KPRS)h. Mengenal lingkungan atau bagian-bagian dari RS PKU Muhammadiyah Temanggung i. Kebijakan dan prosedur yang berhubungan dengan unit kerjanyaj. Hal pekerjaan, yaitu tempat tugas, uraian tugas, fungsi jabatan, sasaran pekerjaan, ketrampilan awal teknik-teknik dasar pelaksanaan pekerjaan, sarana prasarana dan peralatan yang berhubungan dengan unit kerjanya, hubungan dengan pekerjaan lain dan materi lain yang diperlukan.k. Secara bertahap para karyawan baru diharapkan terbiasa melakukan kerjasama efektif dengan rekan kerjanya.

2. Orientasi Pegawai Lama Tujuan Umuma. Menghilangkan hambatan psikologis dalam memasuki kelompok baru dan selanjutnya dapat menjalin hubungan kerjasama dengan semua petugas sehingga dapat menjadi satu tim dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatb. Mengenal secara singkat lingkungan pekerjaan yang baru.Tujuan KhususPegawai mengetahui dan memahami:a. Kebijakan dan prosedur yang berhubungan dengan unit kerjanyab. Meningkatkan pemahaman dan ketrampilan awal teknik-teknik dasar pelaksanaan pekerjaan yang baruc. Mengenal sarana prasarana dan peralatan yang berhubungan dengan unit kerjanyad. Secara bertahap para pegawai baru diharapkan terbiasa melakukan kerjasama efektif dengan rekan kerjanya.C. Sasaran1. Semua Pegawai Baru yang telah lolos seleksi Penerimaan Pegawai RS PKU Muhammadiyah Temanggung (100% pegawai baru mengikuti kegiatan orientasi)2. Semua Pegawai Lama dikarenakan:a. Mutasi kerja/Rotasi kerjab. Promosic. Hukuman / punishment

D. Ruang Lingkup1. Pengelola Program Orientasi yaitu Unit Diklat.2. Unit kerja sebagai internal customer dari unit diklat3. Pegawai baru / lama secara individu sebagai peserta program orientasi pegawai 4. Masing-masing unit kerja harus memiliki pedoman/Protap/SOP orientasi

E. Metode Orientasi1. Pegawai Barua. Bila penerimaan pegawai kurang dari 10 orang, pegawai tersebut diberikan penjelasan oleh pengelola diklat, kemudian diantar ke unit untuk diserahkan kepada atasan langsungnya.Pelaksanaan orientasi diserahkan kepada atasan langsungnyaPada orientasi berikutnya pegawai tersebut diikutkan pada orientasi umum rumah sakit.b. Bila penerimaan pegawai lebih dari 10 orang:Pegawai dikumpulkan diruang pertemuan, secara klasikal mengikuti kegiatan orientasi formal dengan materi-materi yang sudah ditentukan (ceramah/diskusi).Setelah mengkuti orientasi klasikal, kemudian orientasi unit dengan kegiatan perkenalan dan pemahaman tugas ke unit yang berkaitan2. Pegawai Lamaa. Orientasi dilakukan di unit yang akan ditempati langsung oleh atasannya.b. Perkenalan dan pemahaman tugas ke unit yang berkaitan

F. Pelaksanaan OrientasiOrientasi pegawai baru dilaksanakan dalam 2 tahap:1. Orientasi Umum, berisi materi-materi umum rumah sakit2. Orientasi Khusus, berisi materi-materi khusus yang berkaitan dengan kompetensinya, berkaitan dengan tata laksana pekerjaan di unit kerja masing-masing.Waktu pelaksanaan orientasi menyesuaikan jadwal seleksi pegawai baru. Lamanya orientasi di unit kerja menyesuaikan kebutuhan masing-masing unit.

G. Cara Pelaksanaan Kegiatan1. Orientasi Pegawai Barua. Pengelola diklat menentukan waktu orientasi bagi pegawai barub. Memanggil pegawai baru yang diterima berdasarkan hasil seleksi untuk melaksanakan orientasi pegawai baru (melalui telepon dan surat tertulis)c. Pengelola diklat menyusun jadwal orientasi.d. Pengelola diklat membuat proposal orientasi pegawai baru ditujukan kepada Direktur.e. Pengelola diklat mengirim surat permohonan kepada pihak terkait untuk menjadi pembicara atau pembimbing orientasi pegawai baru sesuai jadwal yang telah ditetapkan.f. Pengelola diklat menyerahkan pegawai baru kepada unit kerja masing-masing melalui atasan langsung untuk orientasi di unit kerja.g. Lamanya orientasi masing-masing unit kerja disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing unit yang tertuang dalam pedoman orientasi unit kerja. h. Pengelola diklat melaporkan hasil dan evaluasi pelaksanaan orientasi kepada Direktur.2. Orientasi Pegawai Lamaa. Seksi Kepegawaian menyerahkan pegawai lama kepada Kepala unit kerja baru dengan menyertakan bukti surat Mutasi/Rotasi dari Direktur RS PKU Muhammadiyah Temanggungb. Kepala unit kerja baru menerima pegawai mutasi/rotasi tersebut dan memberikan penjelasan administrasi yang diperlukan berkaitan dengan unit baru tersebut.c. Pegawai hasil mutasi/rotasi menjalani orientasi unit kerja dibawah bimbingan pembimbing yang ditunjuk. d. Kepala unit kerja melaporkan hasil orientasi kepada pengelola diklat.

MATERI ORIENTASINOMATERIPEMATERI

1Struktur, visi misi dan profil RSDirektur

2Islam dan kemuhammadiyahan (Ideologi Muhammadiyah)

3Budaya Kerja di RS Muhammadiyah Temanggung

4Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial RSKetua PPI RS atau yang ditugasi

5KPRSKetua KPRS atau yang ditugasi

6Kesehatan dan Keselamatan KerjaKetua K3 atau yang ditugasi

7Peraturan Kepegawaian

8Orientasi unit-unit di rumah sakit dan verifikasi presensi dengan handkeyKepegawaian atau yang ditugasi

9Materi materi yang berkaitan dengan pekerjaan masing-masing : Kompetensi pegawai Job deskripsi spesifik Target kinerja yang diinginkan Sarana dan prasarana Peralatan yang akan dioperasikan Prosedur kerja terkait pekerjaan ybs. Hubungan kerja dengan unit lain Pengenalan rekan kerja di unitnya. Prosedur pelayanan kepada pelangganKepala bagian masing-masing atau yang ditugasi

C: MJsers \kaiyawm lippData \Loccd\Kiicrosqft\ Windows\Temporary InternetFiles\Content.IE5\Y63JILlZ\pedomm_pngorgamsasianJ[im_K3 BSML[1J.doc21

BAB IXMEKANISME PERTEMUAN DAN RAPATRapat merupakan bagian dari proses penyelenggaraan organisasi dan bagian dari tugas seorang pejabat dalam menggerakkan organisasi atau bagian atau unit kerjanya. Untuk itu diperlukan pengaturan tertentu agar penyelenggaraan rapat di bagian atau unit selaras dengan agenda rapat atau pertemuan di Rumah Sakit Muhammadiyah Temanggung. Hal ini juga mengacu pada standar akreditas Rumah Sakit versi 2012 (Supriyantoro et al., 2011).Untuk menjaga kolegialitas kepemimpinan di Tim K3RS, diadakan rapat berjenjang sebagai berikut:a. Rapat insidentil adalah pertemuan bagian yang dilaksanakan berdasarkan kebutuhan atau adanya masalah yang membutuhkan penanganan cepat. Rapat ini dapat diikuti oleh pejabat lain yang terkait sampai kepada jajaran Direktur sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang terjadi.b. Rapat Tribulan adalah pertemuan yang dilaksanakan dalam rangka evaluasi kinerja selama 3 (tiga) bulan berjalan yang diikuti oleh seluruh pimpinan dan anggota Tim.c. Rapat semesteran adalah pertemuan yang dilaksanakan dalam rangka evaluasi kinerja 6 (enam) bulan terakhir dan mengkomparasikan dengan hasil kerja 3 (tiga) bulan sebelumnya ( pertama ), serta membahas dan penataan kembali program kerja 1 (satu) semester yang akan datang.d. Rapat Tahunan adalah pertemuan yang diadakan pada akhir tahun guna mengevaluasi, menganalisis dan menyusun rekomendasi tingkat kinerja yang telah dilalui sekaligus untuk merencanakan/menyusun program kerja tahun yang akan datang serta menyusun RAPB Tahunan.Koordinasi dapat dilakukan secara formal maupun informal tergantung permasalahan dan kebutuhan koordinasi tersebut dengan ketentuan :a. Koordinasi Formal dilakukan bila permasalahan menyangkut unit kerja lain diluar struktur K3RS, baik personal K3RS diikutsertakan dalam koordinasi tersebut atau tidak dengan waktu yang ditentukan terlebih dahulu di dalam jam dinas maupun di luar jam dinas. b. Koordinasi Informal dilakukan bila permasalahan dan kebutuhannya terbatas pada struktur organisasi Tim K3RS. Kordinasi ini juga dapat dilakukan bersama anggota jajaran Tim K3RS atau tertentu dengan waktu tak tertentu baik saat jam dinas maupun di luar jam dinas dalam rangka mengkomunikasikan masalah- masalah yang sedangberjalan

BAB XPELAPORAN

Pelaporan merupakan bagian dari sebuah evaluasi atau kontrol dalam organisasi, evaluasi merupakan bagian penting rangkaian dalam pembahasan semua disiplin ilmu yang berkenaan dengan manajemen. Evaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan nilai atau besarnya keberhasilan atau kesuksesan dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Proses ini mencakup langkah-langkah memformulasikan tujuan, mengidentifikasi kriteria secara tepat yang akan dipakai mengukur kesuksesan tersebut (Azwar, 1996).Dengan demikian, dalam sistem pelaporan yang ada di bagian Rumah Tangga dan jajarannya unsur evaluasi akan dijadikan satu faktor untuk mengetahui, menilai dan melihat kembali pelaksanaan program, pengendalian mutu, pengembangan IBD dan lain- lainnya. Untuk itu dalam sistem pelaporan terdiri dari:A. Laporan HarianLaporan harian merupakan pencatatan rutin yang dilakukan setiap hari dalam bukukegiatan harian oleh staf di Bagian Rumah Tangga dan jajarannya. Pencatatan harianyang ada antara lain :1. Inspeksi rambu K3 adalah kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Subag K3 dan Kesling dalam rangka melihat langsung kesesuaian, kelayakan dan kebersihan rambu K3, termasuk ketaatan staf dan pimpinan dalam mematuhi rambu dan standar K3 di bagian-bagian yang terkait.2. Sidak ketaatan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sesuai dengan ketentuan keselamatan kerja.3. Ketaatan terhadap rambu-rambu K3 yang telah dipasang4. Penimbangan sampah medis yang di bakar di Insenerator5. Dan lain-lain yang dianggap perluB. Laporan BulananLaporan bulanan adalah evaluasi yang dilakukan oleh pejabat atau pimpinan organisasi fungsional (Kepanitiaan/Tim) RS PKU Muhammadiyah Temanggung termasuk Tim K3RS pada setiap bulan sekali, dengan sistematika laporan sebagai berikut:1. Laporan Realisasi Program Kerja Bulanan,2. Laporan Kegiatan Rutin harian,3. Laporan Kegiatan Insidentil,4. Laporan Peningkatan mutu bagian, dengan ketentuan : Setingkat Kabag wajib melakukan analisa dan evaluasi kegiatan, mengusulkan program kerja bulan berikutnya, serta rencana tindak lanjut setiap laporan Pejabat dibawahnya. Setingkat Kasubag membuat laporan hasil kegiatan dan KesimpulanC. Laporan TahunanLaporan tahunan adalah laporan pertanggungjawaban akhir tahun oleh pejabat atau pimpinan organisasi fungsional (Kepanitiaan/Tim) RS PKU Muhammadiyah Temanggung termasuk Tim K3RS dengan sistematika sebagai berikut:1. Pendahuluan, Maksud dan tujuan, Isi (Inti) Laporan memuat parameter 1-3 Laporan Bulanan,a. Laporan Realisasi Program Kerja Bulanan,b. Laporan Kegiatan Rutin harian,c. Laporan Kegiatan Insidentil,d. Laporan Peningkatan mutu bagian,2. Evaluasi dan Analisis kegiatan/laporan,3. Kesimpulan dan Saran,4. Penutup,5. Lampiran dan data pendukung

BAB XIPENUTUPDemikianlah Pedoman Organisasi Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana yang disusun dalam rangka upaya memenuhi sepenuhnya segala peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Rumah Sakit, khususnya di lingkungan RS PKU Muhammadiyah Temanggung sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang dimilikinya.Sudah barang tentu K3 RS PKU Muhammadiyah Temanggung yang menyusun program ini menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam penyusunan program ini sehingga semua usulan perbaikan dan atau peningkatan program sungguh sangat diperhatikan dan dihargai. Disadari pula bahwa berhasil tidaknya seluruh program ini bahkan mungkin hanya sebagian saja, sangat ditentukan oleh adanya kemauan, semangat dan tekad seluruh jajaran karyawan RS PKU Muhammadiyah Temanggung yang terkait dengan K-3 ini serta yang terpenting dari itu semua adalah tergantung pada kuasa dan hidayah Allah swt semata.Ditetapkan di :

Pada tanggal :

DirekturRS PKU Muhammadiyah Temanggung

DAFTAR PUSTAKA1. Undang-undang No. 01 Th. 1970 tentang Keselamatan Kerja.2. Undang-undang No. 13 Th. 2003 tentang Ketenagakerjaan.3. Undang-undang No. 3 Th 1992 tentang Jaminan Tenaga Kerja4. Undang-undang No. 36. Th. 2009 tentang Kesehatan5. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1217/ Menkes/ SK/IX/2001 tentang pedoman Pengamanan Dampak Radiasi.6. PerMeNaKer No. 01 / Men / 1982 tentang Pelayanan KesehatanKerja.7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05 / Men / 1996 tentang Sistem Menejemen Keselamatan dan KesehatanKerja.8. Surat Keputusan MenKes No. 333 Th 1989 tentang Diagnosa dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja.9. Surat Keputusan MeNaKer No.51 Th 1999 tentang Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor Fisika di Tempat Kerja.10. Surat Edaran MeNaKer No. 2 / Men / 1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dan Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.11. Surat Edaran Dir. Jen. Pelayanan Medik No. HK. 06. 06.6.4.0 . 1 . 1947 tentang Pembentukan Panitia K-3 Rumah Sakit (PK3RS).12. Peraturan Menteri Kesehatan No. 472 tahun 1996 tentang Penanganan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan13. Keputusan MENKES No. 876 / MenKes / SK/VIIi/ 2001 tentang Pedoman Teknis Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan.14. Keputusan MENKES No. 1204 / MenKes / SK / X/ 2004 tentang Persyaratan Kesehatanan Lingkungan Rumah Sakit15. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 432/ MENKES/ SK/IV/ 2007 tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit.16. Kemenkes RI, K., 2007. KMK 432/2007, Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Rumah Sakit.17. Presiden RI, 2009. Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.

C: \ Users'karyawan \AppDataFocal iMicros of Y Wmdows\Tempomry Internet2 3Files\Content 1E5\Y63JILIZ\pedoman_pngorganisasianfTim K3 RSAiLfI].doc

12