Pedoman Pelaksanaan Pemantauan Harga Produsen Gabah dan

download Pedoman Pelaksanaan Pemantauan Harga Produsen Gabah dan

of 90

  • date post

    13-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Pedoman Pelaksanaan Pemantauan Harga Produsen Gabah dan

  • iPedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah dan Beras

    KATA PENGANTAR

    Buku Pedoman Pelaksanaan Pemantauan Harga Produsen Gabah dan Beras 2013

    merupakan acuan dan petunjuk bagi petugas lapangan dalam pemantauan harga produsen gabah

    dan beras beserta kualitasnya di daerah. Buku ini menjelaskan tentang tujuan, metodologi, konsep

    dan definisi, analisis mutu gabah dan beras, tata cara pengisian daftar, dan sistem penyusunan

    dan pengiriman laporan yang berkaitan dengan operasional pemantauan harga produsen gabah

    dan beras di lapangan.

    Di samping itu, buku ini mencantumkan lokasi sampel kabupaten/kecamatan terpilih

    pemantauan harga produsen gabah dan beras sebagai panduan bagi BPS Propinsi/BPS

    Kabupaten baik dalam pengumpulan data maupun dalam melakukan pengawasan terhadap

    ketepatan waktu dan ketelitian hasil pelaksanaan di masing-masing daerah.

    Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam

    penyusunan buku ini.

    Akhirnya kepada seluruh petugas lapangan diucapkan " Selamat Bekerja".

    Jakarta, Oktober 2012

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa,

    Sasmito Hadi Wibowo

  • iv Pedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah dan Beras

  • iiiPedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah dan Beras

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR .......................................................................... iDAFTAR ISI ..................... iiiDAFTAR TABEL, GAMBAR, DAN LAMPIRAN ............................................................... v

    PEDOMAN PEMANTAUAN HARGA PRODUSEN GABAH

    1. PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang 11.2. Tujuan .. 21.3. Ruang Lingkup 2

    2. METODOLOGI2.1. Waktu Pencatatan . 32.2. Penentuan Responden . 32.3. Pemilihan Jenis/Varietas Gabah .. 42.4. Pengumpulan Data 42.5. Lokasi Pencatatan . 52.6. Organisasi Lapangan 5

    3. KONSEP DAN DEFINISI .. 6

    4. ANALISIS MUTU4.1. Peralatan yang Diperlukan 94.2. Pengukuran Kadar Air 104.3. Pengukuran Komponen Mutu Gabah .. 164.4. Cara Penghitungan Ekuivalen Hampa/Kotoran dan Harga .

    165. PEDOMAN PENGISIAN DAFTAR HP-G

    5.1. Tata Cara Pengisian Daftar HP-G 19

    6. SISTEM PENGIRIMAN LAPORAN .. 28

    PEDOMAN PEMANTAUAN HARGA PRODUSEN BERAS

    7. PENDAHULUAN7.1. Latar Belakang 337.2. Tujuan .. 347.3. Ruang Lingkup 34

    8. METODOLOGI8.1. Waktu Pencatatan . 358.2. Penentuan Responden . 358.3. Organisasi Lapangan 36

  • iv Pedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah dan Beras

    9. KONSEP DAN DEFINISI 37

    10. ANALISIS MUTU10.1 Pengukuran Kadar Air Beras. 3810.2. Pengukuran Komponen Butir Beras Patah / Broken 3810.3. Kualitas Beras Menurut Bobot Beras Patah/ Broken. 38

    11. PEDOMAN PENGISIAN DAFTAR HP-BG 39

    12. SISTEM PENYUSUNAN DAN PENGIRIMAN LAPORAN .. 42

    LAMPIRAN .. 45

  • vPedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah dan Beras

    DAFTAR TABEL, GAMBAR, DAN LAMPIRAN

    Tabel 1. Pedoman Kelompok Kualitas Gabah .................................................................. 17

    Tabel 2. Harga Pembelian Gabah Dalam Negeri Menurut Kualitas .................................. 17

    Tabel 1. Hasil Monitoring Survei Harga Beras di Penggilingan ......................................... 43

    Tabel 2. Rata-rata Harga Beras Berdasarkan Jenis Beras ............................................... 43

    Tabel 3. Rata-rata Harga Beras Berdasarkan Kualitas Beras .......................................... 43

    Gambar 1. Sistem Pengiriman Laporan HP-G .... 29

    Gambar 2. Sistem dan Jadwal Pengiriman Laporan Bulanan HP-G . 30

    Gambar 3. Sistem dan Jadwal Pengiriman Laporan Mingguan HP-G 31

    Gambar 4. Sistem dan Jadwal Pengiriman Laporan Bulanan HP-BG . 44

    Lampiran 1. Daftar Sampel Survei Pemantauan Harga Produsen Gabah (HP-G) 2013

    45

    Lampiran 2. Sampel Wilayah Survei Harga Beras Di Penggilingan 2013 61

    Lampiran 3. Kuesioner Survei Pemantauan Harga Produsen Gabah (HP-G) . 65

    Lampiran 4. Kuesioner Survei Pemantauan Harga Produsen Beras Di Penggilingan

    (HP-BG) .......................................................................................... 69

    Lampiran 5. Tabel Patokan Kelompok Kualitas dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP)

    terhadap Kualitas Gabah ...

    Lampiran 6. Tabel Definisi untuk Masing-Masing Kriteria Mutu Fisik Beras Berdasarkan

    SNI 6128: 2008

    71

    72

    Lampiran 7. SK Instruksi Presiden RI tentang Kebijakan Perberasan . 73

  • Pedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah

    Pedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah dan Beras 1

    1

    PENDAHULUAN

    1.1. LATAR BELAKANG

    Tujuan pembangunan nasional di bidang tanaman pangan diarahkan pada upaya

    peningkatan produksi pangan dan pendapatan petani dalam rangka pembangunan

    pedesaan secara terpadu. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah melaksanakan

    kebijakan strategis berkaitan dengan upaya pengembangan produksi, pembinaan faktor

    produksi, dan pemantapan kelembagaan berupa dukungan bagi diversifikasi kegiatan

    ekonomi petani.

    Tatkala produksi gabah melimpah, terutama pada musim panen raya berlangsung,

    seringkali timbul berbagai permasalahan di bidang pemasaran. Oleh karenanya, perlu

    upaya khusus melalui suatu kebijakan guna menjamin adanya kesinambungan peningkatan

    produksi pangan. Dalam rangka stabilisasi harga di pasaran dan untuk melindungi tingkat

    pendapatan petani, pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) telah menetapkan Harga

    Pembelian Pemerintah (HPP). Kebijakan ini diharapkan dapat digunakan untuk

    mengamankan transaksi harga gabah sehingga terhindar dari permainan harga gabah dan

    beras oleh para tengkulak. Kebijakan perberasan ini juga diperlukan untuk pengamanan

    cadangan beras serta penyalurannya. Karena adanya hubungan antara harga gabah yang

    diterima petani dengan keinginan pemerintah dalam rangka meningkatkan produksi secara

    makro, monitoring harga diharapkan mampu menopang keberhasilan program produksi

    nasional.

    Undang-undang No. 16/1997 tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah (PP) No.

    51/1999 tentang Penyelenggaraan Statistik menyatakan bahwa Badan Pusat Statistik

    (BPS) berkewajiban menyediakan statistik dasar. Menyadari betapa pentingnya peranan

    BPS di bidang informasi statistik, Sub Direktorat Statistik Harga Produsen berupaya untuk

    menyebarluaskan informasi statistik harga produsen gabah yang berkualitas, mutakhir, dan

    berkesinambungan.

  • 2 Pedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah dan Beras

    Pedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah

    1.2. TUJUAN

    Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan pemantauan dan pengumpulan data

    harga produsen gabah dan kualitas gabah di tingkat petani dan di tingkat penggilingan

    selama tahun 2013. Informasi harga yang diperoleh di lapangan, digunakan sebagai sistem

    peringatan dini (early warning system) dalam rangka pengamanan Harga Pembelian

    Pemerintah (HPP). Hasilnya dapat digunakan sebagai data operasional bagi berbagai

    pihak yang berkepentingan, misalnya Perum Bulog.

    1.3. RUANG LINGKUP

    1. Pemantauan harga produsen gabah tahun 2013 dilaksanakan di 25 provinsi di

    Indonesia (tidak termasuk Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan

    Riau, DKI Jakarta, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara).

    2. Wilayah pencacahan mencakup 158 kabupaten, 335 kecamatan sampel, terdiri dari

    244 kecamatan sampel tetap dan 91 kecamatan sampel berpindah (mobile).

    3. Responden adalah petani sebagai produsen padi yang melakukan transaksi penjualan

    gabah.

  • Pedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah

    Pedoman Pemantauan Harga Produsen Gabah dan Beras 3

    2

    METODOLOGI

    2.1. WAKTU PENCATATAN

    Pengumpulan data harga produsen gabah dilakukan dengan pencatatan

    mingguan dan bulanan. Pencatatan mingguan dilakukan jika terjadi panen raya pada

    wilayah sampel terpilih. Pada musim panen raya biasanya produksi padi berlimpah dan

    banyak transaksi penjualan gabah oleh petani. Kondisi ini menjadi penyebab gejolak harga

    gabah di pasaran, sehingga fluktuasi harga perlu dipantau secara lebih intensif. Secara

    umum, waktu panen raya berbeda antar lokasi sampel/kecamatan. Informasi tentang panen

    raya biasanya berasal dari laporan petugas tingkat kecamatan. Sedangkan pencatatan

    bulanan dilakukan tiap tanggal 10-15 tiap bulan. Pencatatan bulanan ini diterapkan pada

    saat panen raya berakhir atau tidak ada panen.

    2.2. PENENTUAN RESPONDEN

    Dari 25 provinsi yang menjadi lokasi Pemantauan Harga Produsen Gabah, terpilih

    158 Kabupaten yang menjadi sentra produksi padi. Dari 158 kabupaten, terpilih 244

    Kecamatan sampel tetap yang menjadi sentra produksi padi, disamping itu masih bisa

    dipilih 91 kecamatan sampel berpindah (mobile). Setiap kecamatan sampel, dipilih 3 (tiga)

    responden yang berasal dari desa berbeda sebagai nara sumber pengumpulan data harga.

    Responden adalah petani yang menghasilkan gabah cukup besar menurut ukuran

    setempat (kemudian diwakili tiga petani yang menjual gabah terbesar di antara petani lain di

    sekitarnya). Diutamakan petani yang sedang/baru menjual hasil produksi gabah sehingga

    pengambilan sampel lebih mudah karena gabah hasil tran