PD PRT IAAS INDONESIA

download PD PRT IAAS INDONESIA

of 34

  • date post

    13-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    6

Embed Size (px)

description

PD PRT 2011 - 2012

Transcript of PD PRT IAAS INDONESIA

  • PEDOMAN DASAR IAAS INDONESIA

    INTERNATIONAL ASSOCIATION OF STUDENTS IN AGRICULTURAL AND RELATED SCIENCES (IAAS) INDONESIA

    2011 2012

    MUKADIMAH

    Sesungguhnya segala ilmu pengetahuan hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa dan Dia akan meningkatkan derajat bagi orang-orang yang berilmu pengetahuan.

    Kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan hasil dan anugerah yang telah mampu mengantar rakyat Indonesia sejajar dengan bangsa di dunia.

    Perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.

    Mahasiswa sebagai generasi muda bangsa yang sadar akan hak dan kewajibannya, serta peranan dan tanggung jawab kepada manusia, alam serta isinya sebagai pertanggung jawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk mewujudkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan di muka bumi ini.

    Meyakini bahwa tujuan di atas hanya dapat tercapai dengan mengharap Taufik dan Hidayah Tuhan Yang Maha Esa dan usaha-usaha teratur, terencana dengan penuh kebijaksanaan, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami mahasiswa pertanian Indonesia menghimpun diri dalam suatu organisasi yang berdasarkan pada Pedoman Dasar sebagai berikut :

  • BAB I KELEMBAGAAN Pasal 1 Nama Organisasi ini bernama International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Indonesia. Pasal 2 Waktu IAAS Indonesia didirikan di Bogor pada tanggal 29 Desember 1991 dan disahkan pada saat World Congress ke 35 tahun 1992 di Belgia sampai waktu yang tidak ditentukan. Pasal 3 Kedudukan IAAS Indonesia berkedudukan di Indonesia. Pasal 4 Status IAAS Indonesia merupakan anggota IAAS Internasional. Pasal 5 Azas IAAS Indonesia berazaskan Pancasila dan berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pasal 6 Maksud IAAS Indonesia didirikan dengan maksud meningkatkan kualitas mahasiswa pertanian Indonesia dan yang berminat pada ilmu-ilmu pertanian melalui pengabdian masyarakat, partisipasi pembangunan nasional dan kerja sama antar mahasiswa pertanian internasional. Pasal 7 Tujuan 1. Memfasilitasi pertukaran ide-ide dan ilmu pengetahuan pada semua bidang dalam pendidikan dan praktek pertanian. 2. Promosi dan kerja sama antara mahasiswa pertanian dan ilmu yang berkaitan. 3. Menyiapkan mahasiswa untuk memenuhi tantangan kerja dimasa depan dengan praktek dan pandangan global. 4. Memfasilitasi bentuk dan pengembangan organisasi mahasiswa pertanian dan ilmu yang berkaitan. 5. Meyelenggarakan pertemuan, seminar dan pelatihan bagi mahasiswa pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. 6. Mempromosikan pertanian berkelanjutan, ekonomi dan produksi pangan di Indonesia.

  • 7. Mempromosikan sistem pendidikan tinggi yang lebih berkualitas yang dapat diakses setiap orang.

    Pasal 8 Usaha

    1. Membina komunikasi dan kerjasama antarmahasiswa pertanian di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

    2. Meningkatkan wawasan dan profesional mahasiswa pertanian tentang pertanian baik tingkat lokal, nasional, maupun intenasional.

    3. Mempelopori alih ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan masa depan umat manusia.

    4. Berperan aktif dalam pembangunan pertanian tingkat lokal, nasional, dan internasional.

    5. Usaha-usaha lain yang sesuai dengan azas organisasi serta berguna untuk mencapai tujuan.

    Pasal 9 Sifat IAAS Indonesia bersifat keilmuan, keprofesian, kemahasiswaan, non pemerintah, non politik dan non profit. Pasal 10 Fungsi IAAS Indonesia berfungsi sebagai salah satu forum internasional mahasiswa pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. BAB II STRUKTUR ORGANISASI Pasal 11 Kekuasaan Kekuasaan dipegang oleh National Congress dan Local Committee Conference serta forum pengambilan kebijakan lainnya. I. National Congress (NATCON) l.1 Status

    1. NATCON merupakan musyawarah anggota kelembagaan IAAS Indonesia.

    2. NATCON memegang kekuasaan tertinggi IAAS Indonesia. 3. NATCON diselenggarakan 1 tahun sekali. 4. Dalam keadaan luar biasa NATCON dapat menyimpang dari

    poin (3).

  • 5. Dalam keadaan luar biasa NATCON dapat diselenggarakan atas inisiatif satu LC dengan persetujuan sekurang-kurangnya melebihi dari setengah jumlah anggota penuh kelembagaan.

    I.2 Kekuasaan dan Wewenang

    1. Menetapkan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga, pedoman-pedoman pokok dan ketentuan-ketentuan IAAS Indonesia.

    2. Memilih, mengangkat dan memberhentikan National Director (ND), Vice Director of Partnership (VD Partnership), Vice Director of Exchange (VD Exchange), Vice Director of Finance (VD Finance), dan Vice Director of Communication (VD Communication).

    3. Memilih, mengangkat dan memberhentikan Control Council of National Committee (CCNC).

    4. Mengesahkan dan mencabut status keanggotaan. 5. Meminta pertanggungjawaban ND, VD Partnership, VD

    Exchange, VD Finance, dan VD Communication. 6. Meminta laporan pengawasan CCNC. 7. Menetapkan penyelenggara NATCON satu dan dua tahun

    berikutnya. 8. NATCON mempunyai wewenang untuk menetapkan

    candidate member menjadi full member berdasarkan rekomendasi dari NC minimal 1 tahun setelah penetapan candidate member.

    9. NATCON mempunyai wewenang untuk mencabut status frozen.

    I.3 Election Committee:

    1. Komposisi Election Committee adalah komite yang berdiri sendiri yang terdiri dari tiga orang yang berasal dari delegasi Local Committee yang berbeda, dan diutamakan berasal dari daerah yang berbeda juga.

    2. Nominasi Pihak delegasi atau National Committee diharuskan membuat nominasi untuk Election Committee.

    3. Pemilihan Tatacara pemilihan Election Committee disusun berdasarkan point 1 dan disesuaikan dengan forum NATCON.

  • 4. Tugas Election Committee diharapkan dapat bertanggung jawab dalam pemilihan dari national committee dan Control Committee.

    I.4 Nominasi dari National Committee dan Control Committee:

    1. Nominasi untuk national commitee dan control committee dapat dibuat oleh delegasi full members.

    2. Nominasi untuk kandidat NC harus diumumkan paling lambat satu hari sebelum pemilihan.

    I.5 Metode dari Pemilihan National Committee dan Control Committee:

    1. Pemilihan dilakukan dengan musyawarah oleh seluruh delegasi NATCON.

    2. Apabila musyawarah belum tercapai maka dilakukan voting dimana kandidat yang mendapat suara terbanyaklah yang terpilih.

    3. Jika terdapat kasus kedua kandidat mendapat nilai suara yang sama besarnya dalam pemilihan, maka ketua presidium sidang harus dapat menentukan diantara kedua kandidat dengan pemungutan suara ulang dengan melaksanakan lobbying sebelum adanya voting sesuai kesepakatan forum.

    II. Local Committee Conference (LCC) 2.1 Status

    a. LCC merupakan musyawarah anggota kelembagaan IAAS Indonesia di tingkat Local Committee.

    b. LCC memegang kekuasaan tertinggi di tingkat Local Committee.

    c. LCC diselenggarakan dalam 1 tahun sekali . d. Dalam keadaan luar biasa LCC dapat menyimpang dari

    ketentuan point c. e. Dalam keadaan luar biasa LCC dapat diselenggarakan atas

    persetujuan minimal 2/3 dari jumlah anggota IOP dua tahun terakhir yang pengajuannya melalui CCLC.

    2.2 Kekuasaan dan wewenang

    a. Memilih, mengangkat dan memberhentikan Local Committee Director (LCD), Deputy Local Director (DLD) dan Executive

  • Secretary (ES) yang disebut sebagai Executive Committee (EC).

    b. Mencabut status keangggotaan perorangan. c. Meminta laporan pertanggungjawaban EC. d. Memilih, mengangkat dan memberhentikan Control Council of

    Local Committee (CCLC). e. Menetapkan atau mencabut skorsing dan pemecatan anggota. f. Menetapkan pedoman teknis di tingkat Local Committee.

    Pasal 12 Kepemimpinan I. National Committee (NC) I.1 Status

    1. NC merupakan kepemimpinan organisasi IAAS Indonesia di tingkat nasional.

    2. NC dipimpin oleh seorang National Director (ND). 3. Masa jabatan NC adalah satu tahun terhitung sejak serah

    terima jabatan NC demisioner.

    I.2 Personalia a. NC terdiri dari National Director (ND), Vice Director of Finance

    (VD of Finance), Vice Director of Partnership (VD of Partnership) dan Vice Director of Exchange (VD of Exchange) dan Vice Director of Communication (VD of Communication).

    b. Vice Director of Exchange dibantu oleh dua orang staff (Co.Project dan Lexco) pada setiap LC.

    c. Yang dapat menjadi NC adalah anggota perorangan (biasa) yang diajukan oleh LC.

    I.3 Tugas dan Kewajiban

    a. Melaksanakan segala keputusan yang telah ditetapkan dalam NATCON.

    b. Mewakili IAAS Indonesia dalam kegiatan lainnya. c. Melaksanakan tugas dan kewajiban NC sampai pada serah

    terima jabatan kepada NC baru. d. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepada

    forum NATCON. e. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah NATCON, NC

    demisioner sudah melakukan overlapping session dan menyerahkan seluruh aset IAAS Indonesia kepada NC yang baru.

  • f. Menyerahkan hasil ketetapan NATCON dalam bentuk tertulis kepada IAAS Indonesia pada saat serah terima jabatan. II. Local Committee (LC) II.1 Status

    a. LC merupakan kepemimpinan IAAS di tingkat lokal. b. LC dipimpin oleh Executive Committee (EC). c. Masa jabatan EC adalah satu periode (satu tahun) terhitung

    sejak serah terima jabatan EC demisioner. II.2 Personalia

    a. EC terdiri dari Local Committee Director (LCD), Deputy Local Director (DLD) dan Executive Secretary (ES).

    b. Pengurus sekurang-kurangnya terdiri dari Treasurer, Expro Coordinator, HRD Coordinator, STD Coordinator, dan PR Coordinator.

    c. Pengurus dipilih dan diangkat oleh LCD dengan masa jabatan satu tahun.

    d. Yang dapat menjadi pengurus adalah anggota biasa yang aktif dalam kegiatan IAAS Indonesia dan telah mengikuti BOS I.

    e. Dalam keadaan luarbiasa kpengurusan dalam LC disesuaikan d