PBL Blok 9

download PBL Blok 9

of 35

  • date post

    25-Apr-2015
  • Category

    Documents

  • view

    71
  • download

    6

Embed Size (px)

description

PBL 9

Transcript of PBL Blok 9

DisgestivePiter Pical Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana 102010235 Jalan Anggrek XVI Blok PS nomor 6 Harapan Indah Bekasi Barat www.piter_1992@yahoo.com

PendahuluanSistem Digestivus adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus. Hepar merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, dengan berat sekitar 1300-1500 gram, dan pada keadaan hidup, hepar berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Bagian superior dari hepar berbentuk cembung dan terletak di bawah kubah kanan diafragma. Sementara bagian inferior hepar berbentuk cekung dan dibawahnya terdapat ginjal kanan, gaster, pankreas, dan usus.1

Struktur Pencernaan1. Mulut

Makroskopis

Sistem

1

Rongga mulut terdiri dari vestibulum oris dan cavum oris propium (gigi geligi, palatum, diaphragm oris, isthmus faucium, dan lidah) 1 a. Vestibulum Oris Merupakan daerah di antara bibir dan pipi sebelah luar dan di antara gigi geligi dengan processus alveolaris di sebelah dalam. Pembuluh nadi : Aa. Labiales superiores et inferiores, cabang a. facialis dan a. Temporalis superficialis. Pembuluh balik : V. Facialis anterior et posterior yang bergabung menjadi v. Facilais communis dan bermuara ke dalam v. Jugularis interna. Getah bening : Nnll. Submentales, submadibulares, dan parotideae yang kemudian dialirkan ke dalam Nnll. Caevicales profundae. b. Cavum Oris Propium Gigi geligi. Terletak pada processuus alveolaris, yang dilapisi oleh selaput lender (gingival). Setiap orang memiliki 16 gigi rahang atas maupun rahang bawah, yang terdiri atas 2 gigi seri (dens incivus), 1 gigi taring (dens caninus), 2 geraham depan (dens premolaris) dan 3 geraham belakang (dens molaris). Pada gigi dapat dibedakan corona (tajuk), collum (leher) dan radix (akar). Pembuluh nadi : atas : rr. alveolaris superiores, a. Infraorbitalis r. Alveolaris superior anterior bawah : a. alveolaris inferior pembuluh balik : atas : v. Facialis atau plexus pterygoideus bawah : v. Alolaris inferior Palatum Palatum durum adalah suatu sekat yang terbentuk oleh processus palatinus ossis maxillae dan processus horizontalis ossis palatini. Tulang-tulang ini dilapisi oleh selaput lendir di sisi superior dan inferior.

2

Palatum

molle

terdiri

atas

suatu

aponeurosis

yang

merupakan tempat lekat bagi beberapa otot. Pendarahan : cabang-cabang a. maxilaris yakni a. palatina descendens, aa. Palatina mayor ( palatum durum), dan aa. Palatinae minores (palatum molle). Persarafan : plexus pharyngeus (N. IX +N. X), kecuali M. Tensor veli palatini oleh n. Tensoris veli palatini cabang n. Trigeminus V3. Diaphragma oris. Dasar mulut dibentuk oleh 3 otot yakni M. Digastricus venter anterior, M. Mylohyoideus, dan M. Geniohyoideus. Fungsinya untuk membuka mulut. Isthmus faucium adalah hubungan antara rongga mulut dan ororpharynx. Batas-batasnya yakni : tepi bebas palatum molle, arcus palatoglossus, dan dorsum linguae. Lidah (lingua) mengisi cavum oris hampir seluruhnya dan melekat pada dasar mulut. Pembuluh nadi : a. lingualis Pembuluh balik : v. Dorsalis linguale, Vv. Profunda linguae, V. Sublingualis. Persarafan: sensibel : N. Lingualis V3, N. IX, N. X Pengecap : N. Lingualis V3 (chorda typani N. VII), N. X Persarafan : Nn. Alveolares superiores (V2), N. Alveolaris inferior 2. Tenggorokan (Faryngx) Pharynx merupakan suatu pipa musculo-fascial yang kontraktil. Pharynx terbentang di antara basis crania sebelah cranial dan berakhir pada oesophagus di sebelah kaudal setinggi vertebra cervicalis VI. Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Dinding faring terdiri dari 3 lapis yakni: 1. Tunica mucosa pharyngis (V5)

3

Terdiri atas nasopharynx yang berfungsi untuk pernafasan, oropharynx yang berfungsi untuk pencernaan, dan laryngopharynx. 2. Tunica submucosa pharyngis Di bagian atas sangat tebal dan melekatkan pharynx pada dasar tengkorak. Di bagian bawah, di laryngopharyns, submukosa lebih elastis sehingga memudahkan pada saat menelan. 3. Tunica muscularis pharyngis Terdiri atas otot-otot melingkar dan membujur: Otot-otot melingkar terdapat pada dinding posterior dan lateral pharynx. M. constrictor pharyngeus superior M. constrictor pharyngeus media M. constrictor pharyngeus inferior

Otot-otot membujur M. palatopharyngeus M. stylopharyngeus M. salpingopharyngeus : A. thyroidea superior, A. pharyngea

Pendarahan

ascendens. Plexus venosus pharyngeus Persarafan: plexus pharyngeus (N. IX + N. X) 3. Oesophagus Oesophagus merupakan sebuah tabung otot yang dapat kolaps dengan panjang sekitar 25cm yang menghubungkan pharynx dengan gaster. Sebagian besar oesophagus terletak di dalam thorax. Oesophagus masuk ke abdomen melalui lubang yang terdapat pada crus dextrum diaphragma. Setelah berjalan sekitar 1,25cm, oesophagus masuk ke lambung sebelah kanan garis tengah. Di anterior oesophagus berhubungan dengan fascies posterior lobus hepatis sinister dan di posterior dengan crus sinistrum diaphragma.

4

Oesophagus berfungsi untuk menyalurkan makanan dari pharynx ke dalam gaster. Kontraksi bergelombang lapisan otot disebut periistaltis yang akan mendorong makanan ke depan. 2 Pada esofagus dapat dibedakan 3 bagian yakni: 1. Pars cervicalis (C6-7) Anterior : trachea, gl. Thyreoidea Posterior : vertebra cervicalis Lateral Kanan/Kiri : A. carotis communis, N. recurrens Lateral Kiri : A. subclavia, ductus thoracicus 2. Pars thoracalis Anterior : trachea + bronchus kiri, pericardium + atrium kiri, diaphragma Posterior: vertebra thoracalis, ductus thoracicus,v.azygos,aorta ascenden Kiri: Arcus aorta, N. recurrent kiri , A. subclavia kiri, ductus thoracicus, pleura Kanan: pleura, v. azygos 3. Pars abdominalis

4. Gaster (Lambung) Gaster merupakan bagian saluran pencernaan yang melebar dan memiliki tiga fungsi: menyimpan makanan, pada orang dewasa gaster mempuunyai kapasitas sekitar 1500 ml; mencampur makanan dengan getah lambung untuk membentuk chymus yang setengah cair; mengatur kecepatan pengiriman chymus ke usus halus sehingga pencernaan dan absorpsi yang efisien dapat berlangsung. Gaster terletak di bagian atas abdomen, terbentang dari permukaan bawah arcus costalis sinistra sampai region epigastrica dan umbilicalis. Sebagian besar gaster terletak di bawah costae bagian bawah. Secara kasar gaster berbentuk huruf J dan mempunyai dua lubang :2

5

-

Ostium cardiacum, merupakan tempat oesophagus masuuk gaster. Ostium pyloricum, dibentuk oleh canalis pyloricus yang panjangnya sekitar 2.5 cm. Tunica muskularis stratum circulare yang meliputi gaster jauh lebih tebal di daerah ini dan membentuk musculuus sphincter pyloricus.

Mempunyai dua curvature : Curvature major, jauh lebih panjang dibandingkan curvature minor dan terbentang dari sisi kiri ostium cardiacum melalui kubah fundus dan sepanjang pinggir kiri gaster sampai ke pylorus. Curvature minor, membentuk pinggir kanan gaster dan terbentang dari ostium cardiacum sampai pylorus. Curvature minor digantung pada hepar oleh omentum minus. Mempunyai dua dinding : Paries anterior Paries posterior. tebal, mengandung banyak pembuluuh

Tunica mukosa gaster

darah dan terdiri atas banyak lipatan (plica gastricae, yang akan menjadi licin bila teregang) atau rugae, yang arahnya terutama longitudinal. Tunica muscularis gaster, mengandung stratum longitudinal (terletak paling superficial dan paling banyak di sepanjang curvature), stratum sirkular (letaknya lebih dalam mengelilingi corpus gastricum dan menjadi sangat tebal pada pylorus untuk membentuk musculus sphincter pyloricus) dan tunica muscularis fibrae obliguae (fibrae obliguae membentuk lapisan tunica muscularis yang paling dalam, melingkari fundus dan berjalan turun sepanjang paries anterior dan posterior, berjalan parallel dengan curvature minor). 2 Peritoneum, meliputi seluruh permukaan gaster. Peritoneum meninggalkan curvature minor sebagai omentum minus dan

6

meninggalkan curvature major sebagai ligamentum gastrolienale dan omentum majus. Gaster relative terfiksasi pada kedua ujungnya, tetapi diantara ujung-ujung tersebut gaster sangat mudah bergerak. Gaster cenderung terletak tinggi dan transversal pada orang pendek dan gemuk dan memanjang vertical pada orang yang tinggi dan kurus. Gaster dibagi menjadi bagian-bagian berikut: Fundus gastricum: berbentuk kubah, menonjol ke atas dan terletak di sebelah kiri ostium cardiacum. Biasanya fundus berisi penuh udara. Corpus gastricum: terbentang dari ostium cardiacum sampai incisura angularis (suatu lekukan yang selaluu ada pada bagian bawah curvatureaminor). Anthrum pyloricum: terbentang dari incisura angularis sampai pylorus. Pylorus: merupakan bagian gaster yang berbentuk tubular. Dinding pylorus yang tebal membentuk musculus sphincter pyloricus. Rongga pylorus dinamakan canalis pyloricus. Pendarahan: Pembuluh nadi : A. gastrica sinistra, A. gastrica dextra, A. gastroepiploica dextra, A. gastroepiploica sinistra, A. gastrica brevis. Pembuluh balik : V. gastrica brevis V.lienalis, V. gastroepiploica sinistra, V. gastroepiploica dextra, V. gastrica sinistra, V. gastrica dextra Persarafan: parasimpatis : N. X kanan ( posterior ), N. X ki. (anterior) simpatis : serabut.preganglionic (N.splanchnicus Thoracalis), serabut.post ganglionic (ggl.plexus celiacus) 5. Hati

7

Hepar merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh dan memiliki banyak fungsi. Tiga