PBL blok 6

download PBL blok 6

of 19

  • date post

    07-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    231
  • download

    5

Embed Size (px)

description

asdasdasdasd

Transcript of PBL blok 6

Struktur dan Mekanisme Kerja Mata

Diporapdwijoyo Sinoputro102011379Fakultas Kedokteran Universitas Krida WacanaJl. Arjuna Utara No.6diposino@yahoo.comKelompok E6PendahuluanPada skenario pbl kali ini, kelompok kami diberikan kasus mengenai seorang bapak berusia 45 tahun yang datang ke puskesmas mengeluh mengenai penglihatannya yang berkurang dalam 2 minggu ini. Di puskesmas, dokterpun melakukan pemeriksaan visus, dan diketahui bahwa visus kedua mata bapak tersebut menurun sehingga dianjurkan untuk memakai kacamata. Dari skenario diatas, maka berdasarkan apa yang kami pelajari di blok 6 ini, maka kamipun memutuskan bahwa sasaran pembelajaran kami adalah sebagai berikut ini:

Pembahasan:Istilah yang tidak diketahuiVisus = Ketajaman penglihatan 1

Struktur mata secara makroStruktur mata secara makroskopis dibagi menjadi 3 lapisan, dimana terdapat lapisan luar, tengah, dan lapisan dalam mata. Untuk lapisan luar mata, kita memiliki kornea, dan sklera. Untuk lapisan mata bagian tengah, terdapat iris, korpus siliaris, dan koroidea. Lalu, untuk lapisan mata bagian dalam, terdapat retina. Untuk lebih jelasnya, lihatlah gambar di bawah ini. Gambar 1: Struktur mata. 2Untuk lebih jelasnya, saya akan menjelaskan fungsi dari tiap tiap lapisan.Lapisan bagian luar3Seperti yang tadi sudah saya ucapkan bahwa lapisan luar mata terdiri dari kornea dan sklera. Sedangkan, fungsi mereka masing masing adalah sebagai berikut: Sklera : Untuk memberi bentuk pada bola mata, dan memberikan tempat untuk perlekatan otot ekstrinsik. Kornea : Merupakan perpanjangan anterior yang transparan pada sklera di bagian depan mata. Bagian ini memiliki fungsi untuk mentransmisi cahaya, serta memfokuskan berkas cahaya.Lapisan bagian tengah3Lapisan bagian tengah disebut juga dengan tunika vaskular ( uvea), dan tersusun dari koroid, badan siliaris, dan iris. Fungsi fungsi dari bagian tersebut antara lain: Lapisan koroid : Merupakan bagian yang sangat terpigmentasi untuk mencegah refleksi internalberkas cahaya. Bagian ini juga sangat tervaskularisasi yang berfungsi juga untuk memberi nutrisi pada mata, serta memiliki sifat elastik, sehingga dapat menarik ligamen suspensori.

Badan siliaris : Merupakan suatu penebalan di bagian anterior lapisan koroid. Bagian ini mengandung pembuluh darah dan otot siliaris. Bagian ini juga menjadi tempat perlekatan lensa. Otot siliaris tersebut penting dalam akomodasi penglihatan, kemampuan untuk mengubah fokus dari objek jarak jauh, ke objek yang jaraknya dekat.

Iris : Merupakan perpanjangan sisi anterior koroid. Iris juga merupakan bagian mata yang memiliki warna transparan. Iris terdiri dari jaringan ikat dan otot radialis serta otot sirkularis yang memiliki fungsi untuk mengendalikan diameter pupil.Fungsi utama iris ialah untuk meningkatkan jumlah cahaya yang masuk kedalam mata pada waktu gelap, dan untuk mengurangi cahaya yang masuk kedalam mata pada waktu terang. Jumlah cahaya yang memasuki mata melalui pupil sebanding dengan luas pupil atau kuadrat diameter pupil. Diameter pupil mausia dapat mengecil sampai 1,5 mm dan membesar sampai 8 mm. Jumlah cahaya yang memasuki mata dapat berubah sekitar 30 kali lipat sebagai akibat dari perubahan diameter pupil.

Pupil : Pupil sendiri adalah ruang terbuka yang bulat pada iris, yang harus dilalui cahaya untuk dapat masuk ke inferior mata.Lapisan bagian dalam2Seperti yang tadi sudah saya beritahukan bahwa lapisan bagian dalam terdiri dari retina. Apa itu retina? Retina adalah suatu membran yang diadaptasi untuk menerima sinar cahaya dan terdiri dari banyak serabut sel saraf, dan tersusun atas sel batang, dan sel kerucut. Berikut adalah gambar sel batang dan sel kerucut.

Gambar 2: Sel batang, dan sel kerucut. 4Lalu, di antara kornea dan pupil, diisi oleh semacam cairan yang bernama humor aqueus, sementara dari pupil sampai ke retina diisi oleh humor vitreous.Lensa adalah struktur bikonveks yang bening tepat dibelakang pupil. Elastisitasnya sangat tinggi, suatu sifat yang akan menurun seiring proses penuaan. Ruang antara lensa dan kornea terisi dengan cairan aqueous humor yang disekresi oleh korpus siliaris di bawah tekanan. Tekanan ini adalah salah satu faktor yang mempertahankan bentuk bulat dari bola mata dan dapat disebut juga tekanan intraokular.Lensa memisah interior mata menjadi dua rongga: rongga anterior dan rongga posterior. Rongga anterior terbagi menjadi dua ruang. Ruang anterior terletak di belakang kornea dan di depan iris sedangkan ruang posterior terletak di depan lensa dan di belakang iris. Ruang tersebut berisi aqueous humor yg mengalir ke saluran Schlemm dan masuk ke sirkulasi darah vena. Rongga posterior terletak di antara lensa dan retina dan berisi vitreous humor, semacam gel transparan yang juga berperan untuk mempertahankan posisi retina terhadap kornea.Struktur mata secara mikroskopis5 buku ajar histologiSetelah kita mengetahui struktur mata secara makroskopis, saya akan membahas mengenai struktur mata secara mikroskopis. Secara mikroskopis, beberapa dari bagian bagian makroskopis lagi, dibagi bagi lagi menjadi beberapa bagian secara mikroskopis. Berikut adalah penjelasannya: SkleraTebal sklera di kutub posterior adalah 1mm, pada ekuator 0,4-0,3 mm, dan 0,6 mm di tepian kornea. Sklera sendiri terdiri atas berkas berkas gepeng serat kolagen tipe 1 yang berjalan ke segala arah sejajar dengan permukaan. Di dalam sklera ini juga terdapat serat elastin. Sel sel sklera itu adalah fibroblas gepeng panjang. Tendo otot otot mata tertanam pada permukaan luar sklera, yang pada gilirannya berhubungan dengan lapis jaringan ikat padat. Selain bersifat avaskular, diantara sklera dan koroid terdapat suatu lapisan tipis, yaitu area kribosa.

KorneaKornea sendiri sebenarnya lebih tebal dari sklera, dengan ukuran 0,8-0,9 mm di pusat dan 1,1 mm di tepian. Pada manusia, daya refraksi kornea, yang merupakan fungsi indeks refraksi jaringannya (1,376) dan radius kurvatura permukaannya (7,8 mm) dua kali lebih besar daripada lensa. Secara histologis, kornea dibagi menjadi 5 lapisan lagi, antara lain:1. Epitel kornea : Epitel berlapis gepeng yang tidak memiliki lapisan tanduk2. Membrana bowmani: Membrana basalis yang menebal, serta terdiri dari fibril kolagen halus3. Stroma / substansia propia : Merupakan lapisan yang paling tebal, tidak memiliki pembuluh darah, memiliki serat kolagen dan tersusun rapi, serta memiliki sel fibroblas.4. Membrana descemeti: Merupakan suatu membran yang terdiri dari serat kolagen yang tersusun seperti jala.

Gambar 3: membrana descementi 55. Endotel kornea: terdiri dari sel epitel selapis gepeng

Limbus korneaLimbus adalah perbatasan antara kornea dan sklera. Limbus merupakan daerah penting dari mata, karena merupakan patokan penting bagi oftalmolog dan mengandung alat bagi keluarnya humor akueus. Secara histologis dibagi juga menjadi 5 bagian lagi, antara lain:1. Epitel konjungtiva bulbi : Merupakan sel epitel berlapis gepeng, yang kemudian dapat berubah menjadi epitel berlapis kubis / silindris2. Jaringan ikat konjungtiva bulbi : Merupakan campuran dari serat kolagen dan serat elastin3. Stroma limbus : merupakan jaringan ikat yang terdapat pada limbus4. Saluran schlemm : merupakan lubang yang berfungsi untuk menampung humor akueus5. Jaringan trabekular: terdapat diantara celah fontana

Iris Secara mikroskopis, iris dibagi lagi menjadi 5, yaitu:1. Endotel : Merupakan sel epitel selapis gepeng2. Lapisan jaringan ikat jarang , fibroblas, dan sel pigmen3. Lapisan jaringan ikat jarang + pembuluh darah4. Pars iridika retina : terdiri dari 2 lapisan sel kubis berpigmen.

Korpus siliarisKorpus siliaris adalah batas antara ora dan tepian lensa, serta merupakan penebalan dari tunika vaskular. Permukaanya ditutupi oleh retina bagian siliaris yang non-fotosensitif dan berpigmen gelap. Pada irisan meridional bola mata, korpus siliaris tampak sebagai segitiga tipis dengan basis kecilnya menghadap ke bilik anterior mata. Bagian terbesar korpus siliaris, diluar prosesus siliaris, adalah otot siliaris. Otot siliaris ini terdiri dari 3 bagian, yaitu:1. Pars meridionalisLetaknya paling dekat dengan sklera, berkas berkasnya tersebar terutama ke arah meridional.2. Pars radiataMerupakan berkas sel otot yang memancar mirip kipas dari daerah scleral spur: ke arah rongga bola mata.3. Pars sirkularisBagian ini biasanya tidak ada pada bayi yuang baru lahir, namun mulai muncul pada usia kedua atau ketiga. Kontraksi pada bagian ini melonggarkan ketegangan pada lensa dan karenanya memiliki fungsi penting dalam penglihatan jarak dekat.

Lapisan koroideaLapisan koroidea dibagi lagi menjadi 4 lapisan, yaitu:1. Lapisan suprakoroidea / fuska sklera : terdiri dari serat kolagen, dan serat elastin2. Lapisan vaskulosa : lapisan dimana teradapat pembuluh darah yang menuju ke korpus siliaris3. Lapisan koriokapilaris : Merupakan tempat berakhirnya cabang arteri koroidea. Diantara kapilar kapilar tersebut ada jala serat kolagen, dan serat elastin yang halus. Pada lapisan ini juga memiliki sedikit fibroblas dan melanosit4. Lapisan elastika bruch

RetinaRetina adalah lapisan paling dalam dari ketiga lapisan pembungkus bola mata, dan merupakan organ yang bersifat fotoreseptor. Retina sendiri terbentuk pada awal perkembangan embrional melalui evaginasi bilateral dari prosensefalon, yaitu vesikel optik primer. Lalu, dari vesikel optik primer tersebut ia ditransformasi melalui invaginasi lokal menjadi vesikel optik sekunder. Setiap mangkuk optik tetap berhubungan dengan otak melalui sebuah tangkai, yang kemudian menjadi nervus optikus.

Retina bagian optik, atau yang berfungsi melapisi permukaan dalam koroid dan meluas ke anterior dari papila nervi optisi ke ora serrata. Di papila, tempat retina menyatu dengan jaringan saraf, dan di ora serrata, retina itu melekat erat pada koroid. Pada retina, kecuali fovea, papila dan ora serrata dapat dibedakan menjadi 10 lapisan, ant