pbl blok 5

download pbl blok 5

of 18

  • date post

    20-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    281
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of pbl blok 5

Nyeri Sendi Lutut pada Usia LanjutBlok 5 Givela Harsono J 10.2011.244 / B2 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Givela_244@yahoo.com

PendahuluanOtot dan tulang merupakan kesatuan sistem gerak pada tubuh. Otot merupakan bagian tubuh yang melekat pada tulang dan berfungsi sebagai penyokong tubuh. Otot juga sebagai alat gerak yang menggerakan bagian tubuh dengan cara kontraksi. Otot pada umumnya terbagi atas 3 jenis yaitu otot jantung, otot polos dan otot lurik (skelet). Sementara tulang adalah bagian tubuh yang berfungsi untuk menyokong tubuh dan melekat pada otot. Tulang terbagi menjadi tulang rawan dan tulang keras. Lutut adalah sebuah sendi yang menghubungkan tulang tibia dan femur. Lutut juga menyokong hampir seluruh berat badan tubuh. Pada usia lanjut sering ditemui sakit dan nyeri pada lutut, kedua bagian ini tidak berfungsi secara optimal seperti pada usia muda. Nyeri pada daerah lutut dapat berasal dari lutut itu sendiri atau dari tempat lain (seperti pinggang, pergelangan kaki atau punggung bagian bawah) karena saling berhubungan. Struktur dari lutut terdiri dari tulang dan tulang rawang serta ligamen. Kelainan atau gangguan pada struktur tersebut dapat menimbulkan nyeri. Penyebab nyeri lutut yang paling sering antara lain infeksi,

1

peradangan (rheumatoid arthitis, osteoarthitis) atau cedera. Dengan makalah ini diharapkan para pembaca dapat memahami pengaruh otot dan tulang terhadap orang yang berusia lanjut.

Struktur Lutut Lutut terdiri dari beberapa bagian diantaranya adalah otot, tulang dan bagian-bagian lain seperti ligamentum, cairan sinofial dan sebagainya. 1. Tulang Pada sendi lutut terdiri dari 3 tulang utama yaitu tulang femur, Tibia dan patella. a. Tulang Femur Tulang femur merupakan tulang panjang yang bersendi keatas dengan pelvis dan kebawah dengan tulang tibia. Tulang femur terdiri dari epiphysis proksimal, diaphysis dan epiphysis distalis. Pada tulang femur ini yang berfungsi dalam persendian lutut adalah epiphysis distalis. Epiphysis distalis merupakan bulatan sepanjangGambar 1.1 Tulang Femur

yang

disebut

condylous

femoralis lateralis dan medialis.

Dibagian proksimal tonjolan tersebut terdapat sebuah bulatan kecil yang disebut epicondilus lateralis dan medialis. Bila dilihat dari depan, terdapat dataran sendi yang melebar ke lateral yang disebut facies patelaris yang nantinya bersendi dengan tulang patella. Dan bila dilihat dari belakang, diantara condylus lateralis dan medialis terdapat cekungan yang disebut fossa intercondyloideal. Tulang ini dapat dilihat pada gambar 1.1. Tulang femur juga merupakan tulang terpanjang, tulang terkuat dan tulang terberat dari semua tulang yang menyusun rangka tubuh.12

b. Tulang Tibia Tulang Tibia adalah salah satu tulang tungkai bawah selain tulang fibula. Tulang ini merupakan tulang kuat satu-satunya yang menghubungkan femur dan tumit kaki. Seperti tulang femur, tulang tibia dibagi tiga bagian, bagian ujung proksimal, corpus dan ujung distal bagian dari tulang tibia yang membentuk sendi lutut adalah bagian proksimal, dimana pada bagian ujung proksimal terdapat condillus medialis dan tubercullum inter condiloseum lateral. Didepan dan dibelakang eminentiaGambar 1.2 Tulang Tibia

terdapat

fossa

intercondilodea

anterior dan posterior.

Tulang tibia juga merupakan tulang medial yang besar. Tulang ini membagi berat tubuh dari arah femur kearah kaki. Dapat dilihat pada gambar 1.2.1 c. Tulang Patella Tulang Patella merupakan tulang sesamoid terbesar dalam tubuh manusia dengan bentuk segitiga dan gepeng dengan aspex menghadap kearah distal. Pada permukaan depan atau anterior tulang patella kasar sedangkan permukaan dalam atau dorsal memiliki permukaan sendi yang lebih besar dan facies medial yang lebih kecil. Dapat dilihat pada gambar 1.3.Gambar 1.3 Tulang Patella

3

Struktur Mikroskopik Tulang Tulang terbagi menjadi dua yaitu tulang rawan dan tulang kompak (tulang). Tulang rawan Tulang rawan adalah bentuk khusus jaringan ikat yang berasal dari mesenkim. Seperti jaringan ikat, tulang rawan terdiri atas sel dan matriks ekstraselular yang terdiri dari serat jaringan ikat dan substansia. Berbeda dari jaringan ikat, tulang lawar bersifat avascular (tidak dilewati pembuluh darah) dan menerima makanan secara difusi melalui matriks ekstraselular.2 Tulang rawan memperlihatkan kekuatan regang, membentuk penyokong struktural yang kuat bagi jaringan lunak, memberikan kelenturan tanpa distorsi dan tahan terhadap tekanan.Gambar 2.1 Tulang Rawan Lutut

Tulang rawan terdiri dari sel yang disebut kondrosit dan kondroblas. Untuk tulang rawan pada lutut dapat dilihat pada gambar 2.1. Tulang rawan terdiri dari 3 jenis yaitu ulang rawan hialin, tulang rawan elastic dan fibrokartilago.2 Tulang rawan hialin Tulang rawan hialin adalah jenis yang paling banyak ditemukan. Pada embrio, tulang rawan ini be rfungsi sebagai model kerangka bagi kebanyakan tulang. Seiring dengan pertumbuhan, model tulang rawan secara bertahap diganti dengan tulang melalui proses endokondral. Dapat dilihat pada gambar 2.2.Gambar 2.2 Tulang Rawan Hialin

4

Pada orang dewasa tulang rawan hialin pada umumnya sudah diganti menjadi tulang. Kecuali tulang rawan permukaan sendi, ujung iga, hidung, laring, trakea serta di bronki. Tulang rawan hialin tersebut menetap seumur hidup dan tidak mengalami penulangan. Tulang rawan elastik Tulang rawan elastik serupa dengan tulang rawan hialin,namun memiliki lebih banyak serat elastik yang bercabang di dalam matriksnya. Tulang rawan elastic bersifat sangat lentur. Tulang ini terdapat di telinga luar,dinding tuba auditorus, epiglottis dan laring. Dapat dilihat pada gambar 2.3.2Gambar 2.3 Tulang Rawan Elastik

Fibrokartilago Fibrokartilago ditandai oleh adanya berkas-berkas serat kolagen kasar yang padat dan tidak teratur dalam jumlah besar. Berbeda dari tulang rawan hialin dan elastikm fibrokartilago terdiri dari lapisan matriks tulang rawan diselingi oleh lapisan serat kolagen tipe I padat. Serat kolagen ini berorientasi sesuai arah tegangan fungsional. Distribusi fibrokartilago di tubuh terbatas dan ditemukan di diskus intervertebalis, simfisis pubis dan sendi tertentu. Dapat dilihat pada gambar 2.4.2Gambar 2.4 Fibrokartilago

5

Sel-sel tulang rawan terdiri atas :

-

Kondroblas Kondrobras adalah sel bakal yang berbentuk oval terletak di pinggir dari kartilago. Kondrosit Kondrosit mempunyai inti yang khas berbentuk bundar dengan sebuah nucleus atau dua buah nucleous. Kondrosit terletak di dalam laKuna ( celah ) berbentuk bulat. Ia disebut juga sel kartilago. Letak kondrosit di dalam jaringan tulang rawan lebih ke dalam dibandingkan dengan letak kondroblast. Perikondrium Perikondrium merupakan jaringan pengikat yang membungkus kartilago, terdiri dari sel fibrosit yang gepeng dan diantaranya terdapat serat kolagen.

-

-

Kerusakan pada Tulang Rawan Tulang rawan adalah jaringan elastis yang 95 persen terdiri dari air dan matrik ekstra selular, 5 persen sel kondrosit. Fungsinya sebagai penyangga atau shock breaker, juga sebagai pelumas, sehingga tidak menimbulkan nyeri pada saat pergerakan sendi apabila kerusakan jaringan rawan sendi lebih cepat dari kemampuannya untuk memperbaiki diri, maka terjadi penipisan dan kehilangan pelumas sehingga kedua tulang akan bersentuhan dan menyebabkan rasa nyeri pada sendi lutut. Dapat dilihat pada gambar 2.5.Gambar 2.5 Kerusakan Tulang Rawan

Setelah terjadi kerusakan tulang rawan, sendi dan tulang ikut berubah. Pada permukaan sendi yang sudah aus terjadilah pengapuran. Yaitu tumbuhnya tulang baru yang merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk menjadikan sendi kembali stabil, tapi hal ini justru membuat sendi kaku.6

Sendi yang sering menjadi sasaran penyakit ini adalah sendi yang sering digunakan sebagai penopang tubuh seperti lutut, tulang belakang, panggul, dan juga pada sendi tangan/kaki. Jika tidak diobati sakit akan bertambah dan tidak bisa berjalan. Selain itu, tulang bisa mengalami perubahan bentuk atau deformity bersifat permanen. Bengkok pada kaki bisa ke dalam maupun keluar. Dampak kelainan ini muncul perlahan 10 tahun kemudian untuk itu perlu waspada. Kelainan pada kartilago dapat menyebabkan tulang bergesekan satu sama lain, yang menyebabkan kekakuan, nyeri dan pembatasan gerakan pada sendi. Di dalam sendi juga terdapat cairan yang disebut cairan synovial, yang berfungsi sebagai dan mencegah terjadinya gesekan ujung-ujung tulang tersebut yang dapat menyebabkan terkikisnya tulang tersebut. Pada keadaan kekurangan cairan synovial akibat suatu proses degenerasi maka akan terjadi gesekan-gesekan antar tulang rawan tersebut sehingga tulang rawan menjadi terkikis habis, maka akan timbul rasa nyeri. Tulang Kompak Sebagai unsur pokok kerangka orang dewasa, jaringan tulang menyangga struktur berdaging, melindungi organ-organ vital seperti yang terdapat di dalam tengkorak dan rongga dada, dan menampung sumsum tulang, tempat sel-sel darah dibentuk. Tulang juga berfungsi sebagai cadangan kalsium, fosfat, dan ion lain, yang dapat dielepaskan atau disimpan dengan cara terkendali untuk mempertahankan konsentrasi ion-ion penting ini di dalam cairan tubuh. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3.1.3

Gambar 3.1 Tulang Kompak

Selain itu, tulang membentuk suatu sistem pengungkit yang melipatgandakan kekuatan yang dibangkitkan selama otot rangka berkontraksi dan mengubahnya menjadi gerakan tubuh.

7

Jaringan bermineral ini memberi fungsi mekanik dan metabolik kepada kerangka. Tulang adalah jaringan ikat khusus yang terdiri atas materi antarsel berkapur, yaitu matriks tulang, dan 3 jenis sel: osteosit, yang menyintesis unsur organik matriks, dan osteoklas, yang merupakan sel raksasa multinuklear yang terlibat dalam resorpsi dan remodelling jaringan tulang. Ka