PBL Blok 26 - Program Kesehatan Ibu dan Anak

download PBL Blok 26 - Program Kesehatan Ibu dan Anak

of 35

  • date post

    09-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    77
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Program KIA di Indonesia serta Gerakan pemerintah mengejar target MDGs 2015

Transcript of PBL Blok 26 - Program Kesehatan Ibu dan Anak

Program Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia Andrey SetiawanFakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJl. Terusan Arjuna No. 6, Jakarta Barat 11510E-mail: andrey_2108@hotmail.com

Abstrak: Program Kesehatan Ibu dan Anak adalah salah satu upaya wajib Puskesmas dan juga merupakan masalah global yang telah dicanangkan pada Tujuan Pembangunan Milenium/MDGs 5. Masih tingginya Angka Kematian Ibu menunjukkan bahwa kesehatan ibu di Indonesia masih belum baik. Target yang ingin dicapai pada tahun 2015 adalah 102/100.000 kelahiran hidup, tetapi faktanya tahun 2012 BKKBN mengeluarkan SDKI dengan AKI 359/100.000 kelahiran hidup, hal ini mengejutkan dan segera Menteri Kesehatan Republik Indonesia memerintahkan untuk penghitungan ulang karena mungkin terjadi kesalahan. Untuk mengatasi tingginya Angka Kematian Ibu, Kementrian Kesehatan segera membuat program Rencana Aksi Nasional dalam percepatan penurutan Angka Kematian Ibu tahun 2013-2015. Tinjauan pustaka ini memilih bahan bacaan dari artikel terbitan resmi dari Departemen Kesehatan dan beberapa Pedoman Program lainnya. Hasil yang diharapkan dari tinjauan pustaka ini adalah pengetahuan yang lebih dan menyeluruh lagi bagi penulis, dan pembaca dalam membantu menurunkan Angka Kematian Ibu sesuai dengan program MDGs dan Pemerintah. Kementrian Kesehatan telah membuat buku Panduan Rencana Aksi Nasional ini dan dengan isi yang komprehensif. Dalam tinjauan pustaka ini, akan dibahas mengenai Puskesmas, Pemberdayaan Masyarakat, permasalahan yang mungkin mengambil bagian dari terjadinya Angka Kematian Ibu yang tinggi, dan rencana penanggulangannya serta proses evaluasi keberhasilan program nantinya. Kata kunci: Angka Kematian Ibu, Rencana Aksi Nasional, Puskesmas, Tujuan Pembangunan Milenium.

Abstract:Maternal and Child Health Program is one of many compulsory programs of Community Health Center/Puskesmas and also a global matter as it is also initiated on Millennium Development Goals/MDGs point number 5. The high Maternal Mortality Rate really potrayed that Maternal Health in Indonesia is still inadequate. The target of the program by 2015 is 102/100.000 live births, however the fact is in 2012, National Family Planning Coordinating Board/BKKBN issued Indonesian Demographic and Health Survey/SDKI with a staggering number of 359/100.000 live births, this result make The Minister of Health of the Republic of Indonesia ordered to reevaluate the survey, because it might be because of some errors. To overcome the high number of Maternal Mortality Rate, The Ministry of Health promptly make a program called National Action Plans/RAN that aims to accelerate the decrease of MMR in 2013-2015. This literature review takes its material from official publications of The Ministry of Health and other guidelines. The purpose of this literature review is thorough and comprehensive knowledge for authors and readers to help in decreasing MMR in accordance to MDGs and Government Programs. The Ministry of Health has already made a handbook which has a comprehensive content. In this literature review, the contents are community health center, community empowerment, problems that may take part in the high Maternal Mortality Rate, and management plans also with evaluation of the program for its success.Key words: Maternal Mortality Rate, National Action Plans, Community Health Center, Millennium Development Goals

PendahuluanSalah satu program Millennium Development Goals atau yang biasa disingkat MDGs, yaitu pada urutan ke 5 adalah meningkatkan kesehatan ibu dengan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI/MMR) sebesar tiga perempatnya antara 1990 sampai 2015, serta mewujudkan akses kesehatan reproduksi bagi semua pada tahun 2015. Melalui definisi Angka Kematian Ibu yang nanti akan kita bahas lebih lanjut, maka kesehatan alat reproduksi ibu harus dipersiapkan bahkan sebelum kehamilan dan setelah kelahiran. Untuk Indonesia sendiri target yang ingin dicapai pada tahun 2015 adalah 102/100.000 kelahiran hidup dimana sekarang pada tahun 2015. Sedangkan, menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012 Angka Kematian Ibu melonjak menjadi 359/100.000 kelahiran hidup dari 228/100.000 kelahiran hidup pada 2007. Melihat adanya keganjilan dalam hasil SDKI tahun 2012 mengenai Angka Kematian Ibu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Andi Nafsiah Walinono Mboi, Sp. A, M.P.H., menginstruksikan untuk perbaikan segera data tersebut, karena kemungkinan ada kesalahan sistem pada saat survei dilakukan. Meskipun demikian, tetap saja kenyataan angka tersebut masih jauh dari harapan Indonesia untuk tahun 2015. Oleh karena itu Kementrian Kesehatan membuat Rencana Aksi Percepatan Penurunan AKI tahun 2013-2015, yang difokuskan pada 3 Strategi dan 7 Program Utama, yang akan kita bahas lebih mendetail pada tinjauan pustaka ini. Pelaksanaan program kesehatan reproduksi Ibu sebenernya sudah menjadi salah satu program pokok puskesmas dalam Kesehatan Ibu dan Anak atau KIA, yang akan dibahas juga dalam tinjauan pustaka ini.1Pemahaman kita tentang pentingnya AKI juga sangat dibutuhkan, karena dokter umum sangat berperan dalam menanggulangi masalah ini dalam bagiannya di pelayanan primer, yaitu Puskesmas. Tujuan lainnya adalah supaya program Kementrian Kesehatan dalam percepatan penurunan ini dapat dicapai tepat waktu untuk menyesuaikan dengan target yang ditetapkan pada MDGs. Tinjauan pustaka ini akan membahas terlebih dahulu, puskesmas, faktor apa saja yang mempengaruhi Angka Kematian Ibu, dan juga program Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas. Semoga tinjauan pustaka ini, mampu membantu penulis dan pembaca dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam memerangi tingginya Angka Kematian Ibu ini.

Definisi IstilahPuskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan kabupaten/kota (UPTD Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah), Puskesmas berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia. Dalam pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Penanggungjawab utama penyelenggaraan seluruh upaya pembangunan kesehatan di wilayah kabupaten/kota adalah Dinas Kesehatan kabupaten/kota, sedangkan Puskesmas bertanggungjawab hanya sebagian upaya pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota sesuai dengan kemampuannya. Secara nasional, standar wilayah kerja Puskesmas adalah satu kecamatan, tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu Puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar Puskesmas, dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa/ kelurahan atau RW). Masing-masing Puskesmas tersebut secara operasional bertanggungjawab langsung kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota.2Puskesmas Rawat Inap adalah Puskesmas yang letaknya strategis dan mudah diakses dari Puskesmas di sekitarnya, dapat dijangkau melalui sarana transportasi, yang didirikan sesuai dengan analisa kebutuhan kabupaten/kota, dilengkapi fasilitas rawat inap, peralatan medis dan kesehatan serta sarana prasarana yang sesuai standar. Puskesmas mampu PONED adalah Puskesmas rawat inap yang mampu menyelenggarakan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi/komplikasi tingkat dasar dalam 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Rumah Sakit Mampu PONEK adalah Rumah Sakit 24 jam yang memiliki tenaga dengan kemampuan serta sarana dan prasarana penunjang yang memadai untuk memberikan pelayanan pertolongan kegawatdaruratan obstetrik dan neonatal dasar maupun komprehensif untuk secara langsung terhadap ibu hamil/ibu bersalin dan ibu nifas baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader/masyarakat, Bidan di desa, Puskesmas dan Puskesmas mampu PONED.2Sistem Rujukan pelayanan kesehatan merupakan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal. Regionalisasi sistem rujukan PONED adalah pembagian wilayah sistem rujukan dari satu wilayah kabupaten dan daerah sekitar yang berbatasan dengannya, dimana Puskesmas mampu PONED yang berada dalam salah satu regional sistem rujukan wilayah kabupaten, difungsikan sebagai rujukan antara yang akan mendukung berfungsinya Rumah Sakit PONEK sebagai rujukan obstetri dan neonatal emergensi/komplikasi di wilayah kabupaten bersangkutan. Penggerakan Peran Serta dalam Pemberdayaan Masyarakat adalah upaya melibatkan secara aktif Lintas Sektor, Organisasi Profesi, LSM, dan Masyarakat Peduli serta Media Massa, untuk mendukung upaya peningkatan dan penggerakan demand target sasaran maternal dan keluarganya, agar mencari dan memanfaatkan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi yang disediakan secara mandiri sesuai kebutuhannya.2Pondok Bersalin Desa (Polindes) adalah bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang didirikan dengan bantuan pemerintah atau masyarakat atas dasar musyawarah untuk memberikan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak/Keluarga Berencana (KIA/KB) serta pelayanan kesehatan lainnya yang sesuai dengan kemampuan bidan.3Kematian Ibu, menurut ICD 10 didefinisikan sebagai Kematian seorang wanita yang terjadi saat hamil atau dalam 42 hari setelah akhir kehamilannya, tanpa melihat usia dan letak kehamilannya, yang diakibatkan oleh sebab apapun yang terkait dengan atau diperburuk oleh kehamilannya atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh insiden dan kecelakaan. Definisi tersebut secara eksplisit menjelaskan bahwa kematian ibu menunjukkan lingkup yang luas, tidak hanya terkait dengan kematian yang terjadi saat proses persalinan, tetapi mencakup kematian ibu yang sedang dalam masa hamil