PBL Blok 26 Keluarga Berencana

download PBL Blok 26 Keluarga Berencana

of 30

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    92
  • download

    11

Embed Size (px)

description

awrda

Transcript of PBL Blok 26 Keluarga Berencana

Pelaksanaan Program Puskesmas

Disusun oleh :

Tegar Gemilang Watari102011114Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Alamat Korespondensi:Mahasiswa, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida Wacana.Jl. Terusan Arjuna No. 6, Jakarta Barat 11510, No TLP: (021) 56942061, Fax: (021)5631731, Email : tegargemilang@ymail.comPENDAHULUANKeluarga Berencana ( KB ) adalah suatu program yang dicanangkan pemerintah dalam upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Tujuan utama program KB nasional adalah untuk memenuhi perintah masyarakat akan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas, menurunkan tingkat atau angka kematian Ibu dan bayi serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi dalam rangka membangun keluarga kecil yang berkualitas.1,2 Dalam konteks gerakan KB nasional, konsep mandiri merupakan suatu inovasi baru dimana titik berat dalam penawaran dalam awal pelaksanaan program KB, berubah menjadi fokus permintaan. Dengan kata lain mandiri dalam program KB meminta masyarakat untuk berinisiatif serta berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan perencanaan keluarga, khususnya kebutuhan alat kontrasepsi di tempat pelayanan KB. 1,2 Permasalahan yang dihadapi dalam skenario adalah pada saat koordinasi dengan camat dan BKKBN dilaporkan bahwa wilayah kerja puskesmas mengalami kenaikan jumlah kelahiran yang signifikan dibandingkan dengan 2 tahun yang lalu. Disepakati untuk menggalakkan KB di wilayah tersebut. Prioritas program yang dilaksanakan adalah peningkatan cakupan IUD dan pemasangan susuk KB. Yang menjadi hambatan adalah adanya anggapan bahwa KB masih menjadi tabu bagi masyarakat sekitar. Tingkat pendidikan masyarakat juga umumnya rendah (80% tidak tamat SMP). Pada makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai definisi dari KB, jenis-jenisnya, program puskesmas mengenai KB, peran masyarakat dalam bentuk Posyandu, peran pemerintah, angka demografi dan juga problem solving cycle .

ISIPelayanan kontrasepsi saat ini dirasakan masyarakat, khususnya pasangan suami istri, sebagai salah satu kebutuhannya. Pelayanan kontrasepsi yang semula menjadi program pemerintah dengan orientasi pemenuhan target melalui subsidi penuh dari pemerintah, berangsur-angsur bergeser menjadi suatu gerakan masyarakat yang sadar akan kebutuhannya hingga bersedia membayar untuk memenuhinya.1,2Pelayanan kontrasepsi sebagai sebagian dari pelayanan KB merupakan bagian dari pelayanan kesehatan, jenis pelayanan yang dapat diberikan kepada konsumen pada kemampuan fasilitas kesehatan dan ini berhubungan dengan jenjang pelayanan. Fasilitas pelayanan KB professional dapat bersifat teknik statis atau mobile dan diselenggarakan oleh tenaga professional, yaitu dokter spesialis, dokter umum, bidan atau perawat kesehatan. Pelayanan yang mobile diperlukan untuk menjangkau pedesaan yang terpencil. Fasilitas pelayanan KB professional statis meliputi pelayanan KB sederhana, lengkap, sempurna dan paripurna.1,2Fasilitas pelayanan KB sederhana menyediakan jenis alat kontrasepsi seperti kondom, obat vaginal, pil KB, suntik KB, IUD, menanggulangi efek samping, dan berupaya rujukan. Tenaga pelaksanannya minimal perawat kesehatan atau bidan yang dilatih. Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan. Upaya ini bersifat sementara dapat juga bersifat permanen, penggunaan alat kontrasepsi merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas, konsumen memerlukan kontrasepsi dengan kemampuan yang dapat dipercayai untuk mencegah kehamilan.1,2Alat kontrasepsi yang bermutu minimal memiliki ciri-ciri yakni meimiliki daya guna, aman, estestis, mudah didapat, tidak memerlukan motivasi terus- menerus dan efek sampingnya sedikit-dikitnya. Angka-angka konkret mengenai jumlah konsumen yang harus menderita akibat komplikasi pemakaian KB, jumlah kegagalan alat kontrasepsi, berapa banyak pengguna KB yang dapat ditolong ataupun tidak dan berapa jumlah akseptor yang harus drop out.1,2Begitu banyak masalah yang terdapat dalam pemakain alat kontrasepsi tetapi penulis hanya mengambil asalah mengenai kegagalan pengguna alat kontrasepsi. Penulis menggunakan data pengguna alat kontrasepsi yang tercatat oleh BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) yang mempunyai tingkat kegagalan. Maka penulis menentukan jenis alat kontrasepsi yang digunakan oleh masyarakat yang dan data kegagalan alat kontrasepsi tersebut.1,2Jenis jenis Alat Kontrasepsi

Ada beberapa jenis metode kontrasepsi sederhana yang dapat dipakai sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan. 1,2KondomKondom adalah selubung atau sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vynil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan. Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang digulung berbentuk rata. Standar kondom dilihat dari ketebalannya, yaitu 0,02 mm.1,2Cara Kerja Kondom adalah sebagai alat kontrasepsi dengan mencegah sperma masuk ke saluran reproduksi wanita. Kemudian berfungsi sebagai pelindung terhadap infeksi atau transmisi mikro organisme penyebab PMS (Penyakit Menular Seksual). Pemakaian kontrasepsi kondom akan efektif apabila dipakai secara benar setiap kali berhubungan seksual. Pemakaian kondom yang tidak konsisten membuat tidak efektif. Angka kegagalan kontrasepsi kondom sangat sedikityaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun.1,2Indikasi atau manfaat kontrasepsi kondom terbagi dua, yaitu manfaat secara kontrasepsi dan non kontrasepsi. Manfaat kondom secara kontrasepsi antara lain: 1,2 Efektif bila pemakaian benar. Tidak mengganggu produksi ASI. Tidak mengganggu kesehatan klien. Tidak memerlukan resep dan pemeriksaan khusus. Murah dan tersedia di berbagai tempatSpermisidaSpermisida adalah zat-zat kimia yang kerjanya melumpuhkan spermatozoa di dalam vagina sebelum spermatozoa bergerak ke dalam traktus genetalia interna. Dikemas dalam bentuk busa (aerosol), tablet vaginal,krim. Cara kerjanya menyebabkan sel membran sperma terpecah, memperlambat pergerakan sperma dan menurunkan kemampuan pembuahan sel telur. 1,2DiafragmaMerupakan kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet) yang diinsersikan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual sehingga menutup serviks. Cara kerjanya menahan sperma agar tidak mendapat akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas (uterus dan tuba falopi) dan sebagai ala tempat spermisida. 1,2 Ada beberapa jenis metode kontrasepsi oral yang terpilih sebagai metode kontrasepsi yang efektif untuk digunakan.1,2Kontrasepsi OralKontrasepsi oral (Pil) adalah cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk pil di dalam stiap yang berisi gabungan dari hormon estrogen dan progesteron atau hanya terdiri dari hormon progesteron saja. Cara kerjanya menekan ovulasi, mencegah implantasi, mengentalkan lendir serviks. Keuntungan yang dimiliki adalah efektifitasnya tinggi, pengguna pil KB dapat hamil lagi, bila dikehendaki kesuburan dan dapat kembali subur dengan cepat, tidak mengganggu kegiatan seksualitas suami istri, siklus haid menjadi teratur, dan dapat menghilangkan keluhan nyeri haid. 1,2Kontra indikasi penggunaan kontrasepsi pil Tidak dianjurkan bagi permpuan hamil, menyusui eksklusif, perdarahan, hepatitis, jantung, stoke, kanker payudara pada wanita jika tidak menggunakan pil secara teratur setiap hari. Mual muntah, berat badan bertambah, retensi cairan,edema, mastalgia, sakit kepala, timbulnya jerawat. Keluhan ininberlangsung pada bulan bulan pertama pemakain pil. 1,2IUDIUD atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari plastik yang halus dan berbentuk spiral atau lainnya yang dipasang ke dalam rahim dengan memakai alat khusus oleh dokter dan bidan yang sudah dilatih. Keuntungan yang dimiliki adalah meningkatkan keamanan hubungan suami istri karena rasa aman terhadap resiko kehamilan, dapat dipasang setelah melahirkan atau keguguran, kesuburan pengguna IUD cepat kembali setelah dicabut, tidak terdapat adanya efek samping hormonal, dan tidak mengganggu laktasi.1,2Kontraindikasi pemasangan IUD / AKDR adalah adanya sangkaan kehamilan, sedang dalam kehamilan , dan adanya pendarahan di saluran kencing. Efektivitas yang dimiliki sangat efektif, yaitu 0,5 1 kehamilan per 100 perempuan selama satu tahun penggunaan.1,2ImplantImplant adalah alat kontrasepsi yang berbentuk kecil seperti karet elastis yang ditanam dibawah kulit dan pemakain alat ini dalam jangka waktu 3 5 tahun. Kontraindikasi penggunaan implant adalah pada kebanyakan pengguna dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa bercak Pendarahan ( spotting, hipermenorea serta amenorea ). Efektivitas yang dimiliki implant sangat efektif ( kegagalan 0,2 1 kehamilan per 100 perempuan ). 1,2Ada jenis metode kontrasepsi yang digolongkan sebagai metode kontrasepsi yang mantap dalam pengaplikasiannya. 1,2MOW ( Metode Operatif Wanita )Metode Operatif Wanita adalah metode operasi melalui operasi rongga perut dengan pemotongan pada tuba falopii. Sehingga dengan demikian tidak akan terjadi pembuahan. Kontraindikasi penggunaan MOW adalah apabila terdapat adanya alergi terhadap obat anastesi, berat badan berlebihan ( obesitas ), infeksi pada saat melahirkan ( intrapartum ) dan nifas. Efektivitas yang dimiliki sangat efektif ( gagal 0,1 0,7 per 100 perempuan ) .1,2

Tujuan dan Manfaat KB

KB bertujuan untuk membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara mengatur kelahiran anak agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Adapun manfaat dari program KB (Mochtar,1998) adalah sebagai berikut. 1,2

Kepentingan Orang Tua Orang tua (ayah dan ibu) yang paling bertanggung jawab atas keselamatan dirin