PBL blok 25

download PBL blok 25

of 26

  • date post

    11-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    2

Embed Size (px)

description

asghj

Transcript of PBL blok 25

Neonatus Kurang Bulan, Kecil untuk Masa Kehamilan dengan RDS

Sugandhi Junilando Limthin Putra102012204D7

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJalan Terusan Arjuna No. 6, Jakarta 115102015PendahuluanBayi baru lahir atau neonatus merupakan periode kehidupan yang memerlukan perhatian khusus dan perawatan khusus dikarenakan pada periode inilah terjadi perubahan fisiologis yang dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup di luar rahim. Selain melakukan identifikasi pada bayi secara keseluruhan dengan memperhatikan keaktifan bayi, pola pergerakan bayi, denyut jantung dan warna bayi, perlu juga mengidentifikasi bayi dari segi masa kehamilannya dan juga berat badan bayi saat ketika dilahirkan, dengan demikian dapat diketahui bagaimana kondisi bayi untuk menjalani periode kehidupan selanjutnya. Tingginya morbiditas dan mortalitas pada usia-usia pertama kehidupan sangat ditentukan dengan bagaimana adaptasi bayi pada periode neonatal ini. Adaptasi yang baik akan memastikan bayi terus tumbuh dan berkembang sesuai dengan milestone perkembangan.AnamnesisPerlu dilakukan pada ibu hamil, tentu saja mencakup riwayat kehamilan ibu secara keseluruhan:1,21. Riwayat kehamilan sekarangPada riwayat kehamilan sekarang, perlu ditanyakan kapan hari terakhir menstruasi pada pasien dan berapa lama siklus mestruasinya berlangsung? Sudah berapa bulan kehamilan dijalani? Pernahkah ada perdarahan, diabetes, anemia, hipertensi, infeksi saluran kemih atau masalah selama kehamilan? Gejala apa yang menyertai kehamilan pasien, misalnya seperti mual, muntah, nyeri tekan pada payudara, dan frekuensi dalam berkemih?1. Riwayat obstetrik dahuluPada anamnesis tahap ini, dapat ditanyakan mengenai riwayat lengkap kehamilan sebelumnya meliputi riwayat paritas = jumlah persalinan bayi yang berpotensial untuk lahir hidup beserta graviditas = jumlah kehamilan yang pernah dijalani. Selain kedua hal di atas, perlu ditanyakan pula mengenai cara persalinan sebelumnya, komplikasi yang terjadi pada ibu atau bayi, kesulitan saat menyusui, berat lahir bayi yang pernah dilahirkan, riwayat keguguran dan riwayat ginekologis terdahulu. Tanyakan juga secara khusus mengenai penyakit jantung, murmur, diabetes, hipertensi, anemia, epilepsi dan lakukan penilaian fungsi kardiorespiratorius pada ibu.1. Riwayat bayi baru lahirRiwayat bayi baru lahir mencakup informasi sebagai berikut, identifikasi data bayi (nama, tanggal lahir, jenis kelamin, jenis pemberian makanan), riwayat keluarga (diabetes, kelainan kongenital, penyakit infeksi, kelainan kardiopulmonal, kesehatan ayah, saudara kandung dan anggota keluarga lain; kondisi medis atau sifat yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam keluarga, dan nenek moyang orang tua, data demografik orang tua (usia, pendidikan, pekerjaan, latar belakang etnik dan ras), riwayat ibu (graviditas, paritas, HPHT, taksiran partus, komplikasi kehamilan sebelumnya, riwayat ginekologi dan riwayat bedah/medis, riwayat antepartum seperti (1) penyalahgunaan zat (2) diabetes gestasional (3) preeklampsia (4) perdarahan selama kehamilan (5) ketidakukuran sesuai dengan usia kehamilan (6) polihidramnion atau oligohidramnion, infeksi, obat-obatan yang dikonsumsi), hasil tes laboratorium ibu (golongan darah dan faktor Rh, penapisan antibodi, titer rubela, serologi, panel hepatitis, nilai Hb dan Hct, pemeriksaan TB), persalinan dan pelahiran (tanggal dan waktu melahirkan, usia gestasi saat melahirkan dengan menggunakan penanggalan dan pemeriksaan USG, lama kala satu dan dua persalinan, gawat janin, demam pada ibu, keberadaan mekonium, lama ketuban pecah, presentasi, cara melahirkan, penggunaan alat bantu, analgesia dan waktu, anestesi dan komplikasinya, ukuran plasenta, warna dan bau plasenta, insersi tali pusat dan penampilan tali pusat termasuk jumlah pembuluh darah dan ukurannya), periode segera setelah lahir (nilai APGAR, resusitasi, tanda-tanda vital, suhu, status vitamin K, kemampuan mengisap, menyusu, keterjagaan, apakah sudah mengeluarkan air kemih atau mekonium, apakah bayi melonjak-lonjak, mengeluarkan tangisan yang tidak lazim), hasil tes laborarium (kadar glukosa, golongan darah, faktor Rh, tes Coomb, Hct.Pemeriksaan fisikDapat dilakukan dengan urutan tertentu, bergantung pada status bayi. Pada pengkajian penampilan umum neonatus, periksa hal-hal sebagai berikut:21. Tonus ototPenilaian tonus otot secara umum dan posisi spontan. Opistotonus (leher ekstensi) dapat menandai kerusakan otak, asfiksia kelahiran, atau kelainan neurologis. Bayi yang prematur dapat terlihat seperti penampilan tungkai kodok.1. Gerakan spontanKurang gerak, asimetris, atau gemetar dapat mengindikasikan asfiksia kelahiran kesulitan bernapas, disfungsi neurologis, atau prematuritas1. Status atau tingkat keterjagaanBayi dapat tidur dangkal atau dalam, dapat terjaga dan melakukan gerakan kecil atau aktif, atau dapat menangis. Perhatikan penurunan gerakan di antara status terjaga.1. Gerakan motorik keseluruhanBayi harus memperlihatkan gerakan yang sesuai di antara status terjaga. Kakinya melakukan gerakan seperti mengayuh sepeda atau menendang atau memukul-mukul konstan tanpa distimulasi; gerakan yang lemah atau asimetris merupakan suatu kelainan, melonjak ketika sedang mengisap dapat merupakan tanda ada masalah neurologis, hipokalsemia, hipoglikemia, atau iritabilitas yang dikaitkan dengan penggunaan obat ibu, sementara melonjak-lonjak yang berhenti saat mengisap ialah aktivitas yang fisiologis yang normal.1. Refleks MoroBerlangsung paling lama 4 bulan1. MenangisDapat diredakan? Lemah? Bernada tinggi? Tangisan disertai suara melengking dihubungkan dengan peningkatan tekanan kranial atau kecanduan obat. Tangisan nada rendah, tidak sering, kasar dapat dihubungkan dengan hipotiroidisme. Suara cri du chat terdengar seperti suara meong kucing dan dapat menjadi indikasi defek kromosom. Tidak ada tangisan yang dapat memberi kesan untuk retardasi mental atau penyakit berat.1. Berat, panjang, nadi, pernapasan, suhuSuhu normal per rektal adalah 37,637,8o C1. Kondisi kulitBayi postmatur memiliki kulit yang lebih pucat, lebih tebal, yang dapat mengelupas, sedangkan bayi prematur memiliki kulit tipis, rapuh, yang cenderung berwarna merah gelap yang mudah berdarah serta mudah memar. Kondisi kulit lain yang patut dilihat ialah akrosianosis (kondisi kulit yang normal selama satu hari, ditandai dengan sianosis pada ekstemitas), sianosis (kadang sulit dievaluasi karena polisitemia pada bayi baru lahir, dapat dimunculkan dengan menekan-nekan kulit bayi seperti saat memeriksa adanya ikterik), ikterik (dikaji dengan cara menekan-nekan kulit sesaat, dan perlu dicatat kadarnya), palor (indikasi untuk edema, asfiksia, syok, dimana kepala bayi, lengan kanan dan dada berwarna merah muda, bagian tubuh lainnya pucat atau sianosis), lesi, kelembaban dan lanugo (merupakan bukti trauma lahir dan pigmentasi)1. Pemeriksaan kepalaDinilai dari segi bentuk dan kesimetrisan, proporsi terhadap tubuh dan wajah, lingkar kepala yang diukur di titik di atas telinga dimana lingkar ini dapat berubah jika molase hilang. Lingkar kepala normal adalah 32-38 cm pada rata-rata bayi cukup bulan. Kepala yang berukuran sangat besar dapat mengindikasikan adanya hidrosefalus. Periksa juga apakah terdapat molase yang merupakan tumpang tindih tulang oksipital dan tulang frontal oleh tulang parietal. Pemeriksaan sutura dan fontanel anterior/posterior penting untuk dievaluasi. Apakah terdapat pula sefalohematoma yang merupakan kondisi yang didapat selama persalinan dan pelahiran, perdarahan subperiosteum ini terbatas pad satu tulang, biasanya tulang parietal dan tidak menindih sutura, berlangsung sekitar 8 minggu. Kaput suksedaneum pada bayi merupakan pembengkakan kulit kepala, yang terlihat melalui serviks, memar dapat terlihat dan menindih garis sutura. 1. Pemeriksaan wajahDinilai berdasarkan bentuk dan ekspresi wajah, bulu mata dan alis mata serta simetris atau tidak saat istirahat dan selama menangis dan mengisap. Ketidaksimetrisan dapat terjadi akibat hipoplasia atau palsi pada saraf kranial tujuh.1. Pemeriksaan mataAsimetri pada ukuran mata merupakan gejala abnormal, ukuran salah satu mata yang kecil atau salah satu besar.1. Pemeriksaan hidungMerupakan jalur udara utama jalan napas dan harus diperiksa apakah ada tanda-tanda obstruksi.1. Pemeriksaan mulutSeorang bayi akan membuka mulutnya jika tekanan lembut ke arah bawah dilakukan pada dagu. Palatum diperiksa apakah ada sumbing dan dipalpasi apakah ada belahan submukosa. Rongga mulut harus diperiksa apakah ada gigi, kista atau sariawan.

1. Pemeriksaan dadaCek apakah bayi berwarna kemerahan dan tidak sesak napas1. Pemeriksaan jantungTeliti bagian dada dimana apeks dapat diraba dan detakan jantung terasa kuat. Murmur jantung pada usia ini sangat sering terjadi dan terkait dengan proses transisi dari pola sirkulasi janin ke pola sirkulasi dewas.1. Pemeriksaan abdomenBagian tepi hati biasanya dapat dipalpasi 1-2 cm di bawah tepi kosta kanan dan limpa dapat diraba dengan ujung jari pada sekitar 20% bayi normal. Bagian tepi bawah dari kedua ginjal mungkin bisa dipalpasi.1. Pemeriksaan sela pahaPastikan bahwa pulsasi kedua arteri femoralis dapat teraba, bila pulsasi ini tidak dapat menunjukkan gejala koarktasio aorta. Periksa apakah ada hernia.1. Pemeriksaan genitaliaPeriksa dengan jelas apakah organ genitalia menunjukkan laki-laki atau perempuan. Jika meragukan, jangan menuliskan jenis kelaminnya. Jika laki-laki periksa apakah kedua testis berada di dalam skrotum dan meatus uretra berada pada tempat yang seharusnya. Pada anak perempuan, periksa genitalia dan ingat bahwa perdarahan kecil atau pengeluaran cairan merupakan hal yang normal akibat pengaruh hormon maternal dan plasental.1. Pemeriksaan anusTanyakan apakah bayi telah mengeluarkan mekonium dan periksa apakah anus ada dan berada pada tempat yang normal.1. Pemeriksaan tulang belakangPeriksa bayi apakah ada skoliosis, seluruh garis tengah dorsal harus diperiksa apakah ada pe