Pbl Blok 24 Itp

download Pbl Blok 24 Itp

of 27

  • date post

    25-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    183
  • download

    19

Embed Size (px)

Transcript of Pbl Blok 24 Itp

Purpura Trombositopeni Idiopatik Mira Dewi Prawira 102009265 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat Mira_sangwoo@yahoo.com

BAB 1. PENDAHULUAN Anamnesis 1. Identitas pasien: a. Nama: Nn. AN b. Umur: 29 tahun (lebih sering terjadi pada anak-anak) c. Jenis kelamin: wanita (lebih sering terjadi pada wanita) d. Suku bangsa: e. Agama: f. Pendidikan: g. Pekerjaan: h. Status perkawinan i. Alamat 2. Keluhan utama: Datang dengan keluhan pada daerah lengan kanan dan kiri serta kaki kanan dan kirinya timbul bintik-bintik nerah yang disadari 3 hari yang lalu. 3. Riwayat penyakit sekarang: Mimisan dan gusi berdarah beberpa kali, tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan saat ini. Adapun beberap hal yang bisa kita tanyanya: Sejak kapan terjadinya? Trombositopenia terjadi 1-3 minggu setelah infeksi bakteri atau virus (infeksi saluran nafas atas atau saluran cerna), misalnya Rubella, Rubeola, Chicken Pox atau vaksinasi dengan virus hidup Bagaimana Riwayat perdarahan? gejala dan tipe perdarahan? lama perdarahan? riwayat sebelum perdarahan.?

1

Apakah selama ini mengkonsumsi obat-obat seperti: heparin, sulfonamid, quinidine/quinine, aspirin?

4. Riwayat penyakit dahulu: Riwayat mestruasi baik (lamanya maupun darah yang keluar masih dalam batas wajar) 5. Riwaya keluarga: Tidak ada keluarga yang mendetita penyakit serupa

Yang perlu di tanyaka juga adalah:

Apakah dalam keluarga ada yang menderita trombositopenia atau kelainanhematologi? Pemeriksaan Fisik & Penunjang a. Fisik Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada pasien dengan perdarahan tanpa trauma meliputi: Observasi umum terhadap pasien yang baru datang meliputi keadaan umum, dan tanda-tanda vital. Biasanya tanda vital ini dalam parameter yang normal, keadaan umum dapat bervariasi sesuai dengan kapan pasien datang, dalam kasus yang kita dapat os datang dengan keadaan umum tampak sakit ringan, dan compos mentis. 3 Pemeriksaan klinik mengenai adanya perdarahan pada kulit atau mukosa, hal ini memang sudah didapat di dalam anamnesa, namun kita tentu dapat memeriksanya dengan inspeksi untuk melihat kemungkinan-kemungkinan perdarahan (petechie, echymosis). Untuk menguji faal trombosit dengan uji bending atau Rumpel & Leede) selain itu melalui percobaan ini terdapat factor kerapuhan pembuluh darah. Cara uji bending ialah memasangkan manset tensimeter dan memompa sampai 100 mmHg sampai 10 menit. Lalu hitung jumlah petechiae. Tes ini positif jika jumlah petechiae lebih dari 10. 3 Purpura sering dijumpai pada kasus dermatologi dan hematologi, dan sering pula berhubungan atau menyertai penyakit lain. Purpura adalah ekstravasasi sel darah merah (eritrosit) ke kulit lendir (mukosa), dengan manifestasi berupa macula kemerahan yang tidak hilang pada penekanan. Kadang-kadang purpura dapat diraba (palpable purpura). Purpura secara perlahan mengalami perubahan warna, mula-mula

2

merah menjadi kebiruan, disusul warna coklat kekuningan dan akhirnya memudar dan hilang. Menurut ukuran besarnya dibedakan atas: 3,4 1. Ptekie, purpura superficial berukuran miliar atau dengan diameter kira-kira berukuran 3mm, mula bewarna merah kemudian menjadi coklat seperti karat besi. 2. Ekismosis, ukurannya lebih besar dan letaknya lebih dalam dari ptekie, bewarna biru kehitaman. 3. Sugulasio, bila ukuran purpura nummular. 4. Hematoma, bila darah berkumpul di jaringan membentuk tumor dengan konsistensi yang padat. Kemungkinan perdarahan yang kita periksa diatas merupakan gejala utama, namun awitan penyakit mempengaruhi perdarahan, biasanya pada anak akan terjadi penyakit akut, perdarahannya ringan serta dapat remisi. Namun ternyata pada dewasa cenderung penyakit bersifat kronik. Seperti telah dijelaskan perdarahan berupa ekimosis, petekie, dan purpura dan hal ini berkaitan dengan jumlah trombosit. Pemeriksaan terhadap organ hati dan limpa dapat diperiksa, pada sekitar10% dari kasus ITP didapatkan splenomegali. Keadaan ini mungkin berhubungan dengan kompensasi yang dilakukan akibat trombosit yang berkurang.3 Kasus yang lebih berat dapat terjadi perdarahan mukosa. Pada kasus yang paling berat, dapat terjadi perdarahan CNS. Perdarahan biasanya tidak terjadi sampai jumlah hitung trombosit turun hingga dibawah 10x109/L. pasien dengan jumlah hitung trombosit sekitar 40x109/L (dan belum menggunakan medikasi) tidak memiliki manifestasi perdarahan dan dapat asimtomatik. Bila pasien dengan AT>50.000/mL maka biasanya pasien asimtomatik, AT 30.000-50.000/mL terdapat luka

memar/hematom, AT 10.000-30.000/mL terdapat perdarahan spontan, menoragi dan perdarahan memanjang bila ada luka, AT