PBL blok 23

download PBL blok 23

of 28

  • date post

    14-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    119
  • download

    18

Embed Size (px)

description

katarak senile

Transcript of PBL blok 23

GLAUKOMA FAKOLITIK dan KATARAK SENIL IMATUR Patricia Jessika C. Babay 10.2009.052 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Terusan Arjuna Utara no 6, Jakarta BaratBabay_rbt13@hotmail.com

1.1.1.

PENDAHULUANLatar Belakang

Glaukoma Fakolitik merupakan suatu glaukoma sekunder yang timbul sebagai obat keluarnya protein lensa melalui kapsul lensa yang katarak matur atau hipermatur. Katarak Senilis adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut, yaitu usia diatas 50 tahun. 1.2. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai penyakit Glaukoma Fakolitik dan Katarak Senilis, mulai dari anamnesis, pemeriksaan, working diagnosis, differential diagnosis, etiologi, epidemiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, penatalaksanaan, komplikasi, pencegahan dan prognosis.1

1.3.

Hipotesis Dari skenario yang diperoleh, didapat sebuah hipotesis, yaitu laki-laki 80 tahun dengan keluhan mata kanan merah, buram disertai sakit yang hebat, mata terasa mau copot, kepala sekitar mata terasa berdenyut hebat, kedua mata tidak dapat melihat jelas sejak 4 tahun lalu, mata kanan lebih berat dari kiri diduga menderita OD: Glaukoma Fakolitik dan OS: Katarak Senilis.

1.4.

Skenario Seorang laki-laki usia 80 tahun datang ke UGD RS tempat anda bekerja dengan keluhan mata kanan merah, buram tiba-tiba disertai rasa sakit hebat. Yang sangat dirasakan penderita adalah rasa sakit yang hebat, mata tersebut terasa mau copot, kepala disekitar mata tersebut terasa berdenyut-denyut hebat. Kedua mata memang terasa sudah tidak dapat melihat secara jelas lagi sejak 4 tahun yang lalu, mata kanan lebih berat dari mata sebelahnya. Pada pemeriksaan: tekanan darah 130/90 mmHg, nadi: 86 x/menit, respirasi 22 x/menit, afebris. Pemeriksaan oftalmologis: visus OD 1/300, tekanan intra okuler: N +++/palpasi, injeksi siliar (+), kornea agak sedikit keruh, samar-samar COA dalam dengan cairan keputih-putihan diseluruh COA. Pupil samar-samar tampak, diameter 7mm, lensa: keputih-putihan, oftalmoskopi: tidak tembus. Mata kiri: visus 4/60, lensa: agak keruh, oftalmoskopi: samarsamar kesan baik.

1.5.

Sasaran Belajar Mengetahui anamnesis. Mengetahui pemeriksaan fisik dan penunjang. Mengetahui working diagnosis-Glaukoma Fakolitik dan Katarak Senilis. Mengetahui differential diagnosis-Glaukoma Fakomorfik. Mengetahui etiologi.2

Mengetahui epidemiologi. Mengetahui patofisiologi. Mengetahui manifestasi klinis. Mengetahui penatalaksanaan medika mentosa dan non-medika mentosa. Mengetahui komplikasi. Mengetahui pencegahan. Mengetahui prognosis.

2.2.1.

ISIAnamnesis Merupakan komunikasi antara dokter dan pasien, dimana pasien mengemukakan keluhan utama. Anamnesis terdiri dari auto-anamnesis dan allo-anamnesis. Anamnesis yang baik terdiri dari:

Identitas (meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat, pendidikan, pekerjaan, suku bangsa dan agama pasien).

Keluhan utama (keluhan yang dirasakan pasien yang membawa pasien pergi ke dokter).

-

Pasien datang dengan keluhan mata kanan merah buram tiba-tiba disertai rasa sakit hebat. Riwayat penyakit sekarang (kronologis keadaan kesehatan pasien sejak sebelum keluhan utama sampai pasien datang berobat).

Glaukoma:

-

Sudah berapa lama sakitnya?-

Apakah nyeri pada bola mata?3

-

Apakah ada kotoran pada mata selain mata merah? Gejala-gejala apakah yang terasa juga selain rasa sakit hebat

(gejala penyerta)? Apakah pernah menderita penyakit sistemik seperti Diabetes

Mellitus, Hipertensi, atau yang lainnya? Katarak: Sejak kapan dirasakan terjadi penurunan penglihatan? Apakah penglihatan seperti berkabut? Apakah pernah mengalami trauma? Apakah pernah melakukan operasi mata sebelumnya?

Riwayat penyakit dahulu (bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan antara penyakit yang pernah diderita dengan penyakitnya sekarang).

-

Apakah pernah menderita keluhan yang sama sebelumnya? Riwayat penyakit dalam keluarga (bertujuan untuk mencari kemungkinan penyakit herediter, familial atau penyakit infeksi).

-

Apakah didalam keluarga ada yang menderita keluhan atau penyakit yang sama? Apakah didalam keluarga ada yang menderita penyakit mata? Riwayat pribadi (meliputi keadaan sosial ekonomi, kebiasaan, obat-obatan, dan lingkungan).

-

Apakah yang dilakukan untuk meringankan rasa sakit hebat? Makan obat-obatan ataukah hanya beristirahat?

-

Apakah sudah memakai obat tetes mata?1

2.2.

Pemeriksaan a. Fisik4

Glaukoma: Status Generalisasi

Pada status generalisasi ini dapat kita ketahui data-data pasien tersebut yang dapat meliputi sebagai berikut. i. Tanda-tanda vital Tekanan Darah, RR, Nadi, Suhu :ii. Kepala

:

Inspeksi untuk mengetahui adanya inflamasi mata, sklera kemerahan,

kornea keruh, dilatasi pupil sedang yang gagal bereaksi terhadap cahaya.2

Tekanan intraokular meningkat. Pemeriksaan dengan slit lamp, glaukoma fakolitik biasanya menunjukkan

edema kornea microkistik, dan ruang anterior berisi flare, sel-sel besar (makrofag), agregat material putih, dan berpartikel berwarna-warni atau hyperrefringent. Yang terakhir merupakan oksalat kalsium dan kristal kolesterol yang dibebaskan dari lensa katarak yang berdegenerasi. Tidak seperti glaukoma uveitik (seperti yang terlihat pada glaukoma fakoanafilaktik), tidak ada presipitat keratik. Kapsul anterior lensa sering penuh dengan bercak materi lunak berwarna putih. Kapsul lensa masih utuh.

Gonioscopi untuk mengidentifikasi sudut bilik mata depan.3

Katarak:5

Pertama, pemeriksaan rutin yang dilakukan pada penderita katarak adalah seperti dengan pemeriksaan visus dengan Snellen Chart atau chart projector dengan koreksi terbaik serta menggunakan pinhole.

Gambar 2.2.1. Snellen Chart

Gambar 2.2.2. Slit lamp

Penglihatan menurun tergantung pada derajat katarak. Katarak imatur dari sekitar 6/91/60; pada katarak matur hanya 1/300-1/~. Kedua, dilakukan pemeriksaan dengan slit lamp untuk melihat segmen anterior. Ketiga, Tekanan intraokular (TIO) diukur dengan tonometer non contact, aplanasi atau Schiotz. Jika TIO dalam dalam batas normal (kurang dari 21 mmHg) dilakukan dilatasi pupil dengan tetes mata Tropicanamide 0.5%. Setelah pupil cukup lebar6

dilakukan pemeriksaan dengan slit lamp untuk melihat derajat kekeruhan lensa apakah sesuai dengan visus pasien. Keempat, pemeriksaan pupil dengan menggunakan senter, pupil disinar dari depan kemudian diperhatikan warna pupil. Pupil berwarna hitam jika lensa jernih atau bisa didapat pada afakia. Pupil kelihatan putih atau abu-abu akibat kekeruhan atau katarak. Arah sinar diubah menjadi 45% dari samping kemudian diperhatikan perubahan kekeruhan lensa. Jika terlihat seluruh lensa tetap putih, maka katarak matur dengan Tes Shadow negatif. Jika sebagian lensa terlihat hitam, maka katarak imatur dengan hasil Tes Shadow positif. Kelima, dilakukan pemeriksaan funduskopi jika masih memungkinkan. Syarat-syarat untuk melakukan pemeriksaan ini adalah dengan menggunakan alat oftalmoskop, sebaiknya dilakukan di ruang yang relatif gelap, bila mata kanan pasien yang ingin diperiksa, pemeriksa harus duduk di sebelah kanan, memegang oftalmoskop dengan tangan kanan dan memeriksa dengan mata kanan dan sebaliknya. Diperhatikan fundus okuli. Normalnya bila media refraksi jernih, refleks fundus berwarna merah kekuningan di seluruh lingkaran pupil. Bila keruh, kelihatan bercak hitam didepan latar belakang merah kekuningan. Ini perlu dibedakan karena katarak matur sering dengan hasil refleks fundus negatif.4 b. Penunjang Glaukoma: Pemeriksaan histologis: diagnostik parasentesis menunjukkan adanya makrofag yang bengkak dengan materi lensa di dalamnya.3 Gambar 2.2.1. Pemeriksaan histologis:

7

Katarak: Antara pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah biometri untuk mengukur power Intraocular lens (IOL) jika pasien akan dioperasi katarak dan retinometri untuk mengetahui prognosis tajam penglihatan setelah operasi.4 2.3. Diagnosisa. Working Diagnosis: Fakolitik Glaukoma OD, Katarak Senile Imature OS

Glaukoma:

Gambar 2.3.1. Glaukoma fakolitik Glaukoma fakolitik merupakan glaukoma sekunder sudut terbuka dengan tanda-tanda dan gejala klinik glaukoma akut, sudut bilik mata terbuka lebar dan lensa dengan katarak hipermatur disertai masa seperti susu (lensa yang mencair keluar melalui kapsul utuh mengalami degenerasi) di dalam bilik mata depan.5 Sebagian katarak stadium lanjut dapat mengalami kebocoran kapsul lensa anterior, dan memungkinkan protein-protein lensa yang mencair masuk ke dalam bilik mata depan. Terjadi reaksi peradangan di bilik mata depan, anyaman trabekular menjadi edema dan tersumbat oleh protein-protein lensa, dan menimbulkan peningkatan tekanan intraokular akut. Ekstrasi lensa merupakan terapi definif, dilakukan segera setelah tekanan intraokular terkontrol secara medis dan terapi steroid topikal telah mengurangi peradangan intraokular.6

8

Beberapa faktor resiko yang dapat mengarah pada glaukoma adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Peredaran dan regulasi darah yang kurang akan menambah kerusakan Tekanan darah rendah atau tinggi Fenomena autoimun Degenerasi primer sel ganglion Usia di atas 45 tahun Riwayat glaukoma pada keluarga Miopia berbakat untuk menjadi glaukoma sudut terbuka Hipermetropia berbakat untuk menjadi glaukoma sudut tertutup Paska bedah dengan hifema atau infeksi Berdasarkan epidemiologi: adalah 4:1 b. Glaukoma berpigmen terutama terdapat terdapat pada etnis kaukasus c. Pada etnis Asia, glaukoma sudut tertutup lebih sering daripada sudut terbuka. Sangat penting mengetahui resiko mendapat glaukoma. Ancaman yang besar adalah jika penderita tidak menyadari bahwa ia menderita glaukoma. Pad