Pbl Blok 14- Che Wan

download Pbl Blok 14- Che Wan

of 21

  • date post

    14-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    52
  • download

    13

Embed Size (px)

description

blok14

Transcript of Pbl Blok 14- Che Wan

Nyeri SendiChe Wan Nur Hajar binti Saimi 102010368 schwann_91@yahoo.com

MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 1150 JAKARTA 2012 20 Maret 2012

Pendahuluan Menurut Arthritis Foundation 2006, jumlah penderita arthritis atau gangguan sendi kronis lain di Amerika Serikat terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 1990 terdapat 37,9 juta penderita dari sebelumnya 35 juta pada tahun 1985. Data tahun 1998 memperlihatkan hampir 43 juta atau 1 dari 6 orang di Amerika menderita gangguan sendi, dan pada tahun 2005 jumlah penderita arthritis sudah mencapai 66 juta atau hampir 1 dari 3 orang menderita gangguan sendi, dengan 42,7 juta diantaranya telah terdiagnosis sebagai arthritis dan 23,2 juta sisanya adalah penderita dengan keluhan nyeri sendi kronis. 1 Arthritis merupakan satu dari berbagai masalah penyakit kronis yang umum dan menjadi penyebab kedua hendaya (disability) setelah penyakit jantung pada orang Amerika usia diatas 15 tahun; 7 juta diantaranya mengalami hambatan aktivitas sehari-hari, berjalan, berpakaian, mandi dan sebagainya.1 Arthritis adalah istilah umum bagi peradangan (inflamasi) dan pembengkakan di daerah persendian. Penyakit ini cukup banyak menyerang masyarakat Indonesia pada usia 25-74 tahun dengan prevalensi dan keparahan yang meningkat dengan usia. Penatalaksanaan pasien Arthritis bisa dilaksanakan dengan terapi obat dan terapi non obat. Terapi non obat adalah dasar rencana Pharmaceutical Care untuk Arthritis rematik yang harus dilaksanakan untuk semua pasien dan dimulai sebelum atau bersama-sama dengan analgesik sederhana. Komunikasi antara dokter,apoteker dan pasien merupakan faktor terpenting dalam penatalaksanaan nyeri.2 Anamnesis Ditanyakan persoalan: mengapa pasien datang, mulai kapan keluhan dirasakan dan biarkan pasien bercerita tentang keluhan sejak awal dan apa yang dirasakan sebagai ketidakberesan. Untuk dapat melakukan anamnesis diperlukan pengetahuan tentang penyakit.3 Ada beberapa hal yang menyebabkan penderita datang untuk menerima pertolongan yaitu:3 a. Sakit/ nyeri: sifat dari sakit nyeri, misalnya nyerinya dangkal (dull-pain), linu dan pegal, tajam dan berat (sharp-pain) seperti ditusuk- tusuk, rasa panas, nyerinya terasa seolaholah ditarik, nyeri terasa terus menerus atau hanya saat bergerak atau istirahat (hilang timbul). b. Lokasi nyeri: ditanyakan apakah nyerinya setempat, meluas atau menjalar.

1

c. Penyebab nyeri: misalnya, apakah nyerinya karena trauma, penyakit pemberat, infeksi dan sebagainya. d. Ditanyakan apakah keluhan ini dirasakan pertama kali, berterusan atau sering hilang timbul. Kekakuan/ kelemahan: kekakuan umumnya mengenai persendian.

e. Ditanyakan apakah disertai nyeri sehingga pergerakan terganggu. Kelemahan apakah yang dimaksud instability atau kekuatan otot menurun, melemah, atau mengalami kelumpuhan. f. Ditanyakan apakah ada kelainan bentuk, pembengkokan atau deformitas. Apakah ada angulasi, rotasi, discrepancy (pemendekan atau tidak sama panjang)

g. Ditanyakan juga apakah sudah berobat atau sudah mengambi sebarang perawatan dan obat. h. Ditanyakan apakah ada gejala sistemik atau keluhan penyerta yang lain: panas, BB, kelelahan, lesu, timbul kemerahan pada kulit, rasa tidak enak badan & mudah terangsang, gejala kekacauan mental Ditanyakan juga umur, jenis kelamin dan pekerjaan dan riwayat penyakit keluarga pada pasien. Keluhan atau gejala klinis Rheumatoid arthritis Otot dan kekakuan sendi biasanya paling sering di pagi hari selama 1 jam Kebiasaannya nyeri yang terasa berterusan. Kelelahan, kehilangan energi, kurangnya nafsu makan, nyeri otot dan sendi dan kekakuan.. Disamping itu juga manifestasi klinis rheumatoid arthritis sangat bervariasi dan biasanya mencerminkan stadium serta beratnya penyakit. Rasa nyeri, pembengkakan, panas, eritema dan gangguan fungsi merupakan gambaran klinis yang klasik untuk rheumatoid arthritis. Gejala sistemik dari rheumatoid arthritis adalah mudah capek, lemah, lesu, takikardi, berat badan menurun, anemia.4 Jika ditinjau dari stadium penyakit, terdapat tiga stadium yaitu :1 1. Stadium sinovitis Pada stadium ini terjadi perubahan dini pada jaringan sinovial yang ditandai hiperemi, edema karena kongesti, nyeri pada saat bergerak maupun istirahat, bengkak dan kekakuan.

2

2. Stadium destruksi Pada stadium ini selain terjadi kerusakan pada jaringan sinovial terjadi juga pada jaringan sekitarnya yang ditandai adanya kontraksi tendon. 3. Stadium deformitas Pada stadium ini terjadi perubahan secara progresif dan berulang kali, deformitas dan gangguan fungsi secara menetap. Contoh deformitas adalah Swan Neck, Boutonniere Deformities, dan Carpal Tunner Syndrom. Osteoarthritis Nyeri pada engsel dan sambungan tulang selama atau sesudah digerakkan atau setelah lama tidakbergerak/tidak aktif. Ngilu pada engsel saat mengangkat beban ringan. Kaku dan terasa nyeri pada engsel saat bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak. Gejala lain adalah kehilangan fleksibilitas yang membuat kita sulit menggerakkan engsel.Pada beberapa kasus terjadi pembengkakan.5 Pada osteoarthritis harus mempunyai tiga dari 4 kriteria berikut :5 a. pembesaran jaringan keras dari 2 atau lebih dari 10 sendi tulang tangan tertentu (DIP II dan III ki&ka, CMC I ki &ka) b. perbesaran jaringan keras dari 2 atau lebih sendi DIP c. pembengkakan pada < 3 sendi MCP d. deformitas pada minimal 1 dari 10 sendi tangan tertentu.

Arthritis gout (pirai) Pada keadaan arthritis gout, pasien akan mengalami keluhan nyeri dan bengkak pada ibu jari atau sendi metatarsalphalang I. Serangan pada sendi metatarsalphalang I dan tarsal unilateral. Tetapi bisa saja sendi yang diserang lutut, tumit, pergelangan tangan dan siku.. sakit sendi disertai demam, menggigil, denyut jantung cepat, badan lemah dan jumlah sel darah putih meningkat (leukositosis). Namun, begitu, keluhan khas dari gout adalah nyeri pada sendi yang pada minggu pertamanya akan mengenai hanya satu sendi, dan akan berakhir dalam beberapa hari. Tapi setelah itu, nyeri ini akan kambuh lagi dengan menyerang pada beberapa sendi bersamaan. 83 % sendi yang kena serangan gout adalah persendiaan anggota bawah, dan sering keluhan sendi kaki mula terasa sewaktu bangun tidur pagi hari. Sendi yang biasanya terasa nyeri ini akan berwarna kemerahan. 63

Artritis septik Gejala klasik artritis septik adalah demam yang mendadak, malaise, nyeri lokal pada sendi yang terinfeksi, pembengkakan sendi, dan penurunan kemampuan ruang lingkup gerak sendi. Sejumlah pasien hanya mengeluh demam ringan saja.Demam dilaporkan 60-80% kasus, biasanya demam ringan, dan demam tinggi terjadi pada 30-40% kasus sampai lebih dari 39 0C. Nyeri pada artritis septik khasnya adalah nyeri berat dan terjadi saat istirahat maupun dengan gerakan aktif maupun pasif.2 Sistemik lupus erythematosus (SLE) Mulai dari nyeri pada banyak persendian yang hilang timbul sampai keluhan nyeri sendi yang akut, merupakan keluhan awal pada 90% penderita SLE. Nyeri sendi ini bisa terjadi pada jarijari kedua tangan serta kaku pada pagi hari. Dalam keadaan SLE berlangsung lama, terjadi erosi sendi tulang telapak kaki. Namun demikian, kebanyakkan SLE yang menyerang banyak sendi tidak meperlihatkan kerusakan sendi. Namun begitu, ade gejala yang khas pada penderita SLE ini, yaitu gambaran kemerahan kulit pipi berbentuk kupu- kupu yang disebut butterfly erthema. Selain itu, penderitan ini akan mengalami rambut rontok, demam dan terasa lemah.6 Pemeriksaan fisik Rheumatoid arthritis

-

Gambar 1: Rheumatoid arthritis. Diunduh dari: http://health.allrefer.com/health/rheumatoid-arthritis-rheumatoid-arthritis-3.html

4

-

Pola karakteristik dari persendian yang terkena adalah : mulai pada persendian kecil di tangan, pergelangan, dan kaki. Secara progresif mengenai persendian, lutut, bahu, pinggul, siku, pergelangan kaki, tulang belakang serviks, dan temporomandibular.Awitan biasanya akut, bilateral dan simetris. Persendian dapat teraba hangat, bengkak, kaku pada pagi hari berlangsung selama lebih dari 30 menit. Deformitas tangan dan kaki adalah hal yang umum.7

-

Status lokalis: proksimal interfalang I- V, dan metacarpal I- V tidak ada pembengkakan, teraba hangat, terdapat nyeri gerak (+) dan nyeri tekan (+).4

Osteoarthritis

Gambar 2: Osteoarthritis. Diunduh dari: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/imagepages/17105.htm Pada pemeriksaan fisik, dilihat apakah ada hambatan gerak. Hambatan gerak dapat konsentris (seluruh arah gerak) maupun eksentris (salah satu arah gerak saja). Dilihat apakah ada kelainan pada gaya berjalan. Keadaan ini berhubungan dengan nyeri karena menjadi tumpuan berat badan. Terutama dijumpai pada OA lutut, sendi paha dan OA tulang belakang dengan stenosis spinal. Diperhatikan juga apakah ada tanda- tanda peradangan (nyeri tekan, gangguan gerak, rasa hangat yang merata dan warna kemerahan) mungkin dijumpai pada OA karena adanya sinovitis. Biasanya tanda-tanda ini tidak menonjol dan timbul belakangan, seringkali dijumpai di lutut, pergelangan kaki dan sendi-sendi kecil tangan dan kaki.5

-

Diperhatikan juga apakah ada perubahan bentuk yang deformitas (sendi yang permanen). Perubahan ini timbul karena kontraktur sendi yang lama, perubahan permukaan sendi, berbagai kecacatan dan gaya berdiri dan perubahan pada tulang dan permukaan sendi.

-

Diperhatikan juga apakah ada bunyi krepitasi pada lutut. Gejala ini mungkin timbul karena gesekan kedua permukaan tulang sendi pada saat sendi digerakkan atau secara pasif dimanipulasi.

Arthritis gout (pirai)

Gambar 3: Arthritis gout. Diunduh dari: 8 http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/09DiagnosisdanPenatalaksanaanArtritisPirai129.pd f/09DiagnosisdanPenatalaksanaanArtritisPirai129.html

-

Tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis. Cor, pulmo, abdomen tidak ada k