PBL BLOK 13.doc

download PBL BLOK 13.doc

If you can't read please download the document

  • date post

    04-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of PBL BLOK 13.doc

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar BelakangProses menua bukanlah sesuatu yang terjadi hanya pada orang berusia lanjut, melainkan suatu proses normal yang berlangsung sejak maturitas dan berakhir dengan kematian. Namun, demikian efek penuaan mulai terlihat setelah usia 40 tahun.

Dengan makin lanjutnya usia seseorang maka kemungkinan terjadinya penurunan anatomik (dan fungsional) atas organ-organnya makin besar. Penurunan anatomik dan fungsional dari organ tersebut menyebabkan lebih mudahnya timbul penyakit pada organ tersebut. B. TujuanMakalah ini dibuat untuk: Untuk mengetahui penyakit demensia, vertigo, parkinson, diabetes mellitus, osteoatrithis, dan hipotensi ortostatik

Untuk memperlengkapi tugas PBL mandiri.

BAB II

ISI

VERTIGO

A. Pemeriksaan

1. Anamnesis

Pada anamnesis ditemukan keluhan yang berupa berputarnya tubuh pasien atau keadaan di sekelilinginya disertai mual dan muntah. Perasaan tersebut dapat timbul spontan atau diperberat oleh perubahan posisi tubuh. Serangan dapat berlangsung konstan atau episodik selama beberapa menit sampai jam. Pada beberapa kasus dapat ditemukan kehilangan pendengaran atau suara berdenging. Selanjutnya perlu pula ditelusuri riwayat trauma kepala atau whisplash injury, gangguan penglihatan, kelemahan tubuh, kesulitan berbicara, kesulitan berjalanan dan penurunan kesadaran.12. Pemeriksaan Fisik

Setelah anamnesis selesai, pemeriksaan fisis diawali dengan pemeriksaan obyektif tentang hal-hal yang terukur yaitu tekanan darah, denyut nadi, pernapasan dan

Pada pemeriksaan mata perlu diperhatikan adanya nistgamus Pada pemeriksaan telinga perlu diperhatikan kemungkinan adanya tanda-tanda infeksi dan gangguan pendengaran.

Pemeriksaan status neurologis sangat diperlukan untuk menilai adanya kemungkinan defisit neurologis akibat kelainan pada saraf pusat yang dapat menyebabkan vertigo, salah satu penyebab vertigo adalah pendarah di serebelum. 13. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan rutin termasuk EKG, gula darah, dan darah rutin. Pemeriksaan penunjang lain juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis, tetapi pemeriksaan tersebut harus berdasarkan pendekatan sistematis. Audiogram lengkap harus dilakukan pada paisen dengan gangguan pendengaran disertai vertigo dan terdapat kelainan pada pemeriksaan neurootologik. Elektro- nistamografi (ENG) adalah pemeriksaan yang dapat membantu membedakan disfungsi vestibular sentral atau perifer. ENG dilakukan pada pasien dengan keluhan vertigo atau terdapat temuan dalam pemeriksaan neurootologik seperti nistagmus. Pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) dari tulang temporal sering dikerjakan pada pasien yang dicurigai dengan neuroma akustik atau cerebellopontine angle masses. Computed tomography (CT) dari tulang temporal juga dapat dikerjakan bila dicurigai terdapat kolesteatoma atau lesi pada telinga tengah.Rontgen cervical dilakukan pada pasien dengan kecurigaan cervical dizziness. Pemeriksaan ekokardiogram, dopler karotis, dan arteri vertebral, tilt-table testing, dan 24 jam Holter monitoring dikerjakan bila didiagnosis presinkop. 2B. Diagnosis

Diagnosis vertigo utamanya terdiri dari sebuah riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Adanya gejala klinis mual, muntah, berkeringat, dan gerakan mata yang abnormal serta hasil dari pemeriksaan penunjang.3C. Etiologi Penyebab Vertigo PeriferA. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)

Benign paroxysmal positional vertigo umumnya penyebab tunggal dizziness pada lansia. BPPV merupakan kondisi episodic, sembuh sendiri, dicetuskan oleh gerakan kepala mendadak atau karena perubahan pada posisi tubuh seperti berguling di tempat tidur. BPPV disebabkan oleh akumulasi debris dalam kanal semisirkular. Pergerakan dari debris menstimulasi mekanisme vestibular menghasilkan symptom pada pasien. BPPV kadang kadang berkaitan temporer dengan penyakit viral, dan menghasilkan inflamasi. B. LabirintitisLabirintitis merupakan penyebab lain dizziness karena vestibular perifer, kelainan ini sembuh dengan sendirinya. Umumnya kelainan ini akan berakhir pada hitungan hari atau beberapa minggu. Labirintitis diperkirakan terjadi karena adanya inflamasi pada saraf vestibular.C. Penyakit Meniere

Sindrom ini biasanya terjadi pada usia muda dan bukan penyebab umum dizziness pada lanjut usia. Episode penyakit ini biasanya sembuh sendiri, tetapi seringkali berulang. Pada akhirnya tercapai suatu fase kronik burned out yang ditandai oleh hilangnya pendengaran makin jelas, tetapi episode dizziness berkurang.

Penyebab Vertigo SentralDizziness karena penyebab sentral biasanya jarang, prevalensi pada lanjut usia kurang dari 10 persen. Iskemik serebrovaskular merupakan penyebab dizziness yang makin sering seiring peningkatan usia. Pasien dengan penyebab sentral jarang mengeluhkan dizziness sebagai gejala tunggal. Dizziness yang awalnya baru terjadi disertai dengan symptom lain (sakit kepala, gangguan visus, atau symptom neurologis) harus dipikirkan kemungkinan gangguan system saraf pusat yang serius. Evaluasi lebih lanjut termasuk pencitraan system saraf pusat biasanya diperlukan. 2D. Epidemiologi

Dizziness merupakan keluhan yang sering dijumpai pada lanjut usia, prevalensinya berkisar 30% pada individu yang berusia >65 tahun. Sebanyak 2% konsultasi di pelayanan primer menyangkut dizziness, dan dizziness merupakan penyebab utama nomor 14 penderita datang berobat ke spesialis dalam. Prevalensi sedikit, dari 1622 (>60 tahun) di masyarakat didapat Dizziness 29,3% dan dalam 1 tahun prevalensinya 18,2%. Dizziness dikaitkan dengan perasaan kesehatan yang buruk tetapi tidak dikaitkan dengan risiko kematian, bahayanya besar, ada hubungan dengan kesehatan menurun. 2Vertigo merupakan tipe dizziness yang paling banyak ditemukan pada perawatan primer sebanyak 54 %. Di perawatan primer jenis vertigonya 93% benign paroxysmal positional vertigo(BPPV), neuronitis vestibular akut, atau penyakit Meniere. 2E. Patofisiologi

Vertigo perifer

a. Beningn Paroxymal Positional Vertigo/ Beningn Positional Vertigo (BPV)

BVP disebabkan oleh akumulasi debris dalam kanal sermikularis dimana pergerakan dari derbis menstimulasi mekanisme vestibular menghasilkan simptom pada pasien.

b. Labirintitis, diperkirakan terjadi karena adanya inflamasi pada saraf vestibular

c. Penyakit Meniere, sindrom ini biasanya terjadi pada usia muda. 2Vertigo sentral

Iskemik serebovaskular merupakan penyebab dizziness yang makin sering seiring dengan pertambahan usia. 2F. Gejala Klinis

Pasien merasa bahwa dia ataupun lingkungannya berputar, seringkali terjadi seketika, kadang-kadang dan ketika beratnya disertai dengan mual, muntah, dan jalan yang terhuyung-huyung. 2G. Penatalaksanaan

a. Medikamentosa

Pengobatan yang paripurna dizziness tergantung penyakit dan atau penyakit yang mendasarinya, sebaiknya secara multi disiplin dan inter disiplin. Langkah penghentian obat atau penetusnya, dan atau segera merujuk lebih lanjut ke ahli yang lain yang kompeten dibidangnya. Pengobatan simptomatik dapat menggunakan sedative (efek sementara). Setiap pemberian medikasi pada usia lanjut harus dipertimbangkan untung ruginya ( memperhatikan efek samping, misalnya falls, bingung).

Apabila sebabnya vertigo perifer (BPPV) dapat diberikan terapi simptomatik seperti antikolinergenik (meclizine atau dehinhidramin) atau benzodiazepine. Bila dimungkinkan modifikasi maneuver Epley untuk mengatasi stagnasi debris pada kanalis semisirkularis. 2b. Non-medikamentosaIstirahat dan latihan dengan latihan gerakan khusus yang disebut senam vertigo. 2H. PrognosisPrognosis pasien dengan vertigo vestibular tipe perifer umumnya baik, dapat terjadi remisi sempurna. Sebaliknya pada tipe sentral, prognosis tergantung dari penyakit yang mendasarinya. Infark arteri basilar atau vertebral, misalnya, menandakan prognosis yang buruk. 4I. Pencegahan Orang yang keseimbangannya dipengaruhi oleh vertigo, harus mencegah agar tidak cedera pada saat jatuh.

Orang yang memiliki faktor resiko stroke harus mengontrol tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, serta berhenti merokok.

Orang dengan penyakit Meniere harus membatasi garam dalam diet mereka. 5Osteoarthritis

A. Pemeriksaan

1. Anamnesis

Anamnesis difokuskan mengenai:

Profile pasien (umur, pekerjaan)

Faktor resiko

Faktor yang memperberat dan meringankan

Onset dan durasinya (akut atau kronik)

Ada tidaknya inflamasi sendi

Lokasi/ distribusi sendi yang terkena

Riwayat trauma

Riwayat penyakit keluarga

Perjalanan keluhan nyeri sendi apakah bersifat akut atau kronik

Karakteristik nyeri apakah termasuk nyeri ringan, sedang atau berat. 62. Pemeriksaan Fisik

Hambatan Gerak

Hambatan gerak dapat konsentris (seluruh arah gerakan) maupun eksentris (salah satu arah gerakan saja).Krepitasi

Gejala ini mungkin timbul karena gesekan kedua permukaan tulang sendi pada saat sendi digerakan atau secara pasif di manipulasi.Pembengkakan Sendi Yang Sering Asimetris

Pembengkakan sendi pada OA dapat timbul karena efusi pada sendi yang biasanya tak banyak (lebih dari 100 cc). Sebab lain ialah karena adanya osteofit, yamg dapat mengubah permukaan sendi.

Tanda-Tanda Peradangan

Tanda-tanda peradangan pada sendi(nyeri tekan, ganguan gerak, rasa hangat yang merata dan warna kemerahan) mungkin di jumpai pada OA karena adanya sinovitis. Biasanya tanda-tanda ini tak meninjol dan timbul belakangan,seringkali dijumpai di lutut, pergelangan kaki, dan sendi-sendi kecil tangan dan kaki.

Perubahan Bentuk (Deformitas) Sendi Yang Permanen

Perubahan ini dapat timbul karena kontraktur sendi yang lama,perubahan permukaan sendi,berbagai kecacatan dan gaya berdiri dan perubahan pada tulang dan p