PBL Blok 11 Jane

download PBL Blok 11 Jane

of 40

  • date post

    14-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    238
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PBL Blok 11 Jane

Pengaruh Metabolisme dan Endokrin terhadap Obesitas

Desrainy Inhardini GunadiputriKelompok C5NIM 102010261Pengaruh Metabolisme dan Endokrin terhadap ObesitasDesrainy Inhardini Gunadiputri[footnoteRef:1] [1: Desrainy Inhardini Gunadiputri, Mahasiswa Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jalan Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat, e-mail: desrainy.inhardini@yahoo.com]

PendahuluanMetabolisme adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan fisik dan perubahan energi dalam tubuh yang menopang dan mempertahankan kehidupan. Metabolisme meliputi anabolisme dan katabolisme. Anabolisme bertujuan untuk membentuk kompleks molekul yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan mempertahankan kehidupan yang disintesis dari zat yang lebih simpel disertai penggunaan energi. Katabolisme bertujuan untuk memecah kompleks molekul menjadi molekul yang berukuran lebih kecil disertai pelepasan energi. Reaksi anabolik dan katabolik berlangsung dalam sel-sel tubuh secara bersamaan dan berkelanjutan.[endnoteRef:1] [1: Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2004: 299.]

Dalam tinjauan pustaka ini akan dibahas lebih lanjut mengenai metabolisme zat makanan dalam tubuh, terutama karbohidrat dan lemak, serta faktor-faktor yang mempengaruhi metabolisme, yaitu hormon dan pola makan.

KarbohidratFungsiKarbohidrat mempunyai fungsi sebagai berikut:[endnoteRef:2] [2: Almatsier S. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2009: ]

1. Sumber energiFungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh. Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi penduduk di seluruh dunia, karena banyak di dapat di alam dan harganya relatif murah. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kkal.2. Pemberi rasa manis pada makananKarbohidrat memberi rasa manis pada makanan, khususnya mono dan disakarida. Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama. Fruktosa adalah yang paling manis.3. Penghemat proteinBila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan mencukupi, protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun.4. Pengatur metabolisme lemakKarbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat, aseton, dan asam beta-hidroksi-butirat. Bahan-bahan ini dibentuk dalam hati dan dikeluarkan melalui urine dengan mengikat basa berupa ion natrium. Hal ini dapat menyebabkan ketosis atau asidosis yang dapat merugikan tubuh. Dibutuhkan antara 50-100 gram karbohidrat sehari untuk mencegah ketosis.5. Membantu pengeluaran fesesKarbohidrat membantu pengeluaran fese dengan cara mengatur peristaltik usus dan memberi bentuk kepada feses. Selulosa dalam serat makanan mengatur peristaltik usus, sedangkan hemiselulosa dan pektin mampu menyerap banyak air dalam usus besar sehingga memberi bentuk pada sisa makanan yang akan dikeluarkan.6. Serat makanan mencegah kegemukan, konstipasi, hemoroid, penyakit-penyakit divertikulosis, kanker usus besar, penyakit diabetes mellitus, dan jantung koroner yang berkaitan dengan kadar kolesterol darah tinggi.7. Laktosa dalam susu membantu absorpsi kalsium. Laktosa lebih lama tinggal dalam saluran cerna, sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan. Bakteri tertentu diduga mensintesis vitamin-vitamin tertentu dalam usus besar. Asam glukoronat turunan glukosa, di dalam hati mengikat toksin-toksin dan bakteri dan mengubahnya menjadi bentuk-bentuk yang dapat dikeluarkan dari tubuh.8. Gula ribosa yang mengandung lima atom karbon merupakan bagian dari ikatan DNA dan RNA.KomposisiUntuk memelihara kesehatan, WHO (1990) menganjurkan agar 50-65% konsumsi energi total berasal dari karbohidrat kompleks dan paling banyak hanya 10% berasal dari gula sederhana. Sementara itu, rata-rata konsumsi energi berasal dari karbohidrat penduduk Indonesia menurut Biro Pusat Statistik tahun 1990 adalah sebesar 72%.2SumberSumber karbohidrat adalah padi-padian atau serealia, umbi-umbian, kacang-kacang kering, dan gula. Hasil olah bahan-bahan ini adalah bihun, mie, roti, tepung-tepungan, selai, sirup, dan sebagainya. Sebagian besar sayur dan buah tidak banyak mengandung karbohidrat. Sayur umbi-umbian, seperti wortel dan bit serta sayur kacang-kacangan relatif lebih banyak mengandung karbohidrat daripada sayur daun-daunan. Bahan makanan hewani seperti daging, ayam, ikan, telur, dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat yang banyak dimakan sebagai makanan pokok di Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong, talas, dan sagu.2MetabolismeHasil akhir pencernaan karbohidrat hampir seluruhnya dalam bentuk glukosa, fruktosa dan galaktosa, mewakili rata-rata 80% dari keseluruhan. Setelah absorpsi dari saluran pencernaan, sebgaian fruktosa dan hampir seluruh bagian galaktosa juga dengan segera diubah menjadi glukosa di dalam hati. Glukosa kemudian menjadi jalan umum akhir untuk mentranspor hampir seluruh karbohidrat ke dalam sel jaringan.[endnoteRef:3],[endnoteRef:4] Fungsi karbohidrat adalah sebagai sumber energi utama untuk sel hidup, cadangan energi berupa glikogen di dalam hati dan otot, mengahsilkan senyawa intemediet amphibolik yaitu piruvat, laktat dan gliserida, untuk sintesis glikosaminoglikan, laktosa dan senyawa non karbohidrat. Di dalam sel hati, tersedia enzim yang sesuai untuk merangsang interkonvensi antara monosakarida. Sel hati berisi sejumlah besar glukosa fasfatase. Oleh karena itu, glukosa-6fosfatase dapat diubah kembali menjadi glukosa dan fosfat, dan glukosa dapat ditranspor kembali melalui membrane sel hati ke darah. Segera setelah masuk ke dalam sel, glukosa bergabung dengan satu radikal fosfat sesuai reaksi berikut : [3: Guyton AC, Hall JE. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-11. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2007: 1063-238.] [4: Sherwood L. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. Edisi 6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2011: :627-85.]

Glukokinase atau heksokinaseGlukosa ------------------------------------- glukosa -6fosfatase+ATPFosforilasi ini ditingkatkan oleh enzim glukokinase di dalam hati atau heksokinase di dalam sebagian besar sel yang lain. Fosforilasi dari glukosa hamper seluruhnya irreversible kecuali dalam sel hati, epitel tubulus ginjal, dan sel epitel usus; di dalam sel-sel ini, suatu enzim lain, glukosa fosfatase, juga tersedia, dan bila enzim ini diaktifkan, enzim dapat membalikkan reaksi. Oleh karena itu di dalam kebanyakan jaringan tubuh, fosforilasi bekerja untuk menangkap glukosa di dalam sel. Artinya karena glukosa berikatan secara cepat dengan fosfat, glukosa tidak dapat berdifusi keluar kecuali dari sel-sel khusus tersebut, terutama sel-sel hati yang memiliki fosfat.3GlikogenesisGlikogenesis adalah proses pembentukan glikogen dimana reaksi kimianya ditunjukkan dalam gambar 1. Dari gambar tersebut, dapat dilihat bahwa glukosa 6fosfat pertama-tama diubah menjadi glukosa- 1fosfat; yang kemudian diubah menjadi uridin difosfat glukosa, yang kemudian diubah menjadi glikogen. Beberapa enzim khusus dibutuhkan untuk menyebabkan perubahan-perubahan ini , dan tiap monosakarida yang dapat diubah menjadi glukosa dapat masuk ke dalam reaksi. Senyawa tertentu yang lebih kecil meliputi asam laktat, gliserol, asam piruvat, dan beberapa asam amino deaminasi, dapat juga diubah menjadi glukosa atau senyawa yang hamir serupa dan kemudian menjadi glikogen. 4,[endnoteRef:5] [5: Murray KM, Granner DK, Rodwell VW. Biokimia harper. Edisi ke-27. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009: 154-60.]

gambar 1. Bagan glikogenesis5Glikogenolisis Glikogenolisis berarti pemecahan glikogen yang disimpan sel untuk menghasilkan kembali glukosa di dalam sel. Glukosa kemudian dapat digunakan untuk menyediakan energi. Glikogenolisis tidak dapat terjadi melalui pembalikan reaksi kimia yang sama yang dipakai untuk membentuk glikogen; sebaliknya, setiap molekul glukosa yang berturut-turut pada masing-masing cabang polimer glikogen dilepaskan oleh fosforilasi, dikatalisis oleh enzim fosforilase. Pada keadaan istirahat, fosforilase terdapat dalam bentuk tidak aktif, sehingga glikogen dapat disimpan tetapi tidak diubah kembali menjadi glukosa. Oleh karena itu , bila diperlukan pembentukan kembali glukosa dari glikogen, mula-mula fosforilase harus diaktifkan. Dua hormone, epinefrin dan glucagon, dapat mengaktifkan fosforilase secara khusus dan demikian menimbulkan glikogenelisis secara cepat.3Glikolisis Sejauh ini cara terpenting untuk menimbulkan pelepasan energi dari molekul glukosa adalah proses glikolisis. Kemudian produk akhir glikolisis terutama dioksidasi untuk menghasilkan energi. Glikolisis berarti memecahkan molekul glukosa untuk membentuk dua molekul asam piruvat. Melalui beberapa langkah reaksi kimia yang berurutan. Masin-masing langkah dikatalisis paling sedikit oleh satu proten enzim khusus. Glukosa pertamakali diubah menjadi fruktosa 1,6-fosfat dan kemudian dipecahkan menjadi dua molekul atom berkarbon-3, yang masing-masing kemudia diubah menjadi asam piruvat. Walaupun terdapat banyak reaksi kimia dalam rangkaian glikolitik, hanya sebagian kecil energy bebas dalam molekul glukosa yang dibebaskan pada setiap langkah. Akan tetapi, diantara tahap 1,3-asam difosfogliserat dan 3-asam fosfogliserat dan sekali lagi di antara tahap asam fosfoenol piruvat dan asam piruvat. Total terdapat 4 molekul ATP yang dibentuk dari masing-masing molekul fruktosa 1,6-fosfat yang dipecahkan menjadi asam piruvat. Namun 2 molekul ATP mash dibutuhkan untuk fosforilasi glukosa asal untuk membentuk 1,6-fosfat sebelum glikolisis dapat dimulai. Oleh karena itu hasil akhir molekul ATP dari seluruh proses glikolitik hanya 2 ATP untuk masing-masing molekul glukosa yang dipakai.3

Gambar 2. Skema proses glikolisis5Konversi asam piruvat menjadi asetilkoenzim ATahap berikut