PBL BLOK 11

download PBL BLOK 11

of 21

  • date post

    12-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    9

Embed Size (px)

description

metabolik endokrin 2 makalah

Transcript of PBL BLOK 11

Kelebihan Berat Badan pada Seorang Remaja

EvenjelinaMahasiswa Fakultas Kedokteran Tahun 2012 Universitas Kristen Krida Wacana, JakartaNIM: 102012206, Email: evenjelin.ej@gmail.com

PendahuluanSkenario Problem Based Learning (PBL) yang di bahas kali ini tentang seorang remaja perempuan berusia 17 tahun dengan tinggi 150 cm dan memiliki berat badan 75 kg, menurut dokter anak tersebut harus bisa mengatur diet. Makalah PBL blok 11 kali ini akan membahas secara mendetail kasus ini sehingga diharapkan menambah pengetahuan penulis tentang topik metabolic endokrin yang menjadi topik perkuliahan di blok 11 ini. Oleh sebab itu, makalah ini akan membahas tentang, pola makan, pengaruh hormonal, dan cara pengukuran antropometri.

Pola MakanKualitas MakananMakanan yang sehat sangat penting kandungannya, dengan keperluan jumlah dan kadar yang berbeda-beda makanan dapat menyehatkan tetapi juga dapat merugikan jika dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan utama yang terpenting untuk tubuh adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral. Dalam makalah ini akan khusus dibahas lebih menditail tentang karbohidrat, lemak dan protein dalam kandungan gizi, sumber dan fungsi.

1. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energy utama, bersumber dari padi-padian, sayuran dan buah. Karbohidrat dapat diklafisifikasi menjadi karbohidrat sederhana dan lengkap. Karbohidrat sederhana berupa monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa), juga disakarida. Sedangkan karbohidrat lengkap berupa oligosakarida dan polisakarida. Sumber energy dari karhbohidrat sendiri sebesar 60% - 70% total kalori per hari dimana 1 gr karbohidrat setara dengan 4 kalori. Fungsi dari karbohidrat seperti yang telah disebutkan adalah sebagai sumber energy yang didapati dari obligat glukosa, selain itu karbohidrat juga berfungsi sebagai cadangan energy yang disimpan dalam bentuk glikogen, dan saat jumlah glikogen dalam tubuh sudah cukup maka karbohidrat yang tidak di gunakan menjadi energy juga akan diubah menjadi lemak di jaringan adipose. Karbohidrat dalam bentuk glukosa dalam darah akan meningkat setelah makan yaitu pada waktu tertinggi 30 menit dan menurun pada menit ke 90-180.1

2. Lemak/LipidLipid diklasfikasikan menjadi lipid sederhana, compound lipid, dan precursor dan lemak derivat. Lipid sederhana berupa asam lemak bebas, lemak netral (monogliserida, digliserida, dan trigliserida). Lipid berfungsi juga sebagai sumber energy, komponen membrane sel, sebagai unsure proteksi, insulator, pembuat rasa kenyang, pemberi rasa enak pada makanan dan juga berfungsi mengikat vitamin larut lemak. Sumber lipid dalam makanan terdapat dalam minyak sayur seperti minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minya keledai, minyak kacang tanah dam zaitun. Lipid juga banyak pada daging, dan produk susu seperti mentega dan margarine. Sumber energy dari lemak adalah sebesar 20%-30% total kalori per hari, dengan total trigliserida sebesar 95% pada sumber energy lemak.1

3. ProteinProtein merupakan unsure makanan yang penting sebagai enzim, hormone peptide, protein structural, protein transport, dan imunoprotein. Protein tinggi sangat penting dalam masa pertumbuhan. Protein mengandung beribu-ribu asam amino. Sumber protein bisa di dapati pada daging, unggas, telur, ikan, produk-produk susu, kedelai, kacang tanah, kacang polong, kacang merah, dan kacang-kacangan lainnya. Tubuh membutuhkan protein sebesar 15%-20% total kalori per hari, satu gram protein setara dengan empat kalori, protein mengandung 16% unsure nitrogen dimana satu gram protein mengandung 6,25 gr nitrogen.1

Metabolisme KarbohidratGlikolisis adalah suatu proses yang menghasilkan perubahan satu molekul menjadi dua molekul piruvat. Proses ini dapat berlangsung bahkan didalam sel yang paling sederhana dan tidak memerlukan oksigen.2GlikolisisSering di kenal dengan jalur Embden Meyerhoff, yang berlangsung tanpa adanya oksigen. Reaksi ini akan di awali dengan reaksi fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6P selanjutnya glukosa 6 fosfat akan di ubah menjadi fruktosa 6 P(isomerase) yang kemudian akan mengikat satu gugus fosfat lagi menjadi fruktosa 1,6 bifosfat. Dengan enzim aldolase di ubah menjadi gliseral 3P dengan bantuan NAD+ akan menjadi 1,3 bisfosfogliserat yang kemudian akan terus bereaksi sampai pembentukan PEP yang kemudian dengan hasil akhir asam piruvat yang akan dioksidasi lebih lanjut dalam siklus asam sitrat. Energi yang dilepaskan dalam pembentukan piruvat hanya 3 persen dari energi yang terdapat dalam molekul glukosa.2

Siklus Asam SitratSering di kenal sbagai siklus crebs (TCA, siklus asam sitrat). Siklus asam sitrat merupakan suatu urutan reaksi dimana dua atom karbon pada asetil koA pada akhirnya teroksidasi menjadi CO2. Siklus ini merupakan lintas pusat untuk pelepasan energi dari asetil koA, ang dihasilkan dari metabolisme karbohidrat. Siklus asam sitrat terjadi di mitokondria dan merupakan rangkaian reaksi yang melakukan oksidasi terhadap asetil koA sehingga dihasilkan energi. Terdapat beberapa tahap yang terjadi dalam siklus asam sitrat:Tahap 1. Sitrat sintase mengkatalisis kondensasi asetil koA dengan oksaloasetat untuk membentuk sitrat. Reaksi ini berlangsung secara reversibel, tetapi merupakan titik pengaturan utama. Perbandingan NAD+/NADH yang rendah serta adanya suksinil koA dapat menginhibisi aktivitas enzim ini.Tahap 2. Akonitase mengkatalisis perubahan sitrat menjadi isositrat secara reversible.Tahap 3. Isositrat DH mendekarboksilasi isositrat menjadi a-ketoglutarat secara oksidatif. Dalam proses tesebut NAD+ direduksi menjadi NADH dan CO2 dilepaskan. Isositrat dehidrogenase diinhibisi secara alosterik oleh ATP dan NADH oleh aktivasi oleh ADP dan NAD+.Tahap 4. A-ketoglutarat dehidrogenase menghasilkan suksinil-koA dari a-ketoglutarat dan koenzim A. NAD+ yang lain pun direduksi menjadi NADH dan CO2 dilepaskan. Baik NADH maupun suksinil-koA menginhibisi pembentukan kompleks enzim.Tahap 5. Pembentukan alfa ketoglutarat yang berubah menjadi suksinil ko A yang membebaskan Ko Ash nya menjadi suksinat di ubah lagi jadi fumarat dan pada akhirnya menjadi malat dan oksaloasetat yang akan di pakai lagi mengawali siklus asam sitrat.3

Glikogenesis dan Glikogenolisis Glikogenesis adalah proses biosintesis glikogen dari glukosa. Perubahan kimia secara enzimatik ini tidak berjalan spontan, tetapi bertahap. Reaksi diawali dengan proses fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6P dengan bantuan enzim glukokinase. Selanjutnya glukosa 6P diubah menjadi isomernya, glukosa-1-fosfat, dibawah pengaruh enzim fosfoglukomutase. Glikogenolisis adalah proses dari glikogen yang ada dalam sel diubah menjadi Glukosa. Kedua reaksi ini erat kaitannya dengan kestabilan kadar gula darah dalam tubuh seseorang. Glikogenesis adalah proses pembentukan glikogen dari glukosa. sedangkan glikogenolisis merupakan pembentukan glukosa dari pemecahan glikogen.2

HMP-shuntHMP Shunt merupakan jalan lain untuk oksidasi glukosa melalui dehidrogenase dengan NADP sebagai aseptor H+. Berlangsung di dalam sitosol sel dan tidak menghasilkan ATP. Keperluan utama nya adalah menghasilkan pentosa yang kemudian DNA dan RNA. selain itu ada tambahan NADPH yang bermanfaat bagibiosintesa asam lemak.3GlukoneogenesisMerupakan adalah reaksi pembentukan glukosa dari senyawa nonkarbohidrat. reaksi ini dapat berlangsung jika tubuh dalam keadaaan kekurangan glukosa untuk memenuhi keperluan energi yang di perlukan tubuh.2

Metabolisme LemakSumber asam lemak rantai panjang adalah lipid makanan atau melalui sintesis de novo dari asetil KoA yang berasal dari karbohidrat atau asam amino. Asam lemak dapat dioksidasi menjadi asetil-KoA (Oksidasi beta) atau diesterifikasi dengan gliserol, yang membentuk triasilgliserol sebagai cadangan bahan bakar utama tubuh. Asetil KoA yang dibetuk oleh oksidasi beta dapat mengalami beberapa proses.11. Seperti asetil KoA yang berasal dari glikolisis, dan senyawa ini dioksidasi menjadi CO2 + H2O melalui siklus asam sitrat.2. Menjadi precursor untuk membentuk kolesterol dan steroid lain.3. Di hati, senyawa ini digunakan untuk membentuk benda keton (asetoasetat dan 3-hidroksibutirat) yang merupakan bahan bakar penting pada keadaan puasa lama.

Mesikipun asam lemak mengalami oksidasi menjadi asetil KoA, namun oksidasi asam lemak bukan merupakan pembalikan sederhana dari biosintesis asam lemak, tetapi merupakan proses yang sama sekali berbeda dan berlangsung kompartemen sel yang berbeda. Pemisahan oksidasi asam lemak di mitokondria dari biosintesis di sitosol memungkinkan tiap proses dikendalikan secara individual dan diintegrasikan sesuai kebutuhan jaringan. Setiap tahap pada oksidasi asam lemak melibatkan turunan asil KoA yang dikatalisis oleh enzim-enzim yang berbeda, menggunakan NAD dan FAD sebagai koenzim, dan menghasilkan ATP. Proses tersebut merupakan suatu proses aerob yang memerlukan keberadaan oksigen.1

Oksidasi Asam Lemak di MitokondriaAsam lemak bebas (free fatty acids, FFA) yang juga disebut unesterified fatty acids (FFA) atau nonesterified fatty acids (NEFA) adalah asam lemak yang berada dalam keadaan tidak teresterifikasi. Di plasma, FFA rantau-panjang berikatan dengan albumin, dan di sel asam-asam ini melekat pada protein pengikat asam lemak sehingga pada kenyataannya asam-asam lemak ini tidak pernah benar-benar bebas. Asam lemak rantai-pendek lebih larut ar dan terdapat dalam bentuk asam tak-terionisasi atau sebagai anion asam lemak.Asam lemak mula-mula harus diubah menjadi suatu zat antara aktif sebelum dapat dikatabolisme. Reaksi ini adalah satu-satunya tahap dalam penguraian sempurna suatu asam lemak yang memerlukan energy dari ATP. Dengan adanya ATP dan koenzim A, enzim asil-KoA sintase (tiokinase) mengkatalisis perubahan asam lemak (atau asam lemak bebas) menjadi asam lemak aktif atau asil KoA yang menggunakna satu fosfat berenergi tinggi disertai pembentukan AMP dan PPi. PPi dihidrolisis oleh pirofosfatase anorganik disertai hilangnya