Pbl 3 Muskulo Bella

download

of 16

  • date post

    04-Dec-2015
  • Category

    Documents
  • view

    29
  • download

    1

Embed Size (px)

description

muskulo

transcript

1. MM anatomi dan kinesiology

1.1 FemurPada femur atau tulang paha terdiri dari bagian kepala dan leher pada bagian proksimal dan dua condylus pada bagian distal. Kepala tulang paha akan membentuk sendi pada pinggul. Bagian proksimal lainnya yaitu trochanter major dan trochanter minor menjadi tempat perlekatan otot.Pada bagian proksimal posterior terdapat tuberositas glutea yakni permukaan kasar tempat melekatnya otot gluteus maximus.Di dekatnya terdapat bagian linea aspera, tempat melekatnya otot biceps femoris. Salah satu fungsi penting kepala tulang paha adalah tempat produksi sel darah merah pada sumsum tulangnya. Pada ujung distal tulang paha terdapat condylus yang akan membuat sendi condylar bersama lutut.Terdapat dua condylus yakni condylus medialis dan condylus lateralis. Di antara kedua condylus terdapat jeda yang disebut fossa intercondylaris.

VaskularisasiDaerah tungkai atas sampai kaki mendapat pendarahan dari arteri femoralis (lanjutan dari arteri iliaca externa). Arteri femoralis lewat dibawah ligamentum inguinale (pauparti) bersama vena femoralis dan nervus femoralis menuju daerah trigonum femorale (scarpae)Trigonum femorale (scarpae) dibentuk oleh m.sartorius (batas lateral) , m.adductor longus/magnus (batas medial) dan ligamentum inguinale (pauparti) batas atas. Isi dari trigonum femorale ini ialah nervus femoralis (lateral) , arteri femoralis (tengah) , dan vena femoralis (medial).Adapun yang dikenal dengan canalis adductorius atau disebut juga hunter atau sub sartorial canal , merupakan daerah yang berbentuk saluran pada bagian bawah trigonum femorale , 1/3 distal tungkai atas yang dibatasi oleh m.sartorius , m.vastus medial , m.adductor longus/magnus.Cabang-cabang dari arteri femoralis :Pada tungkai atas, 1/3 proksimal region femoris pada trigonum femorale cabang-cabangnya ialah a.profunda femoris yang akan bercabang lagi menjadi a.perforantes 1,2,3 dan a.circum flexa femoris lateralis , a.circum flexa femoris medialis , a.circum flexa ileum superficialis , a.epgastica superficialis, a.pudenda externa. Kemudian pada bagian distal terdapat cabang a.femoralis yaitu a.genu suprema.1.2 CoxaeArticulatio coxae berada diantara caput femoris dan acetabulum.Jenis sendinya berupa Enarthrosis Spheroidea. Penguat dari sendi tersebut adalah tulang rawan pada facies lunata. Articulatio ini dibungkus oleh capsula articularis yang terdiri dari jaringan ikat fibrosa. Ia berjalan dari pinggir acetabulum menyebar ke latero-inferior mengelilingi collum femoris dan akhirnya melekat pada linea intertrochanterica bagian depan dan pertengahan bagian posterior collum femoris (11 jari diatas crista intertrhrocanterica). Bagian lateral dan distal colum femoris adalah di luar capsula articularis. Ligamen- ligamen pada sendi ini ialah:1. Ligamentum iliofemorale yang berfungsi mempertahankan art. Coxae tetap ekstensi, menghambat rotasi femur, mencegah batang badan berputar ke belakang pada waktu berdiri sehingga mengurangi kebutuhan kontraksi otot untuk mempertahankan posisi tegak. 1. Ligamentum ischiofemorale yang berfungsi mencegah rotasi interna.1. Ligamentum pubofemorale berfungsi mencegah abduksi, ekstensi, dan rotasi externa. Selain itu diperkuat juga oleh Ligamentum transversum acetabuli dan Ligamentum capitisfemoris. Bagian bolong disebut zona orbicularis.Gerak sendi: fleksi : M. iliopsoas, M. pectineus, M. rectus femoris, M. adductor longus, M. adductor brevis, M. adductor magnus pars anterior tensor fascia lata ekstensi: M. gluteus maximus, M. semitendinosis, M. semimembranosus, M. biceps femoris caput longum, M. adductor magnus pars posterior abduksi : M. gluteus medius, M. gluteus minimus, M. piriformis, M. Sartorius, M. tensor fasciae lata adduksi: M. adductor magnus, M. adductor longus, M. adductor brevis, M. gracilis, M. pectinus, M. obturator externus, M. quadratus femoris rotasi medialis: M. gluteus medius, M. gluteus minimus, M. tensor fasciae latae, M. adductor magnus (pars posterior ) rotasi lateralis: M. piriformis, M. obturator internus, Mm. gamely, M. obturator externus, M. quadratus femoris, M. gluteus maximus dan Mm. adductors

Articulatio ini dibungkus oleh capsula articularis yang terdiri dari jaringan ikat fibrosa. Capsula articularis berjalan dari pinggir acetabulum os. Coxae menyebar ke latero-inferior mengelilingi collum femoris untuk melekat pada linea introchanterica bagian depan dan meliputi pertengahan bagian posterior collum femoris kira-kira sebesar jari diatas crista introchanterica. Oleh karena itu bagian lateral dan distal belakang collum femoris dapat extracapsular dan dapat pula intracapsular.

Articulatio coxae termasuk articulatio inferioris liberi. Tulang : antara caput humeri dan acetabulum Jenis sendi : Spheroidea Penguat sendi : Terdapat tulang rawan pada facies lunata Terdapat kelenjar havers pada acetabuli Ligamentum iliofemorale : untuk mempertahankan art.coxae tetap ekstensi, menghambat rotasi femur dan mencegah batang badan berputar kebelakang pada saat berdiri, mengurangi kebutuhan kontraksi otot saat posisi tegak Ligamentum ishciofemoralis : mencegah rotasi interna Ligamentum pubofemorale : mencegah abduksi, ekstensi dan rotasi externa. Ligamnetum transversum acetabuli dan ligamnetum capitisfemoris Capsula articularis dari lingkar acetabulum ke linea intertrochanterica dan crista intertrochanterica.

LI2. Memahami dan Menjelaskan FrakturLO2.1. Definisi FrakturFraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (trauma). Definisi Fraktur FemurFraktur kolum femur adalah fraktur intrakapsuler yg terjadi di femur proximal pd daerah yg berawal dari distal permukaan artikuler caput femur hingga berakhir di proximal daerah intertrochanter

LO2.2. Etiologi FrakturEtiologi dari fraktur menurut Price dan Wilson (2006) ada 3 yaitu:

1. Cidera atau benturan 1. Fraktur patologik Fraktur patologik terjadi pada daerah-daerah tulang yang telah menjadi lemah oleh karena tumor, kanker dan osteoporosis. 1. Fraktur beban Fraktur beban atau fraktur kelelahan terjadi pada orang-orang yang baru saja menambah tingkat aktivitas mereka, seperti baru di terima dalam angkatan bersenjata atau orang-orang yang baru mulai latihan lari

Fraktur Femur

a. Trauma langsung: Benturan pada tulang mengakibatkan fraktur ditempat tersebut, misalnya penderitajatuh dengan posisi miring dimana daerah trochanter mayor langsung terbentur dengan benda keras.b. Trauma tidak langsung: Tulang dapat mengalami fraktur pada tempat yang jauh dari area benturan, misalnya disebabkan oleh gerakan eksorotasi yang mendadak dari tungkai bawah. Karena kepala femur terikat kuat dengan ligamen didalam asetabulum oleh ligamen iliofemoral dan kapsul sendi,mengakibatkan fraktur di daerah kolum femur.c. Fraktur patologis: fraktur yang disebabkan trauma yamg minimal atau tanpa trauma. Contoh fraktur patologis: Osteoporosis, infeksi tulang dan tumor tulang. Fraktur kolum femur sering tejadi pada wanita yang disebabkan oleh kerapuhan tulangakibat kombinasi proses penuaan dan osteoporosis pasca menopause. Fraktur dapat berupa fraktur subkapital, transervikal dan basal, yang kesemuannya terletak didalam simpai sendipanggul atau intrakapsular, fraktur intertrochanter dan sub trochanter terletak ekstra kapsuler.d. Adanya tekanan varus atau valgus

LO 2.3. Klasifikasi FrakturFraktur dapat diklasifikasikan sebagai berikut:1. Berdasarkan hubungan dengan udara bebas1. Fraktur tertutup: tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar atau bagian eksternal tubuh.1. Fraktur terbuka: terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukaan di kulit. Fraktur terbuka dibagi menjadi 3 derajat, yaitu :

DerajatLukaFraktur

I< 2 cm, Keruskan jaringan lunak sedikit, tidak ada tanda luka remuk. Kontaminasi minimalSederhana, dislokasi ringan minimal

II> 2 cm , kontusi oto di sekitarnyaDislokasi fragmen jelas

IIILuka lebar, hilangnya jaringan disekitarnyaKominutif, segmental, fragmen tulang ada yang hilang

1. Komplit dan tidak komplit1. Fraktur complete: Bila garis patah melalui seluruh penampang tulang atau melalui kedua korteks tulang.1. Fraktur incomplete: Bila garis patah tidak melalui seluruh penampang tulang1. Hairline fracture: Patah retak rambut1. Buckle fracture/ Torus fracture: Bila terjadi lipatan dari korteks dengan kompresi tulang spongiosa di bawahnya. Biasanya pada distal radius anak-anak.

1. Greenstick fracture: Fraktur tidak sempurna, korteks tulangnya sebagian masih utuh, demikian juga periosteumnya. Sering terjadi pada anak-anak. Fraktur ini akan segera sembuh dan segera mengalami remodelling ke bentuk fungsi normal.

1. Sudut patah1. Fraktur transversal: Garis patahnya tegak lurus terhadap sumbu panjang tulang. Pada fraktur semacam ini, segmen-segmen tulang yang patah direposisi/ direduksi kembali ke tempatnya semula.1. Farktur oblik: Garis patahnya membentuk sudut. Fraktur ini tidak stabil dan sulit diperbaiki.1. Fraktur spira: Akibat trauma rotasi. Garis patah tulang membentuk spiral. Fraktur cenderung cepat sembuh.1. Jumlah garis patah1. Fraktur kominutif: Garis patah lebih dari 1 dan saling berhubungan.1. Fraktur segmental: Garis patah lebih dari 1 tetapi tidak saling berhubungan.1. Fraktur multiple: Garis patah lebih dari 1 tetapi pada tulang yang berlainan.1. Trauma1. Fraktur kompresi: 2 tulang menumbuk tulang ke-3 yang berada diantaranya.1. Fraktur avulse: Trauma tarikan, suatu fragmen tulang pada tempat insersi tendon ataupun ligamen.1. Fraktur spiral

1. Bergeser dan tidak bergeser1. Fraktur undisplaced: Garis patah komplit tetapi ke-2 fragmen tidak bergeser, periosteumnya masih utuh.1. Fraktur displaced: Terjadi pergeseran fragmen-fragmen fraktur yang juga disebut lokasi fragmen.

Terbagi atas: Dislokasi ad longitudinal cum contractionum: pergeseran searah sumbu da