PATOLOGI ANATOMI endokrin.doc

download PATOLOGI ANATOMI endokrin.doc

of 19

  • date post

    29-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    140
  • download

    7

Embed Size (px)

description

menjelaskan kelainan pada sistem endokrin

Transcript of PATOLOGI ANATOMI endokrin.doc

PATOLOGI ANATOMI

PATOLOGI ANATOMI

SISTEM ENDOKRIN

Hipofisis

Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar berbentuk seperti kacang (bean shape) berukuran kecil, terletak didasar otak tepatnya di sella turcica. Hipofisis berhubungan erat dengan hipotalamus dihubungkan dengan stalk yang terdiri dari akson yangmemanjang dari hipotalamus dan pleksus venosus. Hipotalamus berperan penting dalam pengaturan sebagian besar kelenjar endokrin. Hipofisis terdiridari dua komponen yang berbeda dalam morfologi dan fungsinya. Lobus anterior (adenohypophysis) dan lobus posterior (neurohypophysis). Penyakit pada hipofisis mengacu pada kelainan yang ada dilobus anterior atau posterior.

Adenohypophysis secara embriologi terdiri dari epitel yang berasal dari perkembangan kavum oral . Secara histologi dengan pengecatan Hematoksilin dan Eosin sel-sel yang terwarnai menunjukkan gambaran sitoplasma yang berbeda, ada sel dengan sitoplasma basophil, eosinophil dan sedikit menyerap warna (chromophobic). Dengan mikroskop elektron dan imunohistokimia menunjukkan adanya hormon tropik yang bervariasi di dalam sitoplasmanya. Lepasnya hormon tropik dibawah kendali faktor-faktor yang dilepaskan hipotalamus. Faktor-faktor hipotalamus menstimulasi dan mendorong lepasnya hormon dan lainnya( spt somatostatin dan dopamin) dan akan dihambat oleh efek hormon tersebut.

Gejala-gejala penyakit hipofisis dapat dibagi menjadi:

1. Hyperpituitarism: peningkatan sekresi hormon tropik, sebagian besar disebabkan adenoma fungsional pada lobus anterior. Penyebab lain yang jarang ditemukan disebabkan hiperplasia dan karsinoma hipofisis anterior, sekresi hormon oleh tumor nonhipofisis dan adanya kelainan pada hipotalamus.

2. Hypopituitarism: disebabkan defisiensi hormon tropik dan hasil dari berbagai proses destruksi termasuk didalamnya jejas iskemik, pembedahan atau radiasi dan reaksi radang. Selain itu disebabkan oleh adenoma hipofisis nonfungsional memasuki jaringan parenkim hipofisis anterior normal.

3. Efek masa lokal: disebabkan oleh berbagai tumor yang mendesak, menimbulkan desrtuksi disekitar sella turcica.

Hyperpituitarism dan Adenoma hipofisis

Sebagian besar kasus, peningkatan produksi hormon hipofisis yang disebabkan oleh adanya adenoma yang berasal dari lobus anterior. Adenoma hipofisis fungsional terdiri dari tipe sel tunggal dan memproduksi hormon tunggal. Ada beberapa kasus adenoma hipofisis terdiri dari tipe sel tunggal yang mensekresi beberapa hormon ( spt hormon pertumbuhan dan prolaktin) dan adenoma yang terdiri dari populasi beberapa tipe sel . Klasifikasi tumor hipofisis berdasarkan siri morfologi yang dominan ( spt asidophil, basophi atau cromophob)

Pada umumnya adenoma hipofisis berukuran < 10mm disebut sebagai microadenoam dan yang lebih dari 10mm disebut sebagai makroadenoma. Mikroadenoma tidak menunjukkan adanya gejala kecuali jika mensekresikan hormon. Makroadenoma menimbulkan eefek lokal dengan manifestasi sistemik. Gambaran klinis makroadenoma menimbulkan efek penekanan pada kiasma optika yang berakibat nyeri kepala hebat, hemianopsia bitemporal, hilangnya penglihatan. Jika menginvasi sinus kavernosus akan menimbulkan gangguan okulomotorius. Adenoma yang besar dapat menimbulkan:

1. Invasi ke hipotalamus

2. Mengganggu input hipotalamus ke hipofisis

3. Hilangnya pengaturan suhu, hiperpagia dan sindrom hormonal.

Prolaktinoma (lactotroph adenoma)

Umumnya adenoma hipofisis dengan hiperfungsional. Didalam sitoplasma sel tumor ditemukan prolaktin danmenimbulkan prolaktinemia yang berakibat amenorrhea, galactorrhea, hilangnya libido dan infertilitas. Pada laki-laki menimbulkan hilanynya libido dan impotensi. Pada wanita usia reproduktif dapat diketahui lebih awal namun pada wanita premenopaus dan pria manifestasi hormonal tidak tempak jelas, biasanya akan tampak setelah tumor berukuran besar. Hiperprolaktinemia dapat disebabkan keadaan lain: adenoma hipofisis yang mensekresi prolaktin termasuk kondisi kehamilan, terapi estrogen dosis tinggi, gagalginjal, hipotiroidisme, lesi hipotalmus dan obat-obat penghambat dopamin ( spt reserpin). Lactotroph adenoma mikroadenoma di terapi dengan dopamin agonis (bromocriptine) untuk menghambat sekresi prolaktin, makroadenoma dilakukan pembedahan.

Somatotroph Adenomas Secrete Growth Hormone (GH)

Neoplasia yang memproduksi Growth Hormon (GH) termasuk didalamnya yang mensekresi hormone campuran GH dan lainnya ( spt prolaktin) . Manifestasi klinis peningkatan GH tidak terlalu ketara namun dengan berjalannya waktu tumor yang bertambah besar baru akan menimbulkan manifestasi klinis. Tumor yang diderita anak-anak atau sebelum menutupnya epifisis tulang akan menimbulkan gigantime ( tumbuh besar seperti raksasa), jika terjadi pada orang yang sudah menutup epifisisnya akan timbul akromegaly. Selain itu peningkatan GH dapat menimbulkan beberapa gangguan lainnya yaitu toleransi glukosa yang abnormal, dan diabetes mellitus, kelemahan otot general, hipertensi, osteoporosis, arthritis dan gagal jantung kongestif. Beberapa kasus tumor campuran dengan hiperprolaktinemia manifestasi sama dengan hiperprolaktinemai.

Manifestasi akromegali

Corticotroph Adenomas Produce ACTH (Adrenocorticotropic Hormone)

Corticotroph adenomas berukuran kecil saat didiagnosis microadenomas .Tumorsebagai besar tercat basophilic (densely granulated)dan kadang-kadang chromophobic (sparsely granulated). Keduanya menunjukkan positif pada pengecatan periodic acid-Schiff (PAS) karena mengandung carbohydrate didalam pre-opiomelanocorticotropin (POMC),yang merupakan molekul prekursor ACTH ;tumor ini menunjukkan immunoreactivity terhadap POMC dan turunannya termasuk ACTH and -endorphin.

Peningkatan prodiksi ACTH oleh corticotroph adenoma mengakibatkan hipersekresi cortisol kelenjar adrenal dan menimbulkan hypercortisolism (also known as Cushing syndrome). Akan dibahas detilpada kelenjar adrenal.Proses terjadinya peningkatan produksi ACTH oleh tumor hipofisis disebut sebagai Cushing disease. Pengangkatan adrenal dilakukan pada penderita Cushing syndrome dan dapat menimbulkan keadaan Nelson syndrome, terjadi akibat hilangnya efek inhibisi (penghambatan) kortikosteroid kelenjar adrenal pada penderita corticotroph microadenoma. Tidak adanya adrenal mengakibatkan tidak timbulnya hiperkortikolisme pada penderita adenoma hipofisis, namun sebaliknya terjadi hiperpigmentasi karena efek stimulasi produk lainya OK ACTH merupakan precursor dalam melanosit.

GROWTH HORMONE (SOMATOTROPH CELL) ADENOMAS

Tumor yang mensekresikan GH merupakan tumor yang terbesar kedua pada adenoma hipofisis yang fungsional.Seperti telah diketahui , 40% somatotroph cell adenomas mengekspresikan mutant GTPase-deficient merupakan subunit G-protein, Gs. Secara histology adenoma yangmengandung GH diklasifikasikan menjadi 2 tipe: Bergranula kasar/padat dan bergranula halus. Adenoma bergranula padat terdiridari sel sel monomorfik dan asidofilik pada pemeriksaan rutin. Pada pemeriksaan imunohistokimia bereaksi kuat thd GH pada sitoplasma, sitokeratin pada perinuklear. Sebaliknya pada adenoma bergranula halus terdiri dariselyang bervariasi, terdiri darisel kromofob dengan inti dan sitoplasma pleomorfisme (polimorfi),mengandung Ghlemahdan fokal (setempat). Adenoma mammosomatotroph reakstif terhadap HG dan prolaktin secara morfologi mirip dengan adenoma bergranula halus pada adenoma somatotropik yang asli.

Hipersekresi persisten GH menstimulasi heparuntukmensekresikan faktorpertumpuhan seperti insulin (insulin-like growth factor I (IGF-I or somatomedin C), yang menimbulkan berbagai manifestasi klinik .Apabila adenoma terjadi pada masa anak-anak dimana epifisis belum menutup akan terjadi gigantism. Jika peningkatan GH terjadi setelah menutupnya epifisis ( pada dewasa)akan timbul acromegaly, pada konsidi ini pertumbuhan terbatas pada kulit dan jaringan lunak,alat visera, dan tulang pada wajah, tangan dan kaki, densitas tulang meningkat (hyperostosis) pada tulang belakang dan pinggul.Penungkatan GH jug berkaitan dengan timbulnya kelainan termasuk disfungsi gonad, DM, kelemahan otot secara umum, hipertensi, artritis, gagal jantung kongestif dan peningkatan resiko kanker gastrintestinal.

Diagnosis peningkatan GH dengan melihat kadar GH dan IGGF-1 dalamserum.Hypopituitarism

Hypopituitarism merupakan defisiensi sekresi satu atau lebih hormon hipofisis. Panhypopituitarism drfisiensi pada semua hormon hipofisis.

PITUITARY TUMORS: Sebagain hypopituitarism pada dewasa disebabkan pituitary tumors, biasanya adenomas. Tumor tersebut dapat fungsional namun gejal hypopituitarism sering menyertai akibat penekanan oleh masa tumor ke jaringan sekitarnya.

SHEEHAN SYNDROME: keadaan yang jarang ditemukan, panhypopituitarism disebabkan ischemic necrosis pada kelenjar hipofisis sering disebabkan hipotensi berat pada perdarahan pospartum. Akibatnya terjadi Agalactia, amenorrhea, hypothyroidism, and adrenocortical insufficiency.

PITUITARY APOPLEXY: Perdarahan dan infark dapat terjadi pada hipofisis normal,menimbulkan hipopituitarisme.

IATROGENIC HYPOPITUITARISM: Therapeutic radiation or neurosurgical procedures frequently cause neuroendocrine abnormalities, including hypopituitarism.

TRAUMA: Traumatic brain injury is associated with significant risk to the pituitary gland, with the potential development of diabetes, hypopituitarism, and other endocrinopathies.

GENETIC ABNORMALITIES OF PITUITARY DEVELOPMENT: Congenital growth hormone deficiency constitutes a unique group of disorders. It may occur in isolation, as so-called isolated growth hormone deficiency, which is related to mutations in the growth hormone (GH) gene or the growth hormone-releasing hormone receptor. The latter is the cause of Laron dwarfism, the condition that is respo