Patofisiologi Hipertensi Pada Lansia

download Patofisiologi Hipertensi Pada Lansia

of 20

  • date post

    16-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Patofisiologi Hipertensi Pada Lansia

  • 7/23/2019 Patofisiologi Hipertensi Pada Lansia

    1/20

    PATOFISIOLOGI HIPERTENSI PADA LANSIA

    Pada lansia mekanisme dasar peningkatan sistoliknya sejalan dengan peningkatan usia

    terjadinya penurunan elastisitas dan meregang pada arteri besar. Tekanan aorta meningkat

    sangat tinggi dengan penambahan volume intavaskuler yang sedikit menunjukan kekakuan

    pembuluh darah pada usia lanjut. Secara hemodinamik hipertensi sistolik di tandai dengan

    penurunan kelenturan pembuluh arteri besar resistensi feriper yang tinggi pengisian diastolic

    yang abnormal dan bertambahnya masa ventrikel kiri. Penurunanvolume darah dan output

    jantung disertai dengan kekakuan arteri besar menyebabkan penurunan tekanan diastolic.

    Usia lanjut dengan hipertensi sistolik dan diastolic output jantung, volume intravaskuler,

    aliran darah keginjal aktivitas plasma rennin yang lebih rendah dan resistensi perifer.

    Perubahan aktifitas sistim saraf simpatis dengan bertambahnya nerophineprin menyebabkan

    penurunan tingkat kepekaan sistim reseptor beta adregenik sehingga berakibat penurunan

    fungsi relaksasi otot pembuluh darah.

    Lanjut usia mengalami kerusakan stuktural dan fungsional pada arteri besar yang

    membawa darah dari jantung menyebabkan semakin parahnya pengerasan pembuluh darah

    dan tingginya tekanan darah.

    iposkan !!th "ctober #$!# oleh %i&al 'yonu

    http://www.blogger.com/profile/09234554369955408728http://www.blogger.com/profile/09234554369955408728
  • 7/23/2019 Patofisiologi Hipertensi Pada Lansia

    2/20

    HIPERTENSI

    Hipertensi pada Lansia

    "leh (

    )urlaely *itriana

    '!+$$$-

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    /PS 0#$$+1 menyatakan salah satu outcome atau dampak dari pembangunan nasional yang

    telah dilaksanakan di 'ndonesia selama ini terutama di bidang kesehatan dan kesejahteraan

    adalah meningkatnya angka rata2rata usia harapan hidup penduduk. Peningkatan angka rata2

    rata tersebut mencerminkan makin bertambah panjangnya masa hidup penduduk secara

    keseluruhan yang membawa konsekuensi makin bertambahnya jumlah lansia.

    /erbagai pihak menyadari bahwa jumlah lansia 0lanjut usia1 di 'ndonesia yang semakin

    bertambah akan membawa pengaruh besar dalam pengelolaan masalah kesehatannya.

    3olongan lansia ini akan memberikan masalah kesehatan khusus yang membutuhkan

    pelayanan kesehatan tersendiri mulai dari gangguan mobilitas alat gerak sampai pada

    gangguan jantung.

    45" 04orld 5ealth "rgani&ation1 menyatakan bahwa di dunia penyakit kardiovaskulermerupakan sebab kematian terbesar pada populasi usia 6 tahun ke atas dengan jumlah

    kematian lebih banyak di negara berkembang. iperkirakan penyakit kardiovaskuler

    merupakan $7 sebab kematian di negara industri maju dan 8 kematian di negara

    berkembang 09oswara #$$-1.

    Penyakit kardiovaskuler yang paling banyak dijumpai pada lansia adalah penyakit jantung

    koroner, hipertensi, serta penyakit jantung pulmonik. 5ipertensi sering ditemukan pada lansia

    dan biasanya tekanan sistolenya yang meningkat. :enurut batasan hipertensi yang dipakai

    sekarang ini, diperkiran #-7 wanita dan !+7 pria berusia lebih dari 6 tahun menderita

    hipertensi. Sementara menurut para ahli, angka kematian akibat penyakit jantung pada lansia

    dengan hipertensi adalah tiga kali lebih sering dibandingkan lansia tanpa hipertensi pada usiayang sama 0Purwati et al. #$$#1.

    Prevalensi hipertensi di seluruh dunia, diperkirakan sekitar !2#$7. 5ipertensi lebih banyak

    menyerang pada usia setengah baya pada golongan umur 26+ tahun. 5ipertensi di ;sia

    diperkirakan sudah mencapai

  • 7/23/2019 Patofisiologi Hipertensi Pada Lansia

    3/20

    Pola konsumsi dan perilaku hidup dapat memicu dan meningkatkan risiko hipertensi pada

    manula. 9onsumsi makanan manis, asin, berlemak, jeroan, makanan yang diawetkan,

    minuman beralkohol dan minuman berkafein secara berlebihan serta kurang konsumsi serat

    dari sayur atau buah mempercepat terjadinya hipertensi. 3aya hidup yang diduga

    berhubungan dengan kejadian hipertensi antara lain aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan

    stres. Seseorang yang kurang aktif melakukan aktivitas fisik pada umumnya cenderungmengalami kegemukan sehingga akan menaikkan tekanan darah. Selain itu faktor lain yang

    menunjang terjadi hipertensi adalah stres dan merokok.

    5ipertensi pada lansia pernah diabaikan karena dianggap bukan masalah, tetapi sekarang

    telah diakui bahwa hipertensi pada lansia memegang peranan besar sebagai faktor risiko baik

    untuk jantung maupun otak yang berakibat pada munculnya stroke dan penyakit jantung

    koroner. "leh karena itu untuk menurunkan angka morbiditas dan angka mortalitas karena

    penyakit kardiovaskuler adalah dengan memperbaiki keadaan hipertensi. Uraian di atas

    merupakan latar belakang yang membuat penulis tertarik untuk mengetahui lebih lanjut

    mengenai hipertensi pada lansia.

    Tujuan

    Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mempelajari pengertian, kriteria dan klasifikasi,

    etiologi, faktor risiko, patofisiologi, gejala, komplikasi, diagnosa, penatalaksanaan,

    pencegahan, dan diet hipertensi khususnya pada lansia.

    Kegunaan

    :akalah ini diharapkan dapat memberikan informasi dan wawasan kepada pembaca

    mengenai hipertensi pada lansia. /agi kelompok lansia, makalah ini dapat digunakan sebagai

    masukan untuk memperhatikan kebiasaan makan serta gaya hidup mereka yang merupakan

    faktor risiko terjadinya hipertensi. Sedangkan bagi pemerintah, makalah ini sebagai bahan

    masukan dalam penanggulangan dan pencegahan kejadiaan hipertensi pada lansia sebagai

    wujud kepedulian dalam menekan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit

    kardiovaskuler.

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    Proses Penuaan

    /ila seseorang mulai menua, maka segala sel2sel tubuhnya dapat dipastikan sedangmengalami proses degenerasi secara fisiologik. Proses ini umumnya ditandai dengan semakin

    menurunnya kemampuan sel2sel tubuh untuk memperbaiki diri dari kerusakan dan efisiensi

    kerja yang berkurang dari kelenjar2kelenjar tubuh 0;stawan?4ahyuni !=

  • 7/23/2019 Patofisiologi Hipertensi Pada Lansia

    4/20

    menurun, dan 01 indra pengecap dan pembau sudah kurang sensitif 0kurang peka1 yang

    menyebabkan selera makan menurun 09oswara #$$-1.

    Lansia

    :enurut UU )o.!- Th.!==< tentang 9esejahteraan Lanjut Usia, yang dimaksud denganlanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 6$ tahun ke atas 0Tilarso dkk #$$$

    dalam )adhira #$$61. 5al ini sejalan dengan pernyataan "rganisasi 9esehatan unia 045"1

    yang menilai bahwa usia 6$ tahun adalah awal usia peralihan menuju ke arah segmen

    penduduk tua. Sedangkan untuk di 'ndonesia, menurut 4idya 9arya Pangan dan 3i&i 0!=!+$

    mm5g sistolik dan =$ mm5g diastolik. an seseorang dinyatakan mengidap hipertensi

    bila tekanan darahnya B !+$ mm5g tekanan sistolik dan =$ mm5g tekanan diastoliknya.

    Tabel ! 9lasifikasi hipertensi menurut 45"C'S5

  • 7/23/2019 Patofisiologi Hipertensi Pada Lansia

    5/20

    9lasifikasi Sistolik 0mm5g1 iastolik 0mm5g1

    )ormal D !+$ D =$

    5ipertensi %ingan !+$2!

  • 7/23/2019 Patofisiologi Hipertensi Pada Lansia

    6/20

    0#$$!1 faktor yang mempengaruhi prevalensi hipertensi antara lain ras, umur, obesitas,

    asupan garam yang tinggi, adanya riwayat hipertensi dalam keluarga.

    9lasifikasi hipertensi menurut sebabnya dibagi menjadi dua yaitu sekunder dan primer.

    5ipertensi primer adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya namun ada beberapa

    faktor yang diduga menyebabkan terjadinya hipertensi tersebut antara lain( faktor keturunan,ciri perseorangan, dan kebiasaan hidup 0Puspita 4% #$$=1. 5ipertensi sekunder merupakan

    jenis yang penyebab spesifiknya dapat diketahui 0Lanny S dkk #$$+1. Penderita hipertensi

    sekunder ada 72!$7 kasus. Pada hipertensi penyebab dan patofisiologinya sudah diketahui

    sehingga dapat dikendalikan dengan obat2obatan atau pembedahan 0;rjatmo T ? 5endra U

    #$$!1.

    9lasifikasi hipertensi menurut gejala dibedakan menjadi dua yaitu hipertensi enigna dan

    hipertensialigna. 5ipertensienigna adalah keadaan hipertensi yang tidak menimbulkan

    gejala2gejala, biasanya ditemukan pada saat penderita dicek up. 5ipertensialigna adalah

    keadaan hipertensi yang membahayakan biasanya disertai dengan keadaan kegawatan yang

    merupakan akibat komplikasi organ2organ seperti otak, jantung dan ginjal 0:ahalul #$$dalam Suheni E #$$1.

    Etiologi

    Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan2perubahan

    pada( Flastisitas dinding aorta menurun,

    9atup jantung menebal dan menjadi kaku,

    kemampuan jantung memompa darah menurun !7 setiap tahun sesudah berumur #$ tahun,

    kemampuan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan

    volumenya. 9ehilangan elastisitas pembuluh darah, hal ini terjadi karena kurangnya

    efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi,

    serta meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer 0;nonim #$$=1.

    Selain itu, faktor genetik dianggap penting sebagai sebab timbulnya hipertensi. ;nggapan ini

    didukung oleh banyak penelitian pada hewan percobaan dan tentunya pada manusia itu

    sendiri. *aktor genetik tampaknya bersifat mulifaktorial akibat defek pada beberapa gen yang

    berperan pada pengaturan tekanan darah. *aktor lingkungan merupakan faktor yang paling

    berperan dalam perjalanan munculnya penyakit hipertensi. Semakin banyak seseorang

    terpapar faktor2faktor tersebut maka semakin besar kemungkin